NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:183.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Kebetulan

Suasana kelas statistik pagi itu terasa tegang seperti biasa. Profesor Adrian dikenal sebagai dosen yang disiplin dan tidak menyukai keterlambatan sekecil apa pun.

Naomi duduk di barisan tengah bersama Yura dan Sonya. Ketiganya menatap papan tulis yang penuh dengan rumus.

Yura sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Naomi dan berbisik pelan, “Kenapa Timmy belum datang juga?”

Naomi tetap menatap ke depan. “Pasti terlambat.”

Yura hendak membalas, tetapi tiba-tiba pintu kelas terbuka cukup keras.

“Tok! Tok!”

Semua kepala langsung menoleh ke arah pintu.

Timmy berdiri di ambang pintu dengan napas terengah-engah, rambutnya sedikit berantakan.

“Izin masuk, Profesor!” katanya sambil membungkuk cepat.

Profesor Adrian menatapnya tajam dari atas kacamata. “Saudara Timmy.”

Timmy menelan ludah. “Iya, Prof.”

“Jam berapa kelas saya dimulai?” tanya dosen itu dengan suara datar.

“Jam delapan tepat, Prof,” jawab Timmy cepat.

“Sekarang jam berapa?”

Timmy melirik jam dinding. “Delapan lewat dua puluh … sedikit, Prof.”

Beberapa mahasiswa mulai menahan tawa.

Profesor Adrian menyilangkan tangan. “Alasan Anda terlambat?”

Timmy menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Ia berpikir cepat. “Motor saya mogok, Prof.”

“Hanya itu?”

Timmy mengangguk cepat, lalu menambahkan dengan polos, “Mogoknya di dekat kuburan, Prof. Sepertinya motornya mau ziarah dulu ke nenek moyangnya. Tidak mau jalan sama sekali.”

Kelas langsung terkekeh.

Sonya menutup mulutnya menahan tawa. Yura menunduk. Naomi hanya memijat pelipisnya pelan.

Wajah Profesor Adrian semakin mengeras. “Saudara Timmy, ini kelas statistik, bukan panggung komedi.”

Timmy langsung tegak. “Siap, Prof.”

“Karena Anda terlambat lebih dari lima belas menit dan mengganggu jalannya kelas, Anda tidak diperkenankan mengikuti perkuliahan hari ini. Silahkan keluar kembali.”

Suasana mendadak hening. Namun alih-alih terlihat sedih, wajah Timmy justru berbinar.

“Siap laksanakan, Prof!” jawabnya lantang sambil memberi hormat ala tentara.

Beberapa mahasiswa kembali tertawa kecil.

Timmy melangkah mundur, lalu sebelum keluar, ia melambaikan tangan ke arah Naomi, Yura, dan Sonya dengan gaya ala kontes kecantikan.

“Sampai jumpa, para hadirin!” katanya pelan.

Pintu kemudian tertutup.

Naomi berdecak pelan. “Dasar .…”

Yura berbisik, “Tapi … yang kamu bilang kemarin benar. Motornya benar-benar mogok.”

Sonya menimpali pelan, “Itu cuma kebetulan.”

Naomi tidak menjawab, hanya fokus kembali ke papan tulis.

Beberapa menit kemudian, tiba-tiba ponsel Yura yang berada di tasnya bergetar. Ia terlihat ragu, tetapi layar menunjukkan panggilan dari kakaknya.

Yura mengangkat tangan. “Prof, maaf. Boleh izin menerima telepon? Ini darurat.”

Profesor Adrian mengangguk singkat. “Cepat.”

Yura keluar sebentar ke depan kelas. Tidak sampai satu menit, wajahnya berubah pucat.

Ia kembali masuk dengan napas sedikit tidak teratur. “Prof … saya izin. Ibu saya kambuh lagi. Saya harus ke rumah sakit.”

Nada suaranya bergetar dengan wajah khawatir.

Profesor Adrian menatapnya, kali ini tidak sekeras tadi. “Baik. Silakan.”

“Terima kasih, Prof.”

Yura segera meraih tasnya.

Naomi refleks berdiri setengah. “Yura, tunggui ini cuman salah—”

Namun Yura sudah bergegas keluar. Pintu kembali tertutup.

Sonya menatap ke arah pintu beberapa detik, lalu perlahan menoleh ke Naomi. Ia menggeleng pelan. “Ini cuma kebetulan, kan?”

Naomi mengerutkan keningnya tipis. “Aku juga berharap begitu,” jawabnya pelan.

Sonya menelan ludah. “Kemarin kamu bilang, hari ini akan terjadi sesuatu pada ibunya Yura.”

Naomi hanya mengangkat bahu. “Aku tidak pernah bilang parah. Ini hanya salah oaham. Tapi Yura sudah pergi lebih dulu.”

Suasana di antara mereka mendadak terasa berbeda.

Profesor Adrian kembali menjelaskan materi, tetapi konsentrasi Sonya jelas terganggu.

Beberapa menit kemudian, ia berbisik lagi, “Nao … jangan bilang semua yang kamu katakan itu benar.”

Naomi menatap lurus ke depan. “Aku sudah bilang bukan, aku tidak berbohong soal itu,” jawabnya jujur.

Sonya terdiam, perlahan ia mulai percaya dengan Naomi.

*

*

Suasana kantin siang itu cukup ramai. Suara sendok beradu dengan piring dan percakapan mahasiswa bercampur menjadi latar yang bising.

Naomi duduk santai dengan segelas jus di depannya. Timmy duduk tepat di hadapannya, menatapnya tanpa berkedip.

Tatapan itu tidak seperti biasanya, ia menatap Naomi seolah gadis itu punya sihir.

“Naomi,” ujar Timmy pelan dan serius, “jadi … benar kau bereinkarnasi?”

Naomi menatapnya tenang, lalu mengangguk kecil. “Aku sudah mengatakannya, kan?”

Timmy menyandarkan punggungnya ke kursi. “Ini gila.”

“Memang terdengar seperti itu,” jawab Naomi datar.

Baru saja Timmy hendak bertanya lagi, tiba-tiba kursi di samping Naomi ditarik cepat.

Yura datang dengan napas sedikit terengah-engah. Ia langsung duduk dan tanpa basa-basi mengambil jus di depan Naomi lalu meminumnya beberapa teguk.

“Eh, itu punyaku,” protes Naomi pelan.

Yura menghapus bibirnya. “Maaf. Aku haus.”

“Kondisi ibumu bagaimana?” tanya Timmy cepat.

Yura menghela napas panjang. “Ternyata hanya salah paham. Ibuku tidak kambuh. Kakakku panik karena ibu sempat pusing, tapi sekarang sudah baik-baik saja.”

Ia lalu menatap Naomi. Timmy ikut menoleh.

Sonya yang duduk di dekat Timmy juga menatap Naomi dengan tatapan penasaran. Tiga pasang mata itu tertuju pada Naomi.

Sonya menggeleng pelan. “Ini pasti kebetulan, kan? Mana mungkin ada orang terlahir kembali.”

Naomi menghela napas. “Kalian boleh menganggapnya kebetulan.”

“Memang kebetulan,” sahut Sonya, mencoba meyakinkan diri sendiri.

Tiba-tiba ponsel Sonya bergetar di atas meja. Ia melirik layarnya. Wajahnya langsung berubah.

“Apa?!” gumamnya pelan.

“Ada apa?” tanya Yura.

Sonya memperlihatkan layar ponselnya. Pesan dari Anton, kekasihnya.

Tunggu aku, sayang. Aku sudah menuju ke Hotel Delima.

Mata Sonya membulat sempurna.

“Hotel Delima? Apa yang dia lakukan di sana? Mau rapat-rapatan?” ulang Timmy dengan mata melotot.

Sonya berdiri mendadak. “Teman-teman, aku mau ke sana sekarang.”

Naomi menatapnya tajam. “Kau yakin?”

“Aku ingin memberikan dia pelajaran kalau dia benar-benar selingkuh,” kata Sonya tegas. “Sekaligus membuktikan perkataan Naomi.”

“Kami ikut,” ujar Timmy cepat.

Sonya menggeleng. “Tidak. Ini urusanku.”

Naomi berdiri sedikit dan berkata serius, “Jangan lupa bawa semprotan cabai dan alat kejut listrik kecil yang biasa kau simpan.”

Sonya menatap Naomi beberapa detik, lalu mengangguk pelan. “Baik.”

Ia mengambil tasnya dan berjalan cepat meninggalkan kantin.

Begitu Sonya menghilang dari pandangan, Yura menoleh pada Naomi.

“Kalau benar kamu bereinkarnasi,” ucap Yura pelan, “di masa depan … apa kami bertiga akan terjadi sesuatu?”

Naomi terdiam sejenak. Ia lalu menggeleng pelan, kemudian mengangguk.

Timmy dan Yura langsung mengerutkan kening merasa bingung.

“Itu maksudnya apa?” tanya Timmy.

Naomi menatap mereka satu per satu. “Bukan cuma kalian bertiga …”

Suaranya berubah lebih serius. “Tapi seluruh dunia ini akan—”

Tiba-tiba Naomi berhenti berbicara lalu langsung berdiri. Terdengar suara keras dari belakang Naomi. Suara kaca pecah dan teriakan seseorang.

Brak!

Aarrgghh!

1
vj'z tri
akhir nyaaaaaaa /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kenapa gak jatuh beneran sih biar akoh senang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
selesai masalah di tangan max /Angry//Angry//Angry//Angry/
vj'z tri
sabar max sabar /Determined//Determined//Determined//Determined/
Nor Azlin
kenyataan itu pahit untuk di dengarkan yah ...bodoh amat tidak sedikit pun curiga sama sekali ni orang...Coba untuk sekali ini kamu lihat & dengar mengenai nya apa salah nya ayo Max tunjukkan bukti pada nya pasti kamu punya tu kannn😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
sifat asli seseorang itu akan terlihat masa dewasa nya yah kerana itu adalah sifat yang di turunkan oleh keluarga asli nya ...Vivian bukan dibesarkan sedari bayi tapi sudah belita kerana orang tua nya kemalangan mobil maka mereka mati di rumah sakit sebelum mati dia menyuruh kedua suami isteri Elios untuk menjaga nya yah...nah pada kemana kerabat keluarga nya si Vivian pasti ada kan ...mustahil banget kalau satu pun keluarga nya tidak ada sama sekali yah CK CK CK pasti ada koperasi di dalam nya kan ...kemungkinan orang tua Vivian sudah merencanakan itu yah atau sebalik nya aku pun penasaran ni bagai mana cerita nya deh😂😂 lanjutkan thor
Cindy
lanjut
syh 03
di kira seorang max ga bisa mukul perempuan..klo perempuanya kya ular betina viviane..emang pantas di gampar ampai keok 😆
Nor Azlin
aku rasa di maafkan aja tapi tidak dengan Vivian nya ...walau bagai mana pun mereka orang tua yang melahirkan nya ...namun dengan itu jangan memaafkan mereka demi kedua kakek nenek nya Naumi ...perkara yang menakutkan orang adalah dimaafkan tapi tidak diakui oleh anak sendiri itu lebih menyakiti nya itu bagi hukuman yang pantas ...buat Vivian biar keluarga Elios yang membuangkan nya kalau mereka memilih nya maka mereka tidak mendapat tempat di kalangan orang-orang yang ingin selamat yah...tapi bagi aku biarkan aja keluarga nya membusuk deh kalau masih membawa anak angkat nya itu ...bagi aja kakek nenek mu tempat biar mereka hidup bahagia bersama dengan mu 😂😂😂itu pendapat aku yah peribadi ...lanjutkan thor
Arbaati
kapokmu kapan
Kusii Yaati
nah kan kena gampar sama max, terlalu kepedean sih... tubuh max itu terlalu mahal untuk di sentuh sama yang murahan kayak elo... sakit nggak seberapa tapi malunya luar biasa, udah di tolak di depan umum kena gampar pula 🤣🤣🤣🤣
Atalia
mampus kau vivian 😂😂😂
Silla Okta
babang max emang the best,,, gak mungkin tergoda sama ulet keket,,,,, 🤣🤣🤣🤣🤣 next Thor
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tumaan 🤣🤣 dipuskn berpa pri tuh 😤
Eka Haslinda
babang Max Seraaamm 👍👍👍
Hary Nengsih
salah sasaran y 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Si Zane ini sensi banget dah 🤣
Nor Azlin
Rasakan lah anak orang lain yang kalian jaga & anggap anak sendiri malah menikam kalian dari belakang🤣🤣🤣🤣ini lah karma yang kalian cari sendiri ...buat yang kayak nyonya sama tuan Elios ini berpada2 lah mau menjaga anak orang yang kehilangan kedua orang tua nya kerana ini sangat berbahaya akibat nya mereka membuang anak sendiri kedesa namun meranti kan anak orang lain menjadi puteri mereka...sesuatu kebenaran sangat menyakitkan di saat semua nya terbongkar dengan sendiri disaat kalian di ambang kehancuran bukan bisa menolong malah membinasakan masa depan kalian semua yah 😂😂😂semoga ini titik pelajaran buat kalian para manusia busuk darah daging sendiri dituduh2 Mulu dasar orang tua bodoh percaya dengan orang luar berbanding anak yang di kandung kan nya sendiri ...ini lah contoh orang tua bodoh sudah ada anak sendiri masih mau ambil lagi beban yang akan membinasakan diri mereka sendiri deh...lanjutkan thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mantap Max walau menurut saya kurang tp tak apa itu sebagai perkenalan sama Viviane 😉😏😅
Passolle
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!