Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.
Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.
Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.
Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.
Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Naila pergi ke ruangan pak Farhan, dia merasakan degup jantung nya lebih kencang dari biasa nya.
"Ya Allah, semoga semua nya baik - baik saja!" Naila berdoa di dalam hati sebelum mengetuk pintu.
Tok, tok, tok.
Pintu ruangan di ketuk dari luar oleh Naila.
"Masuk!" Perintah pak Farhan dari dalam.
Naila memutar gagang pintu, dan dia masuk ke dalam ruangan pak Farhan.
"Silahkan duduk, Naila!" Pak Farhan kembali memberi perintah.
"Terima kasih, Pak!" Naila lalu duduk di kursi yang berada di seberang meja pak Farhan.
"Naila, saya akui kinerja mu sangat bagus untuk perusahaan ini, kamu tidak pernah mengecewakan saya. Tapi saya minta satu hal pada mu, tolong selesai kan masalah pribadi mu di luar. Jangan sampai masalah pribadi mu mengganggu ketenangan di perusahaan ini, dan juga mengganggu kinerja mu!" Pak Farhan memperingati Naila.
"Pak Farhan, saya minta maaf jika telah membuat bapak dan seluruh karyawan di sini merasa terganggu dengan insiden tadi. Tapi saya berjanji, masalah itu tidak akan pernah terulang lagi. Saya akan menyelesaikan nya secepat mungkin, saya dan suami saya akan segera berpisah dan di tidak akan bisa mengganggu saya lagi!" Naila berjanji pada atasan nya tersebut.
"Terima kasih Naila, kau mengerti semua nya. Kurang harap, laki - laki itu tidak akan pernah datang dan membuat keributan di sini lagi. Karena jika hal itu sampai terulang, maka saya sendiri yang akan turun tangan!" Pak Farhan kembali berkata.
"Baik pak, sekali lagi terima kasih!" Ucap Naila.
"Iya, kau boleh pergi sekarang!" Pak Farhan kembali berkata.
Naila pun meninggal kan ruangan atasan nya, dia kembali ke ruangan nya dengan perasaan lega. Karena pak Farhan hanya memperingati nya, dan Naila berjanji di dalam hati kejadian seperti itu tidak akan pernah terulang lagi.
"Mas Rivan, rupa nya keputusan ku yang telah membebaskan kalian salah besar. Kau dan keluarga mu tidak akan melepaskan aku begitu saja, tapi jika kau mengulangi nya lagi. Maka akan ku pastikan kali ini kau dan keluarga mu akan mendapatkan penderitaan yang lebih dari ini!" Naila berjanji pada diri nya sendiri.
Sementara itu, saat ini Rivan sangat geram dan marah setelah di usir paksa dari tempat itu. Di depan gerbang, dia terus berteriak memaki dan menyumpahi Naila. Dia tidak bisa masuk lagi ke dalam, karena 2 orang sekuriti yang ada di pis satpam menghalangi nya.
"Naila, keluar kau. Dasar wanita murahan, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja Naila. Jangan harap kau bisa berpisah dari ku, sebelum kau mengembalikan rumah itu pada ku!" Teriak Rivan dengan suara lantang.
"Sebaik nya bapak segera pergi dari sini, sebelum kami memanggil polisi untuk menangkap bapak!" Ancam salah satu dari sekuriti itu.
"Kurang ajar kalian semua, kalian terlalu bodoh percaya pada wanita licik seperti Naila. Dia bukan wanita baik - baik, dia sudah selingkuh sekarang pergi dari rumah lalu tinggal bersama laki - laki selingkuhan nya. Kalian semua bodoh, mau menerima wanita seperti Naila untuk bekerja di sini!" Kembali Rivan mengeluarkan kata - kata buruk nya tentang Naila.
"Baik lah, terus saja berteriak di sana, Pak. Sebentar lagi polisi akan datang untuk menangkap bapak!" Kembali sekuriti itu berkata.
Mendengar bahwa sebentar lagi polisi akan datang, mendadak Rivan merasa takut. Bayangan saat diri nya dan keluarga nya di tangkap polisi saat membuat keributan di depan rumah orang tua nya Naila muncul lagi, dia tidak mau sampai hal itu terjadi lagi
Rivan bergegas menuju motor butut nya, yang dia parkir di seberang jalan. Dia bergegas pergi dari sana sebelum polisi benar - benar datang.
Sementara itu, hari ini Naila tidak bisa fokus pada pekerjaan nya. Dia masih teringat akan perbuatan Rivan hari ini, Naila yakin Rivan pasti akan mengulangi hal itu lagi.
"Apa yang harus aku lakukan, agar mas Rivan tidak bisa lagi mengganggu ku? Aku sangat yakin, setelah ini dia dan keluarga nya pasti akan membuat ulah kembali!" Guman Naila pads diri nya sendiri.
"Aku harus menemui Mas Pras, semoga dia bisa mempercepat proses perceraian ini!" Guman Naila lagi.
Naila kembali melanjutkan pekerjaan nya, hingga jam makan siang tiba.
******
Di rumah kumuh dan sempit nya, bu Rima dan Yuni terus saja mengeluh dan menyumpahi Naila atas semua hal yang terjadi di dalam keluarga mereka. Apalagi saat ini Aira terus menangis sejak tadi, mungkin karena dia tidak terbiasa dengan udara yang gerah.
"Cup, cup, cup, sayang kamu kenapa terus menangis sejak tadi?" Yuni berusaha untuk menenangkan sang anak.
Selama ini Yuni hanya melahirkan Aira saja, selebihnya Naila lah yang mengurus semua nya. Kini Yuni merasakan nya sendiri, bagai mana mengurus seorang anak kecil.
"Yun, coba bawa Aira keluar, mungkin dia gerah berada di dalam rumah!" Bu Rima berkata pada Yuni.
"Iya bu!" Jawab Yuni.
Yuni lalu membawa anak nya keluar, tapi baru saja tiba di depan. Para ibu -ibu yang ada di komplek itu mulai membicarakan Yuni dan keluarga nya.
"Syukurin tuh, biar tahu rasa bagai mana ras nya mengurus anak sendiri!" Ujar salah satu tetangga mereka dengan sinis.
Yuni ingin membalas ucapan wanita itu, tapi belum sempat dia membalas nya Aira sudah menangis kembali dengan suara melengking.
Bu Rima yang tidak tega melihat putri nya kesusahan, dia pun ikut keluar untuk membantu Yuni. Tapi tetap saja, Aira tidak mau tenang dan dia malah menjadi tantrum.
"Ini semua gara - gara Naila, dia lah yang sudah membuat kita semua kesusahan seperti ini. Awas saja Naila, kau harus membayar semua nya!" Bukan nya sadari diri, Yuni malah menyalahkan Naila.
"Gak usah menyalahkan orang lain deh, wajar saja Naila mengusir orang modelan kalian!" Ujar tetangga itu lagi.
"Tidak usah ikut campur urusan keluarga saya, silahkan urus urusan kalian sendiri!" Yuni membentak tetangga nya itu.
"Anak mu itu bikin bising saja, urus dengan benar. Kalian itu bikin rusuh saja!" Balas tetangga nya lagi.
Yuni semakin geram mendengar ucapan tetangga nya, rumah di sekitar sini rata - rata kecil dan tanpa pagar. Sehingga suara sekecil apapun bisa terdengar hingga ke rumah sebelah.
Tangisan Aira semakin kencang sehingga membuat suasana semakin bising, dan Yuni pun semakin pusing di buat nya. Dia yang tidak pernah tahu seperti apa ilmu Parenting, karena selama ini terbiasa mengandalkan Naila di dalam mengurus anak nya.
Bu Rima juga ikut pusing, selama ini apapun hal yang berhubungan dengan Aira di urus oleh Naila. Kini mereka benar - benar kewalahan dalam mengurus Aira.
mkne gedek juga ma nayla. di permalukan di kantor juga ttp lembek gk sat set. baik nya nayla mlh njelehi.
nyebelin banget
bisa2nya nduh orng smbrangn,pdhl dia sndri yg slingkuh....jd laki2 kere aja sok2an miara slingkuhan....😫😫😫
next double up ya atau crazy up gitu Thor 😄😄
msa udh d ftnah dn d bkin malu d dpn bnyak orng,tp msih diem aja....tar lma2 kluarga benalu mkin gila....