Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang.
Sebagian hanya meninggalkan jejak—di tanah yang pernah mereka pijak, di sumpah yang tak pernah ditarik, dan di kisah yang terus dibisikkan dari generasi ke generasi.
Di tengah zaman yang bergejolak, nama Prabu Munding Jayananta mulai disebut-sebut.
Bukan sebagai penakluk yang haus kuasa, melainkan sebagai raja yang menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di bawah satu panji,
Namun semakin luas persatuan terbentuk, semakin besar ujian yang datang.
Musuh tidak selalu datang membawa pasukan.
Sebagian hadir sebagai ambisi, dendam lama, dan kebenaran yang diperdebatkan.
Jejak Sang Raja adalah kisah tentang persatuan, legenda, dan harga yang harus dibayar ketika seorang raja memilih untuk dikenang—bukan sebagai penguasa mutlak, tetapi sebagai jejak yang mengubah arah sejarah.
Jejak sang raja adalah seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;
Tahta berdarah sang pangeran
Pendekar mesum berambut perak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Inikah raja mu ??
Berapa lama perjalanan dari sini sampai majayan?
berjalan kaki 2 pekan, pakai kuda satu pekan .
ahh .lumayan jauh ya..
eh murid Anom .apa kamu punya ilmu lari cepat..??
ohhh.. punya.. memang nya kenapa paman guru..
jika pakai ilmu lari cepat di tingkatan mu, kira kira berapa hari .
" hmpp aku tak pernah mencobanya sih..mungkin lima hari.."
baik .kita pakai ilmu lari cepat saja, kami akan mengimbangi sesuai tingkatan mu..
padahal jika kami mau .Tiga hari juga sampai.
ohhh... begitu ya.. terserah paman guru saja..aku ikut arahan paman guru..
" hei..mayesh...siapkan formasi nya..
" baik ketua .."
orang yang bernama mayesh adalah salah satu dari tiga tetua sekte yang ikut ke Martapura,
Dia mengeluarkan kertas warna kuning, berukuran panjang satu jengkal dan lebar se telapak kan tangan.
Ini adalah kertas jimat..
Mayesh membuat gerakan seperti menulis di atas kertas jimat itu.
Selesai satu dia buat yang kedua..begitu seterusnya sampai ada lima kertas jimat yang dia buat dalam waktu singkat.
Dengan langkah pa kua, Baguazhang , mayesh membuat jimat jimat itu terbakar di udara dengan sendirinya.
" selesai.. ketua .!!"
" apa yang dia lakukan paman guru..?"
" huh .orang udik...tetua mayesh membuat portal pelarian tau..!!"
" porlal pelarian?? Lari dari apa ? Memang nya ada bahaya..?
kita ke Majayan..bisa ada bahaya apa??"
' murid anom..kamu kelihatannya sangat bangga pada.majayan dan orang bernama munding itu ya??
" ohh...sudah jelas paman guru... setelah guru mendiang prabu jaya laya, prabu munding lah yang kedua...."
" ingat umur ..kamu seperti anak kecil mpu... "
" kalian juga yang memulai... kalian terlalu sombong...dunia itu luas coy...!!
" ah.. sudah..biar nanti dia lihat kenyataan Mayesh...betapa jauh nya perbedaan dia dengan kita..
rekan tetua mayesh melerai mereka berdua.
' Anom..portal pelarian itu sebagai titik tujuan fungsinya banyak, bukan hanya untuk melarikan diri saja..
Candra Naya melanjutkan
.jarak Martapura dan majayan jauh.. dengan adanya portal di sini,saat pulang dari Majayan kita bisa menggunakan jimat pelarian untuk sampai martapura dalam sekejap.."
" ohhh... begitu.ya..(" cuih...repot banget ..kalau cuman untuk itu, Rajaku tinggal melangkah kan kaki)batin mpu gambir Anom.
" hahaha ...kaget kan..kaget kan ..ini baru salah satu dari sekian banyak perbedaan kita murid Anom..hahaha ..
ya sudah , mayesh bagikan...
siap ketua... kemudian mayesh membagikan kertas jimat pada tiap orang.
Di depan mpu Gambir Anom dia berhenti..
" ahhh habis... tapi jangan takut mpu...kamu nanti bisa aku tarik kok .hahaha..
" cihhh...siapa butuh jimat...kalian tinggal aku di majayan pun tak masalah ...malah senang.
Sudah.. sudah..Anom..ayo berangkat..kamu duluan, tunjukkan jalan nya..!
" serius paman guru?
serius lah...kamu duluan kami juga tidak akan tertinggal..!!"
baiklah...ikuti aku ya ." tatar Bayu...! hyattt "
suara mpu Gambir Anom masih terdengar,orang nya sudah melesat jauh .!!
" bajingan Anom...pelan pelan...kami tidak tau jalan.....!"
13 bayangan berkelebatan di antara lebat nya pepohonan .
Setelah beberapa saat berlalu..
" sialan...kenapa kakek tua itu cepat sekali lari nya . kita hanya bisa melihat warna baju nya saja...
" ah. dia kan tadi lari duluan..tentu saja dia di depan, sebentar lagi juga dia capek....!!"
manusia lemah sok pamer .!!
Sekian lama berlari tak ada tanda tanda mpu Gambir Anom melambat karena ke lelahan..,
" sialan...sudah selama ini lari beriringan saja tidak bisa..
..ini..sudah pakai tenaga penuh di tambah jimat lari tidak bisa menyusul juga ..sialan . ..!!
12 orang termasuk Candra Naya tertinggal jauh di belakang,
mpu Gambir Anom mengerjai mereka
Tatar Bayu nya tak terkalahkan kan..
Dia lari jauh meninggalkan kan bayangan pakaian dan arah saja..
Bahkan saking jauh nya, mpu Gambir Anom sampai duduk menunggu ,jika kelamaan dia akan berbalik menjemput mereka
Lalu berlari lagi .
" hahaha...puas...puas hatiku..jangan anggap kalian saja yang hebat...kalian baru bertemu aku .. apalagi bertemu prabu munding...bisa bisa berak di celana kalian semua..hahaha .!"
Istana majayan
Angin dataran tinggi bertiup keras pagi itu, panji-panji kerajaan berkibar .
Dari puncak bukit , panji kebesaran Majayan menjulang dengan latar merah tua .
Mpu Gambir Anom dan rombongan telah tiba di majayan.
Setelah mendaki 700 undakan anak tangga , Istana Majayan berdiri megah di hadapan mereka.
Pilar-pilar batu menjulang tinggi, dingin, sombong dan tak tergoyahkan.
Di ujung pelataran, seorang hulubalang berdiri menunggu.
“saya mpu Gambir Anom mohon menghadap Gusti prabu....
" baik mpu..mohon tunggu sebentar,” ucap hulubalang itu tenang.
"istana yang sangat megah...
ahhh buat apa megah kalo miskin...udara disini sangat tipis..tidak ada energi spiritual nya sama sekali...
hahaha.. Kansa..negri ini memang negri bawah.
Disini tidak mungkin kalian bisa menemukan batu spiritual tingkat rendah sekalipun apalagi tanaman spritual ratusan tahun...!!
aihh...miskin sekali..pantas saja mereka lemah .
mendengar celotehan mereka mpu Gambir Anom hanya diam, namun dia sedikit menyesali sikap Candra Naya
(" cih..percuma hidup lama ..otak nya dangkal maki nya dalam hati..)
Tak berapa lama , hulubalang keluar dan berkata
" mari mpu saya antar...Gusti prabu sudah menunggu.
Di antar hulubalang 13 orang masuk istana
Di dalam balairung utama, seorang muda duduk di singgasana.
" Dia kah Prabu Munding .. ternyata masih muda..!!"
tapi aku tidak merasakan fluktuasi energi dari tubuh nya dan orang orang di sekitar nya .
kan aku sudah bilang mayesh...ini hanya negri manusia lemah...
ahhh iya..saya lupa ketua..
jadi dia hanya orang biasa kakek??
aiss memang nya kamu berharap apa citra..
hei..murid Anom ..dia kah prabu munding itu..
" iya paman guru. dia lah prabu munding "
" inikah orang yang kamu bilang menyelesaikan masalah Martapura semudah membalikkan telapak tangan nya .???
yang benar saja Anom...dia masih muda dan hanya orang biasa..!!
paman guru..jangan lupa..bukan kah di dunia mu ada perkataan ,tak bisa merasakan energi orang lain itu bisa jadi dua kemungkinan??
"hahaha...jika di tempat lain iya...tapi di negri mu ini..sudah pasti...tak bisa melihat energi karena kalian semua tidak punya...hahaha...
mpu Gambir Anom terdiam.. percuma berdebat dengan keledai...
(" aishh paman guru..selisih umur mu dan aku paling jauh sepuluh tahun...tapi otak mu ternyata sudah macet...")
" ketua...walau udara disini tipis ..tapi istana nya megah... bagaimana kalau kita ambil saja..?
hahaha...usul bagus ..tapi buat apa mayesh??
ya kita minta saja ,apa dia berani menolak nya.. hahaha
12 orang sekte puncak tertawa .tidak peduli mereka ada dimana.
mpu Gambir Anom merah mukanya,dia sangat marah dia sudah muak atas kesombongan orang orang ini.
" salam hormat dan sembah hamba yang mulia Gusti prabu munding Jayananta..!"
Mendengar apa yang di katakan mpu Gambir Anom,kening prabu munding berkerut, kata kata seperti ini tidak biasa ..
Tidak butuh waktu lama buat prabu munding menyadari situasinya.demikian juga orang orang di sekitar nya.
12 orang yang datang bersama mpu Gambir Anom berdiri dengan dua tangan disilangkan di depan dada, sambil cengengesan...
jangankan berlutut, sekedar menganggukkan kepala tanda hormat saja tidak..
Rombongan yang merasa tak terkalahkan ini sudah keterlaluan...!!
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....