Thomas Watson—Presiden Amerika Serikat termuda yang pernah menjabat, dengan approval rating 91% dan dijuluki "The People's President" ia meninggal dalam serangan jantung mendadak di usia 52 tahun. Namun kematiannya bukanlah akhir.
Ia terbangun dalam tubuh Arthurian Vancroft, satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest—seorang legenda hidup yang dijuluki "The Crimson Aegis" karena kehebatannya yang mampu memusnahkan pasukan iblis sendirian. Tapi ada masalah besar: tubuh ini sekarat.
Dua bulan lalu, Arthur bertarung melawan Demon god Zarathos dan menang—tetapi dengan harga mengerikan. Dia kehilangan 92% kekuatannya.
Lebih buruk lagi? Apapun yang terjadi tidak ada yang boleh tahu.
Jika musuh-musuh politiknya—para Duke serakah, bangsawan korup, dan faksi-faksi yang iri dengan kekuasaannya yang hampir setara Kaisar—mengetahui kelemahannya, mereka pasti tidak akan tinggal diam.
bagaimana kisah selanjutnya? Ayo kita lihat bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlueFlame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 2. Sistem
"ini bukan tubuhku."
secara tiba-tiba sebuah kilatan cahaya muncul.
BZZZT.
Sebuah jendela holografis—holografis—muncul di depan matanya. Transparan dan bercahaya biru keemasan serta melayang di udara seperti layar komputer dari film fiksi ilmiah.
Thomas melompat mundur hingga kakinya tersandung dan ia jatuh ke lantai dengan keras.
"Argh~!" Rasa nyeri menyambar singkat, cukup untuk memaksanya menarik napas tajam. Namun sebelum ia sempat mengumpat atau berpikir lebih jauh, sesuatu yang jauh lebih mengganggu menyita perhatiannya.
Jendela itu tidak menghilang tapi mengikuti pandangannya.
Ke mana pun Thomas menoleh, antarmuka itu tetap berada tepat di tengah penglihatannya.
╔══════════════════════════
[SOVEREIGN'S LEGACY SYSTEM]
HOST: Arthurian Vancroft
TITLE: The Crimson Aegis, Archduke of Valcrest
◈ PHYSICAL POWER: 8%(CRITICAL)
◈ MAGICAL POWER: 8% (CRITICAL)
◈ REPUTATION: 87% (Masih ditakuti publik)
◈ RELATIONSHIP (Valerine): -15%(Hostile)
◈ TERRITORY DEVELOPMENT: 34% (Terbengkalai)
⚠️ WARNING: Host dalam kondisi kritis
⚠️ Mana Core: Retak 73%
⚠️ Magic Circuits: Putus di 12 titik vital
⚠️ Mana Heart: Fungsi 11%
【MAIN QUEST UNLOCKED】
► Survive the First Month
Reward: +5% Physical Recovery
Failure: Death
[SELAMAT DATANG, THOMAS WATSON]
[Anda telah bertransmigrasi ke tubuh Arthurian Vancroft]
---
Thomas terdiam.
Mulutnya terbuka, namun tak satu pun kata berhasil keluar.
Otaknya—otak yang selama puluhan tahun ditempa untuk menghadapi krisis internasional, negosiasi paling rumit, dan permainan strategi geopolitik tingkat dunia—mendadak kosong.
“Apa…”
Ia menatap jendela holografis itu. Dan membacanya berulang kali.
Tangannya gemetar saat ia menggeleng pelan.
“Ini gila,” bisiknya. “Aku sudah gila. Serangan jantung merusak otakku, dan sekarang aku berhalusinasi—”
DING.
Jendela baru muncul.
╔══════════════════════════════════╗
║ ANDA TIDAK BERHALUSINASI
║
║ Kematian Anda di dunia asal:
║ Serangan jantung akut
║ Waktu kematian: 15 Maret 2025
║ 14:37 EST
║
║ Transmigrasi berhasil:
║ 18 Maret 2025 (Waktu Bumi)
║ 3 Kalon 1.457 (Waktu Valcrest)
╚══════════════════════════════════╝
Thomas merasakan darah seolah surut dari wajahnya. Ia terdiam, bingung, sama sekali tak mampu memahami apa yang sedang ia alami.
"Tidak. Tidak, tidak, tidak." Ia menggeleng keras, mencoba membuat jendela itu hilang. "Ini tidak nyata. Aku pingsan dan mungkin sekarang lagi koma. Aku—"
Rasa sakit di dadanya terasa lagi.
Thomas menjerit, tubuhnya melengkung. Seperti ada sesuatu yang merobek dari dalam. Dia bisa merasakannya—sesuatu yang retak di inti tubuhnya, seperti kaca yang pecah perlahan. Rasa sakit itu menyadarkan nya bahwa ini nyata.
"Oh Tuhan..." Thomas merangkak mundur, punggungnya menabrak sisi tempat tidur. "Ini nyata. Ini benar-benar nyata."
Napasnya tersengal. Panik mulai merayap.
Tapi kemudian—ia berusaha menenangkan diri..
Thomas memejamkan mata, memaksa paru-parunya menarik napas panjang dan perlahan.
“Baik,” katanya lirih. Suaranya bergetar, namun tetap terjaga. “Baik. Aku… aku pernah menghadapi yang lebih buruk.”
Bohong.Tidak pernah seburuk ini.
Ia membuka mata kembali.
“Fakta pertama,” ucapnya tegas, sengaja meninggikan suara agar terdengar nyata di telinganya sendiri. “Aku bukan lagi Thomas Watson.”
Keheningan ruangan menelan kata-katanya—namun anehnya, justru itu membantu menata pikirannya.
“Fakta kedua. Sekarang aku adalah… Arthurian Vancroft.” Ia berhenti sejenak, menelan ludah. “Seorang Archduke. Di sebuah kekaisaran bernama Valcrest.”
Thomas—tidak, Arthur—mengalihkan pandangan ke jendela sistem yang masih melayang didepannya.
“Fakta ketiga,” lanjutnya pelan. “Tubuh ini berada di ambang kehancuran.”
Ia menghela napas pendek.
“Kekuatan tersisa delapan persen. Mana Core… retak.” Alisnya berkerut. “Apa pun arti istilah itu di dunia ini, satu hal jelas—kondisiku saat ini sangat buruk.”
Matanya turun ke baris berikutnya.
Relationship (Valerine): -15% (Hostile).
“Valerine…” gumamnya. “Istri?”
Ia membaca penjelasan singkat di bawahnya, lalu menghembuskan napas pendek yang nyaris terdengar seperti tawa.
“Hubungan bermusuhan. Luar biasa.”
Sudut bibirnya terangkat samar.
“Di kehidupanku sebelumnya, aku tak pernah menikah karena terlalu sibuk dengan politik,” lanjutnya pelan. “Dan di sini… aku bahkan tidak punya hubungan yang baik dengan istrku.”
Ia menggeleng kecil. Nasib memang punya selera humor yang kejam.
Lalu pandangannya jatuh ke baris terakhir.
Main Quest: Survive the First Month.
Thomas tertawa—tawa pendek, pahit, lebih mirip hembusan napas kasar daripada suara kegembiraan.
“Bahkan setelah mati,” katanya lirih, “aku masih harus bertahan hidup.”
Namun tawa itu terhenti.
Kesunyian kembali menekan ruangan, ia kembali teringat dengan kehidupan sebelumnya.
Sekarang, The Global Peace Accord kemungkinan telah ditandatangani oleh Wakil Presiden. Pemerintahannya akan tetap berjalan. Negara itu akan terus bergerak maju.
Rakyatnya akan melanjutkan hidup.
Thomas Watson… sudah tidak ada.
Namun—
Pandangan matanya jatuh pada tangannya yang kini bergetar, bukan karena takut, melainkan karena tubuh ini belum sepenuhnya pulih.
“Arthurian Vancroft,” bisiknya pelan, mengucapkan nama itu dengan hati-hati, seolah sedang menguji bobotnya. “Apa yang kau lakukan… sampai tubuhmu hancur seperti ini?”
DING.
╔══════════════════════════════════╗
║ INFORMASI HOST SEBELUMNYA ║
╚══════════════════════════════════╝
Nama: Arthurian Vancroft
Usia: 28 tahun
Julukan: The Crimson Aegis
Prestasi:
- Memusnahkan Legiun ke-7 Demon Realm (500.000 iblis) sendirian
- Mengalahkan 9 Demon Lord dalam pertempuran tunggal
- Pahlawan Perang Perbatasan Selatan
- Satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest
Kondisi Terakhir:
2 bulan lalu bertarung melawan Demon God Zarathos dan 12 High-Demon lord. Kemenangan dengan harga mengerikan. Luka permanen pada sistem sihir. Publik percaya ia sedang "penyembuhan". Musuh politik menunggu kesempatan untuk menyerang.
Warning: Jika kelemahan terdeteksi, wilayah Vancroft akan diserang oleh faksi rival.
---
Thomas membaca dengan seksama.
"Jadi aku adalah..." Ia menarik napas. "Seorang legenda perang yang sekarat, dengan musuh di mana-mana, dan harus berpura-pura masih kuat."
Sebuah senyum tipis muncul di wajahnya—senyum yang dulu kerap membuat lawan politiknya gelisah sebelum menyadari bahwa mereka sudah kalah.
“Huft," ia menghela nafas pelan. "Kedengarannya,” lanjutnya tenang, “seperti hari Selasa biasa.”
Ia menggunakan sisi tempat tidur untuk bangkit berdiri. Setiap otot berteriak protes, tapi ia mengabaikannya seperti ia mengabaikan rasa lelah setelah berhari-hari negosiasi tanpa tidur.
Selama dua periode menjabat sebagai Presiden, Thomas Watson telah menghadapi kudeta yang hampir berhasil, krisis nuklir yang nyaris meledak, pandemi global, dan bahkan upaya pembunuhan. Dari semua itu, ia mempelajari satu kebenaran sederhana.
Ketika dunia runtuh, kau harus tetap berdiri tegak dan tersenyum.
Karena saat mereka melihatmu runtuh, segalanya benar-benar berakhir.
Ia mengangkat pandangan ke jendela holografis yang melayang di depannya.
“Baiklah, Sistem,” ucapnya datar, namun tegas. “Kau bilang aku bisa pulih melalui reputasi dan kepemimpinan?
DING.
[BENAR.]
[Sistem akan memberikan quest untuk membangun kembali kekuatan, reputasi, dan hubungan.]
[Setiap pencapaian \= Reward]
[Setiap kegagalan \= Konsekuensi]
╚══════════════════════════════════╝
Thomas mengangguk perlahan.
“Maka kita punya kesepakatan.” Ia menatap pantulan dirinya di cermin. “Aku tidak tahu mengapa aku ada di sini. Aku juga tidak tahu apakah ini surga, neraka, atau sekadar lelucon kosmik yang kejam.”
“Tapi jika aku diberi kesempatan kedua,” lanjutnya pelan, “dalam tubuh siapa pun, di dunia mana pun—aku akan melakukan apa yang selalu kulakukan.
"Bertahan hidup. Menang. Dan melindungi mereka yang tidak bisa melindungi diri mereka sendiri."
Sistem berkilau.
DING.
╔══════════════════════════════════╗
║ MINDSET TERKUNCI ║
║ Trait Activated: ║
║ [THE PEOPLE'S SHIELD] ║
║ ║
║ Bonus: +10% ke semua aksi ║
║ yang melindungi rakyat ║
╚══════════════════════════════════╝
Arthur menatap refleksinya di cermin untuk terakhir kalinya—mata merah yang bersinar dengan tekad baru. Tubuh ini mungkin hancur, tapi semangatnya tidak.
"Satu langkah pada satu waktu," gumamnya, mengutip mantra yang selalu ia gunakan saat menghadapi krisis. "Pertama, aku perlu memahami situasi lebih—"
CRACK.
Arthur membeku
Sesuatu retak di dalam dadanya.
Itu bukan metafora maupun kiasan. Tapi Sesuatu benar benar retak di inti tubuhnya—ia seperti mendengar kaca pecah dari dalam tulang rusuk.
"Akh—!"
Rasa sakit meledak dengan intensitas yang membuat serangan jantung yang ia rasakan sebelumnya terasa seperti sensasi geli. Seperti ada tangan raksasa yang meremukkan jantungnya, menarik setiap tetes energi dari pembuluh darah, membakar setiap saraf dengan api hitam.
Lutut Arthur melemah.
Dunia berputar, keseimbangannya lenyap begitu saja. Ia terhuyung ke belakang, tangannya mencakar udara, mencari apa pun yang bisa dijadikan pegangan—namun tidak ada. Punggungnya nyaris menghantam lantai marmer yang dingin dan keras—
WUSH.
Hembusan angin dingin menyapu ruangan.
Dalam sepersekian detik sebelum kepalanya jatuh, sebuah lengan ramping—namun mengejutkan kuat—melingkari pinggangnya, menahan tubuhnya.
"Dasar bodoh."
Suara itu dingin—sedingin embun beku di pagi musim salju. Feminin, namun tajam, seperti bilah tipis yang tersembunyi di balik sutra halus.
Arthur berusaha memusatkan pandangan, tetapi dunianya masih berputar pelan. Yang tertangkap olehnya hanyalah siluet—sesosok wanita dengan rambut panjang berwarna perak-putih, berkilau lembut seperti cahaya bulan. Matanya berwarna perak keabu-abuan, dingin seperti logam cair, menatapnya dengan campuran kejengkelan dan kekesalan.
“V-Valerine…?”
Nama itu meluncur begitu saja dari bibirnya
“Siapa lagi?”
Valerine Vancroft—The Silver Frost—mendengus pelan. Tanpa basa-basi, ia menggeser posisi Arthur dengan gerakan terlatih, seolah sudah terlalu sering berada dalam situasi seperti ini. Tangannya memindahkan lengan Arthur ke pundaknya, menopang tubuhnya.
"Berat," keluh Valerine, tapi langkahnya stabil dan pasti saat berjalan menuju tempat tidur. "Kau bilang akan mengurangi latihan pedang. Bohong lagi, seperti biasa."
Ia membaringkan tubuh Arthur dengan gerakan efisien, nyaris profesional.
“Setidaknya sadarilah bahwa kondisimu sedang tidak baik-baik saja,” lanjutnya dingin. “Kalau kau ingin mati, jangan libatkan aku di dalamnya.”
Arthur mencoba berbicara, tapi mulutnya tidak merespons. Kesadarannya hampir hilang.
Yang terakhir ia rasakan sebelum kegelapan menelan adalah sensasi aneh—kehangatan dari tangan Valerine yang kontras dengan sikapnya yang dingin, dan aroma samar lavender bercampur peppermint yang entah kenapa... menenangkan.
"Selalu... merepotkan," bisik Valerine,
Lalu, Arthur kehilangan kesadaran.
...***...
🤭🤭