Wajib Follow Sebelum Baca.
" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.
Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.
Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.
Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.
La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.
Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.
Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.
( Bismillah semoga rame 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1 : Kedatangan Siswa Baru.
" kadang Samesta Datang Bukan Untuk Jadi Teman.. Tapi Untuk Mengacaukan Hidup Kita Tanpa Izin. "
...
langit pagi kota Jakarta tampak bersih, hampir terlalu sempurna, matahari memantulkan cahaya ke gedung-gedung yang tinggi berjejer rapi, termasuk bagunan megah putih gading di ujung jalan utama.
Disana berdiri sekolah yang jadi kebanggaan banyak orang.
Nusa Bangsa Internasional High School.
Sekolah elit. Sekolah para calon pemimpin masa depan. tempat dimana anak anak dari keluarga terpandang berlomba-lomba bukan hanya untuk nilai, tapi juga untuk nama.
Dan hari itu.
Sekolah yang biasanya penuh kesibukan standar hari senin, mendadak terasa berbeda.
lebih ramai...
Lebih gaduh..
Lebih.. heboh.
Karena sebuah mobil hitam mengilab berhenti di gerbang utama, suara pintu terbuka terdengar pelan, namun cukup menarik perhatian berapa siswa yang sedang berjalan di jalan trotoar sekolah.
Lalu...
Seorang gadis turun dari mobil.
Rambutnya hitam kecoklatan, jatuh lurus sampai sepinggang, tertiup angin pagi seperti adegan film. kulitnya putih cerah, matanya tajam namun lembut.
Seragam nusa bangsa yang dipakai pertama kali itu terlalu pas untuknya, seolah dibuat khusus.
la menutup pintu mobil dengan gerakan tenang.
Dan disaat ia melangkah masuk ke area sekolah...
Seolah semuanya menurun...
seperti dunia sempat terhenti untuk memandangnya.
" Anjir... "
" Cantik bangat... "
" Siapa Itu!? "
" Serius Itu Anak baru? "
Bisik-bisikan mulai menyebar seperti virus. dalam hitungan detik, berapa siswa sudah meangkat pergelangan tangan mareka, mengaktifkan kamera, mengambil foto diam-diam.
bahkan ada yang terang-terangan.
" Astaga, dia kayak artis korea, " ujar siswi sambil menutup mulut tidak percaya.
" Bukan kayak artis, " sahut temanya, " dia kayak AI yang dibuat terlalu sempurna. "
tawa kecil terdengar.
Tapi gadis itu tetap berjalan pelan, langkahnya tidak tergesa. tidak panik meski puluhan pasang mata menatapnya.
Seolah ia sudah terbiasa...
Sebelum masuk gerbang utama, ia berhenti sejenak.matanya menatap papan nama sekolah besar yang terpasang megah diatas gerbang.
SMA NUSA BANGSA INTERNASIONAL HIGH SCHOOL.
la tersenyum kecil.
Senyum hangat.
Senyum yang tidak sombong.
Senyum yang... justru membuat orang semakin terpikat.
" Selamat pagi, "ucapnya lembut kepada petugas keamanan yang menjaga.
Satpam itu terlihat gugup. " Ah... pagi..pagi, nona.
silahkan masuk. "
Gadis itu menangguk sopan, lalu berjalan masuk.
Dalam waktu kurang dari lima minit..
Nama gadis itu sudah menjadi bahan pembicaraan seluruh sekolah.
..
Di ruang guru, sesuana tak kalah sibuk.
Seorang wali kelas menghela napas panjang sambil memeriksa dokumen digital pada tablet transparan yang melayang diatas mejanya.
" baiklah... " gumamnya lalu berdiri. " ayo, Valerie. kita masuk ke kelas. "
Gadis itu berdiri dari kursi. la membawa tasnya rapi, bahunya tegak, tatapan tenang.
" Iya, Bu. "
Guru itu tersenyum ramah. " kamu tidak perlu tegang. anak disini memang.. terkadang terlalu heboh. "
Valerie tersenyum kecil. " saya tidak keberatan Bu, saya justru senang. "
" Wah. kamu baik sekali. "
Valerie hanya tertawa kecil, tidak membalas.
Mareka berjalan melewati lorong utama sekolah. Dindingnya berlapis kaca, menampilkan layar hologram yang membuat jadwal pelajaran, prestasi sekolah, dan informasi lomba internasional.
Berapa siswa yang lewat terhenti dan menoleh.
Sebagian berbisik.
Sebagian terang-terangan menatap.
Dan berapa.. hampir menabrak temanya sendiri karena terlalu fokus melihat Valerie.
" Ya... ampun. "
" Dia benaran masuk sini? "
" Gila.. auranya beda banget."
Valerie tetap melangkah, tetapi ia merasakan tatapan itu menempel di punggungnya.
Namun dia tidak merasa terganggu..
Dia sudah berjanji pada diri sendiri.
Hari ini awal yang baru.
Dan ia tidak akan membiarkan apapun merusaknya.
...
Berapa minit kemudian, mareka berhenti didepan pintu kelas.
XI IPA1.
Guru itu mengetuk.
Tok tok tok.
" Masuk! " terdengar suara dari dalam.
Guru itu membuka pintu dan langsung disambut
keributan kelas. berapa siswa sedang bercanda,
ada yang sibuk menulis, ada juga yang menatap layar meja digital masing-masing.
Namun begitu pintu terbuka...
Keributan itu perlahan mereda..
Karena semua mata tertuju pada Valerie.
Guru itu melangkah masuk terlebih dahulu. " selamat pagi, anak anak. "
" Pagi, Bu! " jawab mareka serempak.
Guru itu tersenyum. " hari ini kita kedatangan siswa baru. namanya Valerie. "
Valerie melangkah masuk...
Dan dalam satu detik..
Kelas itu berubah menjadi ruang pemeran.
Suara kursi berderit terdengar. berapa siswa spontan berdiri tanpa sadar.
Ada yang melongo..
Ada yang menahan napas.
Ada yang berbisik pelan.
" Gila cantik bangat.. '
" Fix dia bakal jadi center sekolah. "
" Ini nyata atau mimpi?"
Valerie berdiri didepan kelas, lalu mendudukkan kepala sadikit dengan sopan.
" Hello semuanya, " ucapnya lembut. " Nama gue Valerie Evangeline Kingsley. senang bergabung disini. semoga kita berteman baik. "
Suaranya tenang.
Tidak dibuat-buat.
Tidak malu-malu.
Justru... terlalu anggun untuk anak SMA.
Berapa siswa langsung menatap iri, tetapi juga kagum.
Berapa cowok menelan ludah.
Dan berapa.. mulai sibuk mencatat nama Valerie seolah itu informasi yang paling penting.
Guru itu menempuk tanganya sekali. " Baik. Valerie akan duduk di bangku kosong. "
Ia menujuk kursi dekat jendela, barisan kedua.
Valerie meangguk. " baik, Bu. "
la berjalan menuju bangku itu.
Namun sebelum ia duduk.
seorang cowok di sudut kelas, dekat jendela belakang, menatapnya datar.
Tatapan tajam.
Tidak kagum.
Tidak terpesona.
Tidak seperti yang lain.
Cowok itu menyadarkan tubuh kekursi, menatap luar jendela seolah Valerie hanya angin lewat.
Namanya...
Matthew Lucian Wycliffe.
Cowok yang terkenal pintar, dingin dan terlalu ambisius.
Bukan karena Valerie melakukan sesuatu yang salah.
Tapi karena...
Dalam waktu kurang dari satu jam, nama Valerie sudah terkenal daripada prestasi yang ia bagun selama bertahun-tahun.
Dan itu.. menyebalkan...
...
Valerie akhirnya duduk di bangku kosong itu.
la merapikan tasnya, lalu menoleh pada gadis di sebelahnya.
" Halo, " kata Valerie ramah.
Gadis itu terlihat gugup. " H-hallo... aku Nara. "
Valerie tersenyum manis. " Nara. Nama yang bagus. "
Nara langsung memerah. " makasihh.. Valerie kan? "
Valerie menangguk. " Iya. "
Berapa anak cowok langsung menyahut dari belakang.
" Hai Valerie!Lo pindahan dari mana? "
" Valerie, lo udah punya pacar belum? "
" Valerie, IG Lo Apa? "
Suasana kelas kembali ribut.
Guru itu meangkat tangan. " Hai! Hai! tenang! ini masih jam pelajaran. "
Tapi keributan tidak bisa ditahan.
Valerie menatap mareka dengan ekpresi bingung, tapi kemudian tertawa kecil. tawanya ringan.
" Maaf ya, " ucap Valerie, suaranya cukup terdengar. " gue pindahan dari akademi Orion. gue ikut orang tua pindah kerja kesini. "
" ORION " teriak seseorang.
" Akademi Orion itu sekolah elit di jakarta pusat "
" Serius? "
Valerie menangguk. " iya. "
Dan itu membuat kelas semakin heboh.
Matthew yang duduk di belakang hanya memejamkan mata, Menghela napas panjang.
" Orang-orang ini norak banget, " bisik Matthew.
Temannya, Lukka, menahan tawa. " ya gimana bro.. cewek kayak gitu jarang. "
Matthew menyadarkan kepala ke kursi. " cewek cantik bukan berarti spesial. "
Lukka menarik Matthew. " Oh? berarti lo nggak tertarik? "
Matthew menatap Valerie lagi.
Valerie sedang tersenyum pada Nara. senyumnya tulus, hangat, dan membuat siapapun ingin mendekat.
Matthew mendengus.
" Bukan nggak tertarik, " katanya pelan. " cuma kenapa semua orang bertingkah seolah dia ratu sekolah? "
Lukka tertawa kecil. " karena mungkin dia memang ratu sekolah, Matt. "
Matthew memutar matanya. " kalau dia ratu, gue nggak tertarik jadi rakyatnya. "
_TBC_
____________
Happy Reading All!.