Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 03 Black Grimoire
Ketika Merlin tersadar, dirinya melihat sebuah cahaya yang merupakan cahaya dari lampu ruangan pengobatan, setelah Merlin menyentuh batu Asteroid pengujian tersebut “Sringgs…” sebuah Grimoire berwarna hitam keluar dari dalam tubuhnya, dan untuk memanggil Grimoire hitam tersebut Merlin memerlukan energi force dalam jumlah yang sangat besar sehingga membuat dirinya tidak sadarkan diri.
Dan saat Merlin tersadar dia melihat Grimoire hitam sedang melayang di sisi kanan tubuhnya, Grimoire tersebut tidak dapat di sentuh oleh orang lain selain pemiliknya, oleh karena hal itulah para guru dan penguji tidak dapat menentukan Grimoire jenis apa yang di dapatkan oleh Merlin.
Merlin pada saat itu mencoba untuk berdiri, dan saat Merlin sedang melihat Grimoire yang ada di tangannya, “Traakss…” para guru dan penguji mulai memasuki ruangan tempat dirinya di rawat. Pada saat itu seorang guru yang merupakan kepala akademi Kerajaan Nera dengan nada sopan berkata.
“Hahaha… murid Merlin aku ucapkan selamat karena kau telah membangkitkan Grimoire dengan kategori unik, kalau boleh tahu Griomoire tersebut memiliki element apa…??”
“Hmm… dari apa yang aku baca, nampaknya ini adalah Grimoire ber elemen Darknest… aku belum bisa menggunakan beberapa sihir yang ada di dalamnya karena memerlukan beberapa bahan untuk menggunakan sihir tersebut” balas Merlin.
“Benarkah… kalau begitu, itu sangat menakjubkan… tidak aku sangka Akademi kita dapat melahirkan 3 orang murid dengan kategori unik” kata kepala Akademi Kerajaan Nera.
Mendengarkan hal itu Merlin merasa penasaran, karena sepengetahuan dirinya selain dirinya hanya Luciel seorang yang membangkitkan Grimoire kategori unik yang mana ber elemen petir.
“Ini menarik, aku penasaran dengan orang yang membangkitkan Griomoire kategori unik selain kami berdua” pikir Merlin.
Kemudian pada malam itu, penguji yang mana di datangkan langsung dari medan peperangan mulai menghubungi seseorang dengan sebuah alat spesial, alat tersebut terlihat seperti jam tangan yang dapat di ubah menjadi telepon genggam dan dengan nada serius dia berkata.
“Di tempatku kita mendapatkan 3 bibit baru yang mungkin dapat menjadi pahlawan umat manusia”
“Hmm… bagus kalau begitu, aku ingin kau mengawasi ke 3 murid tersebut… karena ada kemungkinan para Monster licik itu sudah mulai bergerak karena khawatir akan ancaman yang baru” balas sosok yang ada di telepon tersebut.
“Siap… pelindung bayangan nomer 67 akan melaksanakan misi ini walaupun harus mengorbankan nyawa” kata kakek penguji tersebut yang memiliki nama dengan seri nomer.
Keesokan harinya, pada saat itu para guru telah mengumpulkan murid-murid yang mana telah berhasil membangkitkan Grimoire milik mereka, dan di sana mereka berkumpul di dataran hijau yang dekat dengan gerbang pemisah wilayah Kerajaan Nera dengan alam liar tempat 10.000 ras monster masih berkeliaran dengan bebas.
Dinding Kerajaan Nera di buat khusus menggunakan beton spesial yang mana di lapisi dengan baja super kuat, dengan menggabungkan ke 2 material tersebut Kerajaan Nera dapat membangun sebuah dinding pelindung setinggi 25 meter yang mana dapat menahan sebagian besar serangan dari 10.000 ras monster.
Dan pada saat itu penguji bernama 67 kemudian mulai berdiri di depan para murid dan berkata.
“Para murid sekalian, aku ucapkan selamat bagi kalian karena telah terpilih oleh Grimoire dan berhak mendapatkan kesempatan untuk menggunakan tehnik sihir… dan sekarang ini kita ada di depan gerbang Kerajaan… sebuah gerbang raksasa yang memisahkan kita dengan para monster dari alam liar tersebut”
“Sebentar lagi gerbang Kerajaan akan di buka, dan selama waktu 3 jam kalian harus memburu para monster yang ada di luar sana… untuk menentukan pointnya kalian harus membawa inti monster yang ada di jantung para monster yang kalian bunuh”
“Akan tetapi ingat kalau tidak setiap monster memiliki inti di jantung mereka, dan juga ada beberapa monster yang lemah namun menggunakan kelicikan mereka untuk memburu umat manusia… murid yang membawa inti monster paling banyak akan mendapatkan item sihir khusus yang aku miliki serta 100.000 poin kredit”
Poin kredit adalah mata uang virtual yang di gunakan oleh umat manusia saat ini, dan biasanya pekerja kantoran biasa dapat menghasilkan 1.000 poin kredit setiap bulannya dan itu dapat menghidupi dirinya dan 4 orang anggota keluarganya selama lebih dari satu bulan. Karena hal itulah 100.000 poin kredit terbilang sangat banyak untuk para murid yang mana masih belajar di Akademi, dengan poin tersebut mereka dapat membeli banyak barang serta menjadi kuat menggunakan poin kredit tersebut.
Namun beberapa diantar murid akademi yang ada mengetahui kalau hadiah yang sebenarnya berasal dari item sihir yang di tawarkan oleh penguji nomer 67, karena item sihir adalah sebuah alat khusus yang di ciptakan menggunakan puluhan inti monster yang sangat besar dan kegunaan dari item sihir berbagai macam, mulai dari item jenis serangan, pertahanan, dan juga item yang dapat membantu mereka bertahan hidup di alam liar yang telah di kuasai oleh para monster.
Ketika gerbang mulai di bukan, para murid akademi langsung dengan cepat berlarian keluar, sebagian dari mereka ada yang terburu-buru ingin mencoba kekuatan dari tehnik sihir mereka, namun ada juga yang pintar dan membuat grup untuk bisa memburu banyak monster. Beberapa diantara mereka bahkan ada yang berusaha untuk mengundang Merlin dan juga Luciel.
“Merlin… apa kau tidak mau membuat kelompok dengan kami, dengan adanya kau kita bisa mendapatkan hadiah poin kredit itu… dan kau bisa mengambil item sihir yang akan kita dapatkan nantinya” kata seorang murid yang berusaha untuk mengundang Merlin masuk kedalam grup miliknya.
“Maafkan aku, akan tetapi aku tidak terlalu tertarik dengan hadiah point ataupun item sihir tersebut…. aku hanya ingin mengetes kemampuan Grimoire yang aku miliki” balas Merlin yang berjalan dengan santai keluar dari gerbang Kerajaan.
Sementara itu Luciel yang mengetahui sifat dari Merlin terlihat hanya tersenyum kecil kearah dirinya, dan dengan santai Luciel berjalan kearah seorang perempuan dengan rambut biru terang, dengan mata ungu gelap dan wajah datar yang cantik, perempuan tersebut mengeluarkan aura misterius yang menarik banyak mata kearah dirinya, dan karena tingginya hanya berkisar 165 cm dia terlihat imut dan sangat populer di kalangan perempuan dan juga laki-laki.
Dengan senyuman di wajahnya Luciel kemudian berkata.
“Nona Anastasya Silver, jika di perbolehkan maka ijinkan aku bergabung denganmu untuk melakukan perburuan kali ini… karena ada kemungkinan kita berdua akan kalah dalam ujian kecil ini”
“Kau ada benarnya juga, dia memang malas… akan tetapi sekali monster tetaplah monster, mahluk aneh sepertinya tidak boleh di remehkan” balas Anastasya.
Di dalam padang rumput yang luas dan berdekatan dengan hutan dan juga gerbang Kerajaan Nera, di sana “Kyuuu…” muncul beberapa monster tipe hewan yang berbentuk seperti kelinci di depan Merlin.
“Oooh… inikan kelinci mata merah, kebetulan sekali… mari kita mulai tes tehnik sihir kita” pikir Merlin yang mengeluarkan Grimoire hitam miliknya.
.
.
.
.
Bersambung….