NovelToon NovelToon
Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mafia / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bubu1234

yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

season 2 benci jadi cinta (bab 3) rahasia di dalam kotak kayu!

Malam semakin larut, cahaya rembulan perlahan menyelinap masuk melalui jendela kamar yang terbuka sedikit, membawa serta aroma tanah basah dan bunga melati yang tumbuh subur di halaman depan yayasan, sementara Yuna duduk sendirian di tepi tempat tidur dengan kotak kayu tua itu terbaring di pangkuannya, seolah-olah benda sederhana itu menyimpan beban kenangan yang begitu berat hingga ia ragu untuk membukanya, takut apa yang ada di dalamnya akan membuat rindunya pada Marco semakin tak tertahankan namun di saat yang sama merasa seakan suaminya sedang duduk tepat di sebelahnya, menunggu dengan sabar sampai ia berani mengangkat penutupnya.

Dengan jari yang sedikit gemetar namun penuh kehati-hatian, ia menyentuh permukaan kotak yang halus dan sudah mengkilap karena sering dipegang bertahun-tahun silam, lalu perlahan membuka pengait kecil yang sudah berkarat namun masih berfungsi baik, dan saat penutupnya terangkat perlahan, ia disambut oleh aroma kayu cendana yang lembut — aroma yang dulu selalu melekat pada pakaian Marco, membuat dadanya terasa sesak namun hangat seakan pelukan hangat itu baru saja terlepas dari punggungnya beberapa saat yang lalu.

Di dalam kotak itu terbarukan sebuah buku catatan kulit berwarna cokelat tua yang halus, sebuah kalung sederhana dengan liontin kecil berbentuk bulan sabit yang terbuat dari perak tua, dan selembar surat yang dilipat rapi dengan tinta yang mulai memudar namun tulisan tangannya tetap jelas dan tegas — tulisan tangan Marco yang selalu rapi, setiap hurufnya seakan mencerminkan ketegasan hatinya namun lengkungan ujung hurufnya menunjukkan kelembutan yang hanya ia miliki untuk orang-orang yang dicintainya.

Yuna mengambil surat itu terlebih dahulu, jemarinya menyentuh kertas yang agak kasar namun tebal itu seakan menyentuh tangan Marco yang dulu sering menggenggam tangannya saat mereka berjalan berdampingan, lalu ia membukanya perlahan dan mulai membaca dengan suara berbisik yang hanya bisa didengar oleh keheningan malam di sekitarnya:

"Untuk Yuna, satu-satunya alasan aku percaya bahwa cahaya itu nyata bahkan di tempat yang paling gelap sekalipun, jika kau membaca ini berarti aku sudah pergi ke tempat di mana tidak ada lagi rasa sakit dan ketakutan, tapi aku ingin kau tahu bahwa setiap detik yang ku habiskan bersamamu adalah kebahagiaan terbesar yang pernah ku alami seumur hidupku, jangan pernah merasa sendirian karena cintaku akan selalu ada di setiap hembusan angin yang menyentuh pipimu, di setiap sinar matahari yang membangunkan mu di pagi hari, dan di setiap detik kebaikan yang kau lakukan untuk orang lain, aku tidak meninggalkanmu karena aku tidak cukup mencintaimu, aku hanya dipanggil pulang lebih dulu untuk menunggumu di tempat yang jauh lebih indah, di mana tidak ada perpisahan dan tidak ada air mata yang jatuh tanpa alasan, banggalah pada dirimu karena kau telah mengubah hidupku yang dulu hancur menjadi sesuatu yang berarti, dan sekarang pergilah lanjutkan mimpimu, bantu mereka yang masih terjebak dalam kegelapan, dan ketahuilah bahwa di mana pun aku berada, aku akan selalu tersenyum bangga melihat wanita yang kucintai tumbuh menjadi cahaya bagi banyak orang."

Air mata menetes perlahan membasahi kertas tua itu, namun kali ini bukan air mata kesedihan yang menyesakkan dada, melainkan air mata syukur yang hangat dan menenangkan, seakan Marco berdiri tepat di hadapannya dan mengusap kepalanya dengan lembut sambil berbisik bahwa semuanya akan baik-baik saja meskipun ia tidak terlihat oleh mata kasar.

Yuna kemudian mengambil buku catatan itu, saat ia membuka halaman pertamanya ia menyadari bahwa ini bukan sekadar buku harian biasa, melainkan catatan tentang mimpi-mimpi kecil yang ingin Marco wujudkan namun belum sempat ia lakukan — daftar anak-anak yang membutuhkan bantuan, rencana membangun perpustakaan kecil di desa terpencil, hingga catatan tentang cara membantu mereka yang merasa tidak diinginkan oleh dunia, dan di halaman terakhir tertulis satu kalimat yang membuat hatinya bergetar namun terasa penuh kekuatan: "Jika aku tidak sempat melakukannya, Yuna, tolong lakukanlah untukku. Karena kebaikan yang tidak pernah selesai adalah warisan terindah yang bisa kita tinggalkan di dunia ini."

Saat ia sedang asyik membaca dan merenung, ketukan pelan terdengar di pintu kamarnya, dan setelah mendapat izin masuk, Arga berdiri di sana dengan tatapan yang masih terlihat penuh penyesalan namun kini juga ada harapan yang mulai tumbuh di matanya, lalu ia bercerita dengan suara yang rendah namun tulus bahwa ia ingin membantu Yuna mengelola yayasan ini, menebus kesalahannya dengan mendedikasikan sisa hidupnya untuk mewujudkan mimpi-mimpi Marco yang tertulis di dalam buku itu, karena ia tahu persahabatan sejati bukan tentang tidak pernah berpisah, melainkan tentang berani kembali dan menyelesaikan apa yang pernah dijanjikan meskipun temannya sudah tidak ada di dunia ini.

Namun di saat kehangatan mulai menyelimuti hati mereka berdua, jauh di balik jendela yang remang-remang, di antara bayangan pepohonan yang bergerak ditiup angin malam, sepasang mata lain memperhatikan percakapan itu dengan tatapan yang tidak bisa dibaca — bukan kebencian murni, bukan pula sekadar rasa penasaran, melainkan sesuatu yang jauh lebih rumit, seakan sosok itu sedang menunggu momen yang tepat untuk melangkah keluar dari persembunyiannya dan mengungkapkan kebenaran yang selama ini ia simpan rapat-rapat dalam diamnya yang panjang.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!