Di Benua Sembilan Provinsi, kekuatan adalah satu-satunya hukum yang diakui. Lin Xuan, pewaris muda Klan Lin yang lahir dengan Tulang Kaisar Kuno, dikhianati pada malam upacara kedewasaannya. Tetua Agung klan bekerja sama dengan sepupunya, Lin Haotian, dan tunangannya dari Sekte Pedang Bulan, Su Qingxue, untuk merobek Tulang Kaisar dari tubuhnya secara hidup-hidup. Dengan meridian yang hancur dan tubuh yang dibuang ke Jurang Tulang Iblis, Lin Xuan seharusnya mati menjadi santapan binatang buas.
Namun, darah pantang menyerah dan kebencian yang membakar jiwanya memicu bangkitnya artefak misterius dari era sebelum penciptaan langit: Sistem Penakluk Takdir (Fate Conqueror System). Sistem ini memiliki satu hukum mutlak: rampas takdir musuh untuk membangun tahta sendiri. Setiap musuh yang dibunuh dan setiap faksi yang dihancurkan oleh Lin Xuan akan diekstrak menjadi Esensi Kultivasi Murni, Bakat Spiritual, dan Fragmen Hukum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18: Aula Tahta Raja Asura & Duel Melawan Jian Wushuang
Di bagian terdalam Makam Raja Asura, berdiri sebuah aula megah dari batu giok darah yang ditopang oleh delapan pilar naga hitam.
Di tengah-tengah aula itu, di atas sebuah tahta tulang raksasa, duduk kerangka seorang raja kuno bermahkota emas gelap yang telah wafat tiga ribu tahun silam. Namun yang paling mencengangkan adalah benda yang melayang di tengah dada kerangka tersebut:
Sebuah jantung kristal berwarna merah delima seukuran kepalan tangan yang masih berdetak kencang—Deg! Deg! Deg!—memancarkan gelombang energi Qi dan esensi darah yang begitu murni hingga memenuhi seluruh ruangan!
Itulah harta karun tertinggi di makam ini: Jantung Darah Raja Asura (Asura King Blood Heart)!
Saat ini, di bawah tangga tahta tersebut, berdiri lima sosok dengan jubah perak yang dipenuhi noda darah dan goresan luka. Mereka adalah Jian Wushuang (Fondasi Roh Tingkat 8) bersama empat murid inti terkuat Sekte Pedang Bulan yang berhasil menembus lorong jebakan dengan mengorbankan lima belas murid pendamping mereka sebagai umpan!
"Hahaha! Akhirnya kita sampai lebih dulu di Aula Tahta Raja Asura!"
Jian Wushuang menatap Jantung Darah Raja Asura di atas tahta dengan mata berbinar penuh keserakahan dan ambisi. "Begitu aku menyerap esensi dari Jantung Raja Asura ini, aku tidak hanya akan menembus Fondasi Roh Tingkat 9, tetapi juga memiliki peluang 80% untuk membentuk Inti Emas (Golden Core) dalam waktu satu tahun! Saat itu terjadi, aku akan menjadi praktisi Inti Emas termuda di seluruh Provinsi Awan Merah!"
"Selamat kepada Kakak Senior Pertama!" seru keempat murid inti Sekte Pedang Bulan dengan penuh semangat. "Tapi Kakak Senior, ke mana perginya bocah Lin Xuan, Huo Qilin, dan Tie Kuang tadi? Kenapa mereka belum terlihat?"
Jian Wushuang mencibir dingin. "Jalur tengah yang mereka lewati dijaga oleh puluhan Prajurit Boneka Asura. Bocah Lin Xuan yang baru berada di Fondasi Roh Tingkat 2 itu pasti sudah dicincang oleh Huo Qilin atau mati menjadi santapan boneka batu di jembatan! Kalian berempat, jaga pintu aula sementara aku naik untuk mengambil Jantung Darah Raja Asura!"
Namun, tepat ketika kaki Jian Wushuang baru saja menginjak anak tangga pertama menuju tahta—
BOOOOOOMMM!!
Pintu gerbang emas di belakang aula itu hancur berkeping-keping oleh satu tendangan dahsyat!
Potongan pintu emas seberat ribuan kati melesat seperti meteor dan langsung menghantam dua murid inti Sekte Pedang Bulan yang berjaga di dekat pintu hingga dada mereka remuk dan tewas seketika di tempat!
"Siapa?!"
Jian Wushuang dan dua murid inti yang tersisa langsung membalikkan badan dengan wajah terkejut!
Dari balik pintu yang hancur, Lin Xuan melangkah masuk dengan tenang. Di tangan kanannya, Pedang Pemutus Karma memancarkan cahaya hitam kemerahan tingkat Bumi yang mengerikan, sementara aura kultivasi di tubuhnya kini berada di Ranah Fondasi Roh Tingkat 6!
"Lin Xuan?! Kau masih hidup?! Dan di mana Huo Qilin serta Tie Kuang?!" seru Jian Wushuang dengan mata menyipit tajam saat merasakan lonjakan kultivasi yang tidak masuk akal dari pemuda di hadapannya.
"Huo Qilin dan Tie Kuang?" Lin Xuan tersenyum dingin sambil menunjuk ke arah cincin penyimpanan di jarinya. "Seluruh harta dan esensi darah mereka sudah kusimpan dengan baik. Sekarang, hanya tinggal kalian dari Sekte Pedang Bulan yang belum membayar bunga hutang untuk Su Qingxue."
"Apa?! Kau membunuh Huo Qilin dan Tie Kuang beserta seluruh pasukan mereka?!"
Dua murid inti Sekte Pedang Bulan di samping Jian Wushuang menarik napas dingin. Huo Qilin dan Tie Kuang adalah jenius puncak di Fondasi Roh Tingkat 7! Bagaimana mungkin seorang pemuda tujuh belas tahun dari Kota Awan Merah sanggup membantai mereka semua dalam waktu singkat?!
Meski terkejut di dalam hati, sebagai murid nomor satu Sekte Pedang Bulan yang berada di Ranah Fondasi Roh Tingkat 8, Jian Wushuang justru merasakan niat membunuh yang meluap-luap. Ia sadar bahwa pemuda di hadapannya ini menyimpan rahasia dan harta karun yang jauh lebih berharga daripada isi Makam Raja Asura!
"Bagus! Sangat bagus!" Jian Wushuang tertawa dingin sambil mencabut pedang pusaka peraknya—Pedang Bulan Beku. "Ternyata kau menyembunyikan kekuatanmu dan memiliki teknik rahasia yang mampu menyerap kultivasi orang lain! Pantas saja Tetua Luo Feng kehilangan satu lengannya di tanganmu! Tapi sayangnya, hari ini kau bertemu denganku, Jian Wushuang!"
"Kalian berdua, serang dia dari samping untuk mengalihkan perhatiannya!" perintah Jian Wushuang kepada dua murid inti yang tersisa, sementara di tangan kirinya, ia mengeluarkan sebuah cermin perak kuno berukir naga bulan!
[Radar Karma Peringatan: Target mengeluarkan Senjata Roh Tingkat Bumi Puncak (Pinjaman Patriark Sekte Pedang Bulan): Cermin Pembunuh Bulan Perak!]
"Mati kau, Lin Xuan! Cahaya Pembunuh Bulan Perak!!"
BZZZZT—SWOOSH!
Jian Wushuang menyuntikkan Qi Fondasi Roh Tingkat 8 miliknya ke dalam cermin perak tersebut. Seketika, seberkas sinar perak murni secepat kilat melesat dari cermin itu untuk membekukan pergerakan ruang di sekitar Lin Xuan, disusul oleh tebasan pamungkas Jian Wushuang: Sembilan Tebasan Bulan Purnama!
Sembilan gelombang pedang perak raksasa yang sanggup membelah bukit batu mengepung Lin Xuan bersama serangan dua murid inti dari sisi kiri dan kanan!