NovelToon NovelToon
Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Bad Boy / Fantasi
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Lupakan apa yang kalian ketahui tentang Zhang Yuze yang lama. Di Jilid 2 ini, panggung kehidupan akan menjadi jauh lebih luas dan berbahaya.

​Bukan lagi sekadar urusan asmara di bangku sekolah, Zhang Yuze akan mulai melangkah ke dunia bisnis yang penuh intrik, berhadapan dengan tokoh dunia bawah tanah yang kuat, hingga terjebak di antara pesona selebritas papan atas yang memabukkan. Akankah Kitab Santo Cinta cukup untuk melindunginya saat kekuatan rahasia mulai mengincar dirinya? Ataukah godaan dari para wanita menawan di sekelilingnya justru akan menjadi bumerang bagi takdirnya?

​Persiapkan diri kalian. Ambisi yang lebih besar, romansa yang lebih membara, dan rahasia pusaka yang lebih dalam akan segera dimulai.

​Pastikan kalian berada di barisan terdepan saat langkah baru ini dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

​"Udah, jangan banyak bacot! Cepet siapin kamar," potong Yudha kesal. "Terus, panggilkan Yasmin ke sini."

​"Hah? Yasmin juga? Buset, Yud... lo mau main bertiga?" Jevan menatap Yudha dengan tatapan ngeri sekaligus tak percaya.

​Yudha merasa bulu kuduknya meremang. Pikiran orang-orang ini isinya sampah semua! batinnya. Tanpa aba-aba, ia melayangkan tendangan ringan ke arah Jevan sambil memaki, "Pergi lo! Cepetan, sebelum gue gampar beneran!"

​Sambil terkekeh nakal, Jevan akhirnya melenggang pergi menjalankan perintah.

​Yudha berbalik dan melihat dahi Lulu berkerut. Ia tahu, bagi orang tunanetra, tempat bising adalah siksaan karena suara adalah satu-satunya alat komunikasi mereka dengan dunia. Yudha menghampiri Lulu dan berkata lembut, "Lulu, malam ini kamu istirahat di sini dulu ya. Besok malam Kakak jemput lagi."

​Mendengar Yudha akan pergi, Lulu langsung mencengkeram lengan Yudha dengan erat. Wajahnya tampak ketakutan. "Kak, jangan pergi... Lulu takut sendirian."

​Hati Yudha mencelos. Ia tahu betapa rapuhnya Lulu di lingkungan baru yang asing. Namun, di rumah ada ibunya yang menantinya, dan pasti akan curiga jika ia tidak pulang. Belum lagi, kehadiran Hana di rumahnya juga menambah kerumitan situasi. Yudha menarik napas panjang, mencoba mencari cara untuk menenangkan hati gadis itu tanpa mengabaikan tanggung jawabnya yang lain.

​"Lulu, jangan khawatir ya. Kakak sudah minta tolong pada seorang kakak perempuan untuk menemanimu di sini. Dia akan menjagamu dengan baik, oke? Besok pagi-pagi sekali, Kakak pasti akan datang menemuimu," ujar Yudha lembut sembari menggenggam tangan mungil gadis itu.

​Mendengar hal itu, Lulu menoleh ke arah sumber suara Yudha dengan raut ragu. "Kak Yudha... Kakak benar-benar akan menjemput Lulu besok?"

​"Tentu saja. Mana mungkin Kakak membohongimu? Begitu kamu bangun besok, Kakak sudah ada di sini, ya?" Yudha menatap wajah polos itu dan merasa hatinya semakin luluh.

​"Janji ya, Kak? Ayo taruhan kelingking!" ajak Lulu sambil menyunggingkan senyum manis.

​Yudha terenyuh melihat kepolosan kekanak-kanakan itu. Ia pun segera menautkan jari kelingkingnya pada kelingking kecil Lulu.

​"Yudha, itu kamu!" Sebuah suara perempuan memanggil dari samping. Itu adalah Yasmin, yang datang dengan tergesa-gesa setelah mendapat kabar.

​Namun, langkah Yasmin terhenti saat melihat Lulu—gadis yang luar biasa cantik meski matanya tak menatap fokus—berdiri di samping Yudha. Ia tertegun sejenak sebelum bertanya bimbang, "Siapa dia...?"

​Melihat itu, Yudha segera menarik Yasmin ke sudut ruangan dan menjelaskan situasi Lulu secara singkat. Mendengar cerita itu, simpati mendalam muncul di hati Yasmin. Meskipun dulu ia adalah wanita yang cukup keras kepala, berbagai pengalaman hidup telah membuatnya lebih peka terhadap penderitaan orang lain.

​Rasa cemburu kecil yang sempat muncul di hati Yasmin lenyap seketika, berganti dengan rasa iba yang luar biasa. Yasmin menghampiri Lulu, meraih tangannya dengan lembut, dan berkata dengan nada yang sangat ramah, "Namamu Lulu, kan? Jangan takut ya, Kak Yasmin akan menjagamu baik-baik di sini."

​Awalnya Lulu merasa sangat tegang; bagi seorang tunanetra, berada di tempat asing adalah hal yang menakutkan. Namun, mendengar suara Yasmin yang begitu menyejukkan, hatinya perlahan tenang. Sebuah senyum merekah di wajahnya. Meski tak bisa melihat, ia menggenggam balik tangan Yasmin dengan erat. "Terima kasih, Kak. Kakak baik sekali."

​Melihat gadis yang tampak seperti malaikat kecil di depannya, Yasmin merasa sangat kasihan. Ia menoleh pada Yudha dan berkata, "Kamu pulanglah dulu. Biar dia bersamaku, kamu tidak perlu khawatir. Besok saat kamu datang menjemput, aku akan mengembalikan Lulu yang ceria padamu."

​Melihat ketulusan di wajah Yasmin, Yudha merasa lega. Ia merasa wanita itu memang sudah banyak berubah. Yudha menghampiri Yasmin, memeluknya sekilas sebagai tanda terima kasih, lalu tersenyum. "Terima kasih banyak atas bantuannya."

​Wajah Yasmin memerah tipis, lalu ia berbisik tepat di telinga Yudha, "Dasar kamu ini, pandai sekali mencari alasan untuk mendekati gadis cantik, sampai butuh bantuanku segala."

​"Eh!" Yudha merasa sedikit tersudut dan cepat-cepat membela diri, "Kamu salah paham. Aku cuma merasa kasihan dengan kondisi matanya dan ingin mencari cara untuk menyembuhkannya. Aku tidak punya niat aneh-aneh."

​Mendengar pembelaan itu, Yasmin memutar bola matanya dan menatap Yudha dengan tatapan menyelidik. "Masa? Kalau dia tidak secantik itu, apa kamu bakal seantusias ini?"

​Kata-kata Yasmin membuat Yudha bungkam seribu bahasa. Jika jujur pada diri sendiri, andai gadis itu tidak secantik Lulu—misalnya seseorang dengan wajah yang kasar—Yudha mungkin hanya akan memberi bantuan uang dan meminta orang lain mengurusnya. Pikiran bahwa ia akan meluangkan waktu sebanyak ini terasa meragukan. Yudha menggelengkan kepala dalam hati; ternyata manusia memang selalu punya sisi subjektif.

​"Tuh kan, diam! Dasar laki-laki, semuanya sama saja. Selalu ingin lebih dari yang sudah ada. Padahal dulu waktu pertama kenal, kupikir kamu cowok paling lurus se-Provinsi Jawa Barat!" Yasmin mendengus melihat Yudha yang terdiam, merasa serangannya tepat sasaran.

​"Sstt! Jangan bicara begitu di sini. Apa kamu tidak lihat Lulu masih di sini?" bisik Yudha canggung sambil mengusap hidungnya. Dalam hati ia menggerutu: Zaman sekarang jadi orang jujur memang susah.

​Yasmin menoleh dan melihat Lulu yang tampak mendengarkan ke arah mereka dengan saksama. Khawatir Lulu merasa tidak nyaman, Yasmin segera menghampirinya lagi, menggandeng tangannya, dan berkata, "Ayo Lulu, kita masuk! Jangan pedulikan si brengsek ini."

​Yudha mendengus kesal mendengar sebutan itu. Mana ada 'brengsek' seganteng aku? batinnya narsis.

​Saat dituntun pergi oleh Yasmin, Lulu terus menoleh ke belakang ke arah Yudha, seolah berat untuk berpisah. Sorot matanya yang kosong namun penuh harap membuat hati Yudha mencelos. Ia tahu Lulu menggantungkan seluruh kepercayaannya pada dirinya. Kepercayaan itu menyentuh sisi terdalam hati Yudha, dan ia bersumpah akan melakukan segala cara untuk mengembalikan cahaya di mata Lulu.

​Malam sudah sangat larut saat Yudha sampai di rumah. Rasa lelah yang luar biasa menghantamnya setelah melewati berbagai kejadian panjang malam itu. Begitu masuk ke kamarnya, ia langsung merebahkan diri dan jatuh terlelap.

​Dalam kondisi setengah sadar di tengah tidurnya, Yudha secara refleks memeluk gulingnya. Namun, tiba-tiba ia merasa ada yang aneh. Gulingnya hari ini terasa sangat nyaman, lembut, hangat, dan... sangat nyata.

​"Eh? Kok gulingnya beda?" Yudha tersentak bangun.

​Begitu matanya terbuka, ia terpaku. Yang ia peluk bukan lagi guling, melainkan seorang manusia! Hana sedang tidur meringkuk di dalam pelukannya dengan mata terpejam rapat. Kepala kecil gadis itu bersandar di lengan Yudha, tampak tertidur dengan sangat tenang. Wajahnya sedikit memerah, namun yang membuat Yudha benar-benar panik adalah posisi tangannya yang tanpa sengaja masuk ke dalam baju Hana—dan berada di posisi yang sangat canggung!

1
Julius Nasution
lama ya updatenya......???
Julius Nasution
kenapa harus diganti nama2 tokohnya. jadi nggak menarik kesannya dipaksakan malah jadi kayak karya jiplakan.
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱
loh loh koq isinya yudha kn mc nya "zhang yuze" koq bs jdi yg laen alurnya ini kemana koq tidak sesuai thor
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱: kn ini jlid ke 2 sistem penakluk koq bs MC jdi yudha
total 1 replies
Tri Rahayu Amoorea
💪
Tri Rahayu Amoorea
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!