Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergian adinda
Satu Minggu telah berlalu
adinda begitu telaten selama 1 Minggu ini menjadi seorang istri
Ia selalu menyiapkan segala keperluan zyan meskipun pria itu tidak pernah sekalipun menghargai usaha yang adinda lakukan untuk mencari perhatiannya
"hari ini kekasihku akan datang untuk menginap beberapa hari, jadi aku tegaskan jika kau harus pergi dari rumah ini selama 1 Minggu" adinda yang mendengar pernyataan suaminya begitu terkejut
"mas, aku ini istrimu bagaimana mungkin kamu aaakkkhhh" rahang zyan mengeras pria itu memegang dagu istrinya begitu erat membuat adinda meringis kesakitan
"sudah kuperingatkan untuk tidak memanggilku dengan sebutan mas!! sekarang kamu pergi sebelum kekasihku datang!" ucapnya dengan nada dingin dan sorot mata yang tajam
Zyan melepaskan cengkraman tanganya, pria itu mendengus kesal lalu meninggalkan adinda yang masih diam tersungkar dilantai
Dinda tersenyum getir, entah kenapa zyan sangat membencinya, kenapa zyan harus menerima perjodohan itu jika memang dirinya sangat tertekan dengan pernikahan ini
Dinda memasukan semua pakaiannya kedalam koper miliknya, ia akan pulang keapartemennya mungkin tinggal diapartemen akan membuatnya lebih tenang seperti sebelumnya
"non,, nona adinda mau kemana?" tanya bik na yang melihat adinda menyeret koper miliknya
"bik Adinda akan pergi beberapa hari" ucapnya dan tersenyum
"Kamu?? " ucap seorang wanita cantik dan sexy melihat penampilan wanita itu adinda sudah tahu jika wanita dihadapannya itu adalah kekasih suaminya
"akuu"
"dia wanita yang aku maksud sayang… ayo sini jangan hiraukan dia!!" ucap pria yang bukan lain adalah suami adinda zyan mahardika
"oohhhh" tatapan wanita yang bernama Berlin itu sinis kearah adinda wanita itu bahkan sedikit berlari kearah zyan dan sengaja menyenggol bahu adinda
"sayang aku sangat merindukanmu" ucap Berlin begitu manja
"aku juga sayang hhhhmmmpptt" tanpa rasa malu kedua sejoli itu berciuman begitu mesra membuat adinda membulatkan matanya tidak percaya
adinda memejamkan matanya dan menyeret kopernya dengan langkah cepat, setelah sampai diluar tangis adinda pecah gadis cantik itu menangis dengan memegangi dadanya yang terasa sesak
"non,, nona adinda yang sabar" bik na yang tidak tega memeluk erat tubuh adinda yang menangis sejadi-jadinya
adinda mencari ponselnya yang ternyata tertinggal dikamar yang selama ini ia tempati dikamar tepat disebelah kamar sang suami
semenjak menikah zyan tidak pernah sekalipun menyentuh istrinya bahkan untuk tidur saja mereka dikamar yang berbeda
"bik,, adinda tidak apa-apa terimakasih,, sepertinya hanphone milik Dinda ketinggalan dikamar bik"
"apa non mau bibik yang ambilkan?" ucap bik na sedangkan adinda tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"tidak usah bik,,, biar adinda yang ambil sendiri" setelah mengatakan itu adinda berjalan kearah kamarnya
Sayu-sayu ia mendengar desahan sepasang kekasih yang saat ini masih bergulat didalam kamar zyan membuat jantung adinda berdetak begitu cepat
"sangat menjijikan!" ucapnya lalu mengambil handphone miliknya dan pergi dari rumah itu
"sangat bodoh kamu adinda karena bertahun-tahun mencintai pria Brengsek itu!!" setelah mengatakan itu adinda benar-benar pergi dari rumah itu
Ia sudah bertekad untuk tidak kembali kerumah dimana ia tidak pernah dihargai, menyesal ia sangat menyesal sudah menikah dengan pria yang selama ini ia idam-idamkan dalam diamnya
"bikk sepertinya adinda tidak akan pernah kembali kerumah ini" ucapan adinda membuat bik na begitu terkejut
Apa yang harus ia katakan nanti kepada nyonya Rita dan tuan mahardika jika tahu menantunya diusir oleh suaminya sendiri
Setelah berpamitan dengan semua orang, adinda pergi keapartemen miliknya dengan menggunakan taxi
Didalam mobil adinda melihat kearah luar pintu kaca dan melihat pemandangan indah kita J yang begitu banyaknya kendaraan yang berlalu lalang
"pak bisa berhenti ditaman itu" tunjuk gadis cantik itu kearah taman yang terlihat sedikit sepi
"baik non" ucap sang sopir
adinda duduk ditaman dengan membawa koper miliknya gadis itu menghembuskan nafasnya berkali-kali
Setelah merasa lelah ia memutuskan untuk menyeret koper miliknya untuk pergi keapartemen miliknya yang tidak jauh dari taman itu
"dindaaa" teriak seorang wanita dari dalam mobil mewah yang bukan lain adalah sasya sahabat adinda,
Sasya pergi bersama dengan Reykendra yang menyetir mobil mewah sport keluaran terbaru
"sya,," adinda tentu saja terkejut, melihat kedua sahabatnya itu entah apa yang harus adinda katakan kepada mereka berdua karena adinda memegang koper ditangannya
"din kamu mau kemana bawa koper segala?" ucap sasya dengan wajah khawatirnya
"hhhmmm" adinda mengaruk kepalanya yang tidak gatal gadis itu hanya menyengir membuat sasya begitu kesal
adinda sasya dan Reykendra akhirnya mampir diapartemen milik Dinda,, ketiga orang itu duduk disofa ruang tamu milik adinda untuk meminta kejelasan
"din,, kamu sebenarnya mau kemana?" tanya sasya melihat lekat wajah Dinda yang terlihat sebam
adinda duduk tepat didepan kedua sepasang kekasih itu, ia menghembuskan nafasnya berat
Ia tidak mau berbohong lagi, ia bertekad akan memberitahukan masalahnya kepada 2 sahabatnya itu
"sya, Rey sebenarnya aku sudah menikah"
Ddduuuaaarrrr
bagai disambar petir kedua orang yang saat ini melihat kearah Dinda begitu terkejut, menikah?? Apa maksud adinda sebenarnya membuat 2 orang itu terdiam seketika
"cckkk tapi pernikahan ku ini tidak seperti pernikahan orang pada umumnya sya"
Adinda mengatakan kenyataan yang sebenarnya, mulai dari bagaimana dirinya bisa menikah dan bagaimana suaminya memperlakukan dirinya
"jadi kamu menikah dengan zyan mahardika??" tanya sasya dan diangguki oleh adinda
tangan Rey terkepal erat, ia memang tau jika adinda sudah menikah dengan zyan, karena selama adinda libur ia menyuruh seseorang untuk menyelidiki gadis itu
Melihat adinda yang menangis menahan sakit , apalagi terlihat jelas jika leher adinda sedikit memerah membuat Rey menarik tangan gadis itu dan memeluk sahabatnya itu begitu erat
adinda begitu terkejut dengan perlakukan sahabat, boss dan tunangan sahabatnya itu
plaakkkk
Sasya memukul punggung Rey membuat pria itu meringis kesakitan,
"heeyyy aku ini tunanganmu Rey,, dan seenak jidatnya kamu memeluk istri orang!!" bentaknya membuat adinda merasa bersalah
"sya ma"
"sssttt kamu juga enak pasti kan dipeluk-peluk tunangan sahabat kamu sendiri??"
"sya aku"
"pelakorr!"
"aaaawwwww Rey tangan gue sakit" tangan sasya benar-benar dicubit sedikit keras oleh pria itu
adinda yang melihat pertengkaran antara keduanya merasa tidak enak, ia merasa sangat bersalah karena sudah membiarkan Reykendra memeluknya tadi
"syaa,, aku minta"
"hahahahahahahaha adinda putrii aku juga ingin minta maaf, sebenarnya aku dan Reykendra cuma tunangan pura-pura adindaaa,,,!" pernyataan dari sasya tentu saja membuat adinda begitu terkejut
"Apaa!!" Adinda sungguh tidak percaya dengan pengakuan sahabatnya itu
Berarti kemesraan mereka selama ini hanya settingan semata pikir gadis itu
"ckkk pokoknya kami terpaksa melakukan pertunangan konyol karena alasan tertentu,, kamu pikir aku jatuh cinta dengan pria dingin ini??" tunjuknya kearah Rey yang masih diam tanpa expresi
"lihat kaan amit-amit aku punya suami kayak dia" ucapnya kembali
Happy reading 💫 💫
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan