"Hi, Señorita!" Nero tersenyum miring seraya mengacungkan senjata api tepat di kening Elle.
"Kau ingin membunuhku?!" Elle terisak ketakutan saat pria itu hendak menarik pelatuk senjata apinya. Sebentar lagi dia akan mati.
DOR!
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Nero ingin melenyapkan wanita yang sangat dicintai.
Penasaran? Ikuti terus kisahnya. Dan jangan lupa, Follow IG Author @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tua bangka!
Elle menatap gumpalan awan putih dengan kacamata hitam yang bertengger dihidung mancungnya. Perasaan kesal, marah, kecewa, dan sedih bercampur menjadi satu di dalam dada karena ia dikirim ke Italia.
'Pria itu adalah pria yang paling aku hindari selama beberapa tahun ini,' batin Elle, dengan perasaan tak karuan. 'Tapi, kenapa takdir malah membawaku ke sana? Andai saja aku tidak nakal, mungkin semua ini tidak akan terjadi.' Perasaan menyesal itu bercekol di dalam dadanya.
"Elle, kau baik-baik saja?"
Suara Gracia membuyarkan lamunan Elle.
Gadis cantik itu menoleh, menatap Gracia yang duduk di seberangnya.
"Estoy bien," jawab Elle, dalam bahasa Spanyol yang artinya baik-baik saja. Ia menyandarkan punggung ke kursinya, lalu kembali memakai sabuk pengaman saat pesawat jet itu akan landing.
Gracia mengkhawatirkan gadis itu yang sejak tadi terlihat murung.
*
Di sisi lain. Nero saat ini sedang sibuk di perusahaan. Pria tampan, dan gagah dengan segala pesonanya itu duduk di balik meja kerja, memeriksa dokumen-dokumen penting. Ia meletakkan pena yang sejak tadi di genggam. Menatap jam tangan sembari bergumam, "sudah saatnya." Ia beranjak berdiri, menyambar jasnya yang tersampir di kursi kebesarannya. Ia melangkah tergesa sembari mengenakan jasnya.
"Tuan, Anda mau ke mana? Setengah jam lagi Anda harus menjemput Nona Elle di Bandara." Sang sekretaris mengingatkan atasannya.
Nero menghentikan langkah, menoleh ke belakang, "kau saja yang jemput gadis ingusan itu. Aku ada urusan penting!" tegasnya, melanjutkan langkah tanpa mau mendengar jawaban sekretarisnya.
Sekretarisnya hanya bisa pasrah. Ia akan menyempatkan waktu menjemput Nona Elle di sela waktu sibuknya.
*
Elle dan Gracia berdiri di depan loby Bandara menunggu jemputan Nero.
"Grace, tugasmu sudah selesai memastikanku sampai Italia dengan selamat. Sekarang kau bisa pergi," kata Elle mengusir halus wanita itu.
Grace menggeleng, "tidak, aku tidak akan pergi sebelum aku memastikan kau masuk ke mobil Tuan Nero," jawab Gracia menolak keinginan Elle.
Elle memutar kedua matanya dengan malas mendengar jawaban Gracia. Padahal ia sangat berharap kalau wanita itu segera pergi agar dirinya bisa menghubungi Nick.
Tak berselang lama. Mobil SUV hitam mengkilat berhenti di hadapan kedua wanita itu.
Kedua alis Elle mengerut saat melihat wanita cantik dan anggun keluar dari mobil tersebut, dan menghampirinya.
"Kau Nona Elle?" Tebak wanita itu seraya memperlihatkan foto Elle yang terpampang di layar ponselnya.
"Iya, itu aku," jawab Elle.
"Perkenalkan aku adalah..."
"Ya, tidak perlu! Kau pasti kekasih si tua bangka itu 'kan!" potong Elle dengan nada sewot seraya menatap wanita itu dengan pandangan menilai. "Ck! Cocok sih, ternyata selera tua bangka itu lumayan juga," ocehnya setelah puas menatap wanita itu yang memiliki paras cantik, rambut pirang dan body sangat proposional.
"Nona, Anda salah pah..." lagi-lagi ucapannya terhenti saat Elle berteriak padanya.
"Bukakan pintu mobil untukku, cepat!!"
"Iya, baiklah," jawabnya terbata-bata, lantaran sangat syok karena gadis ini jauh dari kata elegant, tidak sesuai dengan namanya.
Gracia melambaikan tangan pada Elle yang sudah duduk di dalam mobil.
"Mood-nya sedang berantakan," kata Gracia, menjelaskan suasana hati Elle pada wanita itu.
"Ouh, pantas saja dia terlihat seperti bayi singa," sahut wanita itu terkekeh, seraya melirik Elle yang tampak cemberut tak berselang lama
Gracia menahan tawa saat mendengar julukan yang diberikan wanita itu pada Elle, bayi singa.'
Cammora tidak peduli dengan aturan Botak untuk Berta. Camorra mengajak Berta bersenang-senang. Cammora menggenggam erat tangan Berta menuju mobilnya.
Cammora membawa Berta ke salon kecantikan.
Cammora ingin pegawai salon merubah penampilan Berta menjadi cantik, sampai membuatnya pangling.
Elle senang tersenyum puas menikmati kegalauan Botak.
Cammora pria yang bisa membuat Berta bisa tersenyum. Berta merasa di hargai, di inginkan, dan di perhatikan.
Berta hatinya tersentuh dengan perhatian-perhatian kecil dari Cammora.
Apalagi Cammora memberikan Berta semangat dan dukungan moril, juga memberi nasehat.
Berta tumbuh dengan rasa ketakutan, tidak percaya diri, dan terasingkan.
Kini ada pria yang mengatakan Berta berharga. Jangan pernah lagi merasa rendah diri. Berta gadis hebat dan kuat.
Berta dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih pada Cammora.
Berta tersentuh, terharu dengan apa yang dikatakan Cammora.
Cammora bertanya pada Berta - Botak yang menjawab.
Cammora tak terima pada Botak yang ikut campur urusannya dengan Berta.
Elle datang - menyelamatkan Berta dari aturan Botak yang seenaknya sendiri.
Botak kalau suka sama Berta bicara terus terang. Sok meremehkan Berta. Nyatanya cemburu Berta didekati Cammora.
Rasain Batak. Suka memarahi Berta - mana bilang bukan hanya wajah Berta yang jelek, tapi cara kerjanya juga jelek.
Lihat tuh si jelek disukai Cammora yang kaya raya. Botak tak ada apa-apanya dibanding Cammora.
Cammora memanfaatkan waktunya untuk mendekati Berta.
Bahkan kemanapun Berta pergi, Cammora mengikuti.
Berta sampai protes pada Cammora.
Berta menyebut nama sekalian nama panggilannya.
Elle dan Nero berada di kamar menatap mereka.
Nero tak terima istrinya memuji Cammora yang gentelman.
Meronalah kedua pipi Berta mendengar tamu majikannya mengatakan - berliannya Berta.
Di kasih waktu satu minggu oleh Nero.
Nero mengancam Cammora akan kehilangan kepalanya kalau melakukan hal bahaya atau melukai penghuni rumah Nero.
Elle memperbolehkan Cammora menginap - biar Botak cemburu dan sakit hati.
Elle syok mendengar penuturan Nero - Botak tidak pernah mau menikah. Mungkin Botak tidak tertarik pada wanita.
Sepertinya Botak tidak mau menikah bukan karena gay, Elle.
🥰🥰🥰🥰
biar nti pulang paman botak pangling dan lupa ngasih hukuman 🤣🤣🤣