NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:28.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa.

Keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang. Namun ia memilih tetap rendah hati, menyembunyikan kejeniusannya demi menjaga rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati yang sayangnya disia-siakan oleh suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 18.

Veronica meneguk wine di tangannya sekaligus, cairan merah itu terasa pahit di tenggorokannya.

Di sekelilingnya, pesta memang kembali berjalan—musik kembali diputar, para tamu mencoba bercakap-cakap seperti biasa. Namun jelas terasa bahwa perhatian semua orang sudah berubah.

Topik pembicaraan hanya satu... Arunika.

Berbagai percakapan dari para tamu yang sebagian besar merupakan kalangan dokter terus terdengar memenuhi ruangan.

“Dia benar-benar menyelamatkan nyawa dengan obat yang ia racik sendiri, kalau itu benar... kemampuan medisnya pasti luar biasa.”

“Apa benar dia Dokter Jenius yang selama ini dicari banyak rumah sakit besar?”

Bisikan-bisikan itu seperti jarum yang menusuk telinga Veronica, tangannya mengepal. Rencana yang ia siapkan dengan hati-hati justru berubah menjadi panggung yang memperlihatkan kehebatan Arunika.

Sementara itu di dekat meja minuman, Simon masih berdiri diam. Matanya menatap ke arah pintu keluar aula, tempat Arunika tadi pergi bersama Angkasa.

Tatapan Simon rumit.

“Arunika…” gumamnya pelan.

Veronica berjalan mendekat ke arahnya. “Kamu terlihat sangat terpukul, apa kamu tidak curiga pada istrimu?”

Simon menoleh.

Veronica tersenyum tipis, ia melirik ke arah pintu keluar aula. “Wanita yang sebentar lagi akan menjadi mantan istrimu, barusan menyelamatkan nyawa di depan semua orang. Bukan hanya kali ini, aku dengar kejadian serupa pernah terjadi saat Gala.“

Simon tidak menjawab.

Veronica melanjutkan dengan suara yang terdengar santai, tetapi jelas penuh maksud.

“Aku penasaran… bagaimana rasanya melihat seseorang yang dulu begitu dekat denganmu, berubah menjadi seseorang yang begitu jauh dari jangkauanmu.”

Simon mengerutkan kening. “Apa maksudmu?”

Veronica memutar gelas wine di tangannya dengan santai. “Kau pasti tahu maksudku. Dari semua kemungkinan… hanya ada satu identitas yang masuk akal. Dengan kemampuan seperti itu, menurutmu… sebenarnya siapa dia?”

Ia mendekat sedikit. “Wanita seperti Arunika… kalau benar dia Dokter Jenius, masa depannya akan berada di puncak dunia medis.”

Mata Simon langsung membelalak. Jadi dugaannya selama ini benar—Arunika adalah Dokter Jenius yang selama ini dicari banyak orang.

Di sampingnya, Veronica menatap Simon dengan senyum tipis yang sulit ditebak. “Menurutmu… apa wanita sehebat dia masih mau melirik pria sepertimu? Apalagi setelah kau mengkhianatinya.”

Kalimat itu tepat mengenai harga diri Simon, tangannya mengepal perlahan.

Veronica melihat reaksi itu dan tersenyum dalam hati. “Aku hanya merasa sayang saja.”

Simon menatap Veronica tajam.

“Kalian terlihat cocok, tapi sepertinya sekarang... jarak kalian terlalu jauh.” Veronica melanjutkan memprovokasi Simon.

Simon terdiam, matanya kembali menatap pintu keluar aula.

____

Sementara itu di luar gedung pesta, mobil Angkasa melaju cepat menuju rumah sakit. Lampu kota berkilat melewati jendela mobil. Di kursi belakang, ibu Angkasa terbaring lemah tetapi sudah sadar.

Arunika duduk di sampingnya, memantau kondisi dengan alat medis kecil yang ia bawa.

Angkasa duduk di seberang mereka, tatapannya tidak pernah lepas dari Arunika.

“Kondisi ibuku stabil?” tanya Angkasa akhirnya.

Arunika memeriksa kembali denyut nadi wanita itu. “Untuk sementara, ya.”

Angkasa menghembuskan napas panjang.

“Kalau kau tidak ada di sana tadi…” pria itu tidak melanjutkan kalimatnya.

Arunika menutup alat medisnya. “Kondisi Ibu Anda belum aman.”

Angkasa menatapnya. “Apa maksudmu?”

“Neurotoksin seperti ini bukan sesuatu yang muncul secara kebetulan di pesta.” Arunika menjawab tenang.

Mobil tiba-tiba terasa lebih sunyi, Angkasa menyipitkan mata. “Kau pikir ada yang sengaja melakukannya?”

Arunika tidak langsung menjawab, tatapannya tertuju ke luar jendela. Lampu kota memantul di matanya yang tenang.

“Pertanyaannya bukan apakah ada yang sengaja melakukannya.” Ia menoleh pelan pada Angkasa. “Tapi siapa target sebenarnya.”

Angkasa langsung memahami maksudnya. “Menurutmu… targetnya ibuku?”

Arunika menggeleng sedikit. “Belum tentu.”

Ia terdiam sejenak.

“Bisa saja targetnya orang lain.”

Angkasa menatapnya lebih dalam. “Kamu atau aku?”

Arunika tidak menjawab.

Namun keheningannya sudah cukup menjadi jawaban.

Mobil akhirnya berhenti di depan rumah sakit Cakrawala. Pintu mobil terbuka, para tenaga medis sudah menunggu dengan brankar.

Saat ibu Angkasa dibawa masuk ke dalam rumah sakit, Arunika berjalan di samping pria itu. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti, ponsel di dalam clutch-nya bergetar.

Arunika mengeluarkannya.

Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal, ia membuka pesan itu.

Isinya satu kalimat.

No tidak dikenal: [Pertunjukan yang sangat mengesankan malam ini, Dokter Jenius.]

Tatapan Arunika berubah dingin.

Angkasa memperhatikan perubahan kecil di wajah Arunika. “Ada apa?”

Wanita itu biasanya selalu tenang. Ekspresinya hampir tidak pernah berubah, bahkan ketika menghadapi situasi genting sekalipun. Namun kali ini berbeda, tatapan Arunika menjadi lebih dingin.

“Ada apa?” tanya Angkasa lagi.

Arunika tidak langsung menjawab.

Ponselnya kembali bergetar.

Pesan kedua masuk.

No Tidak Dikenal: [Apa kau masih ingat kecelakaan mobil itu?]

Untuk sepersekian detik, mata Arunika membeku. Kenangan lama yang selama ini terkubur rapat muncul kembali dalam benaknya. Malam itu hujan, mobil yang membawanya serta kedua orang tuanya kehilangan kendali. Saat itu ia baru berusia sepuluh tahun, namun setiap kejadian dari hari itu masih terekam jelas di ingatannya.

Terdengar suara benturan keras, dan api. Ia masih ingat bau asap yang menyengat ketika berdiri di depan mobil yang terbakar. Ia masih ingat bagaimana tubuh orang tuanya dikeluarkan dari kendaraan itu. Dan di kejauhan, seseorang berdiri sambil memperhatikan semuanya dengan senyum samar.

Ponselnya kembali bergetar.

No Tidak Dikenal: [Kau tumbuh jauh lebih menarik dari yang aku bayangkan.]

Napas Arunika tiba-tiba menjadi berat. Bau anyir darah bercampur asap seakan menyeruak tiba-tiba, membuat dadanya terasa sesak.

Angkasa yang berada di sampingnya langsung menyadari ada yang tidak beres, ia segera menyentak bahu wanita itu.

“Arunika!” panggilnya cemas.

Wanita itu akhirnya tersadar kembali, ia segera menutup layar ponselnya. “Bukan apa-apa.”

Namun Angkasa tidak mudah percaya, tatapannya tajam. “Ekspresi wajahmu mengatakan sebaliknya.”

Arunika menoleh pada pria itu, kini tatapannya kembali tenang seperti biasa.

“Hanya pesan iseng.” Wanita itu lalu berjalan kembali mengikuti brankar yang membawa ibu Angkasa ke dalam rumah sakit.

Angkasa berdiri beberapa detik sebelum akhirnya menyusul. Namun jauh di dalam hatinya, ia tahu satu hal. Arunika... berbohong.

1
Mundri Astuti
masa ga bisa bedain si arunika, mana yg tulus dan mana yg modus, kan kamu pernah sama Simon yg modus itu
Aditya hp/ bunda Lia: bener ...
total 1 replies
Tiara Bella
wow ternyata Kenzo jg menyadar klu selama ini angkasa memburu dia
merry
knp gk ksh tau knp gk mau rujuk sm Simon selain di anggp tek berguna blg ajj Simon selingkh dgn doktr riana 🤣🤣🤣🤣
Titien Prawiro
Diperlakukan Arunika.
Titien Prawiro
Malunya diseluruh dunia diperlukan Arunika, dulu dihina gk punya pekerjaan
Aditya hp/ bunda Lia
si Mirna dasar gak tau malu ...
Aditya hp/ bunda Lia
jangan terlalu pede Arunika ntar kalo ternyata cinta itu datang gimana?
Tiara Bella
bagus Arunika Simon sm ibunya mending di gituin biar kapok....
Rere💫: Wkwkwk yesss 🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Emak yakin kali ini kau yang menang Arunika yang selalu waspada ,dan jangan lengah terus selidiki,pasti bisa.Kejahatan akan kalah oleh kebaikan
sunaryati jarum
Nanti kau akan berakhir ditangan orang,- orang yang orang tua atau kerabatnya kau bunuh Kenzo,jangan jumawa
Muft Smoker
Masih byk Teka teki siih ,,
terkadang yg terlalu baik yg Manis tu yg lebih berbahaya ,,
km harus lebih hati2 arunika ,,
musuh jaman sekarang byk yg cosplay jd org baik ,,
org yg peduli ,,
tu yg lebih bahaya dr pda org yg terang2an emnk gx suka sama qta ,,
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tandang aling aling langsung usir
vj'z tri
lah dia dalang nya Mpok /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Tiara Bella
ternyata angkasa udh tw tentang Kenzo ini ya plot twist bngt...Vero sadar dong km cm sodara angkat....
Tiara Bella
oh ternyata begono ....
merry
pdhll orgtua vero msh hdp cm di twnn sm Kenzo
Muft Smoker
duuh udh tbc aj niih kak ,,
dtggu next ny yx kak ,,
☺️☺️
Rere💫: okeoke
total 1 replies
sunaryati jarum
Kenzo mungkin akan hancur oleh obat buatannya sendiri,dan Angkasa jika kau berjanji akan melindungi Arunika,itu benar.Untuk jangan menyalahkan Arunika,itu salah kamu sendiri yang abai padanya selama ini
Rere💫: Simon kak yg abai, Angkasa itu bukan suaminya yg abai🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Secara tidak langsung ibu Angkasa yang diracun sebagai uji coba obat penawar racun berbahaya buatan Arunika sendiri.Membuatmu makin dikenal.Kau saja bisa lepas dari niat jahat pemberi racun dan kecelakaan ,semoga selanjutnya selalu selamat
sunaryati jarum
Semoga semua teka- teki yang menghantui Arunika segera terkuak dan Arunika selalu selamat dari semua tindak kejahatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!