NovelToon NovelToon
TIRAKAT 6

TIRAKAT 6

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata.

(SERI KE 6 DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT)

Perjalanan hidup seorang lelaki bernama Zaki tak semulus dan semudah kelihatannya. Semenjak kematian kedua orang tua kandungnya, Zaki menjalani kehidupan yang cukup berat. Dirinya haru melanjutkan hidup sebagai seorang lelaki yang normal. Namun di sisi lain, dirinya juga hidup dalam TIRAKAT yang tak biasa. Sampai akhirnya takdir membawanya berjumpa dengan tambatan sejati hatinya.

Bagaimana kisah hidup Zaki?
Dan siapakah tambatan hati Zaki yang sejati itu?

SELAMAT MEMBACA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
.
.
.
DISCLAIMER‼️

Apabila ada kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, ritual, budaya, dan laku tirakat tertentu dengan para pembaca sekalian, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 PERPISAHAN (BAB 10 DARI TIRAKAT 3)

Terasa sedikit berat dalam hati Zaki saat ia hendak bicara. Menyadari bahwa obrolan ini akan menjadi obrolan penutup dari perjalanan panjang bersama Nisa.

"Mbak Nisa..."

"Iya Mas?"

"Terima kasih banyak ya..." lebih tak karuan lagi hati Zaki saat mengucapkan ini.

"Eh? Terima kasih?

"Iya Mbak, terima kasih banyak sekali lagi..."

"Loh? Buat apa?"

"Em... Terima kasih udah jadi teman duduk selama perjalan ini..."

"Loh? Maksudnya?"

"Mbak Nisa lupa ya?" Zaki coba mengingatkan Nisa kembali.

"Lupa? Lupa apa Mas Zaki?"

"Sedikit lagi, aku akan turun dari kereta... Tepat di stasiun Paron, daerah Ngawi Mbak..."

Reaksi wajah Nisa yang sebelumnya terlihat bahagia mengobrol dengannya, seketika menjadi terlihat sedikit murung. Lebih tepatnya mengekspresikan kesedihan di pandangannya Zaki.

Bahkan, beberapa saat, Nisa jadi seperti melamun sambil menatapnya...

"Mbak? Mbak Nisa?" Zaki mencoba memecah lamunan itu.

"Eh, e-em... Loh... Mas Zaki udah mau turun ya?"

Zaki tak menjawab, hanya mengangguk perlahan sambil memberikan senyuman manis pada Nisa.

"Oh... Gitu ya Mas... Udah mau sampe ya?" tanya Nisa dengan suara yang mulai agak pelan, sambil menatap ke arah luar jendela.

"Iya Mbak. Terima kasih banyak ya..." ucapnya sekali lagi.

Nisa hanya duduk termenung, sambil dirinya menatap deretan sawah padi yang hijau cerah di sepanjang jalur rel.

Jujur, dalam hatinya Zaki, ia juga merasakan apa yang dirasakan oleh wanita manis di depannya itu.

"Mbaaak? Kenapa jadi diem gitu?"

"Em... Enggak apa-apa Mas..."

"Em? Bener gak apa-apa?"

"Em... Iya..." jawab Nisa sambil menatap wajah Zaki dengan senyuman yang terasa berat.

"Tinggal dua stasiun lagi Mbak, aku sampe di stasiun Paron." tambah Zaki.

Zaki tak mengetahui, bahwa kalimat demi kalimat yang diucapkan olehnya itu, semakin menghadirkan perasaan sedih dalam hati Nisa. Seolah Nisa tak ingin perjalanan ini berakhir, tak ingin lelaki di hadapannya ini turun.

"Mbak... Hati-hati ya selama sisa perjalanan kamu..." ucap Zaki sambil mulai menata barang-barang miliknya.

"Em, i-iya Mas..." respon Nisa sambil tampak menahan agar matanya tak berkaca-kaca.

"Em, Mas Zaki..." Nisa memanggilnya.

"Ya Mbak? Kenapa?"

"Em... Kamu juga... Hati-hati ya... Semoga selamat sampai di rumah nanti..."

Duh... Ya Alloh... Kalimat yang terucap dari mulut wanita manis itu, semakin membuat hati Zaki tak karuan rasanya...

"Iya Mbak, makasih banyak ya... Semoga apa yang Mbak tuju dan kerjakan di Kediri nanti, semuanya dimudahkan dan dilancarkan sama Alloh... Mbak juga harus jaga diri, jaga hati, dan tentunya juga... Jaga tirakatmu baik-baik."

Zaki berpesan seperti itu, karena setelah melewati berbagai momen bersama Nisa, dan setelah serangkaian kejadian di luar nalar manusia biasa yang ia alami saat bersama wanita manis itu.

"Iya Mas Zaki... Mas Zaki juga ya, rawat baik-baik Sekar Mayang..."

Saat disebut nama Sekar Mayang, Zaki tampak berhenti menata barang di dalam tasnya. Lantas, perlahan, menatap ke arah Nisa. Kali ini tanpa senyuman. Hanya tatapan mata yang terasa begitu dalam pada Nisa.

Dia akhirnya menyadari bahwa Nisa ternyata sudah mengetahui sosok perewangannya itu. Hanya saja, Zaki tak menyadari kapan dan bagaimana caranya Nisa bisa tahu.

"Mbak udah ngobrol ya?"

Nisa tak menjawab, ia hanya tersenyum sambil kembali menganggukkan kepalanya. Dan dibalas pula senyuman itu oleh Zaki, lalu dirapikan kembali barang-barang miliknya.

"Mbak juga ya, jaga baik-baik Dayang Putrimu..." ucap Zaki kemudian.

.....

🚂🚃🚃🚃🚃🚃🚃🚃🚃🚃🚃

☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️☀️

.....

Matahari semakin meninggi, semakin menebarkan kehangatan sinarnya untuk semesta alam di sekitar jalur rel kereta ini...

Dan setelah dua stasiun yang dimaksud oleh Zaki terlewati, mulailah laju kereta terasa sedikit melambat... Pertanda bahwa sebentar lagi kereta ini akan berhenti di stasiun Paron tujuan akhir dirinya...

"Mbak..."

"Iya Mas?"

"Sekali lagi, terima kasih banyak ya... Aku seneng banget bisa kenal sama kamu Mbak Nisa..."

"Em... Hehehe... Iya Mas, aku juga. Makasih banyak ya Mas... Aku udah ditraktir makan nasi rames, dibikinin teh anget, dan juga banyak lagi..."

"Hehehe... Sama-sama Mbak..."

Sejenak menjadi saling diam mereka berdua. Lalu...

"Mas..."

"Ya Mbak?"

"Em... Anu Mas..."

"Em? Anu apa?"

"Hati-hati sampai di rumahmu ya... Semoga---" belum selesai ucapan Nisa, seolah kembali hadir keserasian antara mereka berdua, Zaki segera menyahut...

"Semoga kita bertemu lagi ya Mbak Nisa..." dengan tatapan matanya, dan senyuman manis di bibirnya, diberikan secara tulus untuk Nisa.

"Eh... Em... Hehehe... Iya Mas... Semoga kita bisa bertemu lagi lain waktu Mas..."

"Iya Mbak, Aamiin..."

Akhirnya... Kereta pun tiba di stasiun Paron, Ngawi, Jawa Timur.

Zaki segera menggendong tas biru tua dipunggungnya, dan sekali lagi berpamitan dengan Nisa.

Segera Zaki berlalu meninggalkan Nisa. Terasa semakin berat saja hatinya. Seolah dirinya tak mau berpisah.

Di satu sisi, Nisa pun masih terus memperhatikannya dari dalam gerbong kereta saat Zaki tampak sudah turun dari gerbong.

Dengan segala momen indah, momen canda tawa, sampai dengan momen di luar nalar bersama Nisa, Zaki akhirnya melangkah menjauh dari kereta.

Seketika, mungkin Zaki sadar bahwa Nisa masih memperhatikan langkahnya menjauh, Zaki pun berhenti, dan membalikkan badannya sesaat...

Dia berikan senyuman manis lagi pada wanita yang melihatnya dari dalam gerbong sana, sambil melambaikan tangannya...

Dan segera dibalas lambaian tangannya itu, pun dengan senyuman di bibir Nisa...

Dan... Akhirnya...

Zaki berjalan keluar dari stasiun Paron...

Diiringi dengan kereta Brantas yang kembali berjalan, membawa kembali Nisa menuju stasiun Kediri...

.....

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

.....

Di antara area persawahan padi yang mulai menguning, di temani cahaya matahari yang semakin meninggi, dan semilir angin yang menerpa wajah Zaki saat menaiki kendaraan umum menuju rumahnya...

Zaki masih terus mengingat Nisa...

Mengingat bagaimana senyum manisnya...

Mengingat bagaimana suaranya...

Mengingat semua momen selama perjalanan...

Tak terasa, ada sedikit tetesan air mata di pipi kanan Zaki...

Sambil ia berkata dalam hatinya...

"Ya Alloh, tolong pertemukan lagi diriku dengannya suatu hari kelak... Aamiin..."

.......

.......

.......

...Hai, para pembaca semua!...

...Ketemu lagi sama DENI TINT....

...Jangan lupa buat tinggalkan jejak (Like dan Komentar) kalian, ya......

...Dan, selamat membaca sampai tamat!...

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Apakah itu artinya kaka bisa meraga sukma seperti zaky atw nisa???
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
yg biasa juga disebut pati geni bukan sih?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Akhirnya harumi percaya juga klo selain ilmu logika ada juga mistis.

Nggak aneh ya klo harumi Nggak percaya, kna dari kecil dia nggak kek haruma yg pernah ngerasain hal mistis. dari haruma jadi tangan nyari tumbal untuk ortunya, trs yg di pondok sampe jadi anak angkat nisa.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Harumi pke nya logika ya dia nggak ingat klo keluarga nya itu berhubungan sama klenik
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
lahh ya emang ini awalnya dari orang yg dendam sama kmu Zakk, jadi ya kmu yg harus selesai kan sendiri.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nahh setuju, zaky kudu turun gunung laku Tirakat lagi biar bisa bareng bareng nisa melawan terorr santet itu
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Orang pintar siapa yg membantu yuli mewujudkan dendam nya??
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
yang sekelas Nisa punya 2 perewangan 3 sama punya haruma saja perjuangan melawan santet kiriman yuli apalagi yg orang biasa ya
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Ada pepatah yang terkenal dari dulu, Kak:

"Semakin tinggi pohon kelapa, semakin kencang angin yang menerpa."

Mungkin itu pepatah yang sesuai sama kondisi kebatinan dan kemampuan Nisa yang sekarang. Kalau di awal-awal seri, Nisa kan cuma menghadapi bangsa lelembut kelas rendah (sosok Gilang misalnya). Nah, sekarang yang dihadapi adalah rasa dendam dari manusia yang bersekutu dengan iblis.
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Ohh seperti itu ya serem juga ya dua santet kutukan tsb
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ: klo nggak baca karya ini aku mana tau yg namanya santet
total 2 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
6 tahun di waktu yg sama

Zaky ke jakarta bwt menghapus trauma masa lalu.
Dan Yuli ke kota udang bwt memupuk dendam.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Berburuk sangka pada manusia saja tidak dianjurkan, apalagi berburuk sangka pada Tuhan, yulll.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
astaga yullll barbar skali, udah kek preman cewek
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
wkwkwk asyuuu wong cerbon


aku yg tau kota itu, msh suka kaget klo ngomong sama orang sana, intonasi nya tinggi trs klo ngomong
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: 🤭🤭🤭

Makanya saya juga nulis dialognya natural aja, Kak... Wkwkwk... Biar terasa semirip mungkin sama kondisi nyatanya...
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Cirebon kota yang biasa disebut sebagai kota udang, kota nya sunan gunung jati.

Jangan jangan Yuli turun mobil nya di terminal harjamukti.

Selamat Datang di Cirebon Yuli.
Irman
kesedihan yang datang berturut-turut untuk Yuli...😢
semangat yul💪💪
Irman: rasanya sakit hati ini, ka othor sukses buat pembaca serasa masuk dalam cerita... 👍👍👍
total 2 replies
Irman
aku juga pasti sedih jika d posisi keluarga Wiwi,,,😢
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak Irman...

Saya juga pas menulis naskah BAB ini, benar-benar meresapi bagaimana rasanya kalau saya yang jadi Yuli... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh sadissss

seperti itu ya orang klo udah ketutup dendam. sumpah serapah nya ngerii
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak...

Sebenarnya, dari semua seri TIRAKAT yang aku tulis, TIRAKAT 6 ini yang akan paling banyak pesan moralnya buat para pembaca, buat saya juga...

Pesan moral tentang rasa cinta, pengorbanan, dendam, amarah, kasih sayang, dan keluarga... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nggak cinta Zaky ke Wiwi tulus... itu knpa dia mengabaikan omongan mbah joyoo

yuli juga jngn terlalu menjudge zaky biar gimana pun zaky juga yg paling sangat terluka dan trauma, Zaky udah kna Karma nya. jangan ditambah lgi dgn saksi kmu yull
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Siap, Kaaak... 🥰🥰🥰

Semoga nggak bosen-bosen ya Kak bacanya... hehehe...

Insya Allah, rencana saya buat TIRAKAT ini, The Last Chapternya ada di TIRAKAT 9.
total 3 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh Zakk ada yg nangis darah kna keegoisan kmu
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Ohh si mbok juga jadi korban ya? pantes Yuli dendam.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak... Karena Si Mbok pas hari dimana tragedi itu terjadi, beliau juga ada di dapur yang sama dengan Dek Wiwi... Hanya saja tidak banyak diekspos keberadaan Si Mbok, fokusnya memang ke Zaki dan Dek Wiwi saja...

Bahkan Yuli, Kakaknya Dek Wiwi pun, dari awal kisah pertemuan Zaki-Dek Wiwi, dirinya sama sekali nggak muncul satu dialogpun.

Sengaja baru dimunculkan sekarang... 😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!