NovelToon NovelToon
Cegil Merajut Luka Hatinya

Cegil Merajut Luka Hatinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Balas Dendam
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Aku mengejarmu karena mengira kamu adalah malaikat penyelamatku. Ternyata, kamu hanyalah luka paling berdarah yang sengaja aku pelihara."

Selama dua tahun di SMA Taruna Bakti, Rian Pratama rela menjadi budak cinta demi Keysha Mariela, sang kapten cheerleader. Rian tulus, ia hanya ingin membalas budak kebaikan gadis yang ia kira telah menolongnya di malam ibunya meninggal dunia. Namun, ketulusan Rian dibanting hancur di pesta ulang tahun Keysha. Di depan ratusan mata, Keysha menolaknya mentah-mentah demi Marvel, cowok idaman sekolah, sambil menertawakan kemiskinan Rian.

Di titik terendah saat Rian ingin mengakhiri segalanya, Ziva Zakiyah datang. Cewek genius, manipulatif, dan terkenal 'cegil' (cewek gila) ini membawa satu misi: balas dendam.

Ziva tahu rahasia besar yang disembunyikan Keysha, dan dia siap mengubah Rian yang polos menjadi pangeran berdarah dingin untuk menghancurkan Keysha dan Marvel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 01. Kilas Balik, (Revisi)

Gerimis di luar kedai kopi Le Petit sudah berubah menjadi hujan deras yang menghantam aspal, tapi Rian Pratama sama sekali tidak peduli.

Cowok itu berdiri di depan etalase kaca dengan napas agak memburu.

Seragam putih-abu-abunya basah kuyup di bagian bahu, menyisakan bercak lingkaran gelap yang kontras.

Di tangannya, ada sebuah kotak kecil berwarna merah muda berisi lima buah macaron rasa vanila.

Harganya seratus lima puluh ribu rupiah. Bagi Rian, itu setara dengan jatah makan siangnya selama tiga hari.

Namun, bagi Keysha Mariela, itu mungkin hanya harga segelas air mineral di kafe langganannya.

"Lo yakin mau nganterin ini sekarang, Yan? Keysha kan lagi kumpul sama anak-anak cheerleaders di ruang audio," Aldo, barista kedai sekaligus teman sekelas Rian, menatapnya dengan pandangan kasihan yang sudah terlalu sering Rian lihat.

Rian tersenyum, menyugar rambutnya yang basah ke belakang. "Gak apa-apa, Al. Hari ini genap dua tahun gue ngejar dia. Gue cuma mau ngasih ini."

"Dua tahun lo jadi kesetnya dia, maksud lo?" Aldo mendengus, menyerahkan plastik transparan untuk melindungi kotak kue itu dari air. "Satu SMA Taruna Bakti tahu lo itu pahlawan kesiangan yang gak dianggap. Mending lo sadar deh, Yan."

Rian hanya terkekeh, pamit, lalu menerobos hujan.

Kata 'keset' sebenarnya terlalu halus.

Selama dua tahun ini, Rian sudah kenyang dikatai pengemis, cowok gak tahu diri, hingga badut sekolah.

Keysha Mariela—sang kapten cheerleader yang dingin, cantik sempurna, dan berasal dari keluarga pemilik yayasan—selalu menatap Rian seolah Rian adalah noda lumpur di sepatu putihnya.

Keysha tidak pernah membalas pesannya. Keysha selalu membuang surat-suratnya. Keysha bahkan pernah menyiramkan sisa es teh ke sepatu Rian di kantin depan ratusan murid.

Rian malu? Tentu saja. Dia manusia biasa, bukan robot. Tapi Rian bertahan. Dia punya alasan yang terkunci rapat di dalam laci paling bawah meja belajarnya: sebuah pita rambut berwarna merah yang sudah agak kusam.

**

Kilas Balik,

Ingatan Rian berputar otomatis ke malam terkutuk dua tahun lalu. Malam saat ibundanya dinyatakan meninggal dunia setelah tabrak lari. Dunia Rian runtuh malam itu. Dia berlari keluar dari rumah sakit, menangis histeris di gang sempit yang gelap di bawah guyuran hujan badai yang mirip seperti hari ini.

Saat Rian merasa ingin mati saja, sebuah mobil berhenti. Seorang gadis dengan seragam SMP Taruna Bakti turun.

Gadis itu tidak takut melihat Rian yang bersimbah darah karena memukul tembok.

Gadis itu memayunginya, menggenggam tangannya yang gemetar, dan membisikkan kata-kata yang menyelamatkan nyawa Rian: "Jangan kalah sama malam. Besok matahari masih bangun."

Gadis itu pergi terburu-buru karena dipanggil sopirnya, meninggalkan pita merahnya yang terlepas dan terjatuh di genangan air.

Rian tidak pernah lupa dengan pita merah gadis itu. Pita merah yang sama dengan milik Keysha Mariela sekarang.

Keysha mungkin lupa kejadian malam itu karena suasana gelap, atau mungkin karena bagi Keysha, menolong gelandangan emosional seperti Rian bukanlah hal besar.

Tapi bagi Rian, Keysha adalah alasan dadanya masih bergerak naik-turun sampai detik ini.

**

Rian sampai di depan ruang audio dengan kondisi setengah basah.

Suara tawa dan obrolan renyah terdengar dari dalam. Begitu Rian mengetuk pintu dan membukanya, keheningan langsung menyergap ruangan.

Tujuh anak cheerleader dan beberapa anak basket yang sedang nongkrong menoleh serempak. Di tengah ruangan, duduk Keysha.

Rambutnya dikuncir kuda yang rapi, matanya yang tajam menatap Rian dengan tatapan dingin yang biasa.

"Eh, ada anjing budak datang bawa makanan," celetuk Marvel, kapten tim basket, memicu tawa tertahan dari yang lain.

Rian mengabaikan Marvel. Matanya lurus menatap Keysha. Dia berjalan mendekat, menaruh kotak macaron yang masih kering di atas meja di depan Keysha.

"Selamat hari jadi yang kedua tahun sejak gue pertama kali suka sama lo, Key," ucap Rian pelan, suaranya tenang tanpa ada nada mengemis. "Ini macaron vanila dari Le Petit. Lo bilang minggu lalu lagi pengen ini, kan?"

Keysha tidak menyentuh kotak itu. Dia hanya bersedekap, bersandar pada kursi. "Gue bilang gue pengen, tapi gue gak bilang gue minta lo yang beliin, Rian."

"Gak apa-apa. Ini murni dari gue," Rian tersenyum tipis. "Gue balik ke kelas dulu ya. Jangan lupa dimakan."

Ruangan itu senyap.

Keberanian Rian, ketulusannya yang keras kepala, entah bagaimana selalu berhasil membuat atmosfer di sekitar Keysha menjadi canggung. Cowok-cowok lain mungkin sudah mundur sejak bulan pertama, tapi Rian punya ketahanan mental yang tidak masuk akal.

Rian berbalik. Dia melangkah menuju pintu dengan perasaan yang sedikit lega.

Setidaknya, hari ini Keysha tidak membentaknya atau menyuruhnya pergi sebelum kotak itu diletakkan.

Rian merasa ada sedikit kemajuan. Hanya sedikit, tapi itu cukup untuknya.

Rian membuka pintu ruang audio, melangkah keluar ke koridor yang sepi. Hatinya menghangat. Dia membayangkan Keysha akan mencicipi kue itu, lalu mungkin—hanya mungkin—gadis itu akan tersenyum kecil.

Prak.

Langkah Rian terhenti tepat tiga langkah di luar pintu. Suara sesuatu yang dilemparkan ke dalam tong sampah besi di dalam ruangan terdengar begitu nyaring karena pintu yang belum tertutup rapat.

Rian menoleh pelan melalui celah pintu yang sedikit terbuka.

Di dalam sana, kotak merah muda berisi macaron seharga seratus lima puluh ribu rupiah itu sudah berada di dasar tempat sampah, tercampur dengan tisu kotor dan sisa bungkusan plastik.

Keysha sedang mengelap tangannya dengan tisu basah, seolah-olah menyentuh udara di sekitar kotak itu saja sudah membuatnya kotor.

"Gila, Key. Mahal itu," kata salah satu temannya.

Keysha membuang tisunya ke tempat sampah yang sama, tepat di atas kotak pemberian Rian. Wajahnya datar, tanpa dosa, tanpa penyesalan.

"Gue gak suka barang murah dari orang murahan," jawab Keysha dingin. "Bikin selera makan gue hilang."

Rian terpaku di koridor yang dingin.

Dadanya mendadak sesak, bukan karena harga kuenya, melainkan karena sadar: Gadis Pita Merah yang dulu menyelamatkannya, kini telah berubah menjadi monster yang secara perlahan membunuh nya setiap hari.

......................

...****************...

Tbc,

1
falea sezi
malah nyalahin Ziva🤣 oon bgt ini Riyan plin plan
falea sezi
🤣🤣 si plin plan mending pergi aja ziv laki! gk tau diri cocok sama sampah kayak. keysa
Luna
GK respect sama Rian ,,, ujung ujungnya nanti marahan lagi sama ziva,,,,apa GK ada cowok lain yg bantu Keysa ,atau emang sengaja citra pengen ngerusak hubungan orang,
Luna
makin bodoh yg seharusnya minta tolong om nya dong buat klarifikasi,,,😑
falea sezi
😒 gila ini keysa
Luna
kan itu sudah jadi pilihan kamu sya dari awal ,,, jangan menyesal,cowok idaman mu ternyata tak sempurna seperti halusinasi mu🤣🤣🤣🤣🤣 terima takdir,Marvel memang kaya tapi sifatnya kek psikopat dan kamu sendiri yg membangkitkan nya keysa🤣🤣🤣🤣🤣
Queen Aisyah
🥰🥰
falea sezi
🤣🤣 Riyan ttep. bego uda lah ziv g usa dket cowok plin plan kayak riyan🤭 gk tau diri
Luna
GK salah sih marven dapat cewek lain dia kaya duit banyak,,,kalo ada yg lebih baik dari kamu yh GK mungkin lah di lewat kan , sedangkan Rian dia udah capek banget di PHP in terus ada cewek yg ngasih dia perhatian yh GK mungkin dilewatkan Rian ,,, sekarang elu sendiri GK dapat dua duanya,
Luna
untung si Marvel atau marven sudah putus sama nih cewek,,,,🤣🤣🤣🤣🤣🤣 semoga ada cewek gila lain untuk mantan Keysa 🤣🤣🤣🤣🤣
falea sezi
awas aja lu rian oleng🤣 Ziva gue suruh pindah sekolah
falea sezi
jauhin aja ziv laki gk tau diri🤣 uda ma kesya aja cocok😒 sampah sama sampah
Luna
dalam mimpi sya,,,,,🤣🤣🤣
Luna
Marvel sebelas dua belas sama si Naya yh Thor🤣🤣🤣🤣🤣🤣,agak gila ,,,,gituloh
Rofiwan: Naya versi lanang
total 1 replies
Luna
Rian ,,,, kayaknya yg nolongin kamu bukan Keysa deh ,,,, orang kek dajal gitu nolongin orang kayaknya enggak deh,kaya tapi miskin etika🤣🤣🤣🤣
falea sezi
buat Riyan tegas donk🤣 jangan kayak. kerupuk. melempem
falea sezi
buang waktu aja 🤣 cowok ngemis kayak gini g ada harga dirinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!