NovelToon NovelToon
The Instant Obsession

The Instant Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: treezz

Damian Nicholas memiliki segalanya-kekuasaan, harta yang tak habis tujuh turunan, dan masa depan yang sudah diatur rapi oleh orang tuanya.

Termasuk sebuah perjodohan dengan putri dari relasi bisnis keluarganya demi memperluas kekaisaran mereka. Namun bagi Damian, cinta bukan tentang angka di saldo rekening, melainkan tentang getaran yang ia rasakan pada pandangan pertama.

Getaran itu ia temukan pada Liora Selene, seorang gadis sederhana yang ia temui secara tidak sengaja. Di mata Damian, Selene adalah sosok tulus yang tidak silau akan hartanya. Ia jatuh cinta pada kesederhanaan Selene, tanpa tahu bahwa di balik pakaian lusuh itu, Selene menyimpan rahasia besar.

Selene sebenarnya adalah putri dari keluarga terpandang yang sedang mencoba melarikan diri dari jeratan ekspektasi dunia kelas atas dengan berpura-pura menjadi rakyat jelata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon treezz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Tamu Tak Diundang di Panti Asuhan

Langkah sepatu Damian yang biasanya bergema di lantai marmer kantor pusat Nicholas Group, kini harus beradu dengan tanah berdebu dan rumput yang mulai meninggi di pekarangan panti. Namun, bagi Damian, ini adalah karpet merah paling berharga yang pernah ia injak.

Begitu ia melewati gerbang, segerombolan anak-anak kecil langsung mengerumuninya. Mereka tidak takut pada aura berwibawa Damian atau pakaian mahalnya; bagi mereka, pria jangkung ini hanyalah seorang kakak baru yang menarik untuk diajak bermain.

"Kakak, siapa namamu?" tanya seorang anak laki-laki dengan kaos bergambar pahlawan super yang sudah pudar.

"Apakah Kakak membawa permen?" tanya anak perempuan yang lain, matanya bulat penuh harap.

Damian, yang biasanya kaku dan formal, sempat tertegun sejenak. Ia tidak terbiasa dikerumuni makhluk-makhluk mungil yang jujur ini. Namun, saat ia melirik ke arah Selene yang sedang tertawa melihat kecanggungannya, Damian segera berlutut agar sejajar dengan mereka.

"Namaku Damian," ucapnya lembut, sambil mencoba tersenyum ramah—kali ini bukan senyum bisnis, tapi senyum yang tulus. "Aku tidak membawa permen sekarang, tapi aku bisa menjadi teman bermain kalian untuk sementara."

"Horeee!" teriak anak-anak itu serempak.

Selene berjalan mendekat, menyilangkan tangannya di dada dengan senyum jail. "Hati-hati, Damian. Mereka lebih sulit dihadapi daripada bos-bos di kantor Nicholas."

"Aku rasa aku bisa mengatasinya," sahut Damian percaya diri, meski seorang anak kecil mulai mencoba memanjat punggungnya.

Selene mengajak Damian duduk di sebuah bangku kayu panjang yang terletak di bawah pohon rindang. Sambil memperhatikan anak-anak yang kembali berlarian, suasana di antara mereka menjadi lebih santai. Damian bisa merasakan kedamaian di tempat ini—sesuatu yang tidak pernah ia temukan di rumah mewahnya yang dingin.

"Mereka semua... yatim piatu?" tanya Damian pelan, suaranya mengandung empati yang dalam.

Selene mengangguk, sorot matanya berubah sayu namun penuh tekad. "Iya. Beberapa dibuang di depan gerbang, beberapa kehilangan orang tua karena kecelakaan. Tempat ini satu-satunya rumah yang mereka punya. Itulah sebabnya aku akan melakukan apa pun untuk menghentikan orang-orang jahat itu menghancurkan panti ini."

Damian terdiam. Ia merasakan sebuah pukulan telak di dadanya. Orang-orang "jahat" yang dimaksud Selene adalah keluarganya sendiri. Di tengah keceriaan anak-anak yang menyambutnya dengan hangat, Damian merasa tanggung jawab besar di pundaknya bukan lagi soal keuntungan perusahaan, melainkan soal melindungi kebahagiaan kecil di depannya ini.

"Selene," panggil Damian lirih. "Jika kau harus memilih antara menyelamatkan panti ini atau nyawamu sendiri, apa yang akan kau lakukan?"

Selene menoleh ke arah Damian, matanya berkilat tegas. "Tanpa panti ini, aku tidak punya nyawa, Damian. Anak-anak ini adalah hidupku."

Jawaban itu membuat Damian tertegun.

sekitarnya. Fokusnya kini terserap sepenuhnya pada profil samping wajah Selene. Dari jarak sedekat ini, ia bisa melihat bulu mata lentik gadis itu yang bergetar lembut saat ia berbicara, serta garis rahangnya yang tegas namun menyimpan kelembutan.

Cahaya matahari pagi yang menembus dedaunan menciptakan siluet keemasan di kulit Selene, seolah semesta sengaja menyorotinya sebagai pusat gravitasi baru dalam hidup Damian.

Lalu, sebuah aroma menyerang indra penciumannya—bukan lagi bau tanah atau hujan, melainkan wangi coklat yang manis dan hangat yang menguar dari tubuh gadis itu. Aroma itu begitu menenangkan, namun di saat yang sama, memicu sesuatu yang berbahaya di dalam diri Damian.

"Gadis ini..." batin Damian dengan napas tertahan. "Dia benar-benar akan menghancurkanku."

Damian menyadari satu hal yang menakutkan: rasa tertariknya bukan lagi sekadar rasa suka biasa. Ada benih obsesi yang mulai berakar di dadanya. Ia tidak hanya ingin membantu Selene; ia ingin memilikinya, melindunginya, dan memastikan bahwa wangi coklat ini hanya akan ia hirup sendiri.

Ia ingin menarik Selene keluar dari dunia yang keras ini dan menyembunyikannya di tempat yang paling aman, di mana tidak ada satu pun orang licik seperti ayah Clarissa yang bisa menyentuhnya.

"Damian? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Selene tiba-tiba, menoleh dan menangkap basah tatapan intens pria itu.

Damian tidak membuang muka. Alih-alih merasa malu, ia justru menatap tepat ke dalam manik mata Selene dengan sorot mata yang gelap dan penuh tuntutan.

"Aku hanya berpikir," suara Damian rendah dan serak, "bagaimana bisa seseorang yang berbau semanis coklat memiliki keberanian yang begitu besar untuk melawan dunia."

Selene tertegun, pipinya bersemu merah mendengar pujian yang terlalu intim itu. Ia segera berdiri untuk menutupi kegugupannya. "Kau... kau mulai bicara aneh lagi. Lebih baik kau bantu aku membagikan camilan untuk anak-anak."

Damian ikut berdiri, langkahnya mengikuti Selene seperti bayangan yang tak terpisahkan. Ia tersenyum tipis—sebuah senyum predator yang telah menemukan mangsa paling berharganya. Ia akan menjadi pria apa pun yang Selene butuhkan, asalkan gadis itu tetap berada dalam jangkauannya.

1
Leny Enick
ditunggu selajutnya 💪semngat thor
YuWie
ada2 aja tingkah org kaya tuh ya..nyamar segala..adakah di dunia nyata..hmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!