NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4: Nota tagihan di dalam gua

Menyeret seorang pria dewasa dengan tinggi hampir seratus delapan puluh lima sentimeter dan otot padat di sekujur tubuhnya ternyata bukan perkara mudah. Bagi fisik Shen Ruozi yang masih sekurus triplek, tugas ini benar-benar terasa seperti sedang memindahkan sebuah bukit kecil.

"Aduuuh... Mas, kamu ini makan apa sih sehari-hari? Berat banget kayak beban hidup!" keluh Ruozi sambil terengah-engah.

Kedua tangannya mencengkeram erat kerah jubah sutra hitam milik si pria, sementara kakinya melangkah mundur perlahan, menarik tubuh kekar itu sejengkal demi sejengkal di atas tanah hutan. Di sampingnya, si Bocil melompat-lompat kecil seolah sedang memberikan sorakan penyemangat yang sama sekali tidak membantu. Setelah perjuangan melelahkan selama hampir satu jam yang diwarnai sumpah serapah, Ruozi akhirnya berhasil memasukkan sang pangeran webtoon ke dalam gua kering miliknya.

Semalaman penuh, Ruozi tidak bisa tidur nyenyak. Sebagai seorang dokter, ia harus memastikan demam pria itu turun. Ia bolak-balik ke sungai untuk membasahi kain kompresan dan menjejalkan air rebusan Akar Angelica ke dalam mulut pria itu agar aliran darahnya kembali stabil.

Keesokan paginya, matahari bersinar cerah. Pria jubah hitam itu perlahan membuka matanya. Hal pertama yang ia rasakan adalah kehangatan api unggun dan aroma daging burung panggang yang menggugah selera. Di bawah punggungnya, ada bantalan daun kering yang cukup empuk. Kondisi tubuhnya terasa jauh lebih ringan, dan luka di dadanya sudah tidak lagi terasa berdenyut nyeri.

Ia menoleh ke samping dan mendapati Ruozi sedang duduk bersila di dekat perapian sambil mengunyah paha burung dengan santai. Begitu menyadari pasiennya sudah sadar, Ruozi langsung menelan makanannya dan tersenyum lebar sejenis senyuman yang membuat bulu kuduk si pria mendadak merinding.

Sret!

Sebelum pria itu sempat membuka suara untuk menanyakan di mana mereka berada, Ruozi sudah melangkah maju dan menyodorkan sebilah bambu panjang tepat di depan wajah tampannya. Di atas permukaan bambu itu, terdapat tulisan-tulisan kasar berwarna hitam yang digoreskan menggunakan arang pohon.

"Apa ini?" tanya pria itu dengan suara beratnya yang masih agak serak, alis tebalnya bertaut heran.

"Mata kamu masih rabun ya setelah pingsan? Itu nota tagihan, Mas!" sahut Ruozi dengan nada riang yang dibuat-buat. Ia berdeham kecil, lalu mulai membaca tulisan di bilah bambu tersebut layaknya seorang kasir minimarket. "Jasa pengobatan darurat menetralkan racun langka: lima puluh tael emas. Jasa angkut manusia berbobot karung beras dari hulu sungai ke gua: tiga puluh tael emas. Biaya sewa tempat tidur VIP daun kering plus kompres semalaman: dua puluh tael emas. Total semuanya... seratus tael emas! Tolong dilunasi ya, tunai, enggak menerima utang atau cicilan!"

Pria misterius itu langsung tertegun, sepasang mata elangnya melebar menatap Ruozi dengan pandangan tidak percaya. Di seluruh kerajaan, semua orang tahu siapa dirinya dan selalu berlomba-lomba untuk mengambil hatinya secara gratis. Namun, gadis desa berpakaian compang-camping di tengah hutan terlarang ini justru secara terang-terangan memerasnya!

"Seratus tael emas?" desis pria itu, suaranya mendadak terdengar dingin karena merasa harga dirinya sedang dipermainkan. "Kau tahu berapa banyak makanan yang bisa dibeli dengan uang sebanyak itu? Kau sedang merampokku, Gadis Kecil?"

"Heh! Enak aja dibilang merampok!" Ruozi langsung berkacak pinggang, menatap balik pria itu dengan pandangan ngegas andalannya. "Nyawa seorang bangsawan kaya raya bersutra emas seperti kamu itu nilainya cuma seratus tael emas? Murah banget dong? Kalau kemarin enggak ada air liur berharga dan obat racikanku, sekarang kamu sudah jadi santapan cacing tanah, tahu! Jadi, mau bayar pakai emas, atau mau aku tendang keluar dari gua ini sekarang juga?!"

Pria itu terdiam, tatapan tajamnya beradu dengan sorot mata Ruozi yang sama sekali tidak gentar. Alih-alih merasa terancam dengan aura membunuh yang biasa membuat para jenderal tunduk, gadis di depannya ini justru menaikkan sebelah alisnya, seolah sedang menantang balik.

Perlahan, sudut bibir pria misterius itu terangkat membentuk senyuman tipis yang dingin, hampir tidak terlihat jika bukan karena api perapian yang memantulkan bayangannya. Ia meraba pinggangnya, mencari kantong sutra tempat ia biasa menyimpan paspor kerajaan atau kepingan uang darurat, namun tangannya hanya menyentuh kain jubah yang sobek.

Ruozi yang melihat pergerakan itu langsung mendengus remeh, seolah bisa membaca isi kepala pasiennya. "Enggak usah dicari, Mas. Kantong pinggangmu sudah hanyut atau mungkin sudah jadi sarang kepiting di dasar sungai waktu aku seret kamu kemarin," ujarnya santai sambil kembali menggigit sisa daging burung di tangannya. "Satu-satunya barang berharga yang tersisa di badanmu cuma jubah sutra robek-robek itu, dan maaf ya, aku enggak menerima barter pakai baju bekas."

Mendengar ucapan blak-blakan tersebut, sang pangeran webtoon mengembuskan napas berat, menahan kedutan di pelipisnya akibat harga dirinya yang baru saja diinjak-injak oleh seorang gadis desa sekurus triplek. "Namaku Long Tianxu," ucapnya dengan nada berat dan penuh penekanan, berharap nama agung itu setidaknya bisa membuat Ruozi gemetar atau menunjukkan sedikit rasa hormat. "Jika kau melepaskan tagihan konyol ini dan mengantarkanku keluar dari hutan, aku bisa memberikanmu posisi yang jauh lebih baik daripada sekadar tinggal di gua lembap ini."

Bukannya bersujud atau terperangah, Ruozi justru mengorek telinganya dengan santai menggunakan jari kelingking, lalu meniupnya pelan. "Long Tian-apa? Duh, maaf ya Mas Tianxu, aku enggak butuh lowongan kerja atau kartu nama aristokrat," sahutnya dengan wajah lempeng tanpa dosa. "Di duniaku yang dulu maksudku, di prinsip hidupku, yang namanya jasa itu harus dibayar pakai alat tukar yang sah, bukan pakai janji manis atau omong kosong politik. Jadi, intinya kamu mau bayar pakai apa sekarang?"

Tianxu mengepalkan tangannya di atas bantalan daun kering, merasa benar-benar tidak berdaya menghadapi manusia jenis baru seperti Ruozi.

Selama hidupnya, ia selalu dikelilingi oleh orang-orang yang bermuka dua atau musuh yang terang-terangan ingin membunuhnya, tetapi belum pernah ada yang menagihnya uang transportasi setelah ia selamat dari maut. "Aku tidak memegang uang sepeser pun saat ini," aku Tianxu akhirnya dengan enggan, suaranya nyaris berbisik karena menahan malu yang luar biasa.

Mendengar pengakuan jujur itu, senyum riang di wajah Ruozi langsung lenyap seketika, berganti dengan ekspresi datar yang sangat menyeramkan. Ia meletakkan bilah bambu tagihannya dengan hentakan keras ke tanah, membuat si Bocil yang sejak tadi menyimak di sudut gua langsung berjengit kaget. "Oh, jadi mau flexing nama besar tapi aslinya bokek? Dompet kosong kok gaya!" semprot Ruozi tanpa saringan, membuat wajah tampan Tianxu langsung berubah menjadi merah padam karena menahan geram.

Ruozi menghela napas panjang, memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut memikirkan kerugian investasi tenaga dan obat-obatan yang sudah ia keluarkan semalaman. Namun, matanya tiba-tiba berbinar saat melihat giok hijau tua berbentuk naga yang menggantung di leher pria itu satu-satunya aksesori yang lolos dari amukan arus sungai karena terikat tali sutra yang sangat kuat. "Oke, karena aku ini dokter yang berhati malaikat dan sangat pengertian, aku kasih solusi alternatif," ujar Ruozi sambil menunjuk leher Tianxu dengan dagunya. "Giok itu. Kasih ke aku sebagai jaminan sampai kamu bisa melunasi seratus tael emasmu."

Tianxu refleks memegang giok tersebut, matanya menatap Ruozi dengan pandangan penuh selidik dan keraguan yang mendalam, mengingat benda itu adalah simbol identitas penting miliknya. Namun, melihat posisi tubuh Ruozi yang sudah bersiap-siap ingin menendangnya keluar gua sesuai ancamannya tadi, Tianxu akhirnya pasrah dan melepaskan kalung giok tersebut dengan berat hati. "Ingat ini baik-baik, Gadis Kecil. Jaga giok ini dengan nyawamu," ancam Tianxu pelan saat menyerahkan benda berharga itu ke tangan Ruozi, yang langsung disambut dengan cengiran kemenangan super lebar dari sang dokter gadungan.

1
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!