NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Tatapan Mike sangat tajam dan membuat Seana merasa tidak nyaman. Seana tak mampu menenangkan diri saat membayangkan harus bekerja sama dengan Mike. Ia berusaha membuat dirinya terlihat sekecil mungkin dengan sedikit membungkuk.

"Udah, udah kembali kerja sana," kata Mike.

"Iya, mas." Seana merasa lega saat mendengarnya. Wanita itu segera kembali ke ruangannya.

Mike memperhatikan Seana sekali lagi, sebelum akhirnya masuk ke kantor Sanzio.

Sementara itu, Seana berusaha fokus dengan pekerjaannya, tetapi dia tidak bisa berhenti memikirkan apa yang telah dilihatnya di ruang istirahat Sanzio. Seana benar-benar harus lebih berhati-hati mulai sekarang, atau dia akan mendapat masalah.

Mike berada di kantor Sanzio selama sekitar satu jam hanya untuk membicarakan sesuatu. Begitu Mike keluar, telepon kantor Seana berdering. Seana reflek melirik kearah kantor Sanzio, dan mendapati tatapan tajam Sanzio yang tertuju padanya.

Sembari menundukkan kepalanya karena takut, Seana mengangkat telepon tersebut. "Halo?."

"Datang ke ruangan saya sekarang!." Suara Sanzio terdengar rendah, bahkan seperti orang yang sedang marah. Dan setelah mengatakan itu, Sanzio langsung menutup telepon.

Genggaman tangan Seana pada telepon itu semakin erat. Jantungnya berdebar kencang, seolah ingin keluar dari tubuhnya. Ia mengambil setumpuk dokumen terkait rapat hari ini.

Kemudian, mengumpulkan keberaniannya dan pergi ke ruang kerja Sanzio..

Begitu membuka pintu, ia bisa merasakan ketegangan didalam ruangan itu. Dengan gugup, Seana meletakkan dokumen-dokumen itu di atas meja dan mendorongnya ke arah Sanzio. "Pak, ini dokumen-dokumen untuk rapat nanti. Untuk referensi bapak."

Jari jemari Sanzio mengetuk meja secara berirama. Jantung Seana berdebar setiap kali Sanzio mengetuk, sementara pria itu duduk dengan tenang di kursinya. Seana tidak yakin berapa lama lagi dia bisa menahan tekanan ini.

Setelah menunggu sekian lama, tepat ketika dia hampir ingin pergi. Sanzio akhirnya buka suara. "Apa yang kamu lihat tadi?."

"Ng-ngga ada kok, Pak. Seriusan." Seana membantah dengan keras. "Saya ngga liat apa-apa." katanya berbohong.

Jika Seana mengatakan bahwa dirinya tadi melihat Sanzio tel4nj4n9, nyawanya akan tamat. Itu akan menjadi kesalahan yang lebih buruk dari pada mengakui bahwa dialah wanita dari malam itu.

Seana menatap mata gelap pria itu dengan gugup. Untuk sesaat, Seana merasa ada yang aneh karena Sanzio tidak semarah yang ia duga, tetapi Seana segera menundukkan pandangannya setelah meliriknya sekilas. "Saya beneran ngga liat apa pun kok, Pak."

"Benarkah?." Suara Sanzio terdengar dingin.

Seana mengangguk tegas. Sama seperti malam itu, Seana berusaha sebaik mungkin untuk terlihat acuh tak acuh.

Sanzio tiba-tiba terkekeh kecil.

Ini adalah pertama kalinya Seana mendengar Sanzio tertawa kecil seperti itu. Tawanya bercampur antara aura dingin dan menawan, yang justru menambah siksaan batin Seana. Sanzio berhenti menatap Seana. "Ya udah, kamu boleh pergi sekarang."

"Baik, Pak." Seana mengangguk dan bergegas keluar dari kantor Sanzio.

Saat Sanzio mengamati Seana bergegas keluar dari kantornya, seperti seekor kelinci yang lolos dari kejaran pemangsa. Senyum kecil terlihat dibibir Sanzio.

Seana tidak sempat duduk setelah keluar dari kantor Sanzio, karena asisten Mike memberitahunya bahwa Mike ingin berbicara dengannya.

Mike baru saja selesai mengobrol dengan seseorang, karena ada orang yang baru saja keluar dari kantor Mike, sebelum Seana masuk.

"Permisi, Mas Mike nyari saya?." Tanya Seana begitu masuk ke ruangan Mike.

"Masuk, silakan duduk disitu." Kata Mike. "Apa ini rekaman cctv yang kamu lihat di hotel?."

Seana terdiam membeku, wajahnya langsung pucat pasi. Rekaman? Rekaman cctv yang ia dan Velia hancurkan? Mendengar hal itu, rasanya seperti ada bom yang meledak di kepalanya. Seana menatap Mike dengan tatapan kosong, ia tidak mampu bereaksi.

Melihat Seana hanya diam saja, Mike mengernyitkan dahinya. "Seana? Kamu baik-baik aja, kan?."

"Ah? I-iya. Aku baik-baik aja."

"Ayo kita liat bareng, sebelum lapor ke Pak Zio."

Napas Seana tertahan di tenggorokannya. Dia benar-benar tidak ingin menonton rekaman cctv itu, yang bisa ia pikirkan adalah ia ingin melarikan diri ke mana pun, dan berharap tidak ada yang bisa menemukannya.

1
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!