NovelToon NovelToon
Wanita Tangguh

Wanita Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Fantasi / Nikah Kontrak
Popularitas:433
Nilai: 5
Nama Author: Elvandem Putra

Di balik sosok wanita seksi yang selalu mencuri perhatian di setiap ruangan, Sasha Wijaya menyimpan rahasia besar—ia adalah agen intelijen yang telah menyamar selama tiga tahun untuk menggali kebenaran di balik jaringan kontrabanda terbesar di Asia Tenggara. Gaun malam yang menempel pada lekukan tubuhnya bukan hanya untuk menarik pandangan, melainkan sebagai selubung untuk menyembunyikan alat-alat khusus yang ia butuhkan dalam setiap misi.

Ketika jaringan itu mulai merencanakan transaksi besar yang mengancam keamanan negara, Sasha diberi tugas untuk mendekati Marcus Vogel—bos tersembunyi dari organisasi tersebut yang baru saja tiba dari luar negeri. Dengan pesona yang tak tertahankan dan kecerdasan yang tajam, ia berhasil meraih kepercayaan sang bos dan masuk ke dalam lingkaran paling dalam jaringan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvandem Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam yang Berbahaya

Lift khusus berhenti di lantai sembilan, dengan hanya satu pintu yang mengarah ke koridor berkarpet tebal yang menghalangi suara. Marcus menekan beberapa angka pada panel keamanan di dinding, lalu mendorong pintu kayu berat yang memiliki pola ukiran khas Belanda.

"Ruang penyimpanan ada di dalam," ujarnya sambil menarik Sasha masuk ke ruangan kecil yang diberi dekorasi mewah dengan meja kulit dan rak buku penuh dengan jilid berwarna hitam. Di sudut paling dalam, terdapat lemari besi besar dengan dua kunci berbeda yang harus dibuka bersamaan.

Sasha mengendus udara yang berbau kayu dan parfum mahal, sambil mengamati setiap sudut ruangan—sensor gerak di atas langit-langit, kamera tersembunyi di balik patung pati, dan kabel yang menyambung ke panel kontrol di sebelah lemari besi. Sambil Marcus sedang mencari kunci pertama di dalam kantong jasnya, ia menyentuh gelang tangan peraknya dengan lembut, menyembunyikan kunci kecil ke dalam selempang gaunnya.

"Saya tidak menyangka Anda menyimpan semua dokumen penting di sini," ucap Sasha dengan nada yang penuh kaguman, sambil berjalan perlahan menuju panel kontrol. "Padahal di kota besar seperti Jakarta, keamanan selalu menjadi kekhawatiran utama, bukan?"

Marcus hanya tersenyum sambil mengeluarkan kunci pertama. "Keamanan terbaik adalah membuat orang berpikir bahwa yang berharga ada di tempat yang mudah ditemukan. Tapi saya lebih pintar dari itu." Ia memasang kunci pertama dan menoleh ke arah Sasha. "Bantu saya pegang kunci kedua di saku kanan saya, sayang. Tangan saya sedikit kaku karena udara dingin."

Saat ia mendekat untuk mengambil kunci, Marcus tiba-tiba menjepit pergelangan tangannya dengan kuat, matanya biru yang tadinya penuh hasrat kini tampak tajam seperti baja.

"Anda berpikir saya tidak menyadari gerakan kecil Anda saat menyentuh panel kontrol?" ujarnya dengan suara yang rendah dan penuh ancaman. "Pak Santoso memang dapat dipercaya, tapi saya selalu mengecek latar belakang setiap orang yang ingin bekerja sama dengan saya. Sasha Wijaya... atau seharusnya saya menyebut Anda dengan nama asli Anda?"

Saat itu, lampu di dalam ruangan tiba-tiba padam total. Bunyi ledakan kecil terdengar dari luar koridor, diikuti oleh suara berteriak dan langkah kaki yang berlarian. Marcus melepaskan cengkeraman nya dan meraih pistol yang tersembunyi di bawah meja, tapi sebelum ia bisa menarik pelatuknya, Sasha telah menendang pergelangan kakinya dengan keras.

"Saya kira Anda salah menghitung, Tuan Vogel," bisik Sasha sambil mengambil kunci kedua dari tangannya dan membuka lemari besi dengan cepat. Di dalamnya, selain tumpukan dokumen rahasia tentang proyek pelabuhan, terdapat juga file tentang aktivitas gelap jaringannya yang merugikan banyak orang di Indonesia.

Ia dengan cepat menyimpan dokumen-dokumen penting ke dalam tas lipat kecil yang tersembunyi di dalam gaunnya. Ketika lampu mulai menyala kembali, pintu ruangan terbuka dengan kuat—Raden berdiri di sana bersama dua anggota timnya, senjata mereka siap mengamankan situasi.

Marcus mencoba menarik pistolnya, tapi Raden telah cepat mengambil alih dan mengikat tangannya. "Terima kasih atas dokumennya, Tuan Vogel," ujar Sasha dengan senyuman yang kini tak lagi menyembunyikan kekuatannya. "Kerjasama kita mungkin tidak berjalan seperti yang Anda harapkan, tapi Anda akan mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan Anda di pengadilan."

Saat mereka keluar dari gedung melalui jalan belakang yang telah dipersiapkan, Sasha melihat ke arah langit yang mulai menunjukkan warna jingga—malam yang berbahaya hampir berakhir, tapi ia tahu bahwa misi selanjutnya akan lebih menantang dari sebelumnya.

Setelah mengamankan Marcus Vogel dan menyerahkannya ke pihak berwenang yang dipercaya, Sasha dan timnya segera melarikan diri dari Gedung Kesenian Jakarta Raya sebelum kerumunan dan polisi datang berkeliaran. Mereka melaju dengan mobil yang sudah disiapkan di lokasi tunggu, dengan Raden yang mengemudi melalui jalan-jalan sempit Jakarta pada dini hari.

"Semua dokumen sudah aman di dalam tas," ujar Sasha sambil memeriksa setiap berkas yang berhasil mereka dapatkan. Di antara lembaran kertas itu, terdapat bukti tentang rencana penggelapan dana proyek pelabuhan, kolusi dengan beberapa pejabat lokal, dan bahkan catatan tentang aktivitas perdagangan barang terlarang yang akan dilakukan melalui pelabuhan tersebut.

"Tapi bagaimana Marcus bisa mengetahui identitas asli kamu?" tanya Raden dengan suara penuh kekhawatiran, tetap fokus pada jalanan yang sepi. "Kita sudah sangat hati-hati dalam menyusun identitas samaranmu."

Sasha menghela napas dalam-dalam, matanya melihat ke luar jendela ke arah gedung-gedung tinggi yang mulai diterangi sinar matahari pagi. "Ada kemungkinan salah satu orang dalam lingkaran kerja kita yang bocorkan informasi, atau Marcus telah menyewa detektif swasta yang sangat baik. Yang pasti, kita tidak bisa lagi menggunakan identitas Sasha Wijaya untuk misi selanjutnya."

Tiba-tiba, suara sirene polisi terdengar dari kejauhan, namun bukan mengikuti mereka—arah sirene menyimpang ke arah gedung kontraktor Bangun Sejahtera milik Pak Santoso.

"Kita terlambat," bisik salah satu anggota tim yang sedang memantau radio polisi. "Pak Santoso telah ditangkap. Dia mengaku semua tuduhan dan mengatakan tidak tahu apa-apa tentang kita."

Sasha menutup matanya sejenak, merasa sedikit bersalah. Meskipun Pak Santoso tahu sedikit tentang misi mereka, ia tetap menjadi korban dari kebohongan Marcus. "Kita harus memastikan bahwa dia mendapatkan bantuan hukum yang layak. Dia hanya seorang kontraktor yang ingin menjalankan bisnisnya dengan baik."

Saat mobil mereka memasuki kawasan yang lebih aman, Sasha mengambil gelang tangan perak yang telah menjadi alat penting dalam misi malam itu. Di balik hiasan berlian kecilnya, terdapat chip penyimpanan tambahan yang telah merekam semua percakapan dan aktivitas di ruangan penyimpanan Marcus—bukti tambahan yang mungkin akan sangat berguna nantinya.

"Kita perlu segera menyerahkan dokumen ini ke tim penyelidikan khusus," kata Raden sambil memarkir mobil di lokasi persembunyian yang telah disiapkan. "Tetapi ingat, dengan menangkap Marcus, kita telah menarik perhatian atas diri kita dari organisasi besarnya di Belanda. Mereka pasti akan mengirim orang lain untuk menyelesaikan apa yang dia mulai."

Sasha berdiri di depan jendela kecil ruangan persembunyian, melihat matahari yang semakin terbit dan menyinari kota Jakarta yang sibuk mulai bangun dari tidurnya. Malam yang penuh bahaya telah berakhir, namun perjuangan untuk mengungkap kebenaran dan melindungi negara dari bahaya yang lebih besar baru saja dimulai.

Ia mengambil telepon genggam kecil dan mengetik pesan singkat kepada kontak tersembunyi di kantor kepolisian: "Misi selesai. Bukti sudah siap. Hati-hati dengan yang akan datang."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!