NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 Sidang Tengah Malam

Santaka dan Ahsan menengok ke arah sumber suara. Ternyata ada yang memperhatikan interaksi mereka. Mahmud dan Mansur. Mata kedua gus membelalak, terutama Santaka. Kedua kyai itu menghampiri anak-anak bungsu mereka.

"Taka, Ahsan, kita kembali ke ruang dalam. Di sini di tengah jalan, khawatir ada yang dengar. Taka, panggil Mas Yasa. Minta Masmu ikut ke ruang dalam."

Mansur berjalan mendahului semua orang. Dadanya sesak mendengar pembicaraan antara anak dan keponakannya. Apakah ada cinta segitiga terlarang di Ndalem?

Santaka berjalan menuju kamar Abyasa sambil menggigit bibir. Ia mengetuk pintu kamar sang kakak.

Mata Santaka memandang pintu lain yang berjarak tak jauh. Di balik pintu itu, ada istrinya yang sedang menanti. Gara-gara emosional, ia membuat wanita itu menunggu.

"Apa maksud keributan kalian tadi, Ahsan? Benar dugaan Abah tadi, kamu suka istri Taka?" Mahmud bersedekap.

Ahsan menunduk. Rahangnya mengetat. "Jawab Ahsan! Abah perlu tau sebelum Pakde Mansur sidang kalian."

Ahsan mengangkat wajahnya. "Ahsan yang kenal Dini duluan, Abah. Jauh sebelum Taka nikahin dia, sebelum mereka deket."

Mahmud tertegun. Ia mengerutkan dahinya. "Kenal duluan bukan berarti kamu jadi berhak seenaknya. Dia sudah nikah sama Taka, Le! Gimana sih kamu?! Lagipula, kamu ndak pernah bilang Abah kalau kamu suka sama Dini."

"Ahsan sudah suka sama Dini dari empat bulan lalu. Ahsan rajin ke bengkel dia. Dia ngerespon baik. Ngobrol sama Ahsan, becanda." Ahsan memejamkan mata. Mengingat Nandini versi montir. Begitu cantik. Yang sekarang, begitu sangat cantik.

"Ahsan, itu ndak berarti apa-apa. Buktinya dia nikahnya sama sepupu kamu. Kamu ekspektasinya ketinggian!" Mahmud menggelengkan kepala.

"Ahsan ndak pernah liat Mas Taka ada di bengkel, bareng Dini. Atau Mas Taka diomongin sama orang bengkel. Tiba-tiba saja mereka nikah.

Ahsan dulu ndak berani, pendekatan lebih jauh karena takut Abah nolak. Ternyata Mas Taka lebih berani, dan Pakdek Mansur setuju. Tau begitu Ahsan dulu berani lebih serius!"

Ahsan memandang pot bunga di pinggir lorong Ndalem. Matanya menatap jauh.

"Kata siapa, Abah akan setuju seperti Pakdemu?" Mahmud melirik sinis putra bungsunya.

"Ahsan, Abah ndak tau apa pertimbangan Pakdemu nerima Dini jadi menantunya, tapi Abah ndak mau kamu dapat istri seperti dia.

Abah paham, dia cantik. Ayu tenan. Tapi, kita ndak bisa milih istri cuma dari wajah saja. Kamu pikirin masa depan kamu. Kamu itu anak bungsu, kamu ndak mikir gimana ke depannya, pondok mana yang nanti kamu pimpin?

Al Irsyad nanti dipimpin Masmu. Kamu harusnya cari istri yang bisa dukung kepemimpinan kamu. Jangan dibutakan cinta, Ahsan!" Mahmud menatap dingin putranya.

"Ahsan ndak cuma lihat wajahnya saja, Bah. Dini itu lucu, nyambung diajak ngobrol. Ahsan ndak suka ning yang kalem, nunduk-nunduk. Ndak menarik di mata Ahsan."

Rahang Mahmud mengetat. Ternyata anaknya penyuka perempuan yang lebih berani. Ia paham kenapa Nandini bisa jadi sasaran Ahsan.

"Ya sudah, sekarang kita ke ruang dalam. Kamu benar-benar keterlaluan, Le!" Mahmud berjalan mendahului anak kesayangannya itu.

*

*

Abyasa masuk ke ruang dalam. Santaka berjalan di sampingnya. Sang adik sudah menceritakan perihal yang terjadi. Sungguh mengerikan jika itu benar. Sepupu mereka jatuh hati pada istri adiknya.

"Assalammu'alaikum, Abi, Paklik." Abyasa duduk di samping Mansur. Santaka bersisian dengannya.

"Wa'alaikumsalam, Mas Yasa...." Mansur mengelus janggutnya.

"Ada apa, Abi?" Abyasa menatap takzim pada ayahnya.

"Adikmu... dan Ahsan tadi... terlibat perdebatan di lorong Ndalem. Soal Mbak Dini..." Mansur lalu menceritakan apa yang ia dengar dan ia lihat.

Pelipis Abyasa berdenyut. Santaka menunduk. Tangannya mengepal. Ahsan mengeratkan rahangnya, ia kemudian tertunduk. Mahmud menatap tajam putranya.

"Astagfirullahaladziim. Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan keji." Abyasa menarik napas.

"Abi, Paklik, izin jadi jembatan tabayyun antara Gus Taka dan Gus Ahsan." Mansur dan Mahmud mengangguk pada Abyasa.

"Gus Taka, sebagai pihak yang memulai, coba ceritakan kenapa sampeyan berani seperti itu? Ndak seperti sampeyan biasanya."

"Nyuwun panganpunten Abi, Paklik, Gus Yasa. Taka mohon maaf karena sudah buat kegaduhan tengah malam seperti ini." Santaka menganggukkan kepalanya. Mansur mengangguk balik. Mahmud bergeming.

"Taka berani mengkonfrontasi Gus Ahsan, karna Taka merasa terganggu dengan apa yang dilakukan Gus Ahsan akhir-akhir ini. Gus Ahsan sering melakukan tindakan tak patut, pada istri Taka, belakangan ini." Santaka menarik napas panjang.

"Pagi-pagi, pas istri Taka manasin mobil Taka, Gus Ahsan sering mampir, dia deketin Mbak Dini. Padahal posisi Mbak Dini sedang sendirian. Kita tau letak garasi itu jauh, ndak terlihat oleh banyak orang Ndalem.

Itu sudah nunjukin kalau Gus Ahsan niat, memang dia sengaja deketin Mbak Dini. Dia ngajak ngobrol. Bahkan dia manggil istri Taka dengan nama saja." Santaka merapatkan bibirnya. Ahsan menatap tajam sepupunya.

"Suudzon saja, Gus Taka! Mau bagaimana pun garasi itu tempat umum. Siapa saja bisa kebetulan mampir." Ahsan membuang mukanya.

"Sabar, Gus Ahsan. Sampeyan ada gilirannya sendiri. Sekarang biar Gus Taka selesaikan penjelasannya." Abyasa mengulurkan satu tangannya ke arah Ahsan.

Santaka melirik geram pada Ahsan. "Masalahnya itu terjadi beberapa kali. Siapa yang jadi ndak suudzon? Puncaknya tadi, Taka lihat Gus Ahsan menatap tak putus pada istri Taka, waktu dia ngobrol sama Bulik Aminah.

Sebagai pria dewasa, Taka tahu itu adalah tatapan tertarik sama lawan jenis. Benar-benar ndak pantas!" Santaka mendengus.

"Jadi itu yang buat Gus Taka negur Gus Ahsan?" Abyasa menatap adik bungsunya.

Santaka mengangguk. "Taka yakin apa yang Taka lakukan akan dilakukan oleh suami di mana pun kalau istrinya diperlakukan seperti itu. Dipandang tak berhenti. Bukan mahrom sampeyan, Gus Ahsan. Istri orang pula!"

Santaka mendelik ke arah Ahsan. Ahsan memalingkan wajah. Mansur menahan napas. Mahmud mengerucutkan bibirnya. Ia menghela napas panjang.

"Lalu... bagaimana respon Mbak Dini pas diajak ngobrol Gus Ahsan?" kejar Abyasa. Ini perlu dicari tahu. Jangan sampai Nandini memberi angin sehingga memancing Ahsan berbuat lebih jauh.

"Alhamdulillah, istri Taka tau kalau dia sudah jadi istri orang. Dia bisa jaga marwahnya. Sepanjang yang Taka tau, dia ndak nanggapi Gus Ahsan. Basa-basi seperlunya saja.

Tadi juga, waktu Gus Ahsan terus menerus lihat Mbak Dini, istri Taka ndak lihat balik. Dia bener-bener cuma lihat Taka, suaminya." Santaka tersenyum sinis sambil menatap Ahsan.

"Jadi Mbak Dini, ndak ada bikin Gus Ahsan kepancing ya?" Abyasa memiringkan kepalanya.

"Ndak ada, Gus Yasa." Santaka menatap yakin kakaknya.

"Baik, silakan Gus Ahsan, giliran sampeyan bicara." Abyasa menatap Ahsan sambil menipiskan bibir.

Ahsan tersenyum dingin. Ia menoleh ke arah Mansur dan Mahmud. "Nyuwun pangapunten Abah, Pakde, izin bicara. Ahsan keberatan sama apa yang diucapkan Gus Taka.

Ahsan dan Mbak Dini itu kenal di bengkelnya Pak Bakti, ayahnya Mbak Dini. Dia yang megang motor Ahsan. Jadi kami sudah punya hubungan baik sejak awal Ahsan pindah ke sini. Hampir delapan bulan yang lalu.

Ahsan kalau kebetulan lewat garasi, ngajak ngobrol saja. Selayaknya teman. Karna dulu juga kami di bengkel suka ngobrol. Ndak ada yang aneh-aneh."

Abyasa mengerutkan dahi. "Jadi, di luar Gus Ahsan suka menggampangkan diri akrab dengan lawan jenis? Perempuan yang bukan mahrom Gus Ahsan?'' cecar Abyasa.

Ahsan gelagapan. "Bukannya begitu, Gus Yasa. Cuma sama Mbak Dini saya begitu."

"Hah? Maksudnya apa?" Abyasa menatap tajam Ahsan. Santaka menggelengkan kepala.

1
Nanik Arifin
jangan jatuh hati ma Syifa, Boy. sama Fiona aj. Syifa muna. Ning tapi suka munafik, bungkusnya doang yg baik. 11, 12, ma Gus Ahsan. cocok deh.
Inna Kurnia: kita jodohin aja apa ya, Syifa ama Ahsan 🤔🤔😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Biasanya klo orang ngomongnya ceplas ceplos itu emang lebih baik daripada yg terlihat kalem diem tapi menghanyutkan...
mestinya Boy sebagai lelaki ngerti gimana cara pandang Ahsan ke Dini yg ga wajar, dan lagii...Fiona sm Boy apa saling kenal 🤔
Inna Kurnia: kita liat ya Kaaaak 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
ya Ampunnn jangan canda yg aneh² ya Boy, Ucapan sama dg Doa.. hati² dalam berucap gemblung 🙄🙄🙄
Inna Kurnia: hahaha
total 7 replies
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄 bahasane dikitik kitik bikin geliii membayangkannn 🤣🤣🤣🤣
Aisyah Virendra: kakak mau dikitik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ketik kata dikitik aja aku terkikikk geliii loh inii ngakakkk 🤣
total 2 replies
Nanik Arifin
kau tunggu jandanya Dini ya Boy....🤭🤭
Inna Kurnia: ada aja yaaa kelakuan orang ya, Kak 🤭
total 1 replies
Jaojatun Ma'rup
Maasyaallaah.. Gus Taka Super Duper Sabaar... semangaaat Gus💪💪💪
Inna Kurnia: iya, Kak Jaojatun. kan sabar nama tengah Gus Taka 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Taka dan Dini memang bener² harus waspada yaa sama sepasang sejoli resek itu (Ahsan n Syifa), mereka merencanakan sesuatu yg sedikit ehem tapiii smg ada salah 1 dari Ning Sarah atau Ning Husna juga menyadari kejanggalan dan berpihak pada Taka dan Dini 🫠
Aisyah Virendra: hhuuuh
total 2 replies
Nadia Zalfa
syafakillah kak
Inna Kurnia: aaamiin ya Allah, jazaakillahu khoyr Kak Nadia ❤️❤️
total 1 replies
Aisyah Virendra
Syafakillah waa fii amanillah kakak sayang.. semoga dunia nyata kita baik² aja dan ga ada problem apapun, sehat² selalu.. kutunggu up nyaa bolak balik, tapi yasudahlah.. kesehatan itu lebih utama, segera membaik kakak 🤝😇🥰
Aisyah Virendra: Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🥰
total 3 replies
Aisyah Virendra
Diiiiihhhh...ngapain lagi si Ahsan beluuuttt datang kekamar orang, yg sakit juga Nandini bulan Santaka, anehhh bgt.. Ustadz gajeee 😂🤣 lelepinn neeeehhh 🫳
Inna Kurnia: 🤭😂😂🤭😂
total 5 replies
Aisyah Virendra
marah.. tertatih, pelaku eh merasa korban 😂🤣 Nandini gemblung 🤣🤣🤣 mlm itu Santaka menang berkali lipat banyak dan dini ya ampunnn pasti malu banget setelahnya 😂😂 ky nya ntar jadi kembar 4 ehh 🤣🤣🤣
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣 subuhhhh
total 5 replies
Aisyah Virendra
gaskuy lagiiii 🤣🤣🤣🤣
duuuuhhh cenut² pala barbiee 🫠
kenapa pas unboxing disaat bginiii 😂🤣🤣🤣
Inna Kurnia: hahaha, saa-bar 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kocak parahhhh kamu dinoooooooo 🤣🤣 menang banyak nih Santakaa malam ini dan besok dini teparrrrr 😂🤣 aiiiihhh membayangkan yg bergulat ehemm 😂🤣😂🤣
Inna Kurnia: hissss 😂😂😂😂
total 4 replies
Aisyah Virendra
Nandini salah ambil jamu, jamunya Taka diminumnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mengandung perangsang herbal ini mah, duh bisa² ntar langsung hamil baby twins 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: gasss 😂😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
ko sur ? harusnya mud kan yaa 🤔🤔🤔
Inna Kurnia: typo, wkwkwk
total 1 replies
Aisyah Virendra
minta traktir banyak² yaa Din, jangan lupaaa alu dikasih jugaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Arifin
Dini salah minum jamu ?
Gus Taka yg bakalan di KO Dini ...🤭🤭
Inna Kurnia: pantengin bab besok ya Kak Naniiik 😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Gus Agam... ini sepeeti sosok pria yg kalau mencintai bisa sedalam dan sesetia ituu.. tapi skrg kondisinya berbeda, jadi lelaki yg tak punya perinsip hidup dalam berkomitmen. sudah punya pasangan masing² masih juga tak tahu diri ko malah tahu bakso 😂🤣🤣
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🏻🙏🏻
total 13 replies
Aisyah Virendra
huhhhh akhirnya nongol juga..
Inna Kurnia: sip, insyaa Allah malem ❤️❤️😘
total 3 replies
Nanik Arifin
baby blues ini Ning Rini. harusnya Gus Agam berperan agar baby blues g berlanjut, kasihan bayinya
Inna Kurnia: betul bgt Kak Nanik, ning rini depresi abis lahiran ❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!