NovelToon NovelToon
Ku Pilih Jodoh Pilihan Bunda

Ku Pilih Jodoh Pilihan Bunda

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Depi Delita

Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keputusan Iqram

Buk Yanti tersenyum mendengar ucapan Iqram," karena mereka selama ini tinggal di kampung makanya Tante ingin rumah yang akan kamu beli itu harus menggunakan nama Vania di sertifikat nya. Orang kampung kalau datang ke kota suka lupa diri. Nanti mereka bisa sok berkuasa di rumah itu dan Vania tidak bisa berbuat apa apa karena rumah nya atas nama kamu. Tapi kalau rumah itu atas nama Vania, Vania bisa bersikap tegas pada mereka" ucap buk Yanti yang membuat hati Iqram resah mendengar nya.

Pak Zainal mengangguk," apa yang di inginkan mama nya Vania untuk kebaikan kalian juga" ucap nya.

" Dan satu lagi. Setelah kalian nanti menikah, keuangan harus Vania yang pegang. Ibu mu dan adik mu di kampung bukan tanggungan mu lagi. Hidup di kota itu biaya nya besar. Saya tidak mau hidup Vania kekurangan nanti nya" ucap pak Zainal lagi.

Buk Yanti langsung mengangguk mendengar ucapan suami nya," betul itu Iqram. Dan kamu juga harus memberikan kami uang bulanan minimal tiga juta rupiah setiap bulan nya sebagai tanda terima kasih pas kami yang sudah mau menyerahkan Vania pada mu" ucap buk Yanti dengan senyuman tak hilang dari bibir nya.

Iqram menarik nafas panjang. " melarang aku menanggung hidup ibu dan adik ku. Tapi aku harus memberikan orang tua Vania uang tiap bulan nya sebagai ucapan terima kasih" ucap Iqram dalam hati.

Iqram kemudian melihat kearah pak Zainal," apa kedua Abang nya Vania melakukan hal yang sama seperti yang Tante minta pada ku" tanya Iqram.

" Maksud kamu apa" tanya buk Yanti.

" Maksud saya,apa kedua Abang nya Vania tidak memberikan uang untuk Tante dan papa nya Vania setelah mereka menikah" jawab Iqram mematikan.

Buk Yanti langsung tertawa mendengar pertanyaan Iqram," ya bedalah. Kami sudah susah payah membesarkan mereka dan menyekolahkan mereka dengan fasilitas yang lengkap. Sebagian gaji mereka tentu saja ada hak orang tua nya di sana. Istri mereka tidak punya hak untuk menguasai semua nya" jawab buk Yanti.

" Hidup di kampung tidak seperti hidup dikota yang apa apa serba beli dan mahal. Dari hasil tani sudah bisa mencukupi kebutuhan hidup.oeang tua mu dan adik mu" ucap buk Yanti yang terdengar menyepelekan.

Iqram tersenyum mendengarnya," sebenarnya hidup di kota dan di kampung sama saja Tante. Sama pakai uang kalau pergi belanja" ucap Iqram.

Vania menyenggol tangan Iqram," kamu kenapa sih,kok malah nyamain hidup di kota dengan di kampung" tanya Vania.

Iqram melihat kearah Vania," aku mau tanya sesuatu sama kamu" ucap Iqram.

" Vania tanya apa" tanya Vania

Iqram menarik nafas panjang," kalau nanti aku di berhentikan dari pekerjaan ku,apa kamu masih mau mendampingi ku" tanya Iqram.

Vania terdiam sejenak, kemudian dia tersenyum. " aku akan tetap setia mendampingi mu dalam suka dan duka" jawab Vania yang membuat dada Iqram sedikit lapang.

" Kalau nanti bunda ku sakit sakitan dan hanya aku yang bisa merawat beliau,apa kamu keberatan kalau aku membawa bunda ku ke rumah kita untuk aku rawat " tanya Iqram lagi.

Vania terdiam sejenak, kemudian dia kembali bicara. " kan ada adik mu. Kenapa harus kamu bawa ke rumah kita. Kamu kan harus kerja,dan aku tidak bisa merawat bunda mu" jawab Vania dengan wajah kesal.

" Vania itu bukan pembantu yang bisa kamu suruh untuk merawat ibu mu kalau nanti ibu mu sakit sakitan. Orang kalau sudah tua itu sakit hal yang biasa. Jangan menyusahkan " ucap pak Zainal.

Vania kemudian menatap Iqram," sayang,kalau kamu mau menikahi aku,maka kamu harus mengikuti semua yang di katakan oleh papa dan mama ku tadi. Dan jangan coba coba membawa bunda mu untuk tinggal di rumah kita nanti dengan alasan apapun. Kalau beliau mau berkunjung,paling lama hanya boleh dua hari. Aku paling alergi satu rumah sama orang kampung" ucap Vania.

" Kalau kamu keberatan,kita batalkan saja semuanya. Aku bisa cari calon suami yang lain yang mau mengikuti kemauan ku" ucap Vania.

Iqram mengusap wajah nya setelah mendengar ucapan Vania. Dia kemudian mengambil kunci mobil nya yang dia taruh di atas meja dan langsung berdiri setelah itu.

" Maaf Tante,pak. Saya pamit dulu" ucap Iqram setelah itu.

Mendengar Iqram pamit, Vania dan kedua orang tua nya langsung terkejut. " kamu mau pulang. Trus keputusan nya gimana. Kamu mau kan memenuhi permintaan aku dan orang tua ku" tanya Vania.

Iqram langsung menggeleng," maaf Vania,aku tidak bisa" jawab Iqram.

" Kita tidak bisa hidup satu atap bersama. Kamu alergi dengan orang kampung, sementara aku ini orang kampung" jawab Iqram.

" Asal kamu dan orang tua mu tau. Bunda ku seorang guru yang sebentar lagi akan pensiun. Selama ini beliau tidak pernah bertanya berapa gaji ku dan tidak pernah meminta uang pada ku. Hanya aku yang sesekali mengirimkan uang pada beliau sebagai tanda bakti ku sebagai seorang anak. Sedangkan adik ku merupakan seorang bidan di kampung kami. Dia memiliki gaji dari pemerintah dan pemasukan lain dari kebun sawit nya dan dari tempat praktek nya. Keluarga ku bukan keluarga benalu yang suka merongrong anggota keluarga nya yang lain" ucap Iqram yang membuat Vania dan kedua orang tua nya terkejut.

" Silahkan cari yang lain untuk jadi pendamping hidup mu. Aku pamit" ucap Iqram yang langsung berbalik dan berjalan meninggalkan ruang keluarga di rumah Vania.

Vania langsung menahan tangan Iqram," sayang,aku tidak bermaksud demikian. Aku hanya takut kalau apa yang kebanyakan terjadi di luaran sana terjadi juga dalam kehidupan ku" ucap Vania membela diri.

" Maafkan aku,aku akan memperlakukan bunda mu sama seperti aku memperlakukan mama ku. Aku janji akan jadi menantu yang baik untuk beliau nanti" ucap Vania.

Entah kenapa perasaan Iqram pada Vania hilang begitu saja setelah mendengar ucapan ucapan Vania dan kedua orang tua nya tadi.

" Tidak usah di paksakan. Carilah calon suami yang sesuai dengan kriteria yang kamu inginkan. Carilah yang sama sama berasal dari kota agar kamu tidak alergi nanti nya. Aku pamit, assalamualaikum" ucap Iqram yang langsung melangkah cepat keluar.

Vania menatap marah kearah Iqram, kemudian dia bicara dengan nada keras. " Iqram,kalau kamu pergi sekarang,jangan harap aku akan memberikan kamu kesempatan lagi untuk bisa memiliki aku seutuhnya. Aku tau kalau kamu sangat mencintai aku. Emosi mu itu hanya akan buat kamu kehilangan aku" hardik Vania.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!