NovelToon NovelToon
Retired Hero

Retired Hero

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wanto Trisno 2

Setelah pahlawan terhebat berhasil mengalahkan Raja Iblis, dikhianati manusia. Dituduh berbuat kejahatan dan tak ada yang mempercayai semua yang dikatakan.

Alih-alih demi terciptanya kedamaian dunia, pahlawan bernama Rapphael Vistorness pun membiarkan dirinya ditangkap dan dihukum mati. Siapa sangka, dirinya malah mengulang waktu pada saat pertama dipanggil dari dunia lain.

Karena telah kembali, maka tugas pahlawan bukanlah tanggung jawabnya lagi. Bersantai dan berpetualang di dunia ini, saatnya untuk menikmati kehidupan tanpa beban kepahlawanan. Namun ia tak pernah lupa untuk mencari informasi, siapa dalang atas nasib buruknya dimasa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanto Trisno 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengulang Waktu (Pemanggilan)

Di sebuah tempat pemanggilan dan ibadah, yang disebut dengan 'Tempsag' para pendeta melakukan pemanggilan. Mereka memanggil seorang pahlawan dari dunia lain yang dimaksudkan untuk mengalahkan raja iblis.

Di sebuah altar berbentuk lingkaran yang digambar oleh orang suci, pemanggilan dilakukan dengan khidmat. Mereka merapalkan mantra dengan mengatasnamakan Tuhan mereka, Saglontos. Semua para pengikut agama Logantas menjalani aktifitas beribadah dalam satu tempat. Dengan kitab sucinya Lontasaglon, mereka membacakan mantra pemanggilan yang harus dilakukan oleh tiga belas Pendeta Agung.

Pendeta Agung adalah pendeta yang berada di tingkat tertinggi dari pendeta biasa. Mereka dipercayai sebagai tangan Tuhan atau Wali Tuhan yang mendapatkan wahyu untuk memanggil pahlawan.

"Atas nama Tuhan kami, Saglontos ... kami adalah jiwa-jiwa yang tersesat tanpa tuntunanMu. Berkahilah kami dengan kekuatanMu. Tuntunlah pahlawan dari dunia lain untuk menyelamatkan dunia dari raja iblis yang berkuasa. Datanglah wahai pahlawan dunia lain yang ditakdirkan. Datanglah dan kami menyambutmu dengan izin Tuhan kami, Saglontos."

Seusai rapalan diucapkan tiga kali, lingkaran pemanggilan pun menyala. Dengan sinar berwarna emas yang memancar ke langit, datang seorang remaja berusia lima belas tahun. Dengan pakaian yang berbeda dari dunia mereka.

"Akhirnya datang juga! Selamat datang, wahai Pahlawan dari dunia lain. Kami menyambut kedatanganmu dengan izin Tuhan kami, Saglontos. Berkahilah kekuatan untuk mengalahkan Raja Iblis."

Rapphael Vistorness membuka matanya setelah kematiannya. Ia mengingat peristiwa disaat pertama kali dipanggil ke dunia lain. Ia mengenakan pakaian sekolah dan saat dipanggil, ia ingat bahwa dirinya berada di sekolah dan terjatuh dari gedung tinggi.

'Mengapa? Apakah aku dipanggil kembali setelah mati? Dan mengapa ini seperti saat itu?' ucap Rapphael dalam hati. Ia melihat seorang Pendeta Agung yang memanggilnya dahulu.

Dengan tampilan dan wajah yang sama seperti pada saat pemanggilan pertama, Rapphael adalah seorang remaja berusia lima belas tahun. Pendeta Agung-lah yang memanggilnya ke dunia ini demi mengalahkan Raja Iblis.

"Aku sudah tidak percaya lagi dengan semua ini!" Seketika Rapphael memikirkan sesuatu. Lalu membuat sihir teleportasi untuk membuatnya pergi dari tempat itu.

"Apa yang terjadi? Di mana pahlawan kita? Mengapa tidak ada?" Pendeta Agung mencari-cari pahlawan yang dipanggilnya. Padahal ia baru saja melihat bayangan seorang remaja berusia lima belas tahun. Namun ia kehilangan jejaknya.

"Apakah ... apakah Tuhan tidak merestui kami? Mengapa pahlawan telah hilang? Di mana dia berada?" Pendeta Agung lainnya juga kebingungan. Seakan Tuhan mereka tidak merestui kedatangan pahlawan.

Akibatnya mereka saling ribut dan menuduh satu sama lain. Menganggap bahwa salah satu dari mereka adalah penghianat ataupun mereka menganggap bahwa mereka melakukan kesalahan.

Karena tidak melihat pahlawan yang mereka panggil, mereka kembali melakukan ritual pemanggilan. Kali ini mereka pun gagal dan tidak bisa memanggil pahlawan lagi. Mereka terus mencoba puluhan kali hingga berhari-hari sampai terpanggillah pahlawan lain.

***

Setelah melakukan teleportasi, Rapphael Vistorness pun berdiam dan memikirkan sesuatu. Kini ia telah berada di pinggiran hutan. Di mana ada banyak pohon dan semak-semak yang tumbuh mencapai satu meter lebih.

"Apa ini? Dunia ini sama seperti saat aku dipanggil untuk pertama kali." Yang diingat bahwa ia berada di pinggiran hutan di dekat kota. Ia melihat ke kota yang terlihat sama seperti pada saat dirinya dipanggil pertama kali.

Tubuhnya pun kembali pada saat usianya masih lima belas tahun. Juga mengingat tentang jam yang didapatkan dari raja iblis berputar berlawanan arah. Ia berpikir bahwa ia telah kembali pada masa lalu. Meskipun hanya argumen yang belum tentu kebenarannya. Dirinya juga memiliki keluhan akan dunia yang memusuhinya.

"Jika asumsiku benar, ini mungkin dunia saat aku dipanggil. Ah, rasanya nostalgia sekali. Namun kali ini tidak mungkin menjadi pahlawan. Apalagi manusia-manusia di dunia ini tidak tahu terima kasih."

Menatap lama kota yang dulu tempatnya dipanggil, kini ia hanya bisa mengkhawatirkan dirinya sendiri. Jika tidak ada pahlawan di dunia ini, maka Raja Iblis yang akan berkuasa. Namun ia tidak peduli dengan dunia yang isinya orang-orang tidak tahu balas budi itu.

Meski sudah dibantu berkali-kali, mereka malah semakin banyak menuntutnya sebagai seorang pahlawan. Dulu, ia juga mengalami hal-hal yang mengkhawatirkan. Sebagai seorang pahlawan, bukannya dihormati, malah dianggap sebagai budak yang harus melindungi mereka dari marabahaya.

Alasan menjalani kehidupan yang pahit adalah akibat perkataan dari Pendeta Agung. Bahwa seorang pahlawan harus memiliki sifat rendah hati, sederhana dan tidak mengharapkan kekayaan. Sehingga bantuan atas kepahlawanannya, diberikan kepada Pendeta Agung. Pendeta Agung berpendapat bahwa harta yang diperolehnya akan disumbangkan pada rakyat miskin. Meski begitu, kemiskinan dan perbudakan masih saja menjadi hal biasa bagi dunia yang ditinggalinya sekarang.

Rapphael beranggapan bahwa dunia yang saat ini ia hidup, ia dapat ketenangan dan membantu banyak orang. Nyatanya ia telah hidup dalam penghianatan dari orang-orang yang ia percayai. Apalagi para pemangku jabatan teratas. Mulai dari Pendeta, Pendeta Agung, para prajurit sampai atasnya lagi. Hingga para menteri dan raja yang memerintah negara. Semua adalah orang yang tidak akan ia percayai lagi.

Kerajaan Dunggos adalah sebuah kerajaan dari dunia yang disebut sebagai bumi yang lain. Meskipun mereka menyebutnya sebagai bumi, tetapi berbeda dengan bumi yang ditinggali Rapphael sebelumnya. Karena ia berasal dari dunia lain yang dimana dirinya adalah seorang murid sekolah biasa.

Pertama-tama, ia harus mencari makan dan pakaian agar tidak terlihat asing. Sehingga dengan bebas berkeliaran di kota dan memulai kehidupan barunya. Ia juga memulai melatih sihir, apakah kekuatannya yang dahulu masih bisa digunakan atau tidak.

Dunia yang memandang kekuatan dan ketrampilan unik dari setiap manusianya. Orang-orang bekerja dengan bakat sihir yang dikuasai. Jika masih memiliki kekuatan sihir, maka ia bisa meningkatkannya agar setara dengan Raja Iblis. Ini adalah rencana masa depan, demi melindungi dirinya sendiri.

"Status!" ucap Rapphael. Dan ia pun melihat statusnya. Ada sebuah hologram/layar yang menampilkan semua ketrampilannya. Termasuk ketrampilan sihir, teknik pedang, memanah dan sebagainya.

Rata-rata setiap orang memiliki satu atau dua kemampuan saja. Misalnya kemampuan untuk memanipulasi sihir api, maka ia hanya memiliki sihir api saja.

Ada juga yang memiliki dua kemampuan sihir. Misalnya kemampuan dalam menggunakan sihir api dan sihir penyembuhan atau sihir lainnya. Bisa juga memiliki kemampuan dua sihir elemen. Misalnya sihir air dan tanah bersama atau yang lainnya.

Beruntungnya kemampuan Rapphael tidak terbatas. Hanya perlu meningkatkan stamina dan kekuatannya. Sehingga ia mampu bertahan hidup di dunia yang pernah membuatnya kecewa.

"To-long!" teriak seorang gadis meminta pertolongan. Di lehernya terdapat kalung sebagai tanda budak. Merupakan budak yang baru dibeli namun malah dibawa para perampok.

"Hahaha! Tidak ada yang bisa menolongmu, budak sialan! Budak sepertimu meski tidak terlalu mahal, tetap berharga."

"Benar sekali. Jangan coba-coba untuk lari dari kami. Sekarang tuan yang membelimu sudah mati. Maka dengan begitu, kami adalah pemilikmu untuk sementara waktu."

***

1
anggita
mampir lewat ng👍like aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!