NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21

***

Hening kembali menyelimuti ruangan kerja seluas ratusan meter persegi itu setelah pintu tertutup dengan bantingan keras oleh Aldi. Nadia masih menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat di ceruk leher Raditya, sementara tubuhnya masih sedikit bergetar karena sisa-sisa pelepasan yang dahsyat di atas meja jati tersebut.

"Mas... Mas keterlaluan," bisik Nadia dengan suara serak, tangannya mencengkeram kemeja Raditya yang kini sudah sangat kusut. "Aldi pasti mikir aku ini istri yang nggak benar... Malu, Mas! Mau ditaruh di mana muka aku nanti kalau ketemu dia!"

Raditya hanya terkekeh rendah, sebuah getaran di dadanya yang membuat Nadia semakin kesal. Pria itu melepaskan pelukannya perlahan, namun Nadia justru semakin erat memeluk lehernya.

"Aku nggak mau turun! Aku malu!" rengek Nadia.

"Nadia, kita harus makan. Bayi kita butuh nutrisi setelah maraton panjang tadi," ucap Raditya dengan nada menggoda. Ia kemudian melingkarkan lengannya di bawah lutut Nadia dan di punggungnya, lalu mengangkat tubuh istrinya itu dengan gaya bridal style.

Nadia memekik pelan, secara refleks mengalungkan tangannya. Raditya berjalan perlahan menuju sofa kulit berwarna hitam yang terletak di sudut ruangan, menjauh dari meja kerja yang kini menjadi saksi bisu transaksi mereka. Dengan gerakan yang sangat lembut, seolah Nadia adalah porselen yang bisa pecah kapan saja, Raditya mendudukkan istrinya di sana.

Setelah memastikan Nadia nyaman dengan bantal di punggungnya, Raditya berjalan menuju pintu. Ia membuka pintu sedikit, mengambil dua kantong plastik besar yang ditinggalkan Aldi di lantai koridor, lalu menutupnya kembali.

Nadia memperhatikan suaminya dari kejauhan. Ia merasa sebal sekaligus iri. Raditya tampak kembali paripurna dalam waktu singkat. Rambutnya yang tadi sempat acak-acakan kini sudah disisir rapi hanya dengan jemari, kemejanya meski kusut tetap memancarkan wibawa, dan napasnya sudah kembali teratur seolah ia tidak baru saja melakukan aktivitas fisik yang menguras energi.

Berbanding terbalik dengan dirinya. Nadia merasa rambutnya seperti sarang burung, napasnya masih pendek-pendek, dan kakinya... jangan ditanya, rasanya seperti jeli yang tidak bertulang.

"Shh... aduh," desis Nadia pelan saat ia mencoba memperbaiki posisi duduknya. Perutnya terasa sedikit kencang dan pinggangnya seolah mau copot.

Raditya yang sedang menata makanan di meja kopi di depan sofa menoleh cepat. "Kenapa? Ada masalah? Perutmu sakit?" tanya Raditya dengan nada kaku namun terselip kekhawatiran yang tidak bisa disembunyikan.

Nadia mendelik tajam ke arah suaminya. "Menurut Mas? Setelah digempur hampir satu jam di atas meja yang keras itu, apakah aku bakal baik-baik saja? Aku lemas, Mas! Perut aku kram, kaki aku gemetaran! Mas mah enak, tenaganya spek kuda liar!"

Raditya justru tersenyum penuh kemenangan senyum licik yang biasanya ia gunakan saat berhasil memenangkan tender triliunan. "Kamu baik-baik saja, Nadia. Buktinya kamu masih punya tenaga untuk mengomel sepanjang itu. Itu tanda stamina bumil saya luar biasa."

"MAS RADIT!!!" pekik Nadia sambil melemparkan bantal kecil ke arah suaminya.

Raditya menangkap bantal itu dengan satu tangan, lalu duduk di samping Nadia. "Baik, baik. Jangan marah-marah terus, nanti bayinya ikut moody seperti Mamanya. Sekarang makanlah, kamu perlu mengisi tenaga."

Raditya membuka wadah perak yang berisi Grilled Salmon dengan lemon butter sauce serta Steak Wagyu A5 yang dimasak medium-well. Aroma gurih daging premium dan kesegaran salmon langsung memenuhi ruangan, membuat perut Nadia yang tadi sempat terabaikan kini berteriak minta diisi.

Nadia mencoba meraih garpu, namun tangannya masih sedikit gemetar karena kelelahan otot. Ia menghela napas frustrasi.

Melihat hal itu, Raditya menarik piring salmon ke arahnya. Ia memotong daging ikan yang lembut itu menjadi bagian-bagian kecil. "Buka mulutmu," titahnya singkat.

Nadia tertegun. "Mas... mau nyuapi aku?"

"Memangnya kamu bisa makan sendiri dengan tangan gemetar seperti itu? Nanti garpunya malah menusuk hidungmu sendiri," ucap Raditya dingin, namun tangannya menyodorkan suapan pertama dengan sangat sabar.

Nadia akhirnya membuka mulut. Rasa salmon yang lumer di lidah membuatnya memejamkan mata sejenak. "Enak banget..." gumamnya.

Selama beberapa menit berikutnya, suasana menjadi sangat hangat. Sang CEO yang biasanya memerintah ribuan karyawan kini dengan telaten menyuapi istrinya, bergantian antara salmon, potongan wagyu, dan salad segar. Nadia merasa seperti diperlakukan layaknya ratu, meskipun ia masih kesal dengan kejadian sebelumnya.

"Mas," panggil Nadia di sela kunyahannya.

Matanya melirik ke arah meja kerja di tengah ruangan yang kini berantakan. Berkas-berkas berserakan di lantai, dan ada beberapa kertas yang tampak lecek karena tertekan berat tubuh mereka tadi. "Itu... berkasnya nggak apa-apa? Kayaknya ada yang lecek deh."

Raditya menoleh sekilas ke arah mejanya tanpa ekspresi khusus. Ia kemudian kembali fokus pada piring di tangannya. "Berkas bisa dicetak lagi dalam hitungan detik oleh sekretaris saya. Tidak ada yang penting di sana melebihi kesehatanmu."

Nadia merona lagi. "Tapi kan itu dokumen perusahaan..."

"Nadia," Raditya menghentikan suapannya dan menatap Nadia dalam-dalam. "Dokumen bisa diganti. Tapi momen melihat wajahmu yang merah padam dan ekspresimu yang pasrah di bawah saya tadi... itu langka. Dan saya tidak keberatan mengorbankan seribu berkas untuk itu."

"Ihh, Mas Radit mesumnya nggak ilang-ilang!" keluh Nadia sambil mencubit lengan Raditya, meskipun dalam hati ia merasa gemas setengah mati dengan pengakuan suaminya yang kaku itu.

Setelah makan siang yang mengenyangkan—tentu saja tanpa nasi karena Nadia masih mual mencium aroma butiran putih itu Raditya bangkit dan merapikan kemejanya.

"Saya ada rapat dewan direksi sebentar lagi. Mungkin satu atau dua jam," ucap Raditya sambil mengenakan kembali jasnya yang tadi tersampir di kursi. "Tunggu di sini. Jangan pergi ke mana-mana, terutama jangan mencoba turun ke lobi sendirian dengan kaki lemas seperti itu. Kita pulang bersama nanti sore."

Nadia menyandarkan kepalanya di bantalan sofa, rasa kantuk mulai menyerangnya karena perut kenyang dan kelelahan fisik. "Iya, Mas. Aku juga nggak sanggup jalan jauh sekarang."

Raditya berjalan mendekat, mengecup kening Nadia cukup lama. "Tidurlah sebentar. Saya akan minta Aldi memastikan tidak ada yang mengganggumu."

"Mas, pesankan ke Aldi jangan bahas yang tadi ya..." gumam Nadia dengan mata yang mulai sayu.

Raditya hanya memberikan senyum misterius sebelum melangkah keluar ruangan.

**

Dua jam kemudian, pintu ruangan terbuka perlahan. Raditya kembali setelah menyelesaikan rapat yang cukup alot. Hal pertama yang ia lihat adalah pemandangan yang membuat hatinya berdesir aneh.

Di atas sofa hitamnya yang dingin, Nadia tertidur pulas. Kepalanya sedikit miring, rambutnya menutupi sebagian wajahnya yang kini tampak jauh lebih tenang. Selimut kecil yang tadi ia berikan kini sudah melorot ke lantai.

Raditya berjalan mendekat tanpa suara. Ia berlutut di samping sofa, menatap wajah istrinya. Ada rasa bersalah yang menusuk dadanya melihat betapa lelahnya Nadia hanya karena melayaninya sebentar. Wanita ini mengandung anaknya, memikul beban fisik yang tidak ringan, namun ia masih bisa memberikan senyum dan omelan yang membuat hidup Raditya yang monoton menjadi jauh lebih berwarna.

"Terima kasih sudah datang ke sini, Nadia," bisik Raditya pelan.

Ia perlahan menyelipkan lengannya di bawah tubuh Nadia. Dengan gerakan yang sangat terlatih dan hati-hati, ia mengangkat istrinya ke dalam gendongan. Nadia hanya merintih kecil, menyembunyikan wajahnya di dada Raditya tanpa terbangun, tangannya secara refleks memegang kemeja suaminya.

Raditya melangkah keluar ruangan, melewati meja sekretaris di luar di mana Aldi berdiri dengan kepala tertunduk, tidak berani menatap mata bosnya.

"Siapkan mobil di basement pribadi. Jangan biarkan siapapun mengambil foto," titah Raditya pada Aldi dengan nada dingin dan wibawa yang kembali sepenuhnya.

Aldi hanya mengangguk cepat. "Baik, Pak."

Saat menyusuri koridor menuju lift pribadi, Raditya menatap Nadia dalam pelukannya. Pintu lift tertutup, mengisolasi mereka berdua dari hiruk pikuk dunia bisnis. Di sana, di dalam lift yang bergerak turun, sang CEO kaku itu mencium puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang, berjanji dalam hati untuk melindungi wanita ini dari siapapun yang mencoba mengusiknya.

***

Bersambung

Anggap saja foto Nadia ya, hehehhe....

1
Noey Aprilia
Hai kk....
aku udh mmpir....slm knal....
Aku syuka crtanya........tipe istri yg ga menye2,trs suami posesif.....mskpn d awl dia acuh,tp akhrnya jd bucin.....
d tnggu up'ny.....smngtt.....😘😘😘
Heresnanaa_: happy reading yaa 🫶
total 2 replies
MARWAH HASAN
aku suka yg cerita model begini
ehhhh
suka semua ceritamu deng🤣
Heresnanaa_: aaa maaciw kaka😍🤭😚🥹🫂
total 1 replies
partini
wah tumben mafia bermain dulu bisa sikat tebas biarpun itu ibu ayah sodara ga penting,keren bang Radit
partini
wow
aku
sangat jelas..... 🤣🤣🤣🤣
partini
ahhh ternyata mafia juga Thor,masih di dalam perut aja aktif luar biasa gimana kalau dah lahir bisa lebih sadis dari ayahnya tu baby
MOZZA AUDYA
sikattt trussssssssss Thor buat nyaaaa seru bat drama siang yang di buat nadia 🤭
partini
itu baru di semprot kalau pakai jurus 10 tinju dan tendangan apa ko langsung 😂
MOZZA AUDYA
lanjut thorrr.... gk sabar nih nunggu drama di kantor nyaaa🤭
partini
ulet kadut itu,ayo nak bantu mommy buat hempas uler kadut 😂😂
tunggu aksi luar biasa bumil thor
𝐀⃝🥀Weny
si kulkas jadi bucin😁
MOZZA AUDYA
wahhhhh nampak aada drama baru yang akan di main kn nihh🤭
partini
Thor sekali pakai lingerie bagus deh perut Belendung uhhhh
partini
see main masuk aja kata ga berani wkwkwk
partini
lah masa udah ketauan aja sih ,roh nya Nadia ganti yg tau orang lain pula 🤦
MOZZA AUDYA
aduhh nadia jiwa barbar nya gk bisa di tahan sihhh 🤭
partini
good story 👍👍👍👍👍
partini
lanjut Thor 👍👍👍👍
Heresnanaa_: stay tune beb 😚
total 1 replies
partini
Nemu juga novel kaya gini suka "❤️
Heresnanaa_: hai kaka🤭
happy reading yaa 🤭
total 1 replies
rara🍁🍃🦋
mo nangis tapi mallu
Heresnanaa_: diam diem aja author engga liat kok🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!