"Rin mau kemana? kenapa diam-diam membawa koper begitu?" Tanya Aga merasa curiga pada istrinya, mendadak istrinya pamit pergi, padahal dia baru saja pulang dari pasar. Arin diam saja dan tetap memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. "Rin aku nanya sama kamu? Kalau mau pergi, aku antar" "Tidak perlu mas, di dalam masih ada tamu" "Tamu Istimewa" Imbuh Arin dalam hati. Arin menyerah. Sejak kecil dia sudah mengabdi di keluarga suaminya karena mereka telah di jodohkan sejak kecil. Arin kira pengorbanan dan kesabarannya akan membuat suaminya luluh, namun dia salah. Suaminya bahkan membawa wanita idamannya ke dalam rumah. Arin sudah tidak tahu apa yang ingin dia pertahankan di rumah ini, bahkan setelah satu tahun menikah, tak sekalipun dia di sentuh. "Tunggu aku sebentar, keluarkan kopermu. Masukkan ke mobil ku, aku akan mengantarmu" Pinta Aga, namun Arin sudah mati rasa, dia langsung meminta supir melajukan mobilnya.Arin tak memperdulikan Aga yang berteriak sambil berlari mengejarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
POV Aga
Arin kembali diam saat aku bilang ingin ke Bogor, pasti ini karena ulah Dewa, dia pasti mengirimi istri ku apa yang terjadi di sana. Pasti dia juga penyebab Arin ingin pulang, aku melihat Dewa terus melirik ku dengan tatapan kesal.
Aku mengurungkan niat ku ke sana untuk malam ini, aku ingin menghibur dia, aku minta ibu untuk pulang sekarang. Jadi aku bisa menggunakan itu sebagai alasan tidak berangkat ke Bogor.
Sampai di rumah, Arin sudah merapikan sofa miliknya, aku memintanya agar tidur di ranjang saja bersamaku, aku kira dia akan senang dan bersedia tidur di samping ku, tapi ternyata tidak. Jujur aku kecewa saat di tolak.
Aku yang sudah menciptakan suasana seperti ini di pernikahan kami, dia tidak mungkin bisa menerima begitu saja diriku jika aku berubah mendadak seperti ini.
Aku melihatnya masih kesal, jadi ku putuskan mendekati nya. Aku bercerita jujur tentang kejadian di acara mendaki, dia nampak hawatir.
Aku langsung memeluknya, aku menyesal sudah membencinya. aku minta maaf padanya, dia hanya diam. Arin bahkan memalingkan wajahnya, aku memutar wajahnya agar menatap ku.
Kami saling tatap, aku memberanikan diri mencium nya, aku senang sekali dia tidak menolak. Namun saat aku ingin lebih. Dia menolak ku.
"Maaf mas Arin belum siap?"
Rasanya sangat kecewa sekali hati ini di tolak saat kita sedang ingin. Tapi aku bisa paham situasi yang dia alami saat ini.
Aku sudah sering menghinanya, menolak dia mentah-mentah. Bahkan dia sampai memakai baju lingerie yang di belikan ibu, aku dengan tegas menolaknya. Jadi begini rasanya di tolak, benar-benar membuat dada ku sesak.
Arin langsung tidur dan aku menahan hasrat ku hingga pagi hari. Aku benar-benar merasa tersiksa malam ini.
Hingga keesokan harinya, Aku dengan malas terpaksa berangkat ke Bogor. Jika saja tidak dapat pesan dari anak bapak yang sudah menolong ku, aku tidak akan ke sana. Aku memilih di rumah bersama Arin dan ibu.
Setelah sarapan, kaki ku rasanya berat untuk melangkah. Aku tidak mau pergi, aku ingin tetap tinggal tapi Arin justru nampak semangat saat aku akan pergi. Dia bahkan membawakan aku bekal.
"Arin mau ikut?"
Pertanyaan ibu langsung membuat bibir ini tersenyum.
"Kamu mau ikut?" tanyaku ulang.
Arin tampak bingung, tapi jawaban nya membuat aku kecewa.
"Toko sudah lama tutup, kalau harus tutup lagi takut pelanggan kabur"
"Ibu bisa handle Rin"
"Tapi ibu baru saja pulih dari sakit, Arin tidak bisa ninggalin Ibu sendirian"
"Ya sudah kalau begitu"
Aku kembali lemas saat Arin tidak mau ikut, pasti menyenangkan bisa ke sana berdua, di sana cuacanya dingin, aku bisa memeluknya seharian di sana.
Arin menyalami tangan ku, aku langsung menarik tangannya dan memeluknya, mencium keningnya lama. Aku benar-benar tidak ingin jauh darinya. Aku juga tidak tahu kenapa aku begini, mungkin aku sudah lama suka padanya, tapi aku selalu menjauh karna salah paham itu.
Aku akan membuat kejutan untuknya agar dia senang. Setelah dari Bogor aku akan melamar dia secara resmi, dengan cincin dan juga bunga. Aku harus melakukan itu.
"Nah begitu dong, pengantin baru harus romantis" Puji ibu saat melihatku mencium kening Arin. Aku jadi malu begitu pulang Arin.
"Aga pergi dulu Bu"
pamit ku.
Saat akan keluar dari gerbang, aku sengaja membuka kaca mobil, aku melambaikan tangan ku ke Arin. Arin melakukan hal yang sama. Sungguh meski hanya tindakan sederhana, ini sudah membuat hati ini berbunga-bunga, dia tersenyum tipis sambil terus menatapku yang akan pergi. Aku jadi kangen dengan dia, padahal dia masih bisa aku lihat dari kaca spion mobil. Rasanya aku ingin memutar balik mobil ku, menarik dia ke kamar dan mencium nya lama.
Sepanjang perjalanan aku tidak bisa berhenti memikirkan dia, wajah merahnya saat malu, sikap nya saat di rumah sakit, benar-benar membuat ku tergila-gila. Aku benar-benar ingin kembali sekarang, namun aku sudah setengah perjalanan.
Perjalanan yang tadinya hanya beberapa jam terasa seperti berhari-hari karena aku terus merindukan Arin.
Sampai di Bogor aku langsung ke rumah Pak Amin, bapak-bapak yang sudah menolong ku.
Aku mengucapkan salam, saat aku masuk aku begitu terkejut karna melihat Dewa juga ada di sana.
"Kamu ngapain di sini?" Tanyaku penuh selidik.
"Hanya memastikan kamu tidak selingkuh"
Rasanya ingin sekali aku meninju dia di sini, tapi aku mencoba menahan diri.
"Pak Amin nya ke mana nam?" Tanyaku pada Anam anak pak Amin.
"Bapak di ladang mas, maafin Anam mas, lelaki ini yang minta Anam menghubungi mas Aga"
Aku benar-benar ingin meninju dia sekarang, dasar saudara tak tahu diri, dia sudah membuang waktuku dan Arin terbuang sia-sia.
"Mau apa? Kapan-kapan saja bicaranya, aku sibuk"
Aku ingin langsung pulang, namun perkataan Dewa membuat langkah ini terhenti.
"Aku ingin menikahi Arin, ceraikan dia, aku tahu kamu tidak menyukainya"
Tangan ku langsung mengepal keras, aku berbalik dan langsung meninju wajahnya.
Beraninya dia bicara seperti itu, memangnya dia siapa meminta kami bercerai? sampai mati juga aku tidak akan menceraikan Arin.
Dewa tersenyum kecil, sambil mengelap ujung bibirnya yang berdarah. Salah siapa bicara ngawur begitu. Sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan Arin.
"Kamu sudah punya Rahma, jangan siksa Arin dengan dendam kamu, dia wanita baik. Aku tidak akan membiarkan wanita yang kucintai kamu sakiti"
'Bug'
Ku layangkan lagi tinjuku, aku benar-benar tidak mengerti ke mana jalan pikirannya, hingga dia bilang mencintai istri orang lain.
Aku raih kerah bajunya dan menatap dia nyalang.
"Arin istri ku, selamanya akan begitu. Aku tidak akan membiarkan kamu mendekati dia, apalagi merebutnya!"
Dia kembali tersenyum mengejek, dia setengah tertawa padanya, sungguh wajahnya membuat ku kesal dan muak.
"Istri? Dia bahkan masih perawan sekarang"
Aku ingin kembali meninjunya, tapi Anam kembali dan langsung menarik Aga menjauh dari ku.
"Kenapa kalian bertengkar?" Lerai Anam.
Kami hanya diam dan saling tatap penuh kebencian.
"Dia yang mulai duluan" Jawab ku.
"Jangan bertengkar di sini, kalau sampai bapak tahu, kalian tidak akan boleh pulang sebelum masalah kalian selesai"
Aku langsung diam, aku tidak mau terjebak di sini dengan si gendut ini. Dulu dewa sangat gemuk, hingga aku selalu menjuluki dia dengan nama Si gendut. Kami bertemu hanya saat ada acara keluarga seperti pernikahan dan lainnya. Kami sering bertengkar merebutkan sesuatu
Tak ku sangka kebiasaan itu masih dia lakukan hingga sekarang, kali ini aku tidak akan mengalah begitu saja, Arin itu istriku, tidak akan aku biarkan dia merebutnya.
kl kabur beneran pasti kluar kota Naik bus ganti kapal pesiar pasti gk Ada yg nemuin. ntah Arin itu goblok apa tolol jd wanita. pdhl dah dewasa dah pernh kawin tp ttp oon.
niat kabur Dr awal pergi jauh ganti nmr jng hub orang rumah lagi. kemarin mncing hub mertua oalah alah. cewek plin plan.
terus aja Rin keraskan hatimu buat dirimu sama ky si Aga yg suka menyimpan dendam jd kamu ga ada bedanya sama si Aga kan
heran koq bisa si Dewa tau2 nongol bawa bunga bawa cincin, ntar pas mereka lg pandang2 an ato pegangan tangan si Aga nongol tuh, lanjut lg salah pahamnya gitu aja terus ga kelar2
kl wanita mandiri pasti saat pertama kabur dah ganti nmer kabur baik bus yg jauh ntah kluar pulau bgitu.
tp ini mlh milih nyari laki lain pdhl status masih istri orang. gk jelas bnget. wanita murah.
kl merasa suami mu gk baik ya cerai sblm pergi ni mlh jd wanita murah meriah.
sepertinya takdir tdk akan membawamu ke Dewa deh 🤭😆