NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

‎Risa mengendarai mobilnya menuju sebuah kafe yang biasa menjadi tempat pertemuannya dengan sahabat karibnya sejak sekolah dulu, Sella.

‎Saat masuk ke dalam kafe beraroma kopi harum itu, Sella sudah duduk menunggunya di sudut ruangan, tersenyum ramah dan melambaikan tangannya ke arah Risa.

‎‎"Risa? Ada apa denganmu? Wajahmu pucat sekali, kamu sakit?" tanya Sella cemas, segera berdiri dan menarik kursi agar Risa duduk di hadapannya.

‎‎Risa duduk perlahan, napasnya tersendat, dan sebelum ia bisa mengucapkan sepatah kata pun, air matanya sudah menetes jatuh tanpa bisa ia tahan lagi.

‎‎"Sella…" suara Risa parau dan gemetar, tangannya menggenggam erat tangan Sella di atas meja, "Mas Raga… dia... dia selingkuh, Sel. Dia mengkhianatiku."

‎‎Seketika itu juga, mata Sella membelalak lebar, mulutnya terbuka kaget, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia bahkan sampai mundur sedikit dari kursinya, terkejut luar biasa.

‎‎"Apa?! Kamu bicara apa, Risa? Itu tidak mungkin!" seru Sella dengan nada tinggi, namun nadanya penuh rasa tidak percaya. "Selama ini Raga terlihat sangat mencintaimu dan sangat perhatian padamu. Bahkan dia berani melawan ibunya sendiri demi membela kamu. Bagaimana mungkin dia punya hati untuk mengkhianatimu?"

‎‎Risa mengangguk pelan, air matanya semakin deras mengalir membasahi pipinya. Ia lalu menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, tanpa ada yang disembunyikan. Mulai dari pesan misterius yang ia terima semalam, sampai ia mengikuti Raga dan melihat sendiri kebenarannya, melihat Raga berpelukan dan berciuman mesra dengan wanita bernama Amelia di tempat sepi. Lalu ia menceritakan pertemuannya dengan Amelia di kantor tadi, sampai rencana Raga pergi keluar kota selama satu minggu penuh tanpa membawa staf pendamping sama sekali.

‎‎Semua cerita itu keluar dari mulut Risa dengan penuh kepahitan, setiap kata yang diucapkannya terasa menusuk hatinya sendiri. Sella mendengarkan dengan saksama, wajahnya berubah dari kaget menjadi marah.

‎"Astaga… mereka melakukan itu didalam mobil kalian?" tanya Sella dengan masih tak percaya, tangannya mengepal erat di atas meja. "Aku benar-benar tidak menyangka, Raga tega mengkhianatimu seperti ini!"

‎‎Risa mengangguk, mengusap sisa-sisa air mata diwajahnya dengan gerakan sedikit kasar.

‎‎"Aku butuh bantuanmu, Sell. Aku butuh bukti tentang perselingkuhan mereka berdua. Aku yakin Mas Raga akan mengajak wanita itu di perjalanan dinas besok," ucap Risa. Suaranya masih sedikit parau karena habis menangis, tapi tidak ada lagi nada lemah atau memelas seperti dulu.

‎‎"Kamu yakin, Ris? Kamu benar-benar sudah memutuskan?" tanya Sella pelan, tangannya tetap menggenggam tangan sahabatnya dengan erat.

‎‎Risa mengangguk yakin, rahangnya mengeras erat, tidak ada sedikitpun keraguan di wajahnya.

‎‎"Aku sudah memutuskan, Sel. Dulu aku terlalu bodoh, terlalu banyak mengalah demi rumah tangga kami dan terlalu percaya dengan cintanya… tapi apa balasannya? Pengkhianatan. Penghinaan. Dia bahkan membawa wanita lain masuk ke tempat kerjanya, bermain-main di belakangku, menganggap aku tidak lebih dari sebuah hiasan rumah saja."

‎‎Suara Risa semakin tegas, dingin, dan penuh kepastian, setiap kata keluar dengan jelas dan kuat.

‎‎"Sudah cukup, Sell. Aku tidak mau lagi menjadi Risa yang dulu. Risa yang lemah, yang mudah menangis, dan selalu memaafkan. Wanita itu sudah mati sejak semalam, saat aku melihat mereka berdua dengan mata kepalaku sendiri."

‎‎Ia menatap lurus ke mata Sella, tatapannya tajam dan tidak tergoyahkan.

‎‎"Mulai hari ini, aku akan menjadi wanita yang berbeda. Aku akan melindungi diriku dan akan membuat mereka berdua membayar setiap tetes air mata yang keluar dari mataku."

‎‎Sella menghela napas lega, lalu tersenyum bangga, rasa khawatir di hatinya perlahan hilang digantikan rasa kagum.

‎‎"Bagus. Itu baru Risa sahabatku yang aku kenal. Aku suka perubahanmu ini, Ris. Lembut itu bagus, tapi jangan sampai kelembutan itu membuatmu diinjak-injak sembarangan. Sekarang katakan, apa yang harus aku lakukan? Katakan saja, aku akan ikuti semua permintaanmu."

‎‎Risa menarik napas panjang. ‎‎"Besok pagi, jam tujuh tepat, Mas Raga akan berangkat sendirian dari rumah. Aku sudah pastikan dari Andin, tidak ada staf yang ikut, tidak ada jadwal resmi yang menyebutkan ada pendamping. Itu artinya, dia akan menjemput wanita itu di tempat lain, lalu pergi berdua ke kota tujuan."

‎‎Dia menekankan kata-katanya dengan tegas. ‎‎"Aku mau kamu atur orang untuk mengikuti mereka dari jarak jauh. Aku butuh bukti yang sah, foto mesra mereka berdua, bukti pemesanan kamar hotel yang sama, serta rekaman mesra mereka berdua. Aku butuh semua bukti itu untuk menggugat cerai Mas Raga."

‎‎"Baik. Aku akan urus itu sekarang juga," jawab Sella cepat dan tegas. "Orang yang aku kenal sangat profesional, dia tidak akan ketahuan, dan semua bukti akan dikumpulkan sempurna."

‎‎Risa mengangguk, lalu melanjutkan lagi, nada suaranya semakin dingin.

‎‎"Aku tidak akan memaafkannya, Sel. Tidak ada maaf untuk orang yang sudah menginjak-injak kesetiaan yang aku berikan selama bertahun-tahun. Aku akan pastikan dia kehilangan segalanya. Dia mau bermain api, maka dia harus siap terbakar sampai habis."

‎‎Sella mengangguk setuju. ‎‎"Benar sekali. Orang seperti itu tidak pantas diberi kesempatan kedua. Dia tidak menghargaimu, maka dia tidak pantas memilikimu. Jangan khawatir, Ris. Semua orang akan tahu kebenarannya. Bukan kamu yang akan dicemooh, tapi dia dan wanita jalang itu yang akan menjadi bahan pembicaraan buruk semua orang."

‎‎Risa mengangguk, lalu meraih tangan Sella dengan erat. ‎‎"Terimakasih, Sel. Terimakasih sudah berdiri di sisiku. Mulai hari ini, aku tidak akan pernah lagi menjadi wanita yang lemah dan pasrah. Aku akan berjuang untuk diriku sendiri, untuk harga diriku, dan untuk masa depanku yang jauh lebih baik dari ini."

‎‎"Kita sahabat. Aku pasti selalu bersamamu, Ris. Sampai kapanpun," jawab Sella dengan tegas.

-

-

-

Langkah kaki Raga terdengar masuk ke dalam rumah seperti biasa, aroma parfum yang selalu ia pakai tercium samar, bercampur bau udara malam. Begitu melihat Risa yang sedang duduk santai di ruang tamu, wajahnya langsung melebar dengan senyum manis dan hangat.

‎‎Raga segera berjalan mendekat, menundukkan sedikit tubuhnya dan mencium lembut ubun-ubun istrinya seperti kebiasaan yang selalu ia lakukan setiap pulang kerja.

‎‎"Sayang… Maaf ya pulang agak terlambat, banyak sekali urusan yang harus diselesaikan di kantor hari ini," ucapnya dengan suara lembut, lalu duduk tepat di samping Risa, tangannya mengusap lembut lengan wanita itu. "Kamu sudah makan?"

‎‎"Sudah, Mas," jawab Risa dengan nada suara yang lembut dan biasa saja. "Kamu pasti lelah ya, hari ini sudah bekerja keras."

‎‎Raga mengangguk, lalu semakin mendekatkan tubuhnya, tangannya menyentuh pipi Risa dengan lembut.

‎‎"Iya sedikit lelah, tapi rasanya lelahku langsung hilang begitu melihat wajahmu, Sayang. Kamu adalah obat penenangku yang paling hebat di dunia ini," ucapnya manis, lalu kembali mencium lembut ujung hidung Risa. "Besok aku harus berangkat pagi-pagi sekali dan meninggalkan kamu selama satu minggu. Aku pasti akan sangat merindukanmu, Sayang."

‎‎Hati Risa tertawa getir mendengar kata-kata manis itu. Merindukanku? Padahal besok suaminya itu bahkan mungkin akan pergi bersenang-senang dengan wanita lain dan tidak akan ada waktu untuk memikirkannya barang sedetikpun.

‎‎"Iya, Mas. Aku juga akan merindukanmu. Kamu harus bisa menjaga dirimu dengan baik disana, makan yang teratur, jaga kesehatan, dan jangan terlalu lelah bekerja," ucap Risa dengan nada perhatian yang tulus meskipun di dalam hatinya, semua kata itu hanyalah kepura-puraan belaka.

‎‎Raga tampak sangat puas dan senang mendengar jawaban itu. Ia sama sekali tidak menyadari perubahan kecil di mata istrinya, tidak menyadari bahwa wanita yang ada di sampingnya itu sudah tahu semua rahasia kotornya.

‎‎"Kamu memang istri terbaik di dunia ini, Sayang. Aku sangat beruntung sekali bisa mendapatkan kamu. Tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan posisimu di hatiku, percayalah itu," ucap Raga dengan nada yang sangat meyakinkan.

‎‎Raga semakin melekatkan tubuhnya ke sisi Risa, jari-jarinya yang kasar namun hangat perlahan menyusuri helaian rambut panjang istrinya. Gerakannya begitu lembut, penuh kasih sayang.

‎Ia memutar tubuh Risa perlahan agar berhadapan dengannya, kedua tangannya kini memegang kedua bahu wanita itu, lalu perlahan turun menyentuh pinggang ramping Risa, menariknya agar semakin rapat bersentuhan dengannya.

‎"Malam ini biarkan aku menikmati waktuku bersamamu sepenuhnya, ya, Sayang?" bisiknya lembut, matanya menatap dalam-dalam mata Risa, pandangannya penuh hasrat yang tersembunyi di balik topeng cinta. "Aku ingin merasakan kehangatanmu, ingin merasakan bahwa kamu benar-benar milikku, sebelum aku pergi besok."

-

-

-

Bersambung...

1
vj'z tri
ahayyyy jreng jreng jreng
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ icik bos dah salting berat ini
🔥Violetta🔥: Udah cenat-cenut dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
kamu nanya.. kamu bertanya-tanya....,

secara g langsung km udah siap ni ditinggalin raga.. km kan nyuruh cek, terus tau kenyataan pahit asam manisnya kyk apa.... ya jelas nanti raga bakalan ngejar balik lg risa.. ya nerima apa adanya kan cm dia.... siap² deh mimpi terindah menikah dengan raga hanya tinggal khayalan belaka... 🤣🤣🤭
〈⎳ FT. Zira
coba cekk. di lihat..diraba.. di...🤭🤭
〈⎳ FT. Zira
kesempatan noh Re .. ambilll🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
jodoh ka Re🤭
〈⎳ FT. Zira
kamulah orangnya🤭
〈⎳ FT. Zira
cieeee cieee🤭🤭🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
deg deg ser gak ris🤭
〈⎳ FT. Zira
jodoh emag gak kemana yaa🤭
Rizky Manik
lanjut thor🤗
Rizky Manik
ayo periksa lagi kalo berani🤭
Anonim
awokawok mending baca seishun buta yarou Bunny girl senpai wo yume wo minai
MamDeyh
Nah nah nah kan.... Eng ing eng
Kusii Yaati
kamu terlalu memandang rendah orang mel,di bandingkan dengan kamu Risa lebih baik dari segi manapun, sedang kamu apa perlu di banggakan selain pandai merebut suami orang alias pelakor... punya cermin nggak 😒
Anonim
JONTOL
vj'z tri
bagaimana caraaaa nya untukk kau bisa mengerti bahwa aku iriiii 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
jika Oma sama ibu tahu siapa yang lagi di Pepet icik bos pasti girang 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
eeeeeeeaaaaaaa ee ee eaaaaaa eeeeeaaaaa 🤣🤣🤣🤣
🔥Violetta🔥: Astaga 🤣🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
gak say biar icik bos yang langsung turun tangan 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!