Freen yatim piatu, sangat cantik kehidupannya mengalami perubahan sejak pertemuannya dengan keluarga Cankimha.
sebagai rasa hormat dan berterimakasih kepada orang tua angkatnya, akhirnya freen bersedia di jodohkan dengan Becky amstrong, seorang terlahir special atau futa.
sementara Becky amstrong mau menerima perjodohan karena tidak ingin fasilitas yang di miliki di tarik oleh orang tuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ImFireGo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 02. Freen ingin menyerah
Freen mengerti sekarang, mengapa Becky terlihat sangat marah dan membencinya, Jennie pasti memberikan cerita palsu seperti tahun-tahun sebelumnya.
Freen menitikkan air matanya jika mengingat fitnah-fitnah yang diberikan oleh Jennie padanya.
Becky bahkan tidak pernah mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu, tetapi langsung saja mempercayainya dan menyalahkan dirinya.
freen sangat mengakui permainan Jennie sangat halus sehingga membuat semua orang mudah mempercayainya.
tetapi semuanya itu seharusnya dapat di buktikan kebenarannya jika saja Becky mau mendengarkan penjelasan freen.
Hanya nenek Amstrong saja yang sangat mempercayai freen.
freen menitikkan air mata, tentu saja ia sedih dengan nasibnya yang malang, bahkan suaminya saja tidak pernah berpihak padanya.
Freen saat ini dibantu oleh bibi Maria dengan menyuapinya dan memberikan obat.
Bibi Maria mengurus freen dengan sangat baik
"Nyonya muda saya akan kembali bekerja, apa ada yang anda perlukan?". tanya bibi maria
"Tidak ada bibi, saya hanya ingin istirahat saja". jawab freen
Bibi Maria kemudian merapihkan piring kotor dan akan membawanya ke dapur
"Kalau begitu saya akan kembali bekerja nyonya muda jika anda memerlukan sesuatu panggil saja saya". bibi maria membungkukkan badannya sebelum benar-benar meninggalkan nyonya muda nya
"Baik bibi maria....terimakasih sudah merawat saya". jawab freen
"Itu sudah tugas dan kewajiban saya nyonya muda". jawab bibi maria
Bibi Maria pergi dan menutup pintu kamar secara perlahan.
Freen terdiam dan kembali mengingat bagaimana dulu dia mudah terpancing pada jebakan dan rencana Jennie yang pada akhirnya kesalahan tertuju padanya.
Freen menyesali semuanya itu, mungkin dia dulu bertindak terlalu gegabah dan di liputi rasa cemburu nya yang besar sehingga tidak berfikir jernih
Tindakan yang dilakukannya hanya untuk membela diri semata dan mempertahankan pernikahannya.
Hari ini freen sudah merasa lelah melakukannya bahkan tidak berniat untuk menceritakan hal yang sebenarnya karena itu akan sia-sia saja.
freen juga sudah menyerah dengan pernikahannya dan tidak lagi bersikap pura-pura bahagia.
Freen larut dengan pikirannya sehingga ia tidak menyadari kehadiran Becky dan nona Jennie dikamarnya.
Jennie dengan berpura-pura peduli mendekatinya.
"Nyonya muda...akhirnya anda sadar juga, bagaimana keadaan anda saat ini". tanya nona Jennie
Freen terkejut dan mengalihkan pandangannya pada suara yang di dengar. Ia melihat Jennie dengan senyum palsunya itu.
"Apa yang kau lakukan dikamarku nona Jennie, berhenti pura-pura peduli padaku, karena sebenarnya kau yang menginginkan kematianku bukan? ". ucap freen pedas
Becky tentu saja terkejut dengan sikap dan ucapan freen yang sebenarnya tidak pantas di lakukan
"FREEN BICARALAH DENGAN SOPAN". tegur Becky tajam kepada freen
Becky membentaknya dengan memberikan tatapan marah padanya.
Jennie dengan cepat melerai dan bersikap seakan-akan dapat menerima dan mengalah di hadapan tuan muda Becky.
" tuan muda...aku tidak apa-apa, jangan kalian menjadi ribut karena persoalan ini". ucap Jennie
"Maafkan saya nyonya muda karena tidak berhasil mencegah anda saat melompat dan ingin mengakhiri hidup anda, saya gagal melindungi anda". Jennie seakan-akan menyalahkan dirinya sendiri, padahal yang sebenarnya ia hanya ingin memancing emosinya nyonya muda di hadapan tuan muda Becky
Freen tidak bodoh lagi, tentu saja dia sangat mengetahui tujuan Jennie.
"Saya bahkan tidak berniat sedikitpun untuk mengakhiri hidup saya nona Jennie, dan menurut saya anda yang sangat tahu kejadian yang sebenarnya bukan?". jawab freen tajam pada nona Jennie
Jennie tersenyum karena merasa bahwa freen emosinya telah terpancing.
"Nyonya muda anda salah pahan dan hanya terlalu cemburu dengan kedekatan saya dan tuan muda".
"Sekali lagi saya jelaskan pada anda nyonya muda bahwa saya dengan tuan muda bukan orang asing kami sangat dekat dari kecil hingga sekarang, dan tidak ada hubungan romantis diantara kami". ucap Jennie
" memang banyak mata yang melihat hubungan kami bukan sekedar teman karena mereka lihat kami sangat cocok, tapi itu hanya menurut mereka saja".
"Hubungan kami tidak lebih hanya sebatas sahabat". Jennie menatap freen dengan senyum tipis seakan memantik gelombang amarah freen
Freen tersenyum dan menarik nafasnya kemudian membuangnya perlahan-lahan.
" nona Jennie...anda terlalu pandai berkata-kata, tapi saya SUDAH TIDAK PEDULI LAGI tentang semua hal yang anda baru saja katakan".
"Saya bicara yang sebenarnya terjadi pun juga tidak akan ada yang percaya".
"Sekali lagi saya tegaskan pada anda nona Jennie, satu hal dimana saya menginginkan agar anda jangan lagi mengusik dan memfitnah saya".
"jika anda menginginkan dia buat dia pergi menceraikan saya, bukan terus mencelakai dan menfitnah saya".
"sadarkah anda nona Jennie, tindakan anda bukan hanya menfitnah saya tapi anda juga merugikan saya dalam hal ini". ucap freen tenang tetapi penuh penekanan
Becky yang mendengar perkataan freen sontak saja terkejut.
"Apa-apaan kamu freen, maksudnya apa berbicara seperti itu".
saat freen akan membela diri, tuan muda Becky menyelahnya.
"Cukup freen berhenti bicara omong kosong, Jennie datang dengan baik-baik untuk melihat keadaanmu, seharusnya kamu menyambut dengan baik bukan menuduhnya yang bukan-bukan".
"Rasa cemburuanmu yang membuat kamu bertingkah tidak wajar, seharusnya aku mengirimkanmu kerumah sakit jiwa agar mendapat pengobatan".
"Ayo Jennie kita selesaikan pekerjaan kita". tuan muda Becky mengajak nona Jennie keluar dari kamar
Jennie tersenyum smirk pada freen dan tidak disadari oleh Becky.
"Nyonya muda saya permisi dulu, kami akan membahas pekerjaan bersama dan saya berharap nyonya muda tidak salah paham". ucap Jennie dibuat-buat lembut
Freen ingin meludahi wajah nona Jennie yang sok polos itu, tetapi ia tidak memiliki banyak tenaga untuk melakukannya
"anda salah nona Jennie...dulu mungkin saya akan cemburu, tetapi sekarang saya bahkan tidak peduli apapun yang akan anda lakukan dengan suami saya". jawab freen
"Cukup dulu saja saya terpancing dengan jebakan-jebakan yang anda ciptakan dan yang tidak pernah disadari oleh suami saya, tapi tidak sekarang".
"Dulu saya sangat lemah dan mudah terprovokasi, tapi sekarang sudah tidak lagi nona Jennie".
" mulai hari ini dan seterusnya hal itu tidak akan terjadi lagi pada saya".
"Terimakasih sudah menjelaskan pada saya dan sekali lagi saya tidak akan salah paham pada anda". freen tersenyum kemudian melanjutkan ucapannya
"Bukankah anda akan menyelesaikan beberapa pekerjaan bersama?
Pergilah agar tidak banyak waktu terbuang". tegasnya
Jennie terkejut dengan reaksi freen kenapa justru diluar dugaan, biasanya dulu akan berteriak dan menyerangnya karena terprovokasi ucapannya, sekarang justru freen membiarkan mereka berduaan.
Becky juga sebenarnya sedikit terkejut, biasanya freen tidak akan nyaman bila Becky dan Jennie terlalu dekat.
Flashback on
Freen sedang membujuk Becky agar dirinya dapat ikut dengannya.
"Sayang tidak bisakah aku ikut bersamamu, aku berjanji akan mengurusmu disana dan tidak merepotkan mu".
Becky menanggapinya dengan dingin, dan tidak peduli dengan permintaan freen.
"Tidak perlu repot-repot ikut untuk mengurusku freen dan jangan pernah panggil sayang karena aku tidak menyukainya, itu sangat menjijikkan". ucap Becky
Freen tentu sakit mendengarnya, tetapi seperti biasanya freen mengabaikan rasa sakitnya.
"Aku tidak suka suamiku berduaan saja dengan perempuan lain sayang, apa aku salah?". jawab freen
Becky benar-benar muak dengan freen, ia kemudian menatapnya dengan tajam.
"Siapa yang minta pendapatmu freen, lakukanlah urusanmu sendiri dan jangan pernah mengurus urusanku". ucap Becky
Freen kemudian menunduk kan kepalanya dan sedikit menjauh dari suaminya.
"Baiklah jika tidak di ijinkan, jika ada waktu hubungi aku agar aku tidak mengkhawatirkanmu suamiku". ucap freen putus asa
"Freen....itu tidak akan pernah aku lakukan!!!!!".
"Berhenti mengurusi urusanku, tidak perlu datang mengirim makanan untukku dan tidak perlu menghubungi aku, apa kau mengerti!!!". teriak Becky di hadapannya freen
"Berhenti menungguku pulang kerja dan berhentilah menghubungi assistenku karena dia tidak akan peduli padamu".
"Jangan bertingkah seperti orang yang tidak berguna dan tidak memiliki pekerjaan".
"Semua orang sibuk bekerja, tidak seperti kamu hanya mengejar cinta seperti orang rendahan saja".
Freen menutup matanya, menerima setiap ucapan kasar Becky tanpa membalas kasar.
"Kejam sekali kata-katamu Becky, aku hanya berusaha membuat pernikahan ini tidak sia-sia dan aku berusaha untuk menjadi istri yang baik, sekalipun kita tidak saling mencintai diawal, tapi pernikahan telah terjadi". jawab freen
Becky pergi begitu saja meninggalkan kediamannya.
Sikap Becky yang seperti ini yang tidak menganggap freen sebagai istri, membuat semua orang tidak memberikan muka pada freen.
Flashback off
hari ini Becky menyadari perubahan freen, bahkan Becky sampai mengernyitkan alisnya saat mendengar ucapan freen.
"Apa maksudnya dari kata-kata freen ini...bahkan dia tidak marah ketika aku akan berdua dengan nona Jennie di ruang kerja, freen justru menyuruhnya pergi agar tidak membuang waktu". bathin Becky
_______________
Next Bab--->>>