Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baik Arjuna
" dari mana kau tau aku berada di sini?" tanya dengan raut wajah dingin.
Rehan memalingkan pandangannya saat Eka, menghampiri dirinya di tempat tongkrongannya. baru sekarang Kevin dan Arjuna, melihat perempuan yang akan dijodohkan dengan sahabatnya itu.
" Tante yang meminta aku untuk menyusul mu, di tempat ini, Rehan. kita harus segera mempersiapkan tunangan kita."ucap Eka yang tak tahu malu.
" kita? Kau saja kali. Aku tidak!"seru Rehan membuat Kevin menahan tawanya.
Eka mendengus kesal, ingin sekali ia berkata kasar. tapi ia harus bersikap anggun di depan Rehan.
" sekeras apapun kau menolak, pertunangan kita akan segera dilangsungkan."ucap Eka yang benar-benar memaksakan kehendaknya.
" jika kamu mau, kau bertunangan dengan monyet saja."sahut Rehan lalu pergi begitu saja dan tidak menghiraukan Eka.
Eka mencoba menyusul Rehan, tapi ditahan oleh Kevin
" perempuan sepertimu bukan tipe Rehan, jangan memaksakan perjodohan ini jika kau tidak ingin sakit hati." ucap Kevin memperingati Eka.
Eka berdecak kesal, kemudian ia pergi menyusur Rehan yang ternyata memutuskan untuk pulang ke rumah. Eka yang tidak mempunyai rasa malu menyusul Rehan ke rumahnya.
sesampainya di rumah, Rehan mencari mamanya yang ternyata saat ini sedang beristirahat di kamar bersama papanya, ia masuk tanpa permisi. tentu saja hal ini membuat Lina dan Brata merasa kaget.
" apa Mama yang menyuruh Eka, untuk menyusulku di tempat tongkronganku?"tanya Rehan Dengan raut wajah dingin dan tanpa basa-basi.
" biar kamu dengan Eka bisa lebih dekat, tidak salah kan?"
"bagaimana jika aku mencari wanita muda lalu ku ajak pulang untuk menemani papa?"
" Rehan!!!"Lina yang tidak terima, " beraninya kamu bersikap tidak sopan seperti itu."
" dan mama juga berani ikut campur dalam urusan pribadiku. sudah berapa kali aku katakan bahwa aku menolak keras perjodohan ini. jika Mama tidak terima, lebih baik Mama saja yang menikah lagi."kesal Rehan.
pak Brata bukannya marah justru menahan tawanya mendengar ucapan anaknya. selama ini sang istri dikenal dengan sifat keras kepalanya dan tidak bisa dibantah ucapan.
" kalau kamu menolak perjodohan ini, Mama tidak akan segan-segan menarik semua fasilitasmu dan menendangmu dari rumah ini."ancam Lina agar anaknya takut
" Mama pikir aku takut? demi membela perempuan sialan itu, Mama memperlakukan anak kandung sendiri seperti ini. Ma, jika mama bisa melakukan tindakan seperti itu maka aku juga bisa melakukan yang lebih parah. Aku tidak akan mengakui kalian orang tua, tidak salah kan membalas seperti ini?"
" Rehan!!!"bentak Lina yang tidak terima.
" jangan terlalu memaksakan kehendak, jika hati tidak berselera. apa mau dikata?" ujar pak Brata yang baru buka suara.
*********
adapun Arjuna yang saat ini sedang berada di jalan menuju ke arah kota B, tidak terlalu jauh karena Diana tinggal di perbatasan kota, makan restoran milik omnya pun berada di perbatasan kota.
kemarin ia dan Diana tidak jadi pergi berjalan-jalan, karena kan adiknya Vera tidak bisa mengambil cuti. sejak bertemu dengan Diana Arjuna semakin sering datang ke tempat itu.
" kenapa kau sering datang?"tanya Diana yang merasa heran," bukankah kuliahmu sudah selesai? kenapa tidak bekerja?"
" papa memberiku waktu satu tahun, untuk bermain sepuas hatiku sebelum terjun ke bisnis keluarga begitupun juga dengan Rehan."
" jangan bawa nama dia!"pinta Diana yang merasa muak mendengar nama Rehan.
" maafkan Aku." ucap Juna.
" Diana, pak Indra baru saja meresmikan cabang baru pabrik garmennya."
"lalu, apa hubungannya denganku?"tanya Diana yang juga merasa muak mendengar nama ayahnya.
" Dia bukan siapa-siapa Aku, jadi tidak usah memberitahukan aku tentang apa yang ia lakukan." ucap Diana yang tidak mau lagi mengakui Indra sebagai ayahnya.
Arjuna diam seraya menghembus nafas pelan.
" saat ibuku meninggal, bahkan belum dimakamkan. dia memukulku sampai berdarah, air mata dan darah bercampur menjadi satu. begitu pula rasa benci dan dendamku. Ketahuilah, sejak ibuku meninggal dunia sampai saat ini. dia tidak pernah datang menemui aku dan adikku, atau sekedar bertanya kabar."
mata Diana berkaca-kaca saat ia memberitahu juna tentang hal ini. Dalam hati Arjuna merasa bersalah,karena ia sudah mengingatkan Diana pada masa lalu yang kejam.
" maafkan aku yang sudah mengingatkanmu, Diana. aku ada hadiah untukmu dan adikmu."ucap Juna.
" Apa?" tanya Diana Yang penasaran.
Arjuna pun mengajak Diana ke samping restoran, ternyata di sana ada sebuah motor listrik.
" motor ini untukmu, Agar kau tidak berjalan kaki saat pergi berkerja."
" aku menolak." ucap Diana.
" Kenapa?" tanya Arjuna yang merasa heran.
" Karena harganya pasti mahal, iya kan?"
" bagiku tidak seberapa, aku hanya ingin membantu mu. Kelak jika kau sudah sukses jangan lupakan aku." ucap Arjuna, lalu memaksa Diana untuk menerima sepeda listrik itu.
" tempat kuliah Vera sedikit jauh, tidak mungkin ia berjalan kaki, dia akan terlambat nanti "
" masih ada angkutan umum, kau tidak perlu serepot ini. Karena kau sudah banyak membantu ku."
" ongkos bisa kalian tabung, jauh lebih irit."
Arjuna terus memaksa Diana, hingga pada akhirnya gadis ini menerimanya. Arjuna senang membantu Diana, baginya apa yang ia lakukan masih tergolong hal kecil.
sebenarnya di dalam hati Diana merasa sangat bersyukur, karena ada orang yang sudi membantu dirinya dan adiknya. tidak salah jika mereka keluar dari rumah Hendra dan Sera, yang selama ini dianggap sebagai neraka.
********
beberapa bulan kemudian hidup berjalan seperti biasanya, bedanya sekarang Vera sudah masuk kuliah. jurusan akuntansi, itulah jurusan yang diambil Vera atas arahan Arjuna. karena pria ini ingin menarik Vera bekerja di perusahaan mie instan milik papanya.
sampai saat ini Indra sama sekali tidak mencari keberadaan kedua anaknya, begitu pula dengan Hendra. bahkan sampai saat ini Rehan pun tidak tahu, jika Arjuna dan Diana sering bertemu. sengaja dia nama minta pekerjaan siang dan malam di restoran, agar gaji yang ia dapatkan bisa lebih besar. Kehidupan berjalan sangat baik, Diana juga menabung sedikit demi sedikit, demi biaya pendidikan adiknya. yang terbantu oleh beasiswa dari kampus.
" gadis mana Yang membuatmu terpikat, sampai kau meminta perusahaan, memberinya beasiswa?" tanya Sutomo Ayah Arjuna.
" Ada, tapi jika ku ceritakan,tolong jangan beritahu Rehan."
" kenapa?" tanya papa Arjuna yang merasa heran.
Arjuna menceritakan tentang Diana, dimulai dari zaman sekolah sampai saat ini, makan semua penderitaan yang Diana lewati bersama adiknya. ia ceritakan kepada papanya.
" kenapa Rehan sejahat itu, papa baru tahu." ujar pak Sutomo yang merasa heran.
" ayahnya juga jahat, yang mana orangnya?" tanya pak Sutomo.
" garmen Selo Lisa, ayahnya adalah suami dari pemilik perusahaan itu."
" jahat sekali, kok ada orang tua yang seperti itu." kejar pak Sutomo yang hanya bisa menggelengkan kepala.
" Bantulah, papa juga merasa senang jika kau turut andil dalam kesuksesan seseorang. jangan memikirkan balas budi, Tuhan sendiri yang akan membalasnya."ucap pak Sutomo pada anaknya.
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.