aku shandra umur ku 18 tahun. aku baru saja lulus dari bangku sekolah ku sebulan yang lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dela arria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10.seharian bersama
Farel membawa mobil nya, dan ia berhenti di depan restoran XX lalu Farel turun dari mobil dan membeli makanan serta minuman (tapi ko banyak? tidak mungkin Farel menghabiskan sendiri yakan hehee).
setelah membeli makanan dan minuman Farel naik ke dalam mobil dan menuju sebuah gedung perusahaan.
Farel memarkirkan mobil nya, lalu di sapa oleh security "selamat pagi pak ada yang bisa di bantu?" tanya security.
"pagi, saya ingin bertemu direktur di perusahaan ini" ucap Farel dingin.
"apa bapak sudah buat janji?" tanya security itu.
"sudah, di lantai berapa direktur berasa?" tanya Farel.
"lantai 14 pak" jawab security.
"Terima kasih" jawab Farel tanpa menoleh, lalu pergi begitu saja dan masuk ke dalam lift lalu menekan angka 14 pada lift.
di dalam lift banyak karyawan karyawan dan anak magang perempuan, mereka semua terpesona melihat ketampanan Farel, ada yang berbisik bisik tentang ketampanan nya dll, Farel hanya diam melihat arah ke depan lift.
lift kebuka tepat di lantai 14,farel pun melangkah lalu bertemu dengan seorang perempuan.
"permisi dimana ruangan direktur?" tanya Farel.
"di sebelah sana tuan"jawab seorang perempuan itu.
Farel langsung berjalan dan masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu.
*ceklek**
pintu terbuka Farel melihat sekeliling ruangan yang cukup besar itu, namun terlihat seorang perempuan dengen menidurkan kepala nya di atas meja kerja nya dengan laptop yang masih terbuka.
"begini kah cara bekerja seorang ibu direktur" ucap farel.
shandra terkejut mendengar suara yang berasal dari pintu lalu menoleh ke arah pintu dan terkejut melihat Farel berasa di perusahaan nya.
"farel!" panggil shandra.
"iya kenapa? " tanya Farel.
Farel masuk ke dalam ruangan nya dan menutup pintu ruangan nya, Shandra bangkit dari duduk nya dan mendekat ke farel.
shandra memegang kedua pipi Farel lalu mencubit nya. "awwww!!!!" lirih Farel
"apaansi kamu nyubit nyubit!" ucap Farel.
shandra melepaskan cubitan nya, lalu berjalan menuju tempat duduk nya kembali. "tumben banget ke sini" ucap shandra.
"udah duduk sana di sofa aku mau ngerjain kerjaan dulu sebentar" imbuh shandra.
farel berjalan menuju sofa sambil berkata "emang ga boleh ke perusahaan calon istri sendiri" ucap farel.
tiba tiba shandra yang mendengar nya terbatuk, "uhuk uhuk uhuk".farel yang baru ingin duduk terkejut mendengar shandra batuk dan langsung berdiri menghampiri shandra , " shandra kamu gapapa, nih minum dulu"tanya farel sambil menyodorkan segelas berisi air yang berada di meja shandra.
shandra meminum nya. "makasih aku gapapa cuma tadi aga gatel aja tenggorokan ku" jawab shandra usai minum.
"oh ya kamu udah sarapan?" tanya farel.
shandra membelalakkan mata nya, "apa rel?!" tanya shandra.
"kamu udah sarapan belum? pasti belum kan tadi berangkat pagi banget dan ga izin ke aku dulu lagi kalo mau kerja pagi, ga sarapan juga" ucap farel..
shandra memegang kedua pipi nya lalu mencubit nya sendiri, "awwww" rintih shandra sendiri.
"kamu kenapa si?" tanya farel.
"ah eh itu gapapa ko, iya aku belum sarapan, kamu sendiri uda sarapan?" tanya shandra.
"belum, aku sengaja beli makanan sebanyak ini buat kita berdua, aku tadi ga sarapan di rumah" ucap farel
"bukan nya kamu kerja?" tanya shandra.
"aku kan presdir jadi bebas mau kapan aja libur lagi juga lagi ga ada jadwal meeting." ucap farel.
"jangan mentang mentang presdir kamu seenaknya masuk kerja yang bener dong!" ucap shandra.
"hahaha iyaiya, jadi aku ga boleh ke sini nih?yaudah kalo gitu aku balik ah aku bagiin aja makanan nya ke karyawan di kantor ini ya" ucap farel dan berpura pura ingin pergi.
shandra langsung menarik dan menggenggam tangan farel, "eh gitu aja baper ayo sarapan aku udah laper" ucap shandra sambil memegang perut nya, dan tangan sebelah nya masih memegang tangan farel.
farel melihat ke arah tangan mereka berdua, lalu menatap shandra. "ayo" sekarang farel yang memegang tangan shandra lalu menarik menuju sofa.
mereka duduk di sofa sambil sarapan yang di beli kan farel tadi, "ih kok curang aku nasi goreng kamu malah makan roti bakar seharusnya aku roti bakar farel" ucap shandra sambil melihati nasi goreng nya.
"hehehe kamu harus makan nasi" ucap farel sambil mengacak acak rambut shandra.
"hufttt, kamu juga harus makan nasi, nih ayo A"ucap shandra menyodorkan sendok berisi nasi goreng ke mulu farel. farel pun membuka mulut nya lalu shandra menyuapi farel.
ketika farel ingin memakan roti bakar nya shandra menghentikan nya. " eits makan nasi dulu baru roti nya nanti oke, kita satu berdua nasi nya begitu juga roti nya gimana setuju?"ajak shandra.
"okeoke" jawab farel.
shandra menyuapi farel terus menerus mereka makan dengan 1 sendok bersamaan, setelah nasi goreng habis, mereka meminum air mineral nya.
"duh kenyang banget" ucap Farel.
"ko aku belum kenyang?"tanya shandra
" yaudah makan lagi, sekarang aku yang suapin "ucap Farel.
" eh rel aku bisa sendiri "jawab shandra.
"Gapapa gantian" ucap Farel.
Farel mengambil roti bakar nya dan menyuapi shandra hingga habis.
"masih lapar?" tanya Farel.
"udah ngga ko" jawab shandra.
"makasih ya rel udah repot repot ke sini hehehehe" ucap shandra sambil tersenyum.
"sama sama, ga sama sekali repot ko kamu kan bentar lagi jadi istri aku" ucap Farel santai.
"duh kenapa gue deg deg an begini, kenapa si Farel jadi care banget begini sih!" gumam Shandra.
"aku masih ada kerjaan rel, kamu mau pulang aja atau?" tanya shandra.
"aku di sini aja ya gapapa kan, aku bantuin pekerjaan kamu." ucap Farel.
"oh boleh kebetulan pas jam makan siang, aku udah beres semua pekerjaan baru bisa pulang, dan sore aku kuliah hehe" ucap shandra.
"jangan pulang kamu ikut aku ya!" ucap Farel.
"kemana?" tanya shandra.
"udah ikut aja!" jawab Farel.
"okeoke, aku kerja dulu ya!" ucap shandra.
"ya" santai Farel.
shandra memulai pekerjaan di depan layar laptop nya.
____________________________________________
shandra sudah menyelesaikan pekerjaan lebih awal sekitar pukul 11:30 siang, seharusnya saat jam makan siang pukul 12:30 ia baru menyelesaikan pekerjaan, mungkin karna dia ngga enak sama Farel.
ia melihat kearah Farel yang tengah tidur di sofa, shandra menggeleng kan Kepala nya dan berjalan mengarah Farel, ia memegang wajah Farel dan mengelus nya lalu tersenyum.
"ternyata lucu juga ya dia kalo lagi tidur" ucap shandra sambil mengelus pipi Farel.
Farel terbangun shandra terkejut dan langsung melepaskan tangan nya dari pipi Farel.
"hem ngapain hayo?" goda Farel.
"ngga ngapa ngapain" jawab shandra sambil mengumpat kan wajah nya karna malu.
"itu pipi merah kenapa?" ledek Farel.
"oh ini tadi Blusson hehe" ucap shandra.
"apaan orang tadi aku ke sini pipi kamu ga ada apa apaapa, hayo ngapain tuh ko merah banget pipi nya" goda Farel menunjuk pipi shandra dengan jari telunjuk nya.
"apaansi rel, ayo aku udah selesai nih" ucap shandra.
"cepet banget, cie cerita nya biar cepet cepet deket sama aku nih ya" goda Farel.
"apaansi yaudah aku kerja lagi aja deh" ucap shandra.
"ehh eh gitu aja marah yaudah ayo, pake mobil aku aja ya" ucap Farel.
"bawa sendiri sendiri aja deh ya, aku nanti kan mau kuliah" ucap shandra.
"aku anterin, nanti biar pak tono yang ambil mobil kamu untuk di bawa kerumah" ucap Farel.
"ga ngerepotin?" tanya shandra.
"engga ko, itu kan udah pekerjaan nya pak Tono" ucap Farel.
"yaudah ayo" ucap shandra lalu mengambil tas slempang nya.
"yuk" imbuh shandra.
Farel menarik tangan shandra keluar ruangan, sesampainya di luar ruangan efa melihat nya hanya tersenyum karna mungkin itu adalah calon suami yang shandra pernah cerita kan kepada efa.
namun karyawan karyawan dan anak anak magang di sana sangat merasa iri melihat Farel dan shandra, ada juga yang bilang shandra dan Farel sangat cocok karna ketampanan dan kecantikan nya. ada juga yang seperti patah hati, karyawan karyawan laki laki yang mengagumi ibu direktur itu merasa patah hati melihat shandra di gandeng oleh Farel dengan mesra.
mereka berdua memasuki mobil farel, Farel menyetir mobil nya dan tiba tiba mengeluarkan suara. "eh shan tau ga si tadi aku mimpi kaya ada perempuan elus elus pipi aku gitu tau" ucap Farel.
"ahh apa rel? oh iya kali kamu mimpi iya mimpi hehe" ucap shandra gugup.
"tapi ko kaya nyata ya shan, dan perempuan itu kaya aku kenal deh tapi siapa ya?" ucap Farel pura pura mengingat kejadian tadi
(sebenarnya Farel ingat cuma dia lagi godain
shandra wkwk). author
"siapa rel? itu mah cuma mimpi kali" ucap shandra semakin gugup.
"terus perempuan itu bilang aku tuh lucu banget kalo lagi tidur" ucap Farel sambil menahan tawa nya saat melihat reaksi shandra semakin gugup.
"apaansi rel ko malah ceritain perempuan!" ucap shandra.
"loh kan aku cerita, kamu cemburu?" ucap Farel.
shandra membelalak mata nya, "apaan si ga jelas siapa juga yang cemburu" ucap shandra.
"masih aja ga mau ngaku" ucap Farel pelan.
"apa?!" tanya shandra.
"apa?" tanya Farel balik.
"kamu tadi ngomong apa?" tanya shandra.
"ga ngomong apa apa ko" ucao Farel.
Farel memberhentikan mobil nya di sebuah mall. "kita ke mall?" tanya shandra.
"ya kita makan di mall aja, sekalian kalo kamu mau shoping aku yang bayarin" ucap Farel.
"ngga ah kita makan aja" ucap shandra.
"apa?!!!" teriak Farel.
shandra berdengus kesal karna mendengar Farel berteriak, "huftt apaan si rel teriak teriak" ucap shandra.
"kamu yakin ga mau shoping?" ucap Farel.
"iya kenapa si?" tanya shandra.
"aneh aja gitu ya, di antara cewe cewe yang aku ajak ke mall cuma kamu yang ga mau di ajak shoping gratis lagi" ucap Farel.
"oh selama ini banyak cewe yang kamu bawa ke sini" ucap shandra lalu keluar dari mobil duluan dan berjalan masuk ke pintu mall.
"dia cemburu? ko muka nya imut banget kalo lagi cemburu hehe" ucap Farel lalu mengejar shandra.
"shan tungguin" ucap Farel lalu menggenggam tangan shandra.
"makanya jangan lemot" ketus shandra.
"ketus banget jadi cewe" ucap Farel.
"serah! buruan mau masuk ga si? aku laper nih" ucap shandra
"ya ayo masuk!" ucap Farel.
mereka berdua langsung menuju restoran yang berada di dalam mall, mereka memesan makanan nya sambil menunggu makanan nya datang shandra bertanya kepada Farel karna dari pertama masuk semua orang yang berjualan di dalam mall semua nya tertunduk sopan saat melihat Farel.
"rel?" panggil shandra.
"hem" jawab Farel.
"ko dari tadi aku liatin orang orang kaya takut gitu liat kamu ya, apa lagi mba mba resto ini ko kaya ketakutan banget liat kamu, pada kenapa ya mereka?" tanya shandra.
Farel meletakkan ponsel nya lalu, "huftt kamu yakin ga tau? kamu kudet atau gimana sih hah? kamu kan selebgram dan kamu juga direktur di salah satu perusahaan kota ini masa ga tau sama sekali gitu?" tanya farel, shandra menggeleng kan kepala nya menandakan ia tidak mengetahui nya.
"emang kenapa rel jelasin dong!" ucap shandra.
"kenapa dia imut banget kalo begini sih ahhh rasanya pengen makan aja, tapi kenapa gw jadi begini sama dia ya" batin Farel.
"woi farel" ucap shandra.
"jelasin" imbuh shandra.
"mall ini punya aku, beberapa mall di kota ini ada yang milik ku"
"apa?!!!!!!!!" teriak shandra sambil menggebrak meja, Farel dan semua orang yang berada di sana terkejut. shandra malu saat semua orang melihat ke arah nya.
"berisik banget, malu tuh di liatin" ucap Farel berbisik.
"sorry" ucap shandra lalu duduk.
"beneran rel ini punya kamu?" tanya shandra berbisik.
"hem" jawab Farel.
setelah mereka selesai makan siang Farel pun mengajak nya menonton bioskop.
"nonton bioskop yuk!" ajak Farel.
"seriusan?" tanya shandra dengan wajah bingung.
"iyalah serius, ga mungkin seorang Farel ga pernah serius!" ucap Farel.
"nih anak kenapa si? gue harus hati hati nih jangan jangan ada udang di balik penggorengan eh ada udang di balik batu maksudnya" batin shandra.
"hello nona? mau ga?" ucap Farel sambil melambaikan tangan nya ke depan muka shandra.
"oke ayo!" ucap shandra. Farel langsung menarik tangan shandra.
mereka berdua sudah berada di dalam tempat bioskop, sambil memakan dua pop corn dan 2 minuman.
film sudah mulai shandra yang melihat film begitu serius hingga tak melihat ke arah Farel yang sedang memperhatikan nya dari samping.
"cantik juga" gumam farel sambil mengangkat kedua bahu nya lalu kembali menonton.
selesai menonton film, shandra pun menarik tangan Farel, "rel fotobox dulu yuk!"ajak shandra, " fotobox?"tanya Farel.
"iya tau kan?" tanya shandra, "tau tapi ini udah jam setengah 4 kamu kan kuliah jam" ucap Farel terpotong.
"jam 5 iya aku tau jam 5 kuliah gapapa ko bentar aja, aku ganti baju di tempat kuliah aja nanti" ucap shandra.
"kamu bawa baju ganti?" tanya Farel menyeritkan dahi nya.
"iya tadi nya kirain aku, aku bakal sibuk banget dan ga bakal sempetin pulang dulu jadi jaga jaga bawa baju ganti buat kuliah" jelas shandra.
"oh yaudah ayo!" kini Farel yang menarik tangan shandra.
mereka langsung memulai fotobox nya banyak gaya yang di keluarkan oleh shandra dan Farel ternyata Farel seru juga ya author jadi iri hehehe.
seusai foto ia melihat hasil foto nya, "ih bagus banget aku bakal simpen ini" ucap shandra.
"iya simpen baik baik!" ucap Farel sambil mengacak acak rambut shandra.
"okey bos!" ucap shandra tanpa menoleh ke arah Farel karna begitu serius melihat hasil foto mereka.
"udah jam 16:10 nih ayo buruan ke mobil!" ajak Farel.
"kamu duluan aku mau ke toilet buat ganti baju" ucap shandra.
"yakin kamu sendiri an?" ucap Farel.
"yakin, udah sana di mobil aja nanti aku nyusul" ucap shandra.
"yaudah hati hati ya" ucap Farel dan di iyakan oleh shandra.
shandra menuju toilet dan mengganti pakaian nya, banyak yang meminta foto kepada shandra ya karna dia seorang selebgram wkwk jadi banyak Fansbase nya gitu lah.
selesai mengganti pakaian nya, shandra pun menyusul Farel di mobil, saat shandra menuju ke arah mobil Farel, terlihat 1 perempuan sedang memeluk erat Farel.
deg!
sebenarnya shandra merasakan sakit namun ia berfikir kalo perjodohan ini hanya secara terpaksa buat diri Farel. shandra menunggu hingga perempuan itu pergi, lalu shandra mendekat ke Farel.
"shandra!" panggil Farel terkejut, shandra hanya tersenyum seakan tidak mengetahui apa apa. "kenapa rel?" tanya shandra.
"kmu dari tadi di sini?" tanya Farel.
"ngga aku baru sampe, dan liat kamu udah di luar mobil kamu ngeliatin siapa?" tanya shandra pura pura tidak mengetahui nya.
"aku nungguin kamu di sini!" ucap Farel berbohong, shandra yang mendengar pembohongan Farel hanya tersenyum kecut.
"oh," ucap shandra langsung masuk ke dalam mobil.
"syukur dia gak lihat" ucap farel.
Farel mengendarai mobil nya hingga sampai di salah satu universitas ****************
"Terima kasih!" ucap shandra tanpa menoleh dan langsung turun begitu saja dari mobil.
"dia kenapa ya dari tadi di ajak ngomong di mobil ko jadi dingin gitu, ternyata serem juga ya kalo dia jadi dingin begitu tapi dia kenapa jadi begitu, apa tadi di liat? ah ga mungkin" ucap farel lalu menjalan kan mobil nya ke keluar gerbang kampus tersebut.
____________________________
shandra selesai kuliah pukul 21:00 tapi Farel menjemput nya pada pukul 20:30.
tepat pada pukul 9 malam shandra melihat mobil Farel Terparkir langsung saja shandra masuk ke dalam, "eh udah pulang" sapa Farel.
"ayo pulang" ucap shandra.
"eh kita beli es cream dulu mau ga?" tanya Farel.
"terserah" ucap shandra tanpa menoleh ke arah Farel karna fokus ke ponsel nya.
"oke kita beli es cream aja" ucap Farel.
Farel menjalankan mobil nya hingga sampai di tempat es cream, "ayo turun!" ajak Farel
"kamu aja yang pesan aku tunggu di mobil" ucap shandra tanpa menoleh.
"oke kamu mau rasa apa?" ucap Farel
"apa aja" singkat shandra.
Farel turun dari mobil nya lalu memesan 2 es cream rasa coklat, setelah itu ia kembali ke dalam mobil. "nih" ucap Farel.
"thanks" ucap shandra.
shandra langsung memakan es cream nya, "ayo jalanin mobil nya" ucap shandra karna melihat Farel hanya terdiam.
"kamu kenapa si shan?" tanya Farel.
"kenapa?es cream nya enak makasih ya" ucap shandra lalu tersenyum ke arah Farel .
"ayo balik udah malem" ucap shandra.
"oke!" ucap Farel lalu menjalankan mobil nya.
"es cream kamu nanti cair loh, mau aku suapin? " tanya shandra.
"boleh kalo tidak merepotkan mu" ucap Farel sambil tersenyum.
"udahlah dia bentar jadi milik gue, seharusnya gue bisa basmi pelakor pelakor itu dari sekarang itung itu g belajar haha" batin shandra.
shandra menyuapini Farel, mereka berdua tertawa di dalam mobil dan bererita cerita hal lucu.
sesampainya di rumah shandra dan Farel masuk ke dalam bersama, "aku tidur duluan ya!" ucap shandra.
"iya istirahat lah selamat malam" ucap Farel sambil membelai rambut shandra.
_____________________
buat dia nge jauhin farel