NovelToon NovelToon
Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shafira Azzahra, tidak menyangka laki-laki yang dulu selalu baik dan royal berubah ketika dirinya sudah menikah dengan Aris Permana. Aris, suaminya menunjukkan sifat aslinya yang pelit dan perhitungan dengannya. Apalagi sikapnya yang lebih mengutamakan keluarganya dibandingkan dirinya yang sebagai istri.

Setiap hari Shafira akan dikasih jatah belanja 20 ribu sehari oleh suaminya, Aris. Setiap hari Shafira harus memutar otak, harus dibuat apa dengan uang 20 ribu rupiah. Jika lauk tak enak, Sharifa'lah yang akan mendapatkan makian dari mulut julid keluarga suaminya.

Akhirnya Shafira memanfaatkan waktunya dirumah dengan menulis novel dan berjualan online dengan nama pena dan nama tokonya memakai nama samaran agar suami dan keluarganya tidak tahu kalau Sahfira juga memiliki penghasilan.

Suatu hari Shafira tidak sengaja melihat sang suami sedang jalan dengan seorang wanita. Karena mencium bau bau perselingkuhan, Shafira pun mulai masa bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Lima

"Hah??"

Kenzo berkedip-kedip mendengar ucapan Satria.

"Nita siapa?"

"Lah kan lo bilang suka sama perempuan yang duduk di deket gue, itu kan namanya Nita, dia juga kerja diperusahaan lo Ken." seru Satria.

"Bukan yang itu jangkrik! Tapi temannya yang namanya Shafira, yang duduk didekat perempuan yang lo maksud itu." ujar Kenzo ketus.

"Namanya Nita bos."

"Iya iya.. Nita." ujar Kenzo senyum-senyum.

"Huff.. Untunglah." ujar Satria bernafas lega.

"Lo kenapa sih?" Tanya Kenzo.

"Gak ada." jawab Satria.

Kenzo mengendikkan baju acuh melihat respon Satria.

Tringg..

Lamunan Kenzo buyar saat mendengar ponselnya berbunyi, tertera nama sang ibu yang menelpon.

"Hallo Ma.." sapa Kenzo, terdengar suara lembut menyahut disebrang telpon.

"Kamu lagi dimana Ken?" Tanya Dinda, mama Kenzo.

"Ini lagi dijalan Ma, kenapa? "

"Kamu cepat pulang ya Ken, mama tunggu.

Jangan mampir kemana-mana dulu lho. Bye sayang."

Nut.. Nut..

Setelah menyuruh Kenzo pulang, mama Dinda langsung mengakhiri panggilannya.

"Tante kenapa Ken?" Tanya Satria.

"Mama nyuruh langsung pulang. Aneh, biasanya mama gak pernah nyuruh pulang cepat-cepat." ujar Kenzo yang merasa aneh dengan mamanya.

"Mungkin tante lagi ada perlu sama lo Ken, atau tante mau minta antar kesuatu tempat." pikir Satria.

"Biasanya juga kalau mau pergi-pergi mama lebih suka sendiri, atau gak diantar sama supir."

Satria mengendikkan bahunya fokus menyetir.

"Tante, kak Ken kapan pulangnya." ujar Angel bergelayut manja pada mama Dinda.

"Kak Kenzo lagi dijalan pulang sayang, sebentar lagi juga sampai. Kamu yang sabar ya." ucap mama Dinda lembut.

"Padahal Angel niatnya mau buat kejutan untuk kak Ken, eh tahunya kak Ken gak ada dirumah." ujar Angel mengerucutkan bibirnya.

"Gak pa pa sayang, kak Kenzo pasti senang bisa ketemu sama kamu lagi sayang, kamu sih betah sekali di Paris, sudah setahun lebih baru ingat pulang." ujar mama Dinda sambil membelai lembut rambut Angel.

Mama Dinda sangat menyayangi Angel, anak dari sahabatnya itu, karna mama Dinda juga tidak memiliki anak perempuan. Dari kecil Angel sering dititipkan oleh mamanya dirumah mama Dinda untuk bermain bersama Kenzo dan juga Satria. Umur Angel selisih dua tahun saja dari Kenzo dan Satria.

Kenzo dan Angel pernah dijodohkan oleh kedua orang tuanya, tapi Kenzo menolak. Ia berdalih kalau sudah menganggap Angel seperti adiknya. Mama Dinda juga tidak memaksa, ia tidak ingin memaksakan kehendaknya yang ingin menjodohkan anaknya dengan anak dari sahabatnya demi persahabatannya dengan mamanya Angel.

Yang penting anaknya bahagia.

Tapi Angel dan mamanya terus berusaha membujuk mama Dinda supaya ia terus membujuk Kenzo agar Kenzo mau menikah dengan Angel.

"Assalamu'alaikum ma.." seru Kenzo yang baru masuk kedalam rumah dan belum melihat keberadaan Angel.

"Kak Ken.. " pekik Angel yang langsung berlari dan memeluk erat Kenzo yang terlihat melongo ditempatnya.

Sedangkan mama Dinda tersenyum geli melihat ekspresi tertekan putranya.

"Kak Ken kok lama sekali sih pulangnya, Angel kangen lho sama kakak, kita udah lama gak ketemu. Kak Ken juga gak pernah mau angkat telpon dari Angel sih." ujar Angel mengerucutkan bibirnya.

"Kamu apa-apa an sih main peluk-peluk aja, lepasin ih, engap." ketus Kenzo saat sudah sadar dari rasa terkejutnya.

"Kak Ken ih masih aja ketus gitu sama Angel. Aku kangen tau sama kakak. Emangnya kakak gak kangen gitu sama aku." ucap Angel manja memanyunkan bibirnya.

"Nggak." ketus Kenzo.

"Kakak! Tante, lihat kak Ken nih." adunya pada mama Dinda yang hanya geleng-geleng kepada melihat tingkah keduanya.

"Ya udah, kalian ngobrol berdua aja dulu. Mama mau masuk dulu ya." ujar mama Dinda sambil berjalan meninggalkan keduanya.

"Ah tante memang pengertian sekali." seru Angel senyum-senyum.

'Sial, ngapain sih si ondel-ondel ini balik lagi ke Indonesia. Udah bagus-bagus tinggal di Paris, kan aman dunia gue.' gerutu Kenzo dalam hati.

"Kamu jangan nempel-nempel mulu dong Mar, kalau orang lain lihat bisa-bisa mereka salah paham." ketus Kenzo yang tidak ada lembut-lembutnya pada Angel.

"Ih kak Ken, kebiasaan. Jangan panggil Mar dong, panggil Angel kak." ujar Angel merajuk.

"Lebih bagus juga dipanggil Mar, nama kamu Maria Angel kan?" Tanya Kenzo, dan dengan polosnya Angel pun mengangguk.

"Nah, kan sama aja." ujar Kenzo menghiraukan Angel yang sudah ngambek. Memang sedari kecil Kenzo maupun Satria selalu memanggil Angel dengan sebutan Mar.

"Gak gaul, apa an Mar Mar."

"Kamu ngapain kesini."

"Kakak kok ngomongnya gitu sih, aku kangen sama kakak. Kita keluar jalan-jalan yuk." ajak Angel.

"Kamu gak lihat kakak baru pulang, aku capek." ujar Kenzo ketus.

"Ih, kakak selalu gitu. Padahal Angel baru sampai rumah terus belai-belain langsung datang kesini demi kakak. Ayo dong kak, kita Jalan-jalan." rengek Angel.

"Kamu ajak Satria aja sana, kakak capek kalau sekarang."

"Ah males kalau sama Satria, dia itu suka resek orangnya."

"Kapan-kapan aja deh, kakak capek, masih banyak kerjaan kantor juga yang belum kakak beresin." ujar Kenzo yang malas meladeni keinginan Angel.

Angel terus merengek, tapi Kenzo tidak memperdulikan rengekan Angel itu.

Setelah puas berkeliling dan mencari beberapa perabotan rumah, Shafira dan kedua sahabatnya langsung pulang karna waktu sudah sore. Shafira langsung diantar kerumah barunya yang sudah berdiri kokoh, yang sudah siap diisi dengan perabotan rumah.

Rumah minimalis yang tidak terlalu besar, cukup luas untuk Shafira yang tinggal seorang diri.

"Assalamu'alaikum.." ucap Shafira ketika memasuki rumahnya, meskipun tidak ada yang menyambut tapi Shafira tetap mengucapkan salam ketika masuk rumah.

"Pada akhirnya aku kembali lagi kerumah ini, meskipun rumah ini masih baru, tapi aku anggap rumah ini tetap peninggalan ayah sama bunda. Andai ayah bunda masih ada, aku gak akan kesepian." gumam Shafira sambil menyusuri rumahnya yang masih kosong melompong, tidak ada perabotan apapun.

Shafira sudah membeli perabotan untuk rumahnya, tapi akan diantar paling lambat besok.

"Alhamdulillah.. Shafira bisa bangun rumah peninggalan ayah sama bunda. Maafin Shafira ya ayah, bunda, karna Shafira harus merubuhkan rumah lama kita. Bukan Shafira mau menghilangkan kenangan kita dirumah lama, tapi rumah itu sudah tidak bisa direnovasi lagi, semuanya sudah rusak, bahkan rumah kita hampir rubuh, ayah bunda." lirih Shafira menangis mengingat kedua orang tuanya yang tidak bisa menikmati hasil kerja kerasnya.

"Mas, kenapa seserahan yang kamu bawa ini isinya barang-barang murah semua mas! Ini pasti beli dari pasar kan?" amuk Fela yang tidak percaya melihat isi didalam kotak seserahan yang dibawa Aris untuknya, tidak sesuai dari tampilan luarnya yang terlihat mewah.

"Terus kamu berharapnya barang-barang yang seperti apa hah? Itu sama aja, yang penting bisa kamu pake." ujar Aris yang merasa tersinggung dengan ucapan Fela.

"Mau dipake gimana, ini tuh kualitasnya gak bagus, bahannya kasar semua. Terus ini lagi, mahar yang kamu kasih, ini emas muda. Pokoknya aku gak mau tahu, kamu harus ganti semuanya." sentak Fela yang tidak terima dengan pemberian Aris yang menurutnya barang murah semua. Jauh dari espektasinya.

"Kamu jangan banyak nuntut dong Fel, masih mending mas mau nikahi kamu." balas Aris membentak Fela. Sudahlah bercerai dari Shafira, sekarang istri barunya malah banyak menuntut ini itu lagi. Aris pakin pening dibuatnya.

"Wajar dong aku marah sama kamu mas, ini semua jauh dari apa yang aku minta." ujar Fela emosi.

Ia tidak bisa membayangkan bagaimana malunya kalau Andin sepupunya yang tidak pernah akur dengannya itu melihat semua barang seserahan miliknya, pasti sepupunya itu akan semakin puas mengejek dan menertawakan dirinya.

"Kamu kan tahu kalau uang tabungan mas hilang, ya udah segitu aja dulu. Nanti kalau mas ada uang, mas belikan yang lain." ujar Aris akhirnya mengalah.

Ia malas berdebat dengan Fela. Apalagi fikirannya masih tertuju pada mantan istrinya itu. Ia masihlah belum ikhlas melepaskan Shafira. Apalagi melihat penampilan mantan istrinya yang sangat cantik, tidak seperti biasanya yang selalu memakai daster lusuh ketika dirumah. Seketika Aris merasa menyesal sudah menceraikan Shafira, impiannya beristri dua kandas sudah.

"Kamu beresin pakaian kamu itu kita langsung pulang kerumah, ibu sudah nunggu diluar. Cepetan, gak pake lama." ketus Aris sembari keluar dari kamar Fela.

Entah kenapa ia jadi malas melihat istri barunya itu. Padahal sebelum menikah, ia selalu terpesona dengan kecantikan Fela.

"Arghh.. Sialan! Awas kamu mas, aku gak terima kamu tipu begini. Kamu harus ganti semuanya, pokoknya semua gaji kamu aku yang harus pegang. Supaya aku bisa puas beli barang-barang yang aku mau." ujar Fela bertekad akan menguasai semua gaji Aris.

1
Desi Belitong
aku suka dia melawan bukan hanya bisa nangis💪💪
Aisyah Sabilla
THOR KAPAN UPDATE
Iry: kemungkinan bsk aku update langsung banyak yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!