NovelToon NovelToon
Sistem Penakluk Para Dewi

Sistem Penakluk Para Dewi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Playboy
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Seorang siswa SMA miskin yang baru saja ditinggalkan oleh kekasihnya secara tak sengaja memperoleh sebuah kitab pusaka milik Santo Cinta—sebuah buku misterius yang menyimpan tak terhitung kemampuan luar biasa, khusus digunakan untuk menaklukkan hati para gadis. Sejak saat itu, hidupnya pun berubah drastis.
Tak hanya meraih keberhasilan dalam urusan asmara, ia juga mulai menapaki jalan kesuksesan dalam dunia bisnis. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan beragam perempuan menawan: teman sekelas yang cantik, putri seorang tokoh dunia bawah tanah, gadis super imut yang menggemaskan, hingga selebritas terkenal dengan pesona memikat.
Di antara cinta, kekuatan rahasia, dan perubahan nasib, kisahnya berkembang menjadi perjalanan penuh romansa, peluang, dan godaan yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

“Sekarang bisa dimulai? Ada yang bisa saya bantu?” tanya sang nona sambil menyibakkan rambut di dahinya. Sepasang mata besar itu menatap Zhang Yuze dengan sungguh-sungguh—terlalu dekat, terlalu hangat.

“Uh… saya perlu ke kamar kecil dulu,” jawab Zhang Yuze sambil sedikit membungkuk. Dengan kondisi seperti ini, bagaimana mungkin ia naik ke bangku dan mengganti lampu? Bukankah itu sama saja memamerkan tenda yang masih berdiri? Ia butuh tempat untuk menenangkan diri, secepatnya. Kehilangan muka di hadapan siapa pun bukan masalah besar, tetapi kehilangan muka di depan perempuan secantik ini—itu dosa besar.

“Oh? Begitu? Kamu tidak apa-apa?” Sang nona bertanya dengan nada khawatir ketika melihat sikapnya yang tampak tidak nyaman.

“Tidak apa-apa. Setelah ke kamar kecil, pasti membaik,” jawab Zhang Yuze, wajahnya menyiratkan rasa kikuk yang sulit disembunyikan.

Seolah menyadari sesuatu, pipi sang nona perlahan memerah. Ia mengangguk malu-malu, lalu menuntun Zhang Yuze ke kamar kecil di ruang tamu. Karena di luar masih ada banyak gadis lain, demi menghindari perhatian, Zhang Yuze berjalan hampir sepenuhnya membungkuk, berusaha tampak selemah dan semenderita mungkin. Begitu pintu kamar kecil tertutup, ia menghela napas panjang—lega.

Keadaannya saat ini adalah harga yang harus dibayar oleh seorang “orisinil pabrik” yang terlalu sering menonton film dewasa: rapuh terhadap rangsangan. Sempat terlintas di benaknya untuk mencari tempat “kehilangan keperjakaannya”, tetapi memikirkan harus menyia-nyiakan “pertama kali” yang masih murni membuatnya enggan. Jika pun harus, ia ingin memberikannya pada sesama “orisinil pabrik” yang sepemikiran.

Tenggelam dalam lamunan itu, api di dalam tubuhnya perlahan mereda. Ia menuntaskan urusannya di toilet, lalu tanpa sengaja matanya melirik ke sekitar. Tatapan sekilas itu justru menangkap sesuatu yang membuatnya terpaku: beberapa potong pakaian dalam perempuan tergantung di balik pintu. Tampak seperti baru saja dilepas.

Mengingat aroma lembut yang melekat pada sang nona, sebuah dugaan spontan muncul. Mungkinkah ini miliknya? Meski hanya dugaan, Zhang Yuze hampir yakin. Seketika, api yang sempat padam kembali menyala.

Setelah selesai, rasa ingin tahu mengalahkan akal sehat. Ia mendekat dan dengan ragu mengangkat bra serta celana dalam itu. Masih tersisa keharuman samar tubuh perempuan—hangat, lembut, dan memabukkan. Baru saja pikirannya mulai melayang terlalu jauh, ketukan keras di pintu kamar kecil mengejutkannya.

“Di dalam ada orang?” Suara seorang gadis asing terdengar.

Zhang Yuze tersentak. Api yang baru berkobar seketika padam. Dengan panik, ia mengembalikan pakaian dalam itu ke tempat semula dan berseru, “Sebentar lagi! Tunggu sebentar!”

Ketika ia keluar, rona wajahnya akhirnya tampak jauh lebih baik. Dengan cekatan, ia mengganti bohlam untuk sang nona. Sementara itu, perempuan itu sudah menyiapkan secangkir teh, senyum tipis terukir di wajahnya.

Dari cangkirnya, Zhang Yuze tahu itu kemungkinan besar cangkir pribadi sang nona. Barangkali ia tak menemukan cangkir sekali pakai, sehingga menggunakan yang biasa ia pakai.

Melihat Zhang Yuze menatap cangkir itu, sang nona mengira ia keberatan. Dengan nada meminta maaf, ia berkata, “Ini… ini cangkir yang biasa kupakai. Tapi jangan khawatir, baru saja dicuci, sangat bersih.”

Zhang Yuze segera paham bahwa ia disalahartikan. Ia tersenyum lembut, menggelengkan kepala, dan berkata, “Nona salah paham. Mana mungkin saya keberatan dengan cangkir milik perempuan secantik Anda?”

“Ah, aku ini tidak cantik,” jawabnya, pipinya kembali merona. Meski begitu, raut wajahnya jelas menunjukkan kegembiraan. Ia menikmati pujian itu.

Zhang Yuze menyesap teh beberapa kali, matanya sesekali melirik wajah sang nona yang memerah—terlihat sungguh manis. Setelah interaksi singkat itu, jarak di antara mereka cepat mencair. Obrolan pun mengalir ringan. Dari percakapan tersebut, Zhang Yuze akhirnya mengetahui latar belakang sang nona.

Namanya Guo Xiaolu. Usianya dua puluh tiga tahun (perhitungan usia Tiongkok). Ia baru saja lulus dari Sekolah Tinggi Vokasi dan Teknologi Nanmin, jurusan akuntansi, dan kini bekerja sebagai kasir di sebuah pabrik di Kawasan Pengembangan Jinfeng Nanmin.

Entah karena Guo Xiaolu menaruh kesan baik pada Zhang Yuze yang tiga tahun lebih muda, atau karena usia mereka relatif dekat, panggilan pun berubah akrab menjadi “kakak” dan “adik”. Ketika Zhang Yuze pamit pulang, Guo Xiaolu bahkan mengantarnya hingga ke pintu, raut wajahnya menunjukkan sedikit keengganan untuk berpisah.

Sesampainya di rumah, Zhang Yuze langsung kembali ke kamarnya dan mengeluarkan Cermin Pusaka Dewa. Cahaya lembut berkilau di permukaannya, menampilkan data yang membuatnya tertegun: Energi Iman bertambah 100 poin.

Ia sedikit terkejut. Tak disangka, hanya dengan satu pertemuan, ia bisa memperoleh afeksi sebesar itu—tertinggi yang pernah ia dapatkan sejauh ini. Tampaknya, bukan sekadar karena ia membantu mengganti lampu, tetapi juga karena sikap dan tutur katanya setelah itu. Data yang terpampang pun membuktikan bahwa Guo Xiaolu tidak berbohong.

Nama: Guo Xiaolu

Usia: 23 (perhitungan usia Tiongkok)

Ukuran: 86 – 66 – 90

Keahlian Khusus: Menari

Tingkat Keberhasilan: 40%

Zhang Yuze menatap angka-angka itu lama, sudut bibirnya terangkat perlahan. Sebuah langkah kecil, namun penuh arti—pertanda bahwa jalannya untuk menaklukkan hati mulai terbuka.

Zhang Yuze sama sekali tidak menyangka bahwa kali ini Penilaian Pusaka yang ditampilkan oleh Cermin Pusaka Dewa akan sedetail ini—bahkan hingga menyertakan ukuran tubuh secara lengkap. Ia segera menyadari bahwa kemungkinan besar peningkatan Point Afeksi menjadi penyebabnya. Semakin tinggi afeksi yang terbangun, semakin mendalam pula data yang diungkapkan oleh pusaka tersebut.

Namun, hal yang membuat Zhang Yuze benar-benar merasa gembira bukan hanya detail itu semata. Yang lebih mengejutkan sekaligus menyenangkan adalah kenyataan bahwa Kak Xiaolu ternyata diklasifikasikan sebagai kecantikan tingkat D.

Jangan salah paham—tingkat D sama sekali bukan penilaian rendah.

Zhang Yuze justru sangat memahami standar yang digunakan oleh Cermin Pusaka Dewa. Ia masih ingat dengan jelas bagaimana Liu Mengting, gadis yang selama ini ia anggap nyaris sempurna, hanya dinilai sebagai kecantikan tingkat C. Fakta ini dengan sendirinya membuktikan betapa ketat dan tinggi standar penilaian pusaka tersebut. Dengan demikian, bagi Zhang Yuze, pencapaian Guo Xiaolu yang mampu menembus tingkat D sudah tergolong sangat berharga.

Di dalam hatinya, posisi Guo Xiaolu pun segera berubah.

Mulai saat itu, Zhang Yuze secara diam-diam menempatkan Kak Xiaolu sebagai target utama.

Memang, tingkat keberhasilan yang tertera masih berada di bawah lima puluh persen. Namun, berdasarkan pengalaman Zhang Yuze sejauh ini, setiap perempuan yang berhasil masuk ke dalam daftar penilaian Cermin Pusaka Dewa pada dasarnya sudah memiliki peluang keberhasilan yang sangat tinggi. Angka hanyalah angka—yang terpenting adalah potensi yang terkandung di baliknya.

Zhang Yuze merasa bahwa hasil yang ia peroleh kali ini sungguh luar biasa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!