NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

"Siapa yang melakukan ini?" tanya Xue Xiao, suaranya kini mengandung getaran kemarahan yang tertahan.

Lelaki tua itu menangis tanpa suara, bahunya terguncang. "Keluarga Wang dari Distrik Utara... cucu saya hanya menolak untuk memberikan tempat duduk di sebuah restoran pada tuan muda mereka. Mereka menyebut kami 'sampah yang menghalangi jalan'. Mereka tidak memukulnya dengan kepalan tangan, hanya menyentuh bahunya... dan sejak itu, dia seperti ini."

Xue Xiao terdiam sejenak. Ia melihat ke arah tangannya sendiri. Di dunia asalnya, dia melihat ribuan ketidakadilan seperti ini, dan itu juga yang menyebabkan kehancurannya. Di dunia modern ini, ternyata manusia tidak berubah. Yang kuat tetap menindas yang lemah dengan cara yang lebih licik.

"Namamu," perintah Xue Xiao.

"Saya... saya disebut Pak Tua Han oleh orang-orang pasar," jawab lelaki tua itu dengan gemetar.

"Pak Tua Han," Xue Xiao berdiri tegak, auranya kembali menjadi sangat dominan. "Cucumu tidak akan mati. Aku bisa menyelamatkannya, tetapi sebagai imbalannya, mulai hari ini dan seterusnya, kau akan bekerja di sini. Tugasmu adalah membersihkan klinik ini dan menjaga pintu itu agar tidak terbuka untuk sembarang sampah yang masuk."

Lelaki tua itu terbelalak, ia tidak menyangka akan ada hal yang begitu baik di dunia ini. Dengan penuh rasa syukur, ia pun bersujud berkali-kali hingga dahinya mengeluarkan darah karena menghantam lantai. "Terima kasih, Master! Terima kasih! Saya akan mengabdi kepada Anda seumur hidup saya!"

Xue Xiao menatap gadis yang terluka itu. "Bawa dia ke lantai dua. Aku akan menunjukkan padamu, bahwa di depanku, energi kecil keluarga Wang itu tidak lebih dari kentut di tengah badai."

...

Lantai dua ruko di Distrik Jing’an itu kini beraroma campuran antara kayu cendana dan pahitnya tanaman herbal yang di bawa Xue Xiao dari hutan Shennongjia. Di atas ranjang sederhana, Han Meiling terbaring lemas. Nafasnya berat, setiap tarikan oksigen tampak seperti perjuangan melawan ribuan jarum yang menusuk dadanya.

Xue Xiao berdiri di samping ranjang, menatap gadis itu dengan pandangan sedalam sumur tua. Di matanya, tubuh Han Meiling bukan lagi sekadar daging dan tulang, melainkan jaringan benang meridian yang kini tampak kusut dan menghitam di bagian dada.

"Seni beladiri yang busuk," desis Xue Xiao. "Menggunakan energi internal untuk menghancurkan fondasi hidup seorang anak kecil. Bahkan di alam asalku, iblis sekalipun akan malu melakukan ini."

Pak Tua Han berdiri di sudut ruangan, meremas tasbih kayunya hingga buku-buku jarinya memutih. "Master... apakah ada harapan? Rumah sakit besar mengatakan sarafnya sudah mati."

Xue Xiao tidak menjawab. Ia perlahan menggulung lengan kemejanya. Ia tidak butuh jarum akupunktur perak; jari-jarinya yang sekeras baja adalah alat medis yang lebih sempurna.

"Pegang kakinya, Pak Tua. Jangan biarkan dia meronta. Rasa sakit ini adalah harga untuk mencabut racun yang sudah mengakar," perintah Xue Xiao dingin.

Begitu Pak Tua Han memegang kaki cucunya, Xue Xiao menekan tiga titik saraf di sekitar jantung Meiling.

BUK! BUK! BUK!

Suara tekanan itu terdengar seperti palu yang menghantam kayu padat. Meiling tersentak hebat, matanya membelalak namun suaranya tertahan di tenggorokan. Xue Xiao kemudian meletakkan telapak tangannya di punggung gadis itu.

Dia tidak memiliki Qi yang melimpah seperti dulu, namun ia memiliki kontrol absolut atas kekuatan fisiknya. Melalui getaran halus dari otot dan pori-porinya, Xue Xiao mengirimkan gelombang kejut terkendali untuk "membasuh" energi asing milik Keluarga Wang yang bersarang di sana.

"Keluar!" bentak Xue Xiao. Han Meiling tiba-tiba terbatuk hebat. Ia memuntahkan gumpalan darah berwarna hitam pekat yang berbau amis menyengat ke atas lantai. Segera setelah darah itu keluar, raut wajahnya yang pucat pasi perlahan mulai dialiri rona merah samar.

"Esensi hidupnya telah kembali mengalir," ucap Xue Xiao sambil menyeka keringat tipis di dahinya, satu-satunya tanda bahwa prosedur ini menguras tenaganya. "Tapi Meridian nya masih rapuh. Dia butuh nutrisi dari ramuan yang aku buat."

Beberapa hari berikutnya adalah masa pemulihan. Pak Tua Han membuktikan kesetiaannya. Ia menyapu, mengepel, dan menata laci-laci obat dengan ketelitian seorang abdi dalem. Setiap pagi, ia akan melihat Xue Xiao melakukan gerakan lambat di lantai tiga, latihan pernapasan kuno yang membuat udara di sekitar pria itu seolah-olah bergetar.

Suatu sore, Lin Qingyan datang berkunjung membawa beberapa kotak makanan mewah dan laporan mengenai kepolisian.

"Master, Arga sudah diproses secara hukum. Kakek juga sudah memastikan tidak akan ada polisi korup yang berani mendekati area ini lagi," lapor Qingyan. Matanya kemudian beralih pada Han Meiling yang sudah bisa duduk tegak di sudut ruangan. "Luar biasa... Anda benar-benar menghidupkan orang mati."

Xue Xiao hanya melirik sekilas ke arah kotak makanan itu. "Simpan makanan berminyak itu. Berikan gadis itu bubur gandum dan rebusan akar pahit yang ada di dapur. Tubuh manusia modern terlalu banyak terisi sampah kimia, itu sebabnya kalian begitu lemah."

Lin Qingyan hanya bisa tersenyum kecut. Dia melihat bagaimana Xue Xiao berinteraksi dengan orang-orang miskin yang mulai berani mengetuk pintu klinik. Xue Xiao mungkin dingin dan kasar dalam berbicara, tapi ia tidak pernah menolak pasien yang benar-benar menderita, meski mereka hanya mampu membayar dengan sekantong jeruk atau bahan makanan.

"Master," panggil Qingyan ragu. "Keluarga Wang... mereka mulai bertanya-tanya. Wang Ruo merasa ada seseorang yang telah merusak karyanya pada cucu Pak Tua Han. Mereka adalah keluarga yang sangat menjaga gengsi. Jika mereka tahu Anda yang melakukannya..."

Xue Xiao berhenti menumbuk obat. Ia menatap ke luar jendela, ke arah gedung-gedung pencakar langit yang angkuh.

"Gengsi?" Xue Xiao mendengus remeh. "Jika 'Keluarga Wang' ini ingin belajar tentang harga diri, aku akan mengajarkan mereka bagaimana rasanya bersujud di atas tanah yang mereka injak sendiri."

Lin Qingyan merasa bulu kuduknya berdiri. Aura yang dipancarkan Xue Xiao saat itu bukan lagi seorang tabib, melainkan seorang penguasa perang yang siap meratakan gunung.

Malam itu, di bawah sinar lampu jalanan Jing’an yang remang-remang, Xue Xiao berdiri di depan pintu kaca otomatisnya yang baru. Ia menatap bayangannya sendiri. Tubuh ini memang masih lemah dalam hal energi, tapi tulang-tulangnya sudah ditempa oleh rahasia Alkemis Abadi.

"Besok," bisik Xue Xiao pada kegelapan. "Debu-debu itu akan datang mencoba mengotori tempat ini. Dan aku akan menyapu mereka bersama sampah lainnya."

Ia tidak tahu bahwa di ujung jalan, sebuah mobil hitam dengan logo elang emas sudah mengintai kliniknya selama berjam-jam. Badai besar pertama bagi Klinik Medis Xue sedang berkumpul di ufuk timur.

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!