NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:564
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertemuan yang tak terelakkan

Istana Timur bukan sekadar bangunan megah; ia adalah labirin emas yang menyesakkan. Bagi setiap pelayan, melangkah di koridor istana terasa seperti berjalan di atas bilah pedang. Di pusat kegelapan itu, bersemayam sang naga, Kaisar Jian Feng. Pria itu dikenal sebagai penguasa yang tak memiliki belas kasih. Kekuasaannya mutlak, namun jiwanya kering.

​Pagi itu, di ruang kerjanya yang luas dan sunyi, Jian Feng duduk dengan jubah sutra hitam yang tersampir longgar, memamerkan fisik tubuhnya yang gagah dan berotot—buah dari latihan pedang bertahun-tahun. Di atas mejanya berserakan gulungan laporan perang, namun pikirannya melayang. Ia baru saja mengusir seorang selir tingkat atas yang menangis tersedu-sedu. Baginya, semua wanita itu sama: pasrah, membosankan, dan hanya menginginkan kekuasaannya. Tak ada satupun yang mampu memicu aliran darahnya lebih cepat. Ia merasa mati rasa di tengah kelimpahan.

​“Membosankan,” gumamnya, suara beratnya bergema di ruangan yang dingin itu.

​Di luar pintu, Mei Lin berdiri dengan lutut yang gemetar. Gadis dari rakyat jelata itu baru saja diterima bekerja sebagai pelayan pembersih. Rambut hitamnya yang panjang diikat sederhana, dan separuh wajahnya tertutup masker kain putih. Ia sengaja memakainya dengan alasan sedang sakit, namun sebenarnya ia hanya ingin melindungi dirinya. Kecantikan Mei Lin yang murni sering kali mendatangkan petaka; di desanya, pria-pria memperlakukannya seperti barang rampasan. Baginya, istana adalah tempat untuk bertahan hidup, bukan untuk mencari perhatian.

​"Masuklah, dan jangan bersuara," perintah seorang pengawal dengan nada rendah.

​Mei Lin melangkah masuk, kepalanya tertunduk sangat dalam hingga ia hanya bisa melihat lantai marmer yang dingin. Ia mulai membersihkan sudut-sudut ruangan dengan gerakan yang sangat hati-hati. Namun, tanpa ia sadari, sepasang mata elang sedang mengawasinya dari balik meja kerja.

​Jian Feng awalnya tak peduli. Namun, ada sesuatu yang berbeda dari pelayan ini. Cara Mei Lin bergerak—meski tampak ketakutan—memiliki keanggunan yang alami. Jubah pelayannya yang kasar tak mampu menyembunyikan lekuk tubuh yang proporsional. Saat Mei Lin membungkuk untuk membersihkan rak buku, pandangan Jian Feng tertuju pada kaki kecilnya yang melangkah lembut.

​Tiba-tiba, sebuah sensasi yang sudah lama tidak ia rasakan menyengat sarafnya. Ia merasakan reaksi biologis yang kuat. Ereksi.

​Jian Feng mengerutkan kening, tangannya meremas pinggiran kursi kayu cendana. Bagaimana mungkin? Bagaimana aku bisa bereaksi terhadap pelayan rendahan yang bahkan tak kulihat wajahnya? batinnya penuh amarah dan rasa penasaran yang meledak-ledak.

​Ia tidak bisa menahannya lagi. Jian Feng berdiri, langkah kakinya yang berat mendekati Mei Lin yang sedang membelakanginya. Mei Lin membeku. Aroma maskulin yang tajam bercampur wangi cendana kini menyelimuti indranya.

​"Kenapa kau memakai masker itu di hadapanku?" suara Jian Feng terdengar seperti guntur yang tertahan.

​Mei Lin berbalik dengan cepat, jatuh terduduk karena terkejut. "Hamba... hamba sedang sakit, Tuan yang Agung. Hamba tidak ingin menularkan penyakit kepada Tuan," jawabnya dengan suara gemetar di balik kain.

​Jian Feng menyeringai dingin, wajahnya kini hanya berjarak beberapa inci dari Mei Lin. "Sakit? Jadi kediaman ini sekarang menerima sampah penyakitan sepertimu untuk masuk ke ruang pribadiku?"

​Tanpa peringatan, tangan besar Jian Feng mencengkeram masker itu dan menyentaknya dengan kasar. Begitu kain itu terlepas, napas Jian Feng seakan terhenti.

​Di hadapannya, Mei Lin menatapnya dengan mata bulat yang berair karena ketakutan. Wajahnya yang memerah karena demam dan malu, dipadukan dengan bibir yang penuh dan berisi, menciptakan kontras yang sangat seksi. Kecantikan yang lugu namun menggoda.

​Tanpa berkata-kata, Jian Feng menarik tangan Mei Lin, menyeretnya hingga gadis itu jatuh tepat di pangkuannya. Mei Lin memberontak kecil, tangannya mendorong dada bidang sang kaisar yang keras seperti batu, namun kekuatannya tak berarti apa-apa.

​"Wangi jasmine..." Jian Feng menghirup aroma dari leher Mei Lin, membuat gadis itu merinding hebat. "Apa yang kau lakukan sehingga tubuhmu berbau jasmine semenyengat ini, Pelayan Kecil?"

​Sebuah seringai lapar muncul di wajah sang Penguasa. Kebosanannya telah lenyap, digantikan oleh hasrat yang liar.

bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!