NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua

Pagi-pagi sekali Aku di kejutkan dengan ketukan dari balik pintu kamar. Aku yang baru saja mau tertidur sehabis tadarus setelah shalat subuh membuka mata dengan malas.

Suara ketukan itu semakin menjadi ketika Aku tidak menyahut panggilannya. Padahal pintu tidak dikunci, tapi ibuku tetap ingin Aku yang membukakan pintu.

Pernah Aku bertanya perihal itu, katanya biar Aku langsung bangun. Niatku jadi pengangguran adalah biar bisa bangun siang pupuslah sudah, ternyata tidak semudah itu, kisanak!

“Dindaaa! Cepat bangun!” teriak ibuku lagi.

Tok.. Tok.. “Istrinya Kim Taehyung?” rayu ibuku lembut.

Krieeet...

“Hoam... Kenapa, Bu? Dinda masih ngantuk banget loh ini. Sepuluh menit lagi ya, please?” ucapku dengan wajah kubuat memelas.

“Sudah Kim Dinda, bangun! Sudah siang ini, anak gadis itu harusnya sudah masak pagi-pagi bukan tidur lagi. Bagaimana kalau tinggal di rumah mertua nanti?” omel ibu Elyana.

Aku hanya memejamkan mataku. Tentang kantuk dia sudah menguar jika sudah menyinggung tentang mertua, “Ibunya Kim Taehyung nggak cerewet, bu. InsyaAllah.” gumamku yang masih didengar Ibu.

“Makanya, cepat antarkan ini ke rumah ibunya Kim Taehyung!” ucap Ibu yang membuat mataku terbuka sempurna.

”Maksud Ibu?” tanyaku tidak mengerti.

“Sudah cepat buka mukenah dan siap-siap, Ibu tunggu di teras.” titah kanjeng ratu dan meninggalkanku dengan seribu tanya dalam kepala.

Aku bergegas untuk bersiap, rasa penasaran ini sudah di ubun-ubun karena ucapan Ibu. Aku tuh paling sulit jika sudah melibatkan Kim Taehyung!

Foto besar wajah Kim Taehyung di dinding yang Aku gantung tepat di atas kepala ranjang terus menatapku seolah cemburu, “Kamu tenang suamiku, Aku nggak akan berpaling kok.”

Meski belum mandi, Aku tetap memakai make up tipis-tipis dan sudah wangi. Bertemu calon mertua harus begitukan? Asal jangan ada yang beritahu bahwa Aku belum mandi. Kunci motor sudah di tangan, Aku berjalan cepat menuju depan rumah.

“Di mana rumahnya, Bu?” tanyaku setelah menjinjing tas karton berisi kotak makanan di atas meja.

Melihatku membawa helm, ibu cepat mencegah, “Nggak usah pake motor apalagi helm, rumahnya dekat ini kok.”

Alisku nyaris menyatu karena bingung.

“Rumahnya di sebelah kiri rumah kita.” beritahu ibu Elyana.

Sontak mataku melebar, bibirku mencibir.

“Terus siapa yang ibu sebut Kim Taehyung?” tanyaku tak terima.

“Mas Aydan lah!”

“Dih!” refleks Aku berucap, tidak terima manusia masker di sebut mirip suamiku.

Ibu mendengus pelan, “Kamu nggak percaya?”

“Nggak lah!” sahutku cepat. Tidak ada yang bisa menyerupai Kim Taehyung-ku.

Aydan si manusia masker mirip Kim Taehyung suamiku? Nggak terima Aku!

“Ya udah terserah kamu, nanti kamu lihat aja sendiri wajahnya. Cepat antar sekarang nanti keburu dingin kuenya.” desak Ibu tidak sabar.

Aku menghembuskan napas pelan. Ah, gara-gara tetangga baru itu jatah tidur pagiku berkurang. Padahal ini adalah hari liburku sebagai aspri ketua RT.

Aku berjalan gontai menuju rumah Ummi Lailatul, beruntung wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu ada di samping rumahnya sedang menyapu halaman yang penuh reruntuhan daun, jadi Aku tidak perlu memanggil apalagi mengetuk pintu rumahnya. Ummi Lailatul sedang berdiri membelakangi jadi tidak menyadari kedatanganku. Andaikan itu ibu, pasti sudah Aku kejutkan dia.

“Assalamu'alaikum?”

Mendengar suara merduku Ummi Lailatul langsung berbalik dan tersenyum ramah, “Wa'alaikumussalam warahmatullah. Dinda?”

“Iya, Ummi. Dinda mau mengantarkan titipan dari Ibu.” Aku berikan tas karton yang kutenteng dari rumah.

Ummi Lailatul tertegun sesaat, “MasyaAllah... Alhamdulillah... ” ucapnya dengan mata berbinar. “Terima kasih banyak ya Dinda. Tolong sampaikan juga terima kasih dari Ummi untuk Ibu El. Terima kasih banyak.”

Kebahagiaan terpancar yang tulus dari netra teduh milik Ummi Lailatul menular. Hatiku terasa hangat menatapnya.

“Sebentar ya,” Wanita paruh baya itu meletakkan sapunya di dinding rumah, dan mencuci tangannya di keran. “Ayo Dinda masuk dulu.” ajaknya.

Cepat Aku menolak, “Eh lain kali saja, Ummi. Dinda nggak bisa lama soalnya.”

“Begitu ya? Ya sudah nanti kotaknya, InsyaAllah nanti sore Ummi kembalikan ya?” ucapnya lembut.

Aku mengangguk singkat dengan senyum tak kalah ramah. “Nggak perlu terburu-buru, Ummi. Kalau begitu Dinda pulang ya?”

Sebelum berbalik Aku menoleh ke arah rumah mewah yang terlihat sepi, ingin melihat seseorang yang Ibu sebut mirip suamiku. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.

Dah lah.

Bruk!

Aku terjatuh saat berbalik.

Ummi Lailatul cepat membantuku meski terlambat karena Aku sudah terduduk di tanah.

“Awh!” Aku meringis kesakitan, bokongku...

Di depanku berdiri menjulang tinggi sosok yang memakai baju koko putih dan sarung hitam.

Manusia masker.

Dialah yang menabrakku! Eh sebentar dia yang menabrakku atau Aku yang menabrak dia? Ah sudahlah dia saja yang menabrak, biar dia yang bersalah.

“Minta maaf dengan Dinda, Aydan.” titah Ummi Lailatul.

Manusia masker itu hanya menatapku sekilas, namun sebelumnya Aku sempat melihat dia terkejut saat Aku terjatuh karena ulahnya.

“Hm.” kata manusia masker itu acuh. Lalu langsung masuk ke dalam rumah.

Dih!

“Mana yang sakit?” tanya Ummi Lailatul lembut, wajahnya tampak khawatir.

Di sela meringis karena kesakitan Aku melihat sosok manusia masker di balik jendela kaca rumah besar Ummi Lailatul yang sedang melihat ke arahku. “Di sini Ummi,” Aku mengadu bagian bokongku, “Tapi nggak papa nanti juga hilang sendiri, Ummi do'akan aja ya?” kataku bijak, padahal dalam hati ingin mengumpat putranya.

“Maafkan Aydan ya, Nak.” kata wanita paruh baya pemilik netra teduh itu lagi.

Lagi-lagi Aku terkesima dengan suara halusnya. Ah andaikan punya mertua sebaik Ummi Lailatul, benakku. Namun Aku cepat menyadarkan diri, jika Ummi Lailatul jadi mertuaku itu berarti manusia masker yang jadi suamiku!

Tidak, tidak.

“Ummi, apa Ummi mau jadi mertuaku?” tanyaku spontan, lalu cepat menutup mulut. “M-maksud Dinda, putra Ummi yang lain.” Aku meralat cepat, kugigit ujung lidahku.

Semoga manusia masker itu tidak mendengar, harapku dalam hati.

Ummi Lailatul terkekeh mendengar ungkapanku, “Kalau mau jadi menantu Ummi, hanya bisa nikah sama Aydan. Karena anak Ummi yang masih hidup hanya Aydan.”

Aku tersenyum kikuk. Aku menggaruk dahiku yang pura-pura gatal. Perlahan Aku berdiri karena sakit bokongku sudah sedikit berkurang.

“Kalau gitu Dinda pulang dulu ya, Ummi.” pamitku kepada calon mertua. Duh, apaan sih!

“Dinda sudah nggak papa?” tanya Ummi Lailatul kembali dengan wajah khawatir. “Apa perlu Aydan antar?”

Aku sungguh tertegun, bagaimana mungkin rumahku dan rumah Ummi Lailatul yang hanya dihalangi tembok setinggi tubuhku mesti di antar? Apalagi yang mengantar manusia masker.

No!

Aku menolak tawaran aneh itu dengan lembut.

Jalanku terlihat normal saat masih berada di halaman rumah Ummi Lailatul sampai rumahku agar Ayah dan Ibu yang tengah menikmati secangkir teh di teras tidak curiga, namun ketika sampai kamar jalanku seketika pincang. Musibah tadi benar-benar menyakitiku, harusnya manusia masker itu bertanggung jawab, tapi Aku malas berurusan dengannya.

Kurebahkan tubuhku di atas ranjang yang belum sempat kurapikan karena ingin melihat Kim Taehyung, tapi ternyata zonk.

“Ah Kim Taehyung suamiku...” senyumku seketika mereka saat melihat foto Kim Taehyung tersenyum ke arahku. “Kamu sudah nggak cemburu lagi ‘kan?”

Kemudian mataku beralih ke jam dinding berwarna kuning yang di tengahnya ada fotoku dan Kim Taehyung, “Baru jam tujuh, masih sempat tidur—”

Tok.. Tok.. Tok...

“Kim Dindaaa!”

Aku memejamkan mata, tapi bukan karena mengantuk tapi menahan emosi. Itu adalah panggilan berbau bujukan dari sahabatku, Aira. Anak orang terkaya di tempatku.

“Nggak usah masuk!” teriakku.

Ceklek!

Tuh kan, nggak perlu dipersilahkan, dia bahkan langsung masuk kalau dilarang.

“Din, lo belum siap-siap?” katanya dengan tangan berkacak pinggang.

“Iya ini mau siap-siap,” jawabku santai, “Siap-siap mau tidur.”

Srett.. Aira menarik selimut yang sedang kupakai untuk membenam seluruh tubuh.

“Lo udah janji hari ini mau joging, Udin! Sudah dua tahun lebih lo ngajakin gue joging, tapi sampe sekarang nggak jadi-jadi.” Aira melipat kedua tangannya di depan dada, kesal.

“Mingdep deh, InsyaAllah.” sahutku pelan.

Aira berdecak, “Minggu depan gue mau ikut Papi gue ke Korea, Udin!” katanya mengingatkan, “Gini deh kalo kita joging hari ini nanti gue beliin oleh-oleh berbau Kim Taehyung khusus buat lo!”

Sontak Aku langsung berdiri dan merapikan kasurku. Tanpa bicara Aku langsung berganti pakaian joging yang sudah Aku beli dua tahun yang lalu. Untung masih muat.

“Ayo berangkat!” ucapku semangat.

Aira yang tadinya terkejut dan melongo karena aksiku, langsung tertawa setelah Aku tiba-tiba sudah siap.

Iya dong, kapan lagi ‘kan dapat pernak-pernik Kim Taehyung langsung dari Negara asalnya! Gratis pula.

“Kita mau joging di mana?” tanyaku saat sudah di teras rumah.

“Kita mulai dari rumah lo sampai taman depan komplek aja, terus pulangnya jalan sambil jajan-jajan.” kata Aira semangat.

Kami mulai berlari kecil menuju taman depan komplek yang ternyata cukup jauh jika hanya berjalan kaki. ‘Ah, andai tahu semelelahkan ini, lebih baik pakai motor saja!’ batinku.

Sedangkan Aira, sahabatku itu masih terlihat full energy dan berlari meninggalkanku dibelakangnya, darimana dia mendapatkan tenaga?

Semakin lama kakiku terasa seperti tak bertulang. Semakin mendekati taman pandangan mataku semakin buram. Apakah Aku akan pingsan untuk pertama kalinya dalam seumur hidupku?

Bruk!

Aku hampir saja menjatuhkan tubuhku di tanah, namun tangan kokoh juga kekar manahan tubuh lemahku dari belakang.

Mata kami bersirobok. Aku pernah melihat mata itu, dan...

Masker hitam.

“Dinda?” Panggil Aira.

Bruk! Aku terjatuh ke tanah, manusia masker itu melepaskan pegangannya. Tapi sempat-sempatnya Aku menarik masker hitam lelaki itu sebelum benar-benar terjatuh.

“Suamiku?” ucapku spontan saat melihat wajah Kim Taehyung.

***

1
Sari Saputri
kim Taehyung kw sang suami antah berantah (kata kim dinda) tolong jangan membuat usaha kim dinda sia2 😄
Tinta Kuning: perang part 2 wkwk
total 1 replies
Sari Saputri
abi mertua tau aja kesukaan menantu nya
Sari Saputri
woaahahahahahaa...🤣
Sari Saputri
Eaaaa.... kim dinda tolong di ingat2 /Joyful/
Fitra Sari
lanjut donkk
Tinta Kuning: wait...
total 1 replies
Sari Saputri
derita suami kedua, kim Taehyung segala galanya mas dokter kim Taehyung kw tolong maafkan kim dinda🤭 di mohon sabar dan ikhlas nya
Sari Saputri
tamu yang di usir 🤣
Sari Saputri
si pacar posesif dan si pacar yang menuruti semua kemauan asal senang
Sari Saputri
sat set sekali Aira dan kak jonie dah langsung pacaran aja
Sari Saputri
kim Taehyung kw sudah bisa gombal-gambil yahh sekarang. semakin hari apakah semakin tergodakah kim dinda 🤣
Sari Saputri: kim Taehyung meresahkan 😄
total 2 replies
Sari Saputri
jadilah pasien teladan kim dinda 🤭
Sari Saputri: mon maaf kim dinda di
total 2 replies
Sari Saputri
Allaahu Akbar 😄
Sari Saputri
ingat kim dinda, kamu wanita bersuami
Tinta Kuning: wkwkwkkw 🤣
total 1 replies
Sari Saputri
kasihan kim dinda gak bisa mengekspresikan ke absurd nya hanya mengandalkan jempol itupun di kalahkan langsung oleh kelingking ibu El 🤣
kim dinda minggu depan akan ada resepsi ngak ada bantahan kah, jadi sudah sangat legowo
Sari Saputri: hayuklah, gaskeun thor
total 2 replies
Sari Saputri
hahahahahaa.... iya lagi 🤣
Sari Saputri
ciyyeeee kim dinda di gendong mas dokter kim Taehyung kw, lanjut lagi thorr...
double up dong😍
Sari Saputri: /Heart/
total 2 replies
Sari Saputri
aaiisshhhh.... kalau masalah duit gak bisa di tolak 🤣
Sari Saputri
hahahaaaa.... maafkan readermu ini yah author yang selalu hahahahaaa... tiap baca kim dinda
Tinta Kuning: takpa takpa, di sini Kim Dinda memang hadir untuk menghibur para readers🤭
total 1 replies
Sari Saputri
baru engeh yang satu dokter khusus pria dan yang satunya khusus wanita 😄
Sari Saputri
TO THE POINT sekali kamu kim dinda, apakabar Aira tetiba langsung di sodori kim dinda untuk jadi pacarmu 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!