NovelToon NovelToon
BENANG HAMPIR PUTUS

BENANG HAMPIR PUTUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Pengganti / CEO / Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

Pernikahan kontrak atau karena tekanan keluarga. Mereka tinggal serumah tapi seperti orang asing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Pertemuan di Balik Kabut

​Pagi itu, dunia seolah tidak peduli bahwa hidupku baru saja runtuh. Sinar matahari menerobos masuk melalui celah gorden hotel yang kusam, menyambar mataku yang perih dan bengkak. Aku terbangun dengan rasa mual yang luar biasa, bukan karena sakit fisik, melainkan karena bayangan pesan Clara yang terus berputar seperti kaset rusak di kepalaku. Aku tidak bisa hanya berdiam diri di kamar ini. Aku harus tahu sejauh mana Mas Aris mengkhianatiku.

​Aku menyalakan ponselku sejenak, hanya untuk melihat rentetan notifikasi yang masuk. Salah satu pesan dari informan yang dulu pernah membantuku mencari tahu tentang masa lalu Mas Aris memberikan sebuah informasi krusial: Mas Aris terlihat menuju sebuah kafe tertutup di kawasan Jakarta Selatan. Sebuah tempat yang sering digunakan oleh para pengusaha untuk pertemuan rahasia.

​Tanpa pikir panjang, aku segera bersiap. Aku mengenakan kacamata hitam besar untuk menutupi wajahku yang hancur dan syal untuk menyamarkan identitas. Aku harus melihat dengan mataku sendiri, meskipun aku tahu ini mungkin akan menjadi akhir dari sisa-sisa harapanku.

​Saat aku tiba di kafe tersebut, jantungku berdegup begitu kencang hingga aku bisa mendengarnya di telingaku sendiri. Di pojok ruangan yang remang-remang, aku melihatnya. Pria yang semalam berlutut di kakiku memohon ampun, kini duduk berhadapan dengan wanita yang menjadi sumber mimpi burukku: Clara.

​Clara tampak berbeda. Ia tidak lagi menggunakan pakaian seksi yang provokatif. Ia mengenakan terusan longgar, dan saat ia bergerak, aku melihat perutnya yang mulai membuncit. Dadaku seperti dihantam batu besar. Oksigen di sekitarku mendadak hilang. Jadi, itu benar. Dia benar-benar mengandung.

​Aku bersembunyi di balik pilar besar, cukup dekat untuk melihat gerak-gerik mereka, namun cukup jauh agar tidak terlihat. Mas Aris tampak sangat gelisah. Ia terus mengusap wajahnya, sementara Clara berbicara dengan nada yang tenang namun tajam. Dari gerak bibirnya, aku bisa merasakan ada tuntutan yang besar di sana.

​Lalu, aku melihat sesuatu yang membuat seluruh persendianku lemas. Mas Aris mengeluarkan sebuah map cokelat dan sebuah buku cek. Ia menuliskan sesuatu di sana, lalu menggesernya ke arah Clara. Wanita itu tersenyum puas, sebuah senyum kemenangan yang seolah berkata, "Pada akhirnya, akulah yang memegang kendali."

​Air mataku jatuh lagi, membasahi masker yang kupakai. Jadi, ini cara Mas Aris "menyelesaikannya"? Dengan uang? Ataukah itu uang tutup mulut agar aku tidak tahu? Ataukah itu uang tunjangan untuk anak yang ada di rahim Clara? Apapun itu, tindakan Mas Aris membuktikan satu hal: ada sesuatu yang harus ia bayar karena kesalahan yang memang ia lakukan.

​Aku ingin sekali lari ke sana, menyiram wajahnya dengan air, dan meneriakkan semua rasa sakitku. Namun, kakiku seolah terpaku di lantai. Aku merasa sangat kecil. Aku merasa seperti barang yang sedang dinegosiasikan. Di satu sisi ada aku, istri sah yang didapat dari kontrak, dan di sisi lain ada Clara, wanita yang membawa "darah daging" yang selama ini tidak bisa kuberikan.

​Mas Aris kemudian memegang tangan Clara sejenak. Hanya sebentar, tapi bagiku itu terasa seperti keabadian. Apa yang dia katakan? Apakah dia menjanjikan masa depan untuk anak itu? Ataukah dia memohon agar Clara tidak menghancurkan pernikahannya? Apapun alasannya, melihat tangan suamiku menyentuh wanita lain setelah semua janji suci semalam adalah sebuah penghinaan yang tak termaafkan.

​Aku membalikkan badan, tidak sanggup melihat lebih lama lagi. Aku keluar dari kafe itu dengan langkah seribu, mengabaikan rasa pening yang menyerang kepalaku. Aku berlari menuju parkiran, masuk ke dalam taksi dengan napas yang tersengal-sengal. Di dalam mobil, aku meraung tanpa suara, menutup mulutku dengan tangan agar supir taksi tidak mendengarku.

​Sakitnya luar biasa. Ini bukan lagi sekadar cemburu. Ini adalah rasa dikhianati secara total. Mas Aris tidak hanya berbohong tentang masa lalunya, tapi dia sedang aktif menjalin kesepakatan di belakangku saat bibirnya masih basah menyebut namaku dengan cinta.

​"Kita ke mana, Mbak?" tanya supir taksi dengan nada khawatir melihat bahuku yang berguncang hebat.

​"Ke mana saja... tolong, jauhkan aku dari tempat ini," jawabku parau.

​Aku menatap ke luar jendela, melihat gedung-gedung tinggi Jakarta yang tampak seperti monster-monster beton yang siap menelanku. Aku menyadari bahwa istana cinta yang baru saja kami bangun ternyata hanyalah sebuah rumah kaca yang rapuh. Satu lemparan kenyataan dari Clara sudah cukup untuk menghancurkannya menjadi kepingan-kepingan tajam yang kini menusuk jantungku.

​Kini aku tahu, keputusanku untuk pergi semalam adalah benar. Mas Aris tidak layak mendapatkan kesetiaanku. Dia masih terikat dengan lumpur masa lalunya, dan aku tidak ingin ikut tenggelam bersamanya. Jika dia ingin bertanggung jawab atas anak itu, silakan. Tapi dia tidak bisa memilikiku sekaligus. Aku bukan pilihan kedua, dan aku bukan cadangan yang bisa ia simpan sambil ia mengurus kesalahannya yang lain.

​Hari ini, di balik kabut polusi Jakarta dan kabut air mata di mataku, aku memutuskan satu hal: Pernikahan ini benar-benar telah mati. Bukan karena kontraknya habis, tapi karena kejujurannya telah lenyap.

1
deepey
kasihan aris
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
Sebaiknya jarang terlalu berharap lebih Arini, kalo tidak sesuai ekspetasi, nanti km bakal jauh lebih sakit dari sekarang.
deepey: semoga benar-benar muncul harapan buat arini
total 1 replies
Serena Khanza
najis banget ketemu model laki kek aris.. kek nya nama aris dimana mana nyebelin ya😏 yang viral itu juga namanya aris, eh disini namanya aris juga 🙄😌
ku doain semoga arini ketemu laki laki lain yang memperlakukan dia dgn baik, biar aris ini menyesal seumur hidup
Hunk
Dalem banget bagian ini… dialognya kerasa dingin tapi justru nusuk. Aris kelihatan realistis, tapi di saat yang sama kejam tanpa sadar. Sementara Arini posisinya bikin miris—dia jatuh cinta pada versi yang bahkan mungkin nggak pernah benar-benar ada. Konflik emosinya kerasa kuat dan relate, apalagi soal pernikahan yang cuma “kesepakatan”. Penasaran banget kelanjutannya bakal sejauh apa perasaan Arini bertahan atau malah hancur.
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
Miris banget nasib Arini harus hidup dibawah keputusan orang lain, bahkan untuk mendapatkan hak nya sendiri, hak untuk bahagia aja engga bisa 🙃
Fra
Kasihan sekali kamu Arini, demi membantu keluarga juga lho ini ;(
Sedih
Serena Khanza
aku suka sama ceritanya , bener2 kehidupan pernikahan yang tanpa cinta tapi disini dikemas dengan cerita yang menurutku asik gitu buat di baca nya gak berat gak yang rumit gitu.. semangat terus thor 💪🏻
Serena Khanza
sejauh ini untuk di awal bab kerasa banget sih dua manusia yang menikah tanpa cinta, yg satu ingin sedikit aja ada perhatian/setidaknya kek aku disini loh ada gitu, sedangkan yang satu kek naif, sok gak butuh, sok gak peduli atau mungkin ada sesuatu nih..
Hunk
Bagus cerita nya tentang nikah kontrak.

Tapi maaf sebelum nya, apa narasi nya ke copy dua kali🙏🙏 Soal nya ada bagian yg sama pas ngebahas perjanjian pernikahan mereka.
Hunk: iya sama sama. Senang bisa membantu🙏
total 2 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴀʟᴢ٭٭٭
Begini lah gambaran nyata kalo menikah tanpa perasaan
deepey
arini big hug for u
deepey
semangat berkarya ya kk 💪
Kaka's: trimakasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!