NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEJAK YANG TERHAPUS

...Kediaman Mewah Keluarga Aurora....

Layar laptop di depan Aurora masih menyala terang, menampilkan barisan data yang tidak memuaskan. Sebagai tunangan Jaydane Shelby, Aurora memiliki segalanya kekuasaan, kecantikan, dan akses. Namun, satu hal yang tidak bisa ia tembus adalah dinding rahasia yang dibangun Jaydane di sekitar identitas ibu kandung Jorden.

Aurora menggeram frustrasi. Ia telah menyewa detektif swasta termahal untuk menggali masa lalu Flaire Nathasha selama empat tahun di luar negeri, namun hasilnya nihil. Catatan medis Flaire di rumah sakit luar negeri terkunci rapat dengan enkripsi tingkat tinggi yang hanya bisa dibuka oleh otoritas militer atau... mafia.

"Sial! Kenapa Jaydane begitu rapi menyembunyikan semuanya?" bisik Aurora tajam. Matanya yang haus akan validasi menatap foto Jorden di atas meja. "Mata anak itu... hijau yang sangat langka. Aku tahu itu bukan mata Jaydane. Dan aku bersumpah, jika mata itu milik Flaire, aku akan mencungkilnya sebelum dia sempat menyentuh Jorden."

Pintu kamar terbuka dengan kasar. Aurel, ibu Aurora, melangkah masuk dengan gaun tidur sutra bermotif macan tutul. Ia membawa segelas anggur merah, wajahnya yang penuh operasi plastik tampak angkuh dan merendahkan.

"Masih belum tidur, Aurora? Kau membuang waktu berhargamu hanya untuk mengurusi sampah," ujar Aurel sambil menyesap anggurnya.

"Ibu tidak mengerti. Jaydane bertingkah aneh sejak Flaire kembali. Aku harus tahu apakah wanita itu ibu kandung Jorden atau bukan!" balas Aurora dengan nada tinggi.

Aurel tertawa sinis, suara tawanya terdengar meremehkan di kesunyian malam. Ia duduk di sofa beludru, menyilangkan kakinya yang masih kencang.

"Lagian kenapa sih mau nyari masa lalu jalang tunanganmu itu? Semua juga tahu putri tunggal Fernandez membuka kakinya selebar-lebarnya di umurnya yang masih setahun jagung karena pergaulan bebas," ucap Aurel dengan bibir mencibir. "Dia dikirim ke luar negeri bukan untuk belajar, tapi karena memalukan keluarga. Dia itu cuma mainan Jaydane di masa lalu, Aurora. Mainan yang sudah rusak."

"Tapi Jorden, Bu! Usia Jorden pas dengan waktu Flaire menghilang!"

Aurel mengibaskan tangannya santai. "Jaydane itu pria kaya. Pria seperti dia punya ratusan wanita yang siap menyerahkan rahimnya. Flaire itu terlalu rendah untuk menjadi ibu dari pewaris Shelby. Lagipula, detektifmu bilang tidak ada catatan kelahiran atas nama Flaire, kan? Itu artinya dia memang hanya bersenang-senang dan menggugurkannya, atau dia memang mandul setelah hura-hura."

Aurora terdiam. Ucapan ibunya ada benarnya, namun insting wanitanya berkata lain. Ada sesuatu di mata Jaydane saat menatap Flaire bukan hanya benci, tapi kepemilikan yang mendalam.

"Jangan rendahkan dirimu dengan mengejar bayangan jalang itu," lanjut Aurel sambil berdiri. "Fokus saja pada pernikahanmu. Pastikan Jaydane segera meresmikan posisimu. Jika Flaire berani mendekat, kita tinggal menghancurkan reputasi 'Queen of Lens' itu dengan skandal masa lalunya yang kotor. Mudah, bukan?"

Aurel keluar dari kamar, meninggalkan Aurora yang masih menatap layar laptopnya.

Di layar itu, terdapat satu foto candid Flaire yang diambil diam-diam di bandara. Flaire sedang memegang botol cairan kanta lekap. Aurora menyipitkan matanya.

"Kalau kau memang tidak menyembunyikan apa pun, Flaire... kenapa kau begitu takut menunjukkan warna asli matamu pada dunia?"

Sementara Aurora dan ibunya sibuk menghina Flaire, mereka tidak tahu bahwa Fernandez-lah yang memalsukan seluruh catatan kematian bayi Flaire dan menyuap pihak rumah sakit agar Flaire percaya anaknya telah tiada.

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!