NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia

Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sales maksa

Bella menghampiri Janu dan Anton dengan senyum penuh kegirangan.

Hah! Hah! Nafas Bella memburu, "Akhirnya! akhirnya! Aku bertemu denganmu lagi!" Ucapnya penuh dengan ekspresi kesenangan.

"Siapa kamu? Mengapa kamu tampaknya mencariku?" Tanya Janu dengan ekspresi sedikit bingung.

Dia benar benar bingung dengan siapa wanita yang ada di depannya ini.

Bella langsung terhuyung huyung kebelakang karena mendengar pria bodoh ini tak mengenalinya.

Bella hendak marah namun ia teringat sesuatu, "tunggu justru ini hal yang baik, kalau pria ini tak mengetahui namaku... keluarga Manurung tidak perlu terseret apabila suatu saat tindakanku yang mengorbankan pria bodoh ini terbongkar!" Batin Bella tersenyum.

Bella memaksa ekspresinya seramah mungkin ketika memandangi Janu, "perkenalkan namaku adalah Julia, di sini aku akan memberikan paket liburan gratis ke kaki Gunung Pancar!" Ujar Julia yang menggunakan identitas palsu.

"Tunggu dulu, jika di lihat lihat aku seperti pernah melihatmu..." ujar Anton.

Bella langsung mengigit bibirnya dengan gelisah, ia khawatir bahwa sosok teman pria bodoh ini akan mengebalinya yang merupakan bagian dari keluarga Manurung.

"Apakah kamu mantan istrinya Na Daehon?" Tanya Anton.

Bella langsung melebarkan matanya, "bukan!! Keparat!"

"Oh... maafkan aku pasalnya kau sedikit mirip."

"Mana ada..!!!"

"Paket liburan gratis ke kaki Gunung Pancar Sentul?" Tanya Janu dengan ekspresi bingung di wajahnya.

"Benar, sebuah liburan santai dengan villa mewah di sana!" Ucap Bella.

"Tidak tertarik." Jawab Janu singkat. .

"Bagus! Kalau begitu kita berangkat besok untuk menuju ke villa itu, pastikan bahwa kamu sendiri yang ber--" bella terdiam, kemudian Bella melebarkan matanya dengan marah, "tunggu, kamu tidak bisa menolaknya! Mengapa kamu menolaknya?!"

Janu menggaruk kepalanya dengan bingung, "lah? Memang ada alasan mengapa aku harus menerimanya?" Tanya Janu.

Janu benar benar bingung, entah mengapa tiba tiba ada wanita yang mendatanginya dan menawari paket wisata liburan gratis menuju ke villa.

Bella mengedutkan matanya, "hei, apakah kamu bodoh? Ini adalah paket liburan gratis! Ini ke villa mewah!"

"Apakah kamu sudah pernah ke villa mewah?" tanya Bella dengan ekpresi frustasi.

Dia benar benar tidak menyangka, sosok gembel di depannya ini malah menolak tawaran halusnya. Benar benar membuat frustasi saja.

"Kalau hanya ke villa mewah ya bolak balik!" Canda Janu dengan sedikit sombong, ia sendiri belum pernah ke villa mewah. Namun ia tahu trik marketing orang ini, Janu tahu pasti ketika ia sudah di sana ia akan di suruh membayar dengan alasan ini dan itu.

Janu yang kesal kemudian berucap, "lagian mengapa aku harus menerima paket liburan gratismu ini? Bukankah ini sedikit mencurigakan? Siapa kamu? Sehingga tiba tiba kamu datang dan menawariku paket hadiah liburan gratis?"

Janu bisa merasakan adanya bau bau tidak jelas dari wanita ini.

Bella menggertakan giginya, "ini semua karena kemurahan nyai Dia-- maksudnya kemurahan hatiku!"

Bella terdiam, kemudian berucap, "tidak! Maksudku karena kemurahan hati perusahaan tempatku bekerja!" Ucap Bella dengan dingin.

Bella sendiri adalah Nona Keluarga Besar, dia tak ahli merayu seperti sales pada umumnya, ia hanya terbiasa menyuruh.

Hasilnya ya seperti ini.

"Sudah, ayo Ton kita pergi!" Ucap Janu yang mengajak Anton untuk pergi dati tempat ini.

"Tungguuuu!!!" Teriak Bella dengan sangat keras.

"Aku melakukannya demi hadiah, tolong datang ke villa ini!" Teriak Bella yang tampak putus asa.

Janu berhenti, kemudian ia kembali menatap ke arah Bella.

"Hmm, pantas saja sales ini maksa sekali ternyata dia di janjikan hadiah oleh atasannya!" Ucap Janu dalam hatinya.

Bella mengigit bibirnya kemudian berucap, "hei ayolah, aku terpaksa memaksamu! Mau bagaimana lagi, ini tuntutan dari bos! Bos hanya ingin villa barunya di kenal!" Ucap Bella bersandiwara.

"Ngomong dari tadi!" Ucap Janu, sebagai seseorang yang sangat menghormati Janu merasa sedikit iba dengan wanita ini, ya walaupun kesannya cukup memaksa.

"Melihatmu seperti ini aku jadi kasihan, ya sudah aku akan mengunjungi villa yang kamu maksud itu! Tapi tidak akan menginap!"

"Katakan kepada bosmu kalau kamu berhasil menggaet satu pelanggan!" Ucap Janu dengan sedikit kesal.

Bella membungkukan badannya, "te.. terimakasih!" Dia mengucapkan kalimat ini dengan terbata bata, dalam hatinya Bella berucap, "awas saja! Awas saja kamu! Setelah ini kamu pasti akan menyesal karena telah datang ke kaki gunung Pancar, di sana pria bodoh ini pasti akan di jadikan tumbal untuk peletku... setelah ini aku juga akan mencari tahu siapa kamu, siapa keluargamu, dan siapa orang terdekatmu akan aku buat semuanya sengsara!" Ucap Bella dalam hatinya.

"Dimana tempatnya?" Tanya Janu dengan ekspresi sedikit kesal.

Buru buru Bella mengeluarkan sebuah peta dan sebuah amplop, "almatnya ada di dalam amplop ini, mohon amplopnya jangan di buka, namun di bawa saja masuk ke dalam." Ucap Bella.

Tentu saja amplop itu berisi buntelan yang di berikan oleh nyai Diajeng Keshwari.

"Baik! Nanti aku akan mampir." Ucap Janu.

"Pergi sana!" Imbuhnya.

Bella menganggukan kepalanya, "Ba.. baik!"

Bella membalikan badannya dan dengan cepat pergi dari tempat ini.

Apa yang tidak di ketahui oleh Janu, Bella berjalan sambil menggertakan giginya.

"Keparat! Akan aku balas penghinaan ini!"

***

Waktu berjalan dengan sangat cepat. Setelah bertemu dengan Janu, Bella langsung menuju ke kediaman Nyai Diajeng Keshwari..

Terlihat Bella kebingungan melihat halaman Nyai Diajeng Keshwari sangat kotor, di penuhi dengan dedaunan yang menutupi tanah.

Bella merasakan badanya ketidakberesan, dia langsung masuk ke dalam rumah Nyai Diajeng Keshwari ini memeriksa apa yang terjadi di dalam.

Mata Bella langsung terbelalak... Nyai Diajeng Keswari terkapar tewas bersimbah darah di lantai.

Grr!!

Samar samar Bella mendengar suara erangan hewan buas, ia langsung menoleh ke sumber suara ia kembali di buat terkejut seekor serigala setinggi 3 meter berdiri di pojok ruang tamu dengan mata merah menyala.

Bella mengucek matanya memastikan apa yang ia lihat tidak salah, ketika dia membuka matanya kembali... benar saja ia hanya salah lihat, tidak ada seekor serigala pun di sana.

Bella kemudian menatap tempat di mana Nyai Diajeng Keshwari terkapar, Nyai Diajeng Keshwari masih di sana... karena tak ingin terseret masalah lebih jauh Bella langsung pergi begitu saja.

"Sial aku harus pergi! Ada yang tidak beres di sini!" Batin Bella sembari berlari menuju mobilnya.

Apa yang tak di ketahui Bella sepasang mata merah menyala mengawasinya dari balik rimbunnya semak di halaman rumah Nyai Diajeng Keshwari.

1
Aman Wijaya
Rangga kepedean merasa dirinya seperti pangeran 🤴
Tini Nurhenti
mentri bahlul gan
Tini Nurhenti
puspa gmna kabare thor ?? 💪💪💪
Tini Nurhenti
kek kamyu ea thor 🤭🙏
Tini Nurhenti
baru lgi thor ?? hadir n nyimsk dlu thor 😄🙏🤭
bedul: iya nih, jangan lupa baca sampe selesai ya. udah 37 bab terjadwal nih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!