NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Jalan Baru untuk Menjadi Kuat

Yiyi masih belum sadar.

Setelah kembali dari Ruang Sidang, Xiao Yi segera mengoleskan obat luka yang dimintanya dari Tetua Ketiga.

Luka di punggung Yiyi memang tidak mengenai bagian vital, tetapi tubuh gadis itu terlalu lemah dan kehilangan cukup banyak darah.

Untungnya, racun dari Belati Beracun sudah benar-benar hilang berkat Mata Bulan Matahari.

Setelah memastikan napas Yiyi stabil, Xiao Yi akhirnya berdiri.

Wajahnya perlahan berubah dingin.

Malam ini memberinya satu pelajaran penting.

Ia masih terlalu lemah.

Yang Fu hanyalah kultivator Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan, tetapi sudah cukup memaksanya menggunakan Pedang Bingluan.

Kalau orang yang datang berada di Alam Pengumpulan Qi...

Hasilnya mungkin berbeda.

"Aku harus menjadi lebih kuat."

Bukan hanya demi Turnamen Generasi Muda setengah bulan lagi.

Xiao Ruohan dan ayahnya jelas tidak akan berhenti.

Upaya pembunuhan Yang Fu pun hampir pasti berasal dari mereka.

Namun Xiao Yi sengaja tidak mengatakan hal itu di Ruang Sidang.

Tanpa bukti, tidak ada gunanya.

Malah sebaliknya, Xiao Ruohan telah memilih waktu yang sangat cerdik.

Ketika seluruh tetua sedang membahas pencabutan kedudukan Xiao Yi, semua orang mengetahui bahwa pihak Tetua Kelima memiliki konflik terbuka dengannya.

Jika Xiao Yi terbunuh pada malam yang sama, orang pertama yang dicurigai tentu saja Xiao Ruohan dan ayahnya.

Justru karena terlalu jelas itulah, kebanyakan orang mungkin akan berpikir mereka tidak sebodoh itu.

Sebuah cara sederhana untuk menyembunyikan niat di tempat paling mencolok.

Xiao Yi mencibir.

Di kehidupan sebelumnya, ia terlalu lama hidup di antara konspirasi untuk tertipu oleh permainan semacam itu.

Bahkan pilihan antara kedudukan pewaris Patriak dan jatah Gua Ziyun sebenarnya merupakan jebakan.

Jika ia menyerahkan kedudukannya, Xiao Ruohan dan kelompoknya tidak perlu lagi mengkhawatirkan aturan klan.

Dalam setengah bulan, mereka punya banyak cara untuk merebut jatah Gua Ziyun darinya.

Untungnya, Xiao Yi tidak memilih salah satunya.

Ia mempertahankan keduanya.

Bahkan sekarang Xiao Ruohan ikut mempertaruhkan tempatnya sendiri.

"Setengah bulan..."

Sorot mata Xiao Yi semakin tajam.

"Baik."

"Aku akan lihat siapa yang tertawa terakhir."

Ia kemudian mengeluarkan Kantong Penyimpanan milik Yang Fu.

Setelah menuangkan isinya ke meja, cukup banyak benda berjatuhan.

Pakaian hitam.

Beberapa senjata kecil.

Botol racun.

Makanan kering.

Dan sejumlah perak.

Xiao Yi menghitungnya cepat.

Lebih dari seratus tael.

Lumayan.

Namun perhatian utamanya segera tertuju pada beberapa botol giok.

Ia membuka botol pertama.

Pil Penguat Tubuh.

Jumlahnya dua puluh butir.

Mata Xiao Yi langsung berbinar.

"Yang Fu ternyata cukup kaya."

Tidak mengherankan.

Sebagai pembunuh terkenal, pendapatannya pasti jauh lebih besar daripada kultivator biasa.

Di antara botol-botol itu terdapat satu pil lain yang auranya jauh lebih kuat.

Berdasarkan ingatan tubuh sebelumnya, Xiao Yi segera mengenalinya.

Pil Pengumpulan Qi.

Pil Tingkat Dua.

Pil ini dibuat khusus untuk kultivator Alam Pengumpulan Qi.

Nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan Pil Penguat Tubuh.

Namun bagi orang lain, meminum pil yang terlalu kuat sebelum mencapai alam yang tepat bisa berbahaya.

Bagi Xiao Yi...

Ia justru tertarik.

Dengan kemampuan Pedang Bingluan, ia ingin mengetahui sejauh mana Jiwa Bela Diri itu mampu mengolah energi obat.

Tanpa membuang waktu, Xiao Yi duduk bersila.

Satu Pil Penguat Tubuh masuk ke mulutnya.

Pedang Bingluan langsung aktif.

Energi obat yang seharusnya membutuhkan waktu lama untuk diserap berubah menjadi aliran Qi murni hanya dalam beberapa tarikan napas.

Satu pil.

Dua.

Lima.

Sepuluh.

Qi Sejati di dalam tubuh Xiao Yi terus meningkat.

Kemudian—

Buk!

Sebuah penghalang pecah.

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Tiga.

Namun Xiao Yi tidak berhenti.

Ia melanjutkan menyerap sisa Pil Penguat Tubuh.

Tubuhnya semakin kuat.

Meridian semakin kokoh.

Dantian pun terus menampung Qi Sejati yang lebih padat.

Sayangnya, setelah seluruh pil habis, ia masih belum menembus tingkat berikutnya.

Xiao Yi tidak kecewa.

Ia justru semakin memahami jalan kultivasi.

Semakin tinggi tingkatnya, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk menerobos.

Pada Alam Penempaan Tubuh, kultivator tidak hanya memperkuat daging dan tulang.

Dantian juga harus diperkuat sedikit demi sedikit.

Ketika mencapai Tingkat Sembilan dan hendak menerobos ke Alam Pengumpulan Qi, Qi Sejati di dalam dantian harus dipadatkan hingga membentuk inti energi yang lebih stabil.

Itulah alasan mengapa penghalang antar ranah jauh lebih sulit dibandingkan naik satu tingkat dalam ranah yang sama.

Xiao Yi mengambil Pil Pengumpulan Qi.

"Kalau begitu, mari kita lihat."

Ia menelannya.

Boom!

Energi obat meledak jauh lebih kuat dari Pil Penguat Tubuh.

Jika tubuhnya masih berada di Tingkat Dua, mungkin tekanan sebesar ini cukup membuat meridiannya terluka.

Namun Pedang Bingluan segera bergetar.

Cahaya ungu menyelimuti dantian.

Energi liar tersebut langsung ditarik, disaring, lalu diubah menjadi Qi murni.

Xiao Yi nyaris tertawa.

Lima menit kemudian—

Buk!

Penghalang berikutnya pecah.

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Empat.

Xiao Yi membuka mata.

Hanya dalam satu malam, ia naik dua tingkat.

Kecepatan seperti ini, kalau diketahui orang lain, mungkin cukup membuat seluruh Klan Xiao gempar.

Ia mengepalkan tangan.

Kekuatan di tubuhnya meningkat jauh dibandingkan sebelumnya.

"Kalau mencapai Tingkat Lima..."

Xiao Yi berpikir sejenak.

Dengan Xingyiquan dan pengalaman bertarung yang ia miliki, ia yakin mampu menghadapi kultivator Alam Penempaan Tubuh Tingkat Enam.

Bahkan mungkin menang.

Masalahnya adalah waktu.

Setengah bulan mungkin cukup baginya mencapai Tingkat Lima hanya dengan menyerap Qi langit dan bumi.

Namun ia tidak ingin sekadar cukup.

Ia ingin memiliki kepastian.

"Pil..."

Xiao Yi menatap botol-botol kosong di meja.

Kalau ia memiliki cukup pil, kecepatan kultivasinya bisa meningkat berkali-kali lipat.

Namun terus membeli pil membutuhkan uang dalam jumlah besar.

Lalu sebuah pikiran muncul.

"Kenapa harus membeli?"

Kalau ia bisa membuatnya sendiri...

Xiao Yi langsung teringat profesi yang sebelumnya dipelajarinya dari ingatan tubuh ini.

Alkemis.

Profesi langka yang mampu mengubah bahan obat menjadi pil bernilai tinggi.

Jika ia bisa menjadi alkemis, masalah sumber daya kultivasi akan jauh lebih mudah diselesaikan.

Terlebih lagi, Jiwa Bela Diri Binatang Pengendali Api miliknya telah berkembang ke Tingkat Jingga.

Kemampuan mengendalikan apinya jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Bukankah itu sangat cocok untuk alkimia?

Xiao Yi tersenyum.

"Menarik."

Ia bukan orang yang suka menggantungkan nasib pada orang lain.

Kalau ada cara mendapatkan sumber daya dengan tangannya sendiri, ia akan mencobanya.

***

Keesokan paginya, Xiao Yi meninggalkan kediamannya.

Tujuannya adalah Aula Alkimia Klan Xiao.

Tempat itu merupakan salah satu area terpenting di dalam klan.

Banyak bahan obat disimpan di sana, sementara sebagian besar pil yang digunakan anggota klan juga dibuat di tempat tersebut.

Begitu masuk, aroma herbal langsung memenuhi hidung Xiao Yi.

Puluhan pelayan sibuk membawa dan memilah bahan obat.

Di bagian tengah aula, beberapa tungku menyala.

Dua Alkemis Tingkat Satu tengah memurnikan pil dengan sangat serius.

Sebagai salah satu dari tiga klan besar di Kota Ziyun, Klan Xiao membutuhkan banyak pil setiap bulan.

Sebagian digunakan sendiri.

Sebagian lagi dijual sebagai salah satu sumber pemasukan klan.

Namun jumlah alkemis mereka tetap sedikit.

Hanya lima orang.

Empat Alkemis Tingkat Satu.

Dan satu Alkemis Tingkat Tiga.

Orang terkuat di antara mereka tentu saja Tetua Agung, Xiao Lihuo.

"Xiao Yi?"

Sebuah suara membuatnya menoleh.

Seorang pria paruh baya yang sedang membaca buku di sisi aula menatapnya dengan heran.

Namanya Xiao Bailian.

Seorang Diaken Klan Xiao sekaligus Alkemis Tingkat Satu yang mengurus Aula Alkimia.

"Hari ini bukan jadwal pembagian pil."

Xiao Bailian mengernyit.

"Apa yang kau lakukan di sini?"

"Aku bukan datang mengambil pil."

Xiao Yi berjalan mendekat.

"Aku ingin meminjam Catatan Dasar Alkimia."

Xiao Bailian terdiam.

Kemudian ekspresinya berubah aneh.

"Catatan alkimia?"

Ia menatap Xiao Yi beberapa kali.

"Jangan bilang kau ingin belajar menjadi alkemis."

"Kenapa?"

Xiao Yi mengangkat alis.

"Tidak boleh?"

Xiao Bailian hampir tertawa.

Namun aturan klan memang membolehkan generasi muda mempelajari dasar alkimia.

Siapa tahu suatu hari muncul bibit alkemis baru.

Ia membuka laci lalu mengeluarkan sebuah buku tua.

"Ambil."

Xiao Yi menerima buku tersebut.

Di sampulnya tertulis sederhana:

Catatan Dasar Alkimia.

"Aku boleh membawanya pulang?"

"Boleh."

Xiao Bailian mengangkat bahu.

"Hampir semua generasi muda Klan Xiao pernah penasaran dan membaca buku itu. Pada akhirnya, hampir tidak ada yang punya bakat."

Ia lalu memasang wajah serius.

"Tapi jangan sampai rusak."

"Kalau buku itu hilang, bahkan Tetua Ketiga tidak akan bisa melindungimu dari kemarahanku."

Xiao Yi mengangguk.

"Aku mengerti."

Ia segera pergi membawa buku tersebut.

***

Tak lama kemudian, seorang lelaki tua berambut putih memasuki Aula Alkimia.

Semua orang langsung berhenti bekerja.

"Tetua Agung!"

Mereka membungkuk hormat.

Orang tua itu adalah Xiao Lihuo.

Satu-satunya Alkemis Tingkat Tiga Klan Xiao.

Ia mengangguk lalu berjalan menuju Xiao Bailian.

"Bailian, bagaimana percobaan Pil Pengumpulan Qi?"

Wajah Xiao Bailian langsung menjadi malu.

"Gagal lagi."

Xiao Lihuo menghela napas.

Jika Xiao Bailian berhasil memurnikan Pil Pengumpulan Qi, itu berarti ia sudah memiliki kemampuan untuk melangkah menjadi Alkemis Tingkat Dua.

Sayangnya, Klan Xiao sudah terlalu lama tidak memiliki alkemis baru pada tingkat tersebut.

"Jangan terlalu memaksakan diri."

Xiao Lihuo menatap tungku-tungku di aula.

Kemudian ekspresinya menjadi sedikit muram.

"Kalau saja Patriak masih berada di klan..."

Xiao Bailian terdiam.

Ayah Xiao Yi.

Dahulu, pria itu ternyata juga merupakan Alkemis Tingkat Dua.

"Kalau dia tidak menghilang," lanjut Xiao Lihuo, "dengan bakatnya, mungkin sekarang sudah mencapai Tingkat Tiga."

Ia menghela napas panjang.

Usianya semakin tua.

Kalau suatu hari dirinya tidak mampu lagi meracik pil, masa depan alkimia Klan Xiao akan menjadi masalah.

Beberapa saat kemudian, Xiao Lihuo bertanya,

"Ada sesuatu yang terjadi hari ini?"

"Semuanya normal."

Xiao Bailian berpikir sejenak.

"Oh, benar."

"Tadi Xiao Yi kemari."

Langkah Xiao Lihuo terhenti.

"Xiao Yi?"

"Ya."

Xiao Bailian menunjuk laci kosong di depannya.

"Dia membawa pulang Catatan Dasar Alkimia."

Tatapan Xiao Lihuo berubah sedikit.

"Dia ingin belajar alkimia?"

Tak seorang pun di aula mengetahui bahwa pada saat yang sama, Xiao Yi sudah membuka halaman pertama buku tersebut.

Dan jalan baru yang akan mengubah hidupnya...

baru saja dimulai.

......................

Bersambung...

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!