NovelToon NovelToon
Fang Yuan

Fang Yuan

Status: tamat
Genre:Fantasi / Kultivasi / Pendekar / Wuxia / Fiksi Modern / Fantasi Timur / Reinkarnasi / Epik Petualangan / Dan perjuangan hegemoni / Tamat
Popularitas:54.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Bang Regar

Dia terlahir dengan dantian cacat. Meski demikian tekadnya kuat untuk menjadi yang terkuat. Sayangnya, ia diremehkan oleh anggota Klan-nya sendiri.

Dengan latihan fisik dan tehnik pernafasan Alam yang diajarkan oleh kakeknya, ia tumbuh menjadi Naga yang ditakuti langit dan bumi, membuat para tetua ingin menyingkirkannya.

Kemudian para tetua memutuskan mengirimnya ke Benua Qingyun untuk menjalani kontrak pernikahan.

Di sinilah kisah legenda dimulai ....

***Season Dua***

Xiao Yue secara tidak sengaja mencapai Ranah Tidak Diketahui, sehingga ia naik ke Domain Dewa meninggalkan Fang Yuan dan Putrinya.

Apa yang akan dilakukan oleh Fang Yuan? Akankah ia akan menuju Domain Dewa juga untuk membawa Xiao Yue kembali ke Dunia atau membawa Putrinya ke Domain Dewa dan hidup bersama dengan Xiao Yue di sana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak Pernikahan

Fang Yuan memasuki kediaman Patriarki Klan Fang, jantungnya berdegup kencang—kesalahan apa yang ia buat hingga harus menghadap Patriarki dan tetua Klan.

Fang Yuan menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat kepada Patriarki dan tetua Klan Fang. “Aku, Fang Yuan menghadap Patriarki,” sapanya.

“Oh, kamu sudah besar, ya, Yuan. Kemarilah, jangan berdiri saja di situ.” Patriarki menyambut kedatangan Fang Yuan, ia bahkan beranjak dari tempat duduknya dan merangkul pundak Fang Yuan.

“Apa yang terjadi, situasi ini mencurigakan sekali. Bahkan para tetua semuanya senyum-senyum menatapku,” gumam Fang Yuan, merasa ada yang salah, karena yang ia ketahui para tetua sangat membencinya; gara-gara ia sering menghajar murid-murid jenius muda Klan Fang yang meminta latih tanding dengannya. Karena kelakuannya itu, banyak anak-anak muda Klan Fang rendah diri duluan, saat melihatnya. Tentu itu menurunkan mental mereka, sehingga mereka kesulitan berkultivasi.

“Berapa usiamu Nak, Yuan?” tanya tetua yang merupakan ayah Fang Xiao.

“16 tahun ... beberapa bulan lagi akan 17 tahun tetua,” sahut Fang Yuan.

“Dari sini ke Benua Qingyun dengan Kapal terbang Asosiasi Shangren butuh waktu enam bulan. Berarti saat kau tiba di sana, sudah 17 tahun dan bisa menjalani kontrak pernikahan,” kata tetua lain yang lebih sepuh, sembari mengelus-elus jenggot putihnya.

Pernikahan? Benua Qingyun, mendengarnya saja Fang Yuan kebingungan. Apakah ia akan dipaksa menikah? Kenapa harus dia, Fang Yuan bertanya-tanya dalam pikirannya.

Menyadari Fang Yuan kebingungan, Patriarki mengambil alih pembicaraan.

“Begini Nak, Yuan. Leluhur pendiri Klan Fang kita pernah membuat surat wasiat, di mana salah satu keturunannya harus pergi ke tempat asalnya di Benua Qingyun dan menikah dengan keturunan Klan Xiao.” Fang Yuan akhirnya mengerti tujuan Patriarki memanggilnya. “Dari semua remaja Klan Fang, hanya dirimu yang tidak bergabung dengan Sekte manapun, sehingga kami para tetua memutuskan memilihmu yang menjadi utusan Klan Fang. Bagaimana, apakah kau bersedia? Tenang saja Aku akan membiayai perjalananmu ke sana dengan uang khas Klan Fang.” Patriarki Klan Fang membujuknya.

“Betul Nak, Yuan. Kau sudah besar, sudah semestinya berumah tangga, dari pada sendiri saja.”

“Aku akan membeli rumahmu sebesar 50.000 keping emas. Itu harganya sepuluh kali lipat dari harga pasar.”

“Aku akan memberikan beberapa tabunganku juga. Mungkin tak banyak, 100 keping emas, tetapi itu sudah cukup untuk membangun rumah baru di Benua Qingyun.”

Para tetua sangat bersemangat membujuknya, membuat Fang Yuan makin kebingungan. Mereka peduli padanya, sih? Atau jangan-jangan ini namanya mengusir dengan halus.

Fang Yuan tak mempertimbangkan lagi, ia langsung menyetujui usulan mereka. Lagi pula, ia juga ingin melihat dunia luar itu seperti apa? Karena kakeknya sudah tiada, nyaris tak ada lagi yang memperhatikannya selama ini.

***

Di Kediaman utama Klan Xiao, Patriarki Xiao Yan juga mengumpulkan seluruh panatua untuk membahas perjanjian sepuluh ribu tahun yang lalu, antara pendiri Klan Xiao dengan Klan Fang yang merupakan adik kakak itu. Sang adik waktu itu memutuskan meninggalkan Benua Qingyun pergi jauh ke utara dan berjanji sepuluh ribu tahun kemudian, salah satu keturunannya akan datang dengan membawa surat perjanjian yang mereka buat, di mana keturunan mereka harus menikah untuk menyambung kembali tali persaudaraan yang telah putus.

Patriarki Xiao Yan sendiri memiliki dua anak, Laki-laki dan perempuan. Anak Laki-laki bernama Xiao Long, berusia 20 tahun dan merupakan murid luar Akademi Kekaisaran, bakat seni beladirinya sedikit buruk—sewaktu Guru Akademi Kekaisaran datang ke kota Houshan melakukan seleksi penerimaan murid baru, ia hanya mendapat tempat terakhir dari sepuluh kuota yang tersedia.

Di kota Houshan sendiri Klan Xiao sedang berada dititik terendah, padahal dulunya Kota Houshan milik Klan Xiao, tetapi dengan berjalannya waktu; Klan lain mulai terbentuk dan memojokkan Klan Xiao.

Xiao Long yang diharapkan bisa menaikkan kembali martabat Klan Xiao, ternyata tak bisa berbuat banyak. Malah Guan Yu, pegiat seni beladiri jenius dari Clan Guan yang berhasil menjadi murid dalam dan menempati peringkat 100 kompetisi tahunan Akademi Kekaisaran. Dengan demikian, secara otomatis Klan Guan menjadi pemimpin Kota Houshan dan membuat banyak kebijakan merugikan pada Klan Xiao.

Klan Xiao sendiri sebenarnya masih memiliki harapan, yaitu anak perempuan Patriarki Xiao Yan, Xiao Yue yang memiliki bakat luar biasa. Di usianya yang baru 16 tahun, ia sudah mencapai Ranah Penempaan Tubuh Tahap Di. Bakatnya itu hanya bisa disetarakan dengan Guan Yu yang diusia yang sama mencapai Ranah Penempaan Tubuh Tian—menjadikannya sebagai jenius beladiri yang muncul Seribu tahun sekali saja di kota Houshan.

Untuk membangun kembali kejayaan Klan Xiao, para Panatua setuju untuk memberikan sumberdaya yang lebih besar untuk Kultivasi Xiao Yue, hal itu membuat kecemburuan dari murid-murid Klan Xiao lainnya, terutama murid yang mencapai Ranah Penempaan Tubuh Tahap Xuan, yang sebenarnya termasuk jenius beladiri juga. Karena Xiao Long saja juga di Ranah Penempaan Tubuh Tahap Xuan saat diterima menjadi murid Akademi Kekaisaran.

***

Xiao Long dan Xiao Yue ikut serta dalam rapat darurat Klan Xiao itu, walaupun mereka tak tahu apa yang sebenarnya sedang dibahas. Apalagi Xiao Long harus meminta ijin pada Guru pelataran luar Akademi Kekaisaran, hanya untuk menghadiri panggilan Patriarki Xiao Yan.

“Kenapa kita harus mengikuti omong kosong leluhur Xiao? Bukankah lebih baik kita menjodohkan Xiao Yue dengan salah satu anak Klan Guan atau dari keluarga Kekaisaran. Pasti mereka akan terpana melihat kecantikan Xiao Yue saat ia memasuki Akademi Kekaisaran. Guan Yu saja telah menjalin tunangan dengan Pangeran ketujuh. Saat ini tak ada yang bisa mengusik Klan Guan lagi, mereka akan menghabisi kita,” keluh Panatua Xiao Dong tak terima dengan rencana Patriarki Xiao Yan untuk menjalani keputusan yang dibuat oleh leluhur Xiao.

“Betul Patriarki. Di tanganmu, Klan Xiao akan binasa, seharusnya Patriarki mencari cara bagaimana menjalin hubungan dengan salah satu Pangeran. Kabarnya Pangeran Keenam dan Pangeran Kelima masih lajang.” Panatua Xiao Guan ikutan menentang kebijakan Xiao Yan.

Xiao Yue kebingungan, kenapa ia seperti barang dagangan saja. Apa yang sebenarnya terjadi, sedangkan Xiao Long sudah tahu maksud mereka. Namun, ia tak menyangka kenapa pilihan mereka jatuh pada Pangeran Keenam dan Kelima yang terkenal jahat dan suka menindas itu.

Guan Yu sangat beruntung, ia mendapatkan Pangeran ketujuh yang memiliki sifat baik dan tampan, sedang dua Pangeran lainnya itu memiliki wajah biasa saja. Mungkin lebih baik memiliki hubungan dengan Pangeran Kedelapan saja, yang kabarnya sangat tampan. Namun, kepribadiannya belum diketahui oleh Xiao Long.

Patriarki Xiao Yan yang terkenal penyabar itu naik pitam. Dia menampar meja dihadapannya hingga hancur berkeping-keping.

“Cukup omong kosong kalian!” bentak Xiao Yan. “Xiao Long atau Xiao Yue akan menikah dengan keturunan leluhur Fang. Kalau Xiao Long yang menikah nanti, barulah kita bahas masa depan Xiao Yue.” Xiao Yan membuat keputusan tanpa meminta pertimbangan dari Panatua yang wajah masam, karena dimarahi oleh Xiao Yan.

...~Bersambung~...

1
Dan Kawan-Kawan
shuuuuiiiiiiippppppp
Yaswirno Mr
shiiiip👍
Aiby Kushina Uzumaki
meong?????
Yaswirno Mr
hebat..💪
Yaswirno Mr
terlalu bertele tele ceritanya
Yaswirno Mr
🤣
Yaswirno Mr
hebat fang yuan😄
Akun Xiomi
muantaaaaaaaaaaaf bang Regar 👍💪
tahun papad2
build alur dan interaksi antar tokoh yang menjijikan
tahun papad2
Bisa²nya novel dengan build alur semengerikan ini lebih populer dari novel sebelah berjudul "Manusia Terpilih" padahal novel itu 100X lipat lebih layak baca dibanding novel ini, dimanakah kecerdasan baca kalian para netizen?!
tahun papad2
Jujur aja gue suka tipe novel fantasy + kultivasi gini, tapi serius cara ngembangin konflik sampe akhirnya selesai itu cringe, terlalu gampang kayak kurang niat ngasih variasi algoritma atau memang segitu doang imajinasinya. plus tentang penggambaran interaksi antar MC sama org2 terdekatnya, khususnya Xiao Yue, menjijikan--terlalu mengedepankan perkasuran. plus biasanya buat penyeimbang suasana, kalau pasangan perempuan cakep yg cowo dibikin b aja, lah ini? kedua pasangan dibikin cakep di atas rata2, seolah cerita ini bukan buat memuaskan pembaca tapi memuaskan imajinasi narsistik author itu sendiri
tahun papad2: Belajarlah lebih banyak dari author novel tipe serupa berjudul "Martial Universe" bang, biar kualitas alurnya berbobot
total 1 replies
Fery Rahman
Goblok , umur tujuh belas th lebih kepikiran tunge dari pada latihan, sama sekali ga ada kebangkitan dan ga punya kebanggaan, cerita novel dari sekte pengemis aja punya kebanggaan dan ada yg di banggakan, atau author nya pecundang sejati
Fery Rahman
goblok
Fery Rahman
tolol
Fery Rahman
di bilang genre action nanggung ga ada anti klimaks , di bilang comedi setengah matang ga pecah sama sekali
Fery Rahman
novel ini sama sekali tidak memberikan pelajaran positif , justru mengajarkan
jadi pecundang, Apa aslinya sang author terlalu naif atau pecundang sejati
ABANG RIBET
banyak bacot lu jalang untung author per pihak ama lu kalau,author lain gak mungkin MC di gini in amat
ABANG RIBET
dih si jalang
Eneng Bariono
iklan setan gak mau jeda terus sekalian gak usah Novelnya ditampilkan oke
Eneng Bariono
sebenarnya banyak cela dikelola jadi humor ringan tengil usil jahil sok polos. tapi kurang greget penulisnya jangan jangan sakit gigi penulisnya ha ha haaaaa cocok👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!