NovelToon NovelToon
Kembalinya Pelindung Masa Kecil

Kembalinya Pelindung Masa Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Slice of Life / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kisah cinta masa kecil
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Embun dan Tawa yang Hilang

Desa Sukamaju, 15 Tahun Lalu.

​Pukul lima pagi di desa bukan hanya tentang jam, tapi tentang suara. Suara ayam jantan yang saling bersahutan, debu jalanan yang masih lembap oleh embun, dan... suara kerikil yang menghantam kaca jendela.

​Tuk. Tuk.

​Kyra tersentak dari tidurnya yang tidak nyenyak. Ia mengerang pelan, menarik selimut tipisnya sampai ke telinga. Namun, suara itu tidak berhenti.

​Tuk. Tuk. PRANG!

​"Aduh!" Sebuah suara pekikan tertahan terdengar dari luar.

​Kyra segera menyibakkan kelambu dan membuka jendela kayunya dengan kasar. Di bawah sana, di remang subuh yang masih berkabut, Juno berdiri dengan wajah meringis sambil memegang dahi. Di tangan kirinya ada ketapel, dan di tangan kanannya ada kantong plastik hitam.

​"Kamu gila ya?!" bisik Kyra setengah berteriak. "Kalau kena kaca gimana?"

​"Eh, Anak Kota sudah bangun!" Juno langsung nyengir lebar, mengabaikan dahinya yang memerah. "Lagian kamu lama banget. Aku sudah lumutan di sini nungguin kamu. Buruan turun, keburu mataharinya malu-malu terus sembunyi lagi."

​"Aku nggak mau ikut," tolak Kyra ketus. "Ini masih gelap, Juno."

​"Nggak ada alasan! Cepat turun atau aku panjat pohon mangga ini terus masuk lewat jendela!" ancam Juno dengan nada yang terdengar sangat meyakinkan.

​Kyra mendengus kesal, namun ia tetap meraih jaket rajutnya. Ia tahu, berdebat dengan Juno adalah kesia-siaan. Laki-laki itu punya stok energi yang lebih banyak daripada stok logikanya.

​Kyra berjalan mengekor di belakang Juno. Jalanan setapak itu dikelilingi rimbunnya pohon bambu yang bergoyang tertiup angin pagi. Kyra berjalan dengan sangat hati-hati, memegangi ujung jaketnya agar tidak terkena semak belukar.

​"Juno, pelan-pelan... kakiku sakit," keluh Kyra saat kakinya yang terbiasa di atas lantai marmer harus menanjak gundukan tanah.

​Juno berhenti, berbalik, lalu menggeleng-gelengkan kepala. "Lemah banget sih. Sini, pegang tanganku."

​Juno mengulurkan tangannya yang kasar. Kyra ragu sejenak, namun saat ia hampir tergelincir, ia refleks menyambar lengan Juno. Tangan itu terasa panas, kontras dengan udara subuh yang menggigit.

​"Nah, gitu dong. Jangan dilepas, nanti kamu nyemplung ke parit, ribet aku nolonginnya," ucap Juno santai, namun ia menggenggam jemari Kyra dengan mantap, menuntunnya melewati jalan setapak.

​Setelah berjalan sekitar sepuluh menit, suara gemericik air mulai terdengar. Juno menyingkap semak belukar yang tinggi dengan satu tangan.

​"Tadaaa! Selamat datang di Kerajaan Juno!"

​Kyra terpaku. Di depannya membentang sungai kecil dengan air seputih kristal yang mengalir tenang di atas batu-batu kali yang licin. Di ufuk timur, semburat cahaya keemasan mulai membelah langit biru tua, memantul di permukaan air yang bergoyang pelan.

​"Bagus kan?" tanya Juno, matanya menatap Kyra, bukan menatap pemandangan itu. "Lebih bagus dari mal di Jakarta, kan?"

​Kyra tidak menjawab. Ia hanya berjalan perlahan menuju tepi sungai, terpesona oleh kejernihan airnya. "Ini... bersih banget."

​"Bersihlah! Aku yang jaga. Kalau ada yang berani kencing di sini, langsung aku ketapel anunya!" celetuk Juno asal bunyi.

​Kyra refleks menoleh dengan wajah memerah. "Juno! Jorok banget sih!"

​"Hahaha! Becanda, Ra. Sini, lepas sepatumu. Rasain airnya," Juno sudah lebih dulu melepas sandal jepitnya dan masuk ke air yang setinggi betis. "Segerrr banget! Kayak minum es kelapa siang-sehari!"

​Kyra menggeleng ragu. "Dingin, Juno. Nanti aku masuk angin."

​"Aelah, baru juga air sungai, bukan air es. Sini! Kalau nggak mau, aku tarik ya?"

​"Jangan!" Kyra mundur, tapi Juno sudah lebih dulu menyentakkan air dengan kakinya.

​Byurr!

​Air dingin mengenai wajah dan baju Kyra. Kyra tersentak, napasnya tertahan karena kaget. "Juno! Basah tahu! Ini jaket kesukaanku!"

​"Hahaha! Biarin! Biar kamu nggak kayak patung lilin terus. Nih, rasain lagi!" Juno kembali mencipratkan air menggunakan telapak tangannya dengan semangat.

​"Juno, berhenti! Aku balas ya!" Kyra yang awalnya kesal, tiba-tiba merasa ada sesuatu yang meledak di dadanya. Rasa sesak yang ia bawa dari Jakarta seolah terangkat. Ia melepas sepatunya, melemparnya ke rumput, dan langsung terjun ke sungai.

​Byurr! Byurr!

​"Ambil ini! Rasakan pembalasanku!" teriak Kyra. Ia mencipratkan air sekuat tenaga ke arah Juno.

​"Waduh! Anak Kota mengamuk! Ampun, Gusti!" Juno tertawa sambil mencoba menghindar, namun ia sengaja membiarkan dirinya terkena air agar Kyra terus menyerangnya.

​Di sanalah, di tengah aliran sungai yang sejuk, Kyra akhirnya melepaskan segalanya. Ia tertawa. Tawa yang sangat keras, lepas, dan murni. Ia tertawa sampai perutnya sakit dan matanya menyipit.

​Juno mendadak berhenti bergerak. Ia berdiri mematung di tengah sungai, membiarkan bajunya basah kuyup. Ia menatap Kyra yang sedang tertawa sambil menyeka air di wajahnya.

​Dalam cahaya pagi yang keemasan, dengan rambut yang berantakan dan tawa yang begitu merdu, Kyra terlihat luar biasa cantik. Juno merasa jantungnya berdegup dengan irama yang sangat aneh. Lebih kencang daripada saat ia lari dikejar anjing tetangga.

​"Kenapa diam?" tanya Kyra, masih dengan sisa tawanya. "Takut ya?"

​Juno menelan ludah. Ia menatap mata Kyra yang kini akhirnya kembali memiliki binar kehidupan.

​"Ra..." suara Juno mendadak rendah.

​"Kenapa?"

​"Ternyata kalau kamu ketawa... dunia jadi nggak membosankan ya," gumam Juno jujur. "Cantik. Kamu cantik banget kalau begini."

​Pipi Kyra merona, kali ini bukan karena dingin, tapi karena tatapan Juno yang begitu intens. Ia menunduk, memainkan air dengan kakinya. "Gombal."

​"Nggak gombal! Sumpah demi ketapel kesayanganku!" Juno mengangkat dua jarinya. "Mulai sekarang, aku nggak mau liat kamu sedih lagi. Kalau kamu mau nangis, bilang aku. Biar aku yang bikin kamu ketawa lagi. Kayak tadi."

​Kyra menatap Juno, laki-laki desa yang berisik dan konyol itu, yang baru saja memberikan hal yang tidak bisa diberikan ayahnya maupun kakaknya: ruang untuk menjadi dirinya sendiri.

​"Makasih ya, Juno," bisik Kyra tulus.

​"Sama-sama, Anak Kota. Tapi sekarang... ayo naik! Sebelum kamu beneran biru-biru gara-gara kedinginan!" Juno menarik tangan Kyra kembali ke daratan, membawa seberkas cahaya matahari yang mulai menghangatkan hati mereka berdua.

1
Naufal hanifah
bagus thoor,ceritanya menarik /Good//Good//Good/
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏
total 1 replies
aditya rian
semangat thorr....
umie chaby_ba
Juno the best lah...😍
Ariska Kamisa
semoga berkenan juga di hati pembaca /Pray/
falea sezi
lagi lagi
Lina Octavianti
mantap thor, semangat 🫰🫰🫰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak /Applaud/
total 1 replies
Lina Octavianti
so sweet banget sihh si juno
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
Lina Octavianti
thor, please lah jangan sampe si nathan oon itu ngapa2 in kyra...
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
umie chaby_ba
Juno ini definisi cowok apa yaa...
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
umie chaby_ba
Juno strong amat /CoolGuy/
umie chaby_ba
/Whimper//Whimper//Whimper//Whimper/
umie chaby_ba
Haryanto kocagghh /Facepalm/
umie chaby_ba
hmmm /Shame/
umie chaby_ba
Nathan Sialan /Panic/
umie chaby_ba
PEA emang Nathan/Left Bah!/
umie chaby_ba
udah sama Juno aja Kyra...
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/
umie chaby_ba
/Brokenheart/
umie chaby_ba
yyaaa... pisah /Whimper/
umie chaby_ba
Satria Fu pada masa Jamet /Curse/
umie chaby_ba
Darah Suci ceunah... /Left Bah!/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!