Jeevan Aleser, sosok karismatik yang terkenal baik hati dan dermawan sebenarnya adalah seorang pencuri berlian dan barang antik. Dalam dunia kejahatan, Jeevan dikenal dengan sebutan Mr. A.
Mr. A yang tidak pernah gagal menjalankan aksinya, suatu hari terdesak hingga menawan seorang gadis untuk menyelamatkan diri. Aleena, gadis tawanan Mr. A adalah seorang gelandangan yang dibuang keluarganya.
Sebuah kisah romantis komedi yang terbalut dalam aksi pencurian dan pembalasan dendam. Akankah Aleena dan Jeevan dapat hidup bahagia dengan tenang? Ataukah pada akhirnya mereka menjalani hidup sebagai buronan bahkan menjadi tahana? Ikuti kisah cinta penuh aksi dalam kisah ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Kesempatan dan Keberuntungan
~Happy Reading~
❤️
❤️
❤️
⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳
Sekilas, rumah Jeevan seperti rumah pada umumnya. Tak terlihat ada keanehan. Sebuah rumah lantai dua yang tak terlalu besar. Ada pekarangan di belakang rumah dan halaman depan yang cukup asri.
Meski tak terlalu besar, tetapi rumah ini sangat nyaman. Beberapa pohon rindang yang sengaja ditanam Jeevan di sekelilingnya rumahnya membuat rumah ini terasa sejuk ketika siang. Perabot dan tata ruang rumah Jeevan juga tak terlalu mewah. Kebanyakan cenderung bergaya minimalis tapi klasik.
Jeevan tinggal sendirian. Setiap akhir pekan, akan ada dua orang yang diminta untuk membersihkan rumahnya. Kecuali untuk mengurus pekarangan dan halaman, dua hari sekali ada yang ditugaskan membersihkannya. Pada dasarnya Jeevan adalah orang yang rapi dan suka kebersihan. Tak ada banyak sampah di rumahnya. Lagi pula, dia lebih banyak menghabiskan waktu di tokonya.
Selain orang-orang yang bekerja membersihkan rumah, hampir tak pernah ada yang berkunjung ke rumah Jeevan. Kalaupun ada, orang itu pastilah Ryan yang dipanggil Jeevan karena sebuah urusan penting dan mendesak. Itu pun sangat jarang. Jika tidak ada hal mendesak, Jeevan tidak ingin ada urusan toko yang dia bawa pulang ke rumahnya.
Rumah Jeevan memang tak terlihat aneh dari luar. Tak akan pernah ada yang menyangka, rumah yang biasa saja ini adalah sarang buronan internasional. Rumah Jeevan menyimpan rahasia besar. Sebuah ruang bawah tanah yang misterius dia bangun untuk menyimpan koleksi barang curiannya.
Ruang rahasia ini bahkan memiliki sebuah lorong yang tembus hingga puluhan kilo meter dari rumahnya. Ujung lorong itu tidak lain adalah gudang barang miliknya yang berada tepat di samping toko arlojinya. Sebuah papan listrik super canggih menjadi alat transportasi andalan Jeevan untuk menyusuri lorong tersebut.
"Sebentar lagi, kalian akan memiliki teman baru yang cantik. Si Merah Delima akan segera berada bersama kalian di sini," ucap Jeevan sambil memandangi koleksi berlian curiannya.
Jeevan sangat menyukai berlian dan barang-barang antik. Semua barang yang dia curi juga bukan barang sembarang. Dia selalu pilih-pilih. Hanya yang paling indah diantara yang indah yang akan dia ambil. Barang-barang mahal dengan nilai sejarah dan seni tinggi juga menjadi incarannya. Jeevan bahkan memiliki lukisan-lukisan kuno dan guci-guci dari abad pertengahan yang dia curi dari beberapa museum.
"Mereka terlalu bodoh untuk bisa menghalangi dan menangkapku. Mereka bisa menjaga ketat target incaranku, tapi sayangnya aku memiliki ribuan cara untuk menerjangnya. Aku seorang Aleser, singa tak terkalahkan. Aku tidak pernah mengandalkan keberuntungan, karena aku menciptakan peluang dan kesempatan untukku sendiri dalam meraih apa yang kuinginkan. Siapapun yang menghalangi singa, hanya akan menjadi domba yang berlumur darah dengan sekali ayunan cakarku ..." Jeevan bicara di depan cermin pada bayangannya sendiri.
Sekali lagi, tak akan ada yang mengira bahwa Jeevan adalah penjahat yang diburu berbagai negara karena aksi pencuriannya. Selain itu, siapa juga yang bakal mengira jika dibalik wajah tampan nan rupawan milik Jeevan, dia adalah seorang yang sadis dan kejam.
Dibalik senyum ramahnya, dia menyimpan ribuan trik mematikan. Entah sudah berapa orang yang terluka bahkan kehilangan nyawa akibat aksinya. Dia tak peduli, asal bisa memeroleh barang incarannya, berapa nyawa pun yang menjadi korban dianggapnya biasa. Jeevan Aleser adalah dua bilah mata pedang. Satu sisi adalah wajah baiknya sebagai Jeevan dan sisi lainnya adalah Aleser, singa tak berperasaan.
"Pencuri yang mengandalkan keberuntungan tak pantas memiliki kesempatan menjadi pencuri! Aku adalah Aleser, aku menciptakan ribuan kesempatan untukku sendiri dan mengubah setiap situasi menjadi keberuntungan bagiku! Tak ada kegagalan, yang ada adalah keberhasilan dalam genggaman ...." Jeevan menyunggingkan senyum licik penuh kebanggaan. Sebuah senyum yang tak pernah dilihat orang lain. Hanya dirinya sendiri dan bayangannya dalam cermin yang tahu dan bisa melihat adanya senyum licik itu.
mampir di ceritaku judulnya "impian surga" cerita bergenre spiritual romance.
yg datang ke lapak ku InsyaAllah akan ada kunjungan balasan. terima kasih..
mari saling mendukung .. ☺️