dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
02.
setelah dirias aku di bawa kedepan, ada meja yang di hias cantik, dan aku melihat ada penghulu di sana dan juga ayah ku, dengan wajah buruk, entak kenapa aku merasa ayah banyak pikiran sepertinya, apa ini bukan ide ayah, ah nanti saja ku tanyakan.
ya Tuhan apakah firasat buruk ini adalah pernikahan
" ayah kok ada pak penghulu aku juga di hias begini, apa aku aku menikah, dengan siapa, aku tidak mau ayah, aku masih ingin sekolah" sebegitu banyak aku bertanya pada ayah,
ayah hanya menatap ku iba, dan ayah melirik ke ibu, apa ini ide ibu?
ya ampun gila sih ini jika benar, aku akan menikah dan entah dengan siapa kenapa ibu ku konyol sekali aku saja baru berumur 17th, ya tuhan....
dan akhirnya acara ijab qabul pun tiba aku melihat calon suamiku, ya ampun aku gak kenal dan sepetinya umurnya 5 th di atas ku dia lumayan tampan tapi tetap saja aku tidak kenal, entah dari mana ibuku menemukan dia.
.
.
setelah ijab gobul selesai dan kata sah memggema di ruangan itu aku rasanya ingin pingsan saja atau aku lari saja tapi kemana di sekelilingku lautan semua
andaikan di asramaku aku sudah pasti lari ke jalan raya dan naik angkot enatah tujaan kemana yang penting lari, tapi ini aku hanya bisa pasrah saja, nasib nasib
tapi lihat saja aku harus melakukan sesuatu supaya aku aman dari yang nama nya suami, bukan aku tidak tau, kalu sudah menikah kita pasti satu kamar dengan laki laki, dan itu pernah bibiku bercerita tentang malam pertama setelah menikah
sepanjang acara aku merafalkan doa supaya di beri jalan keluar, bagai mana cara nya aku tidak tidur dengan lelaki yang bernama suami, bahan sampai saat ini aku belum tau namanya,
ya Allah bagai mana ini, hatiku berkecamuk hebat, Bahakan aku tidak fokus apa saja yang terjadi aku hanya berdiri mengikuti acara demi acara seperti robot
dan acara selesai, tamu undangan sudah pada pulang hanya tersisa kerabat dan para tetangga yang rewang yang masih bertahan dirumah,
dan aku pun tidak melihat lelaki itu yang menjadi suamiku, ku pikir aman lah, jadi aku berpikir masuk kamar saja cape sekali ingin karna sejak subuh aku belum istirahat bahkan tidak ada yang menyadari bahwa aku belum makan pun dan minum setes pun ya Allah apa mereka lupa ya. aku kelaparan di hari pernikahan terpaksa ini
ketika akan masuk kamar aku melihat bibiku di depan pintu dapur jadi aku samperin saja urung aku masuk kamar karna perutku sudah meronta tinta minta diisi, dengan pakaian pengantin dan atribut lain nya aku masuk dapur
" bibik aku lapar belum sarapan dan makan siang pun belum bahkan ini sudah sore aku kelaparan bibik" oceh ku setelah sampai di hadapan bibiku.
"ya Allah rana kenapa gak bilang klo belum makan"
" aku syok bibik tiba tiba nikah" jawabku asal
"Rana ajak suami kamu makan geh, siapa tau dia juga kelaparan" ujar bibiku
" malas ah bik"kata ku lirih.
"aku juga gak tau dia dimana"lanjut ku
" ya sudah kamu makan aja, kalo sudah istirahat ke kamar ya"
" iya bik, terimaksih.
ketika selesai makan tujuanku adlah kamar ingin cepet istirahat rebahan di kasur
ketika aku buka pintu kamar aku terkejut melihat suamiku sudah duduk di tepi ranjang sambil menatapku lekat
" ada apa kau melihatku seperti itu"
" tidak ada" jawabnya
" oh iya kamu pasti belum Taukan nama aku" kenalkan namaku Romi" kata nya menyodorkan tangan setelah melihatku masuk dan tanpa menutup pintu.
"ya" itu saja yang bisa keluar dari mulut ku, bukan gugup atau apalah, yang pasti merasa muak, karena pernikahan ini bukan ingin ku
Dan sepertinya aku merasa dia tidak keberatan dengan pernikahan ini, apa Jagan jangan dia merasa senang,
dari raut wajah nya kayak iya,dia tidak keberatan sama sekali,padahal yang aku dengar katanya pernikahan ini ide kedua orang tua kami
.
.
hallo semua nya, salam kenal,maaf ya apa bila ceritaku ini monoton atau banyak kurang nya, karna ini karya pertama aku🙏😊masih tahap belajar
semangat