NovelToon NovelToon
Takdir Yang Ditukar

Takdir Yang Ditukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / CEO
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: Re _ ara

seorang ibu muda dari istri seorang pengusaha kaya raya sedang mengandung 9 bulan dan sedang mengalami kontraksi lalu dibawa ke rumah sakit , dan bertepatan dengan mantan pembantu rumah tangganya juga melahirkan di rumah sakit yang sama dengan motor majikannya . mereka sama-sama melahirkan bayi perempuan . pembantu rumah tangga yang ingin anak perempuan yang hidup berkecukupan mempunyai rencana licik untuk menukar anak perempuan dengan anak majikannya . sampai umur dewasa perbuatan itu tidak pernah terbongkar . bagaimana kelanjutannya ? ikutin terus novel Re _ Ara ya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re _ ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Nayla Dewantara

Tujuh belas tahun telah berlalu. Waktu telah mengubah dua bayi mungil itu menjadi gadis-gadis remaja yang cantik, namun hidup di kondisi yang sangat berbeda.

Dirumah mewah keluarga Dewantara ,

Nayla tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, berkulit putih, dan berpenampilan sangat modis. Ia hidup bergelimang harta, bersekolah di sekolah internasional elit, memakai baju bermerek, dan selalu mendapatkan apa pun yang ia inginkan.

Leonardo dan Liana sangat menyayanginya, memanjakannya, dan menganggapnya sebagai permata hati. Namun, entah mengapa, sifat Nayla sedikit berbeda dengan orang tuanya. Ia cenderung keras, sedikit kasar, dan sangat matre sifat yang entah dari mana asalnya, namun sangat mirip dengan Sari.

Melihat pantulan cermin, memamerkan tas baru " Mama, Papa gak apa-apa kan kalau aku beli tas ini? Teman-teman di sekolah semua pakai yang baru lho. Lagipula Papa kan orang kaya . Pasti gak bakal habis uangnya kalau cuma buat tas ini ."

Liana tersenyum lembut "Asal Nayla rajin belajar dan berbuat baik, Mama sama Papa pasti belikan apa pun buat Nayla."

Meskipun Liana menyayanginya, di lubuk hatinya yang paling dalam, terkadang ia merasa ada sesuatu yang ganjil. Nayla tidak memiliki senyum yang sama persis dengannya atau Leonardo, dan terkadang caranya berbicara terdengar sangat lugas dan keras, tidak seperti keluarga terpelajar. Namun ia selalu membuang pikiran itu. "Mungkin hanya perasaanku saja," begitu pikirnya.

" Liana ,,," Panggil Bu ajeng ibu mertua Liana dari lantai bawah .

" Mah , seperti itu Oma Ajeng deh , ngapain sih pagi - pagi sudah datang kesini kurang kerjaan banget deh . mentang - mentang hari libur ." gerutu Nayla kesal .

Dari kecil Nayla memang tidak pernah menyukai Oma Ajeng. karena Oma jangan sering mengaturnya . Nayla mempunyai sifat yang tidak suka diatur.

" sayang , nggak boleh ngomong seperti itu , gak baik . Ayo,,,temui Oma kamu . " ajak Liana .

" mamah aja deh ! Nayla males . pasti nanti diceramahi sama Oma Ajeng . Dia sangat cerewet ."

" ya udah ,,,mama keluar dulu mau nemuin Oma Ajeng ." sampai di ambang pintu Nayla kembali berucap " mah , jangan lupa ya bilangin papah suruh kirimin aku uang, buat beli tas ."

Liana hanya mengangguk pelan , ia bingung entah dari mana sifat boros Nayla . padahal dirinya nggak boros seperti nayla .

Liana turun kebawah , dia melihat Oma Ajeng sedang duduk diruang keluarga .

" pagi , Bu . tumben pagi - pagi ibu datang kesini ?" tanya Liana . sambil duduk di sisi Bu Ajeng .

" anak kamu mana , Li ? Ko gak ikut turun ?" tanya Oma Ajeng .

" Nayla ada di kamarnya Bu , sedang belajar ." bohong Liana . sebenarnya Liana tidak pandai berbohong . Tapi demi putrinya dia rela berbohong agar Nayla tidak di marahi Omanya .

Hahahhahah , Bu Ajeng tertawa ." gak usah bohong kamu Liana , ibu tau kalau anak itu gak mungkin belajar . Ibu ingatkan Liana jangan pernah menutupi ke buruk kan anak kamu , atau kamu yang akan menyesal nantinya. "

Bu ajeng adalah wanita tegas . Dia gak mau mempunyai keluarga yang bersifat buruk . ini berlaku untuk anak , menantu dan cucunya .

" oh ya , dimana Leo . Apa masih tidur ?" tanya Bu ajeng sambil menatap ke lantai 3 dimana kamar Liana dan lee berada .

" mas Leo ada diruang kerja Bu . Tadi pagi - pagi , Adrian datang katanya ada pekerjaan penting yang harus dikerjakan hari ini juga. " Tutur Liana . merasa lega karena mertuanya tidak membahas Nayla lagi .

" ya udah , ibu mau pergi arisan dulu . Oh ya , bilangin suami kamu nanti sore jemput Alex di bandara . Dia sama istri dan anaknya akan menetap disini ." ujar Bu ajeng .

" baik Bu , nanti Liana sampaikan ." setelah mengantar ibu mertuanya keluar. Liana langsung masuk ke dalam rumah . di ujung tangga Liana melihat Nayla sudah bersiap untuk pergi.

" Bu , aku pergi dulu . teman-teman pada ngajakin nongkrong ." pamit Nayla .

" nayla jangan pulang malam-malam kalau papa mau tahu bisa marah dia. " pesan Liana . Saat nayla sudah hampir mencapai pintu .

Nayla hanya mengangguk , lalu langsung pergi dari hadapan Liana . sedangkan liana hanya menghela nafas panjang. dia beranjak menaiki tangga menuju ruang kerja Leonardo .

Tok tok tok ..

" masuk ," sebuah suara dari dalam memintanya untuk masuk.

" sayang , ada apa ?" tanya Leonardo menatap istrinya yang berdiri di ambang pintu .

" mas , tadi ibu datang ke sini . kamu diminta ibu untuk menjemput Alex dan anak istrinya di bandara nanti sore jam 3 ."

" kenapa gak minta supir saja sih . Menyusahkan saja anak itu ." gerutu Leonardo yang masih didengar masih didengar Liana dan Adrian .

" ya udah , silakan lanjutkan kembali aku hanya menyampaikan pesan dari ibu ." Liana penutup , kembali ruang kerja Leonardo . lalu dia kembali ke kamarnya untuk mengecek laporan di restorant nya yang dikirim assistennya.

Di sisi lain kota, Dinda tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik jelita, lemah lembut, sopan, dan sangat berbakti. Wajahnya sangat mirip dengan Liana saat muda, memiliki aura keanggunanan yang terpancar meski ia hanya memakai baju sederhana.

Ia tinggal di rumah kecil bersama Sari dan Agus suaminya . Dinda bekerja keras membantu ibunya berjualan, kuliah sambil bekerja, dan sangat taat beragama.

Meski Sari membesarkannya, Sari sering kali bersikap keras dan kadang kasar pada Dinda, seolah Dinda mengingatkannya pada dosa besar yang pernah ia lakukan. Namun Dinda tetap menyayangi Sari sebagai ibunya.

" Bu , Hari ini dagangan lumayan laris, jadi kita bisa beli beras buat seminggu." ujar Dinda dengan nada sopan . kalu memberika minum untuk ibunya .

Menerima gelas dengan tatapan sulit dibaca, menatap wajah Dinda yang begitu anggun . "Iya... makasih, Din. Kamu itu... ya ampun, kok bisa sebaik dan sehalus ini sih? Padahal Ibu sama Bapakmu orang biasa aja."

Batin Sari bergemuruh. "Wajah ini... mata ini... persis sekali sama Bu Liana. Dan sifatnya yang sopan itu... persis seperti Tuan Leonardo." Rasa bersalah itu kembali menyiksanya, namun ia tak berani mengaku.

Dinda: "Ibu kenapa? Kok lihatin Dinda kayak gitu?"

Buru-buru mengalihkan pandangan "Enggak... Ibu cuma capek aja. Kamu istirahat sana, besok masih kerja."

" bentar Bu , Dinda mau bersih - bersih rumah dulu . hemm ,,,, bapak ke mana Bu kok nggak kelihatan ?" tanya Dinda . sejak dia pulang dari jualan , Dinda belum melihat bapaknya di rumah.

" bapakmu lagi ngojek , Din . tadi pagi bu murni datang ke rumah minta dianterin ke pasar , entahlah sampai sekarang belum pulang " ujar Bu sari .

" kenapa bapak ngojek , Bu ? Kasihan bapak panas - panasan ." Dinda sangat khawatir kepada bapaknya , karena bapaknya sering mengeluh kakinya sakit .

Bu sari menatap searah Dinda , dia merasa tersentuh mendengar perkataan . rasa bersalah kembali menusuk hatinya. merasa takut untuk mengungkapkan kebenarannya . takut kehilangan anak yang sayang dan baik padanya .

Namun , Dua dunia, dua takdir yang tertukar. Hati kecil mereka mungkin merasa ada yang salah, namun mereka tidak tahu bahwa takdir mereka sedang disiapkan untuk sebuah pertemuan yang akan mengungkap semua kebenaran.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!