Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"
mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kabur dari rumah.
pagi pagi sekali, lili sudah bangun.
" aku harus menemui Nevi, dan menjelaskan semuanya tentang ini. aku harus bujuk dia agar membawa saya pergi. "
Lili langsung bergegas mandi, dan bertekad untuk menemui Nevi pacar nya itu. Mereka sudah lama menjalin hubungan dan saling mencintai. hanya saja karena ayahnya lili lebih menyukai putra keluarga Hendra karena kaya,sedangkan Nevi tidak sekaya keluarga Hendra.
Karena keputusan Ayah nya yang tidak bisa di batalkan lagi, lili mempunyai rencana untuk kabur dari rumah dan mengajak Nevi pergi ke luar kota. Lili sudah siap menanggung konsekuensi nya asalkan dia tetap bersama Nevi ,laki laki yang sangat dicintainya.
selesai mandi lili bersiap-siap untuk pergi.
lili mengendap- endap supaya tidak ketahuan oleh ayahnya. sebuah tas Selempang kecil yang berisi kartu kartu nya , hanya itu yang dibawanya.
jam menunjukkan pukul 7 pagi , sengaja bangun lebih awal karena biasanya ayahnya akan bangun jam setengah delapan.
Tapi siapa sangka, ayahnya ternyata sudah bangun dan kini sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menyeduh kopi yang di buat oleh bibi.
" Kenapa ayah bangun lebih pagi hari ini..? Apakah dia sudah tau kalau saya akan kabur dari rumah. Nggak.! , saya harus cepat-cepat keluar dari sini dan mencari cara agar tidak ketahuan oleh ayah."
Lili yang mengintip ayahnya dari kejauhan mencari cara untuk secepatnya Keluar dari rumah.
" nona , apa yang sedang kamu lakukan..? " tanya bibi yang membuyarkan lamunannya dan bahkan membuat dia kaget.
" eits , pelan kan suaranya bi. Nanti di dengar ayah." ujar lili , yang langsung memberikan isyarat dengan jari nya untuk diam ."
Bibi mengikuti isyarat dari lili walaupun masih belum mengerti dan tidak tau kalau anak tuannya itu akan kabur dari rumah.
lili berbisik di telinga bibi " lili mau keluar BI , bantu mengalihkan perhatian ayah .."
" non ,mau kemana..? Kenapa gak izin dulu sama tuan..? " tanya bibi dengan suara kecil.
" BI , untuk kali ini saja bantu lili. Jangan kasi tau ayah , dan bantu alihkan perhatian ayah. " ujar lili memohon kepada bibi untuk membantu nya.
" baiklah non, apa yang harus saya lakukan..? " tanya bibi.
" bibi hampiri ayah ,pura pura nanya apa yang mau dimasak pagi ini. posisi bibi menutupi pandangan ayah ke pintu. " ujar lili mengeluarkan idenya supaya bisa keluar dari rumah tanpa sepengetahuan ayah nya.
" non , emang mau kemana sih non..? Malam ini acara pertunangan. tuan akan marah.."
" bi , aku tau apa yang terbaik untuk lili. Bantu lili kali ini saja."
" baiklah non.." bibi melangkah menghampiri tuan Setyo,dan melakukan seperti apa yang dikatakan lili padanya.
Lili mengambil kesempatan itu untuk kabur keluar rumah.
" ada apa bi..? " tanya tuan Setyo saat melihat bibi menghampiri nya.
" maaf tuan, pagi ini tuan mau makan apa..? "
Tuan Setyo mengerutkan keningnya, bingung karena bibi tiba tiba saja bertanya padanya tentang makanan. Biasanya, tidak seperti itu.
" bibi kenapa hari ini..? Tumben bertanya begitu..? "
" bibi cuman bertanya ajah tuan, siapa tau selama ini karena menu makanan nya sama, bibi takut tuan jadi bosan."
" hahaha baiklah, saya mau bibi masak nasi goreng vegetable dengan 2 telur mata sapi diatas nya. Telurnya setengah matang. "
" Baik tuan , mohon maaf sebelumnya.."
bibi meninggalkan tuan Setyo.
" bibi kok aneh hari ini...? Akh mungkin lagi mood baik " gumam pak Setyo.
KRING....! KRING..!
" selamat pagi pak Setyo. Maaf mengganggu anda " terdengar suara tuan Hendra berbicara dibalik telepon.
" hahaha, gak mengganggu pak Hendra. Ada apa..?"
" pertunangan nya jadi malam ini..? "
" jadi pak . anak saya juga sudah setuju. "
" baiklah , saya juga sudah berbicara kepada putra saya,dan menyetujui pernikahan ini. itu berarti kerjasama diantara kita akan terjalin pak..."
" hahaha, saya sangat senang . Akhirnya kita akan menjadi rekan bisnis."
" baiklah, kami akan tunggu kedatangan pak Setyo dan putri nya. "
" baik pak ,kami tidak akan mengecewakan."
Telepon ditutup. pak Setyo tersenyum selesai menerima telepon dari pak Hendra yang akan menjadi besan nya sekaligus menjadi rekan bisnis nya.
" pernikahan ini harus segera dilangsungkan. " ujar pak Setyo sambil tersenyum membayangkan keuntungan besar ayng akan di dapat nya .
pak Setyo melirik ke jam tangan yang melingkar di tangan nya. Tatapan nya , lurus ke pintu kamar putri nya itu yang ada dilantai atas.
" sudah mau jam segini, kenapa lili gak Keluar keluar dari kamar..? Apakah jam segini masih belum bangun..? , saya harus memeriksa nya ."
pak Setyo pun berdiri, dan beranjak dari kursi nya melangkah menuju kamar lili. Dia mulai gelisah , dan pikiran nya sudah menduga sesuatu.
Tok ....tok.......!
Pak Setyo berulang kali mengetuk pintu kamar lili.
" lili keluar..! Jam segini kok masih belum bangun..?! keluar lili...! " teriak tuan Setyo dari luar kamar.
teriakannya nya tidak disahuti oleh lili ,pak Setyo mulai curiga kalau lili kabur dari rumah dan membatalkan semua rencana nya.
" lili ,keluar atau ayah dobrak pintu ini...?! "
tidak ada sahutan sama sekali, pak Setyo sekarang benar benar yakin kalau anaknya itu pasti sudah kabur dari rumah.
" bibi...! "
Mendengar teriakan tuannya, Bibi berlari tergopoh-gopoh menghampiri pak Setyo yang sudah emosian itu.
" iya tuan..." tanya bibi .
" mana kunci cadangan kamarnya lili..? Cepat ambil..."
" baik tuan.."
Bibi mengambil kunci cadangan itu ,dan memberikan nya kepada pak Setyo yang langsung membuka nya.
Pak Setyo masuk dan melihat kamar itu kosong, dia berjalan ke kamar mandi tapi tidak ada orang. Kamar itu benar benar bersih , dan tidak ada sosok lili di dalamnya.
" nih anak mau cari masalah...! saya akan memberinya pelajaran..! " pak Setyo langsung keluar dari kamar sambil menelpon seseorang untuk mencari keberadaan lili .
" cari putri saya , siapa yang akan mendapatkan nya . Akan saya kasi upah.."
" baik tuan , kami akan segera mencari nya."
" secepatnya...! informasi keberadaan nya harus saya dengar sebelum jam 12 ..! " ujar pak Setyo yang langsung mematikan telepon dan melangkah keluar rumah.
" Lili pasti ke rumah pacar nya yang miskin itu..! Saya akan kesana..! "
Mobil pak Setyo yang di kendarai langsung Oleh nya melaju dengan kecepatan tinggi.
Telepon nya bergetar lagi.
" halo..."
" tuan , kami menemukan jejak kemana nona lili pergi, seperti nya dia pergi kerumah Nevi pacarnya."
" berani sekali dia..?! , segera kesana. Saya juga akan kesana, saya mau ngasi pelajaran kepada laki laki miskin itu...! "
" baik tuan."
Pak Setyo menambah kecepatan mobilnya.
" lili , kamu tidak akan pernah bisa membantah perintah ayah..! Melalui pernikahan ini , ayah akan mendapatkan keuntungan besar . Kenapa kamu malah mau menghancurkan nya..? "