NovelToon NovelToon
SUARA YANG KAMU TINGGALKAN

SUARA YANG KAMU TINGGALKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:137
Nilai: 5
Nama Author: hai el

Arsa Kalandra — pria 30 tahun yang bekerja sebagai story archaeologist: ia dibayar keluarga untuk merekonstruksi kisah hidup orang-orang yang telah meninggal, menyusun kepingan memori menjadi sebuah warisan. Ia hidup di dalam cerita orang lain sementara hidupnya sendiri membeku sejak enam tahun lalu.
Wren Amara — perempuan 27 tahun, pengisi suara buku audio yang diam-diam memiliki kanal anonim bernama "Suara Asing" — tempat ia membacakan surat-surat cinta usang yang ia temukan di toko barang antik. Jutaan orang mendengarkan suaranya, tapi tak ada yang tahu wajahnya. Ia jatuh cinta pada penulis surat-surat itu, seseorang yang menulis untuk "Langit" — nama yang tak pernah bisa ia temukan.
Yang tidak mereka tahu: surat-surat itu adalah surat yang tidak pernah terkirim dari adik Arsa yang sudah tiada.
Dan ketika Arsa ditugaskan merekonstruksi kisah hidup seseorang yang ternyata terhubung dengan adiknya — mereka bertemu.
Dua orang yang sama-sama hidup di antara suara-suara masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hai el, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NAMA YANG HANYA DIUCAPKAN SEKALI

Dalam catatan awal dari Ibu Sari, Dito disebutkan hanya sekilas — "adik bungsu" — tanpa detail tambahan. Arsa mengira itu karena mungkin tidak relevan, atau mungkin Ibu Sari belum siap bicara tentangnya. Tapi sekarang, setelah melihat foto itu, setelah mendengar cara suara Ibu Sari berubah ketika menyebut namanya, Arsa mulai merevisi pemetaan awalnya.

Pak Wahyu dan Dito. Sesuatu yang terjadi di antara mereka. Sesuatu yang mungkin merupakan pusat dari kisah yang perlu ia rekonstruksi.

Dan kotak kecil di foto itu. Kotak kayu dengan penutup geser.

Mungkin kebetulan. Mungkin banyak orang punya kotak seperti itu. Tapi Arsa tidak percaya pada kebetulan dalam pekerjaannya — ia percaya pada koneksi yang belum terlihat.

Ia mengeluarkan ponselnya dan membuka email. Mengetik pesan singkat ke Ibu Sari:

"Ibu Sari, satu pertanyaan cepat: apakah almarhum Pak Dito suka menulis?"

Kirim.

Balasan datang dua puluh menit kemudian, ketika Arsa sudah duduk di warung pinggir jalan memesan es teh:

"Ya. Sangat. Kenapa?"

Arsa menatap balasan itu. Mengetik:

"Ada seseorang yang sering Dito sebut namanya? Seseorang yang disebut 'Langit'?"

Kali ini balasan butuh lebih lama. Arsa menghabiskan setengah es tehnya sambil menunggu.

"Dari mana Pak Arsa tahu nama itu?"

Malam itu Arsa duduk di depan monitor dengan dua jendela terbuka.

Di kiri: file rekonstruksi Pak Wahyu yang baru ia mulai — outline kosong menunggu diisi.

Di kanan: tab browser yang sudah ia buka tapi belum ia sentuh. Hasil pencarian untuk "Suara Asing podcast" — nama yang disebutkan Ibu Sari di akhir percakapan telepon berikutnya yang berlangsung tiga puluh menit setelah pertukaran pesan singkat itu.

Ibu Sari, dengan suara yang untuk pertama kalinya benar-benar tidak terkelola, menjelaskan: tiga minggu lalu seseorang mengirimkan link podcast kepadanya. Bukan kepadanya secara langsung — dikirim ke grup keluarga dengan komentar singkat tentang suaranya yang bagus. Tapi Ibu Sari yang mendengarkan, dan Ibu Sari yang berhenti di episode pertama karena mendengar nama Langit, dan Ibu Sari yang kemudian mengirimkan link itu ke adiknya yang paling tidak pernah ia duga akan tertarik dengan podcast jenis apapun.

Ke Arsa.

Yang tidak ada dalam grup keluarga. Yang ponselnya selalu dalam mode senyap. Yang tidak membuka pesan selama empat hari dan baru mendengarkan podcast itu minggu lalu — bukan karena Ibu Sari kirim, tapi karena teman kantornya yang sama sekali tidak tahu konteksnya menyebutkannya sebagai "podcast yang bagus untuk fokus bekerja."

"Jadi kamu sudah dengar?" tanya Ibu Sari.

"Iya," kata Arsa. "Saya dengar."

Hening singkat.

"Itu Dito, bukan?" suara Ibu Sari retak tipis di tepi kata terakhir.

"Saya tidak bisa memastikan tanpa membandingkan dengan tulisan aslinya. Tapi dari cara penyusunan kalimatnya, pilihan katanya—" Arsa berhenti. "Saya rasa iya."

"Saya juga rasa begitu." Suara penarikan napas panjang. "Tapi kotak itu — saya tidak pernah melihat kotak itu, Arsa. Semua barang Dito masih di rumah Mama. Kami tidak membuang apapun. Jadi bagaimana surat-surat itu bisa ada di toko antik?"

"Itu yang perlu kita cari tahu."

"Arsa." Nama yang disebut dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Lebih personal, lebih berat. "Siapa yang membacakannya?"

"Saya belum tahu. Podcast-nya anonim."

"Tapi dia membalasnya. Dito membalasnya — maksud saya, ada yang membalas komentarmu."

"Iya." Arsa menatap layar di depannya. "Kami sudah bertukar email."

Hening yang lebih panjang.

"Hati-hati," kata Ibu Sari akhirnya. Bukan peringatan. Lebih seperti doa kecil yang diucapkan ke udara. "Cerita adikmu bukan cerita yang ringan untuk dibawa orang lain."

"Saya tahu."

"Tapi mungkin," suaranya berubah menjadi sesuatu yang lebih lembut, lebih tidak pasti, "ini caranya untuk akhirnya sampai."

Arsa menutup telepon dan menatap tab browser yang masih belum ia sentuh.

Suara Asing.

Ia klik.

Halaman podcast terbuka. Tidak ada foto, tidak ada nama asli — hanya gambar gelombang suara hitam-putih yang sederhana. Deskripsi singkat: Surat-surat yang tidak pernah terkirim. Suara untuk yang tidak terdengar.

Episode terbaru: Untuk Langit — Surat Pertama.

Ia klik play.

Dan suara itu masuk.

Bukan seperti yang ia ekspektasikan — ia entah mengekspektasikan apa. Mungkin suara yang lebih podcaster, lebih terperforma, lebih sadar akan dirinya sendiri sebagai produk yang didengarkan jutaan orang. Tapi suara ini tidak seperti itu. Suara ini terdengar seperti seseorang yang membaca di kamar tidurnya, di malam yang tenang, untuk pendengar tunggal yang tidak terlihat.

Hangat. Seperti cahaya lampu meja di ruangan yang gelap.

Dan kemudian kata-kata adiknya mengalir melalui suara itu, dan Arsa menyadari ia tidak siap.

"Langit, aku tidak yakin kapan akan mengirim ini. Atau apakah akan pernah..."

Ia menekan pause.

Duduk dalam diam selama hampir satu menit.

Lalu ia menekan play lagi. Dan mendengarkan sampai habis. Semua episode yang sudah tayang — empat, termasuk yang pertama. Sambil kopinya mendingin dan jam di dinding bergerak dari sembilan malam ke lewat tengah malam, ia duduk dan mendengarkan adiknya berbicara — bukan langsung kepadanya, tapi kepada seseorang yang disebut Langit, seseorang yang Arsa tidak pernah sempat bertanya siapa — melalui suara perempuan yang tidak ia kenal.

Episode keempat berakhir.

Arsa duduk dalam diam yang berbeda dari sebelumnya.

Bukan diam yang kosong. Diam yang penuh — penuh dengan sesuatu yang belum punya nama, atau mungkin punya terlalu banyak nama sekaligus.

Ia membuka email. Draft yang sudah ia tulis tadi malam, tentang ingin bertemu untuk mengambil surat-surat asli.

Ia hapus draft itu. Menulis yang baru:

Subject: Re: Tentang surat-surat itu

W.,

Saya sudah mendengarkan semuanya.

Ada hal yang ingin saya sampaikan langsung, bukan lewat email. Mungkin ini lebih dari sekadar urusan pengambilan kotak.

Saya sedang mengerjakan sebuah proyek rekonstruksi — kisah hidup seseorang yang ternyata terhubung dengan adik saya dengan cara yang belum sepenuhnya saya mengerti. Dan surat-surat itu mungkin menjadi bagian penting dari kisah itu.

Saya bukan orang yang mudah minta tolong. Tapi saya rasa kita perlu bicara.

— A. Kalandra

Ia kirim sebelum sempat berpikir terlalu panjang.

Lalu berdiri, berjalan ke jendela, dan menatap Jakarta malam yang berkilip di bawah — jutaan lampu dari jutaan kehidupan yang sedang berlangsung bersamaan, masing-masing dengan kisahnya sendiri yang tidak tahu betapa terhubungnya mereka dengan kisah-kisah yang lain.

Arsa meletakkan dahinya di kaca jendela yang dingin.

Di suatu tempat di kota ini, ada perempuan dengan suara yang terdengar seperti cahaya lampu meja, yang sedang memegang surat-surat yang ditulis tangan adiknya.

Dan ada seseorang bernama Langit yang masih belum ia temukan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!