NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: tamat
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:104.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

"Halo, Alvin? Bagaimana kabarmu di Milan? Sehat, kan?"

Suara berat dan berwibawa itu menyentak Alvino dari lamunan panjangnya di sebuah kafe pinggir jalan. Ia menatap layar ponselnya, ayah Cahaya.

Jantung Alvino seolah berhenti berdetak sesaat. Ia berdehem, mencoba menormalkan suaranya yang serak karena terlalu banyak melamun dan kurang tidur.

"Halo, Om. Sehat, Om. Di sini sedang musim dingin, jadi cuacanya agak ekstrem," jawab Alvino sesopan mungkin, meski tangannya meremas pinggiran cangkir kopi yang sudah mendingin.

"Syukurlah. Lalu, bagaimana hubunganmu dengan Cahaya? Dia susah sekali dihubungi akhir-akhir ini. Ayah telfon hanya diangkat sebentar, bilangnya sibuk tugas kuliah. Kamu tidak sedang berantem dengannya, kan?"

Alvino terdiam. Lidahnya terasa kelu. Sudah dua hari ia tidak mendengar suara Cahaya. Pesan-pesan yang ia kirim hanya berakhir dengan centang biru tanpa balasan, atau lebih parah lagi, hanya dibaca lewat notifikasi.

Saat ia mencoba menelfon, panggilannya sering kali dialihkan. Rasanya seperti ada dinding kaca tebal yang tiba-tiba muncul di antara mereka sejak kejadian calon istri di depan mansion itu.

"Alvin? Kok diam saja? Ada masalah?" suara Ayah Cahaya mulai terdengar curiga.

"Ah, tidak Om. Kami baik-baik saja," bohong Alvino, suaranya terdengar getir di telinganya sendiri. "Mungkin Cahaya memang sedang sibuk dengan proyek akhir semesternya. Om tahu sendiri kan dia kalau sudah fokus kuliah seperti apa."

"Hahaha, iya. Dia memang keras kepala seperti ibunya. Syukurlah kalau kalian baik-baik saja. Om lega mendengarnya. Om tidak sabar kalian berdua segera lulus dan menikah. Sudah saatnya kalian meresmikan hubungan yang sudah bertahun-tahun ini."

Alvino memejamkan mata erat. Kalimat menikah itu terasa seperti sembilu yang menyayat hatinya.

Bagaimana bisa ia menjelaskan pada pria di seberang sana bahwa putrinya saat ini sedang terikat kontrak gila untuk menjadi istri pria lain?

"Oh ya, Vin. Usahakan bulan depan kalian berdua pulang ke Indonesia ya. Ada libur semester kan?"

Alvino tersentak. "Bulan depan, Om?"

"Iya. Ada hal penting yang ingin Om bicarakan secara langsung. Kebetulan juga ada sanak famili dari luar negeri yang akan datang berkunjung ke rumah. Om ingin memperkenalkanmu dan Cahaya secara resmi padanya sebagai calon menantu. Kamu bisa kan, Vin?"

Alvino menelan ludah dengan susah payah. Pikirannya kalut. Bulan depan? Di saat Cahaya sedang berada dalam pengawasan ketat Jeremy? Di saat sandiwara ini baru saja dimulai?

"Iya... iya, Om. Nanti Alvin sampaikan ke Cahaya. Alvin usahakan kami bisa pulang," jawab Alvino dengan mantap

"Bagus. Titip salam untuk Cahaya ya. Bilang padanya, jangan telat makan. Om tutup dulu ya, Vin."

Klik!

Ponsel itu kini hanya menampilkan layar hitam. Alvino menyandarkan punggungnya ke kursi, menatap kosong ke arah kerumunan orang yang berlalu lalang di trotoar Milan.

Rasa rindu, marah, dan takut bercampur menjadi satu di dadanya.

"Gimana bisa kita pulang, Ay?" gumam Alvino lirih. "Gimana bisa aku penuhi harapan ayahmu, kalau sekarang kamu bahkan nggak bisa aku temui?"

Tadi pagi, Alvino sempat nekat datang ke mansion Jeremy lagi. Ia menunggu berjam-jam di seberang jalan, berharap melihat Cahaya keluar meski hanya sebentar untuk membuang sampah.

Namun, gerbang besar itu tetap tertutup rapat. Cahaya seolah ditelan bumi, atau mungkin, ditelan oleh kemewahan rumah calon suami palsunya.

"Cinta tumbuh karena terbiasa... itu yang aku takutkan, Ay," bisik Alvino pada angin dingin yang berhembus.

"Dua hari nggak ada kabar, rasanya kayak kehilangan arah. Apa kamu di sana baik-baik saja? Atau kamu mulai menikmati peranmu sebagai mommy untuk Elio dan istri buat pak tua itu?"

Alvino meraih ponselnya lagi, mengetik pesan singkat yang mungkin hanya akan berakhir di tumpukan pesan tak terbaca lainnya.

[Ay, Ayahmu telfon. Beliau minta kita pulang bulan depan untuk acara keluarga. Tolong kabari aku kalau kamu baca ini. Aku kangen banget, Ay. Tolong jangan buat aku merasa asing begini]

Ia menekan tombol kirim dan kembali menatap hampa ke depan.

Di kota sebesar Milan, Alvino merasa menjadi orang paling kesepian karena dunianya saat ini sedang berada dalam dekapan pria lain, meski ia tahu itu hanya sebuah kontrak.

Tapi bagi Alvino, sebuah kontrak bisa menjadi awal dari sebuah kenyataan yang paling ia takuti.

"Argh, shit!" maki Alvino saat seseorang tanpa sengaja menumpahkan minuman ke kemejanya.

"I'm sorry," ucapnya sembari mengelap kemeja Alvino.

"Jangan sentuh aku! Maksudku—"

"Kamu bisa bahasa indonesia?" potong seorang gadis yang berdiri di hadapan Alvino dengan wajah penuh rasa bersalah.

1
Inonk_ordinary
tp kasian alvin🥲
Dika Pm
thooorrr AQ bilang Kya gak sanggup baca ya cerita Jeremy buat patah hati. tp apalah data q rasa penasaranku lbih kuat dri PD patah hati sedihku 🤣🤣🤣🤣
Senja: hehehe😁
total 1 replies
Ani Basiati
kok tamat thor
falea sezi
bner ya cwek skg milih yg mapan kaya hmm matre
falea sezi
baru paham ini yg Stella anak darah biru itu kah oalah baru mudeng saya
Wulan Sari
mbokan mau di kasih tambahan masih mau Thor semangat 💪❤️ salam
Wulan Sari
Trimakasih Thor ceritanya sudah tamat dan akhirnya hidup bahagia..
semangat 💪 untuk cerita yg lain Thor 👍 salam sukses selalu ya ❤️🙂 trimakasih 🙏
+62 boker
❤️❤️❤️❤️❤️
EembuL
astaagaaaa 😲😲😲 lgsg the end doong ?!!!
Senja: wkwk🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
express y
Dew666
💃💃💃💃💃
Mita Paramita
singkat bgt tamatnya🫡 berharap masih panjang episode ny.
Kinara Widya
yaaa selesai aja...Bonchap kak
Senja: hheeee🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
udah selese aja Thorr...kan Cahaya blm melahirkan, apakah anaknya pr seperti keinginan Elio punya adik pr....ada bonchap nya kah 💖💖💖😘😘😘
Senja: heheh🤭🤭
total 1 replies
Lucy
wah dah tamat aja ya Thor,👍👍👍
Tiara Bella
ehhh udh tamat aja.....happy ending ya
Senja: Iya kakak🙏
total 1 replies
Nice1808
wah tamat padahal elio blom lihat adiknya😃😃
Nice1808: 🤣🤣🤣👍👍
total 2 replies
Keysha Aurelie
demi apa udah selesai aja😭😭😭
aku masih berharap 🤭
pantas kemarin aku merasakan detik detik ending dan ternyata memang selesai
terimakasih kak sudah membuat cerita ini dengan sangat baik ,sudah menghibur pembaca sepertiku🙏
Senja: Oalah yg komenan sama si Al kayaknya itu. salah satu pembaca.. udah kuhapus padahal🤭
total 6 replies
Tiara Bella
so sweet nya Jeremy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!