NovelToon NovelToon
Munajat Cinta

Munajat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

EDISI SPESIAL RAMADHAN

Zunaira Prameswari hanyalah seorang ustadzah yatim piatu yang merasa dunianya sudah cukup dengan mengabdi di Pesantren Al-Anwar.

Baginya, mencintai Gus Azlan, putra kedua sang kiai yang baru kembali dari Al-Azhar, Kairo adalah sebuah kemustahilan yang hanya berani ia langitkan dalam doa-doa di sujud terakhir.

Namun takdir berkata lain, penolakan Azlan terhadap lamaran Ning Syifa, seorang putri kiai besar yang membawa kepentingan politik pesantren, justru menyeret Zunaira ke pusaran konflik keluarga yang rumit.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukk kepoin!!!

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Matahari Yang Terlalu Tinggi

Pagi hari menyambut, membangunkan sosok gadis cantik dengan segala kesederhanaannya itu.

Baginya pukul empat pagi bukan sekadar waktu untuk bangun, melainkan waktu di mana ia merasa paling "hidup".

Sebagai seorang ustadzah muda yang tumbuh besar di bawah naungan Pesantren Al-Anwar.

Dia adalah Zunaira Prameswari, gadis berusia 24 tahun yang sehari-hari mengajar di pesantren Al-Anwar.

Dia telah lama berada di tempat ini dan semua yang ada di ini ia anggap sebagai bagian dari napasnya.

Zunaira berhenti sejenak menyeka keringat tipis di dahi dengan ujung khimar instannya yang berwarna abu-abu pudar.

Ia menatap langit fajar yang perlahan merekah di ufuk timur, menciptakan gradasi warna jingga dan ungu yang magis.

Di saat-saat seperti ini, kerinduan pada sosok ayah dan ibu yang tak pernah benar-benar ia ingat wajahnya sering kali datang mengetuk pintu hati.

Namun Zunaira bukan tipe wanita yang senang berkubang dalam kesedihan.

Baginya menjadi yatim piatu bukanlah label kemalangan, melainkan cara Allah memaksanya untuk hanya bersandar pada-Nya.

"Ustadzah Zu, kok sudah menyapu sendiri? Biar bagian piket saja yang teruskan." suara lembut itu datang dari arah belakang.

Zunaira menoleh dan mendapati Ummi Salamah, istri dari Kyai pengasuh pesantren berdiri dengan senyum keibuan yang tak pernah luntur.

Zunaira segera meletakkan sapunya dan mendekat untuk mencium tangan wanita yang sudah dianggapnya sebagai pengganti ibu kandung itu.

"Hanya mencari keringat sedikit Ummi, lagipula udara subuh ini sayang kalau dilewatkan hanya dengan duduk diam." jawab Zunaira santun.

Ummi Salamah mengusap bahu Zunaira lembut.

"Zunaira, hari ini kamu tidak perlu jadwal mengajar di kelas pagi, ummi minta tolong bantu di dapur utama karena ada tamu-tamu jauh yang akan datang dan... kamu sudah dengar kabarnya kan?" ucap ummi Salamah.

Zunaira tertegun, ia tahu ke mana arah pembicaraan ini.

"Tentang kepulangan Gus Azlan, Ummi?" tebak Zunaira.

Ummi Salamah mengangguk antusias.

"Putra kedua Ummi itu sudah selesai di Kairo, katanya sore ini sampai di bandara. Sudah hampir tujuh tahun dia di sana Zunaira dan Ummi hampir lupa bagaimana detail wajahnya jika tidak melihat foto-fotonya." ujar Ummi Salamah dengan senang.

Gus Azlan sendiri anak kedua dari tiga bersaudara, kakak pertamanya bernama Gus Haidar yang sudah menikah dan memiliki seorang putri kecil, dan sang adik yang begitu ceria bernama Arifa yang baru berusia 17 tahun.

Ada sesuatu yang berdesir di dada Zunaira mendengar nama itu yaitu Azlan.

Nama yang selama tujuh tahun ini hanya ia dengar lewat cerita-cerita kebanggaan para santri atau sesekali dalam doa-doa yang dipimpin Kyai di masjid.

Dulu sebelum berangkat ke Mesir Azlan adalah pemuda yang sangat tertutup berbeda dengan kakak sulungnya yang ekspresif atau adiknya yang bungsu yang ceria.

Azlan memiliki aura ketenangan yang membuat siapapun segan, termasuk Zunaira yang saat itu masih menjadi santri remaja.

"Nggih Ummi, Zunaira nanti segera ke dapur setelah merapikan mukena di kamar." jawab Zunaira sesingkat mungkin, mencoba menyembunyikan getaran di suaranya.

Langkah kaki Zunaira membawa dirinya kembali ke kamar kecilnya di pojok asrama ustadzah.

Kamar itu sederhana hanya ada sebuah kasur tipis, lemari kayu kecil dan rak buku yang penuh dengan kitab-kitab kuning.

Di atas meja kecilnya, tergeletak sebuah pembatas buku dari daun kering yang ia buat sendiri.

Di sana tertulis sebuah kalimat pendek.

“Cinta yang paling rahasia adalah cinta yang dibicarakan hanya antara hamba dan Tuhannya.”

Zunaira duduk di tepi kasur, ia teringat kejadian sepuluh tahun lalu saat ia baru berusia belasan tahun, diaman pertemuan nya dengan Gus Azlan membuat hatinya tergerak.

Suatu hari di perpustakaan pesantren yang sepi ia kesulitan mengambil kitab di rak yang tinggi.

Tiba-tiba sebuah tangan yang kokoh mengambilkan kitab itu dan meletakkannya di depannya tanpa sepatah kata pun.

Pemilik tangan itu adalah Azlan, ia hanya menunduk memberikan kitab tersebut lalu berlalu begitu saja.

Sejak saat itu Zunaira menanam sebuah rasa yang ia tahu diri tak boleh tumbuh liar.

Ia sadar siapa dirinya tapi seorang anak yang besar dari zakat dan sedekah, sementara Gus Azlan adalah pangeran pesantren dengan silsilah keluarga yang mulia.

Ia menggelengkan kepala, mencoba mengusir memori itu.

"Istighfar Zunaira, fokus pada pengabdian." bisiknya pada diri sendiri.

Di dapur utama suasana sudah sangat sibuk, aroma bumbu opor dan sambal goreng ati menyeruak di udara.

Zunaira segera bergabung mengiris bawang dengan kecepatan yang terlatih.

Teman-temannya sesama ustadzah sedang sibuk bergosip tentang betapa tampannya Gus Azlan sekarang berdasarkan foto terbaru yang beredar di grup pesan singkat pesantren.

"Katanya Gus Azlan sekarang lebih berisi, jenggotnya rapi persis orang Arab asli." celetuk Ustadzah Halimah sambil tertawa kecil.

"Kira-kira siapa ya yang akan jadi istrinya nanti? Pasti harus ning atau minimal anak kyai besar."

Zunaira hanya tersenyum tipis mendengarkan itu, dadanya terasa sedikit sesak tapi ia terus fokus pada bawang merah di depannya.

Ia merasa tidak berhak ikut dalam obrolan itu, baginya Azlan adalah matahari yang terlalu tinggi untuk disentuh oleh embun pagi seperti dirinya.

"Zunaira, kamu kok diam saja? Kamu kan dulu seangkatan sekolah di madrasah bawah sebelum Gus Azlan berangkat ke Mesir. Masih ingat wajahnya?" tanya ustadzah Halimah tiba-tiba.

Zunaira menghentikan irisan pisaunya sejenak.

"Hanya ingat sedikit Mbak, Gus Azlan kan orangnya pendiam sekali."

"Wah kalau dia pulang nanti pesantren ini bakal makin ramai, beliau kabarnya akan memegang kendali kurikulum bahasa Arab." lanjut Halimah tanpa sadar bahwa Zunaira sedang berjuang mengendalikan debar jantungnya sendiri.

Hari itu berlalu dengan penuh kesibukan, Zunaira sengaja menyibukkan diri agar pikirannya tidak melantur.

Ia memimpin kelas nahwu-sharaf sore itu dengan suara yang setenang mungkin, meskipun pikirannya sesekali melayang ke arah gerbang pesantren.

Setiap kali ada bunyi mesin mobil yang mendekat jantungnya seolah berhenti berdetak sejenak.

Mengapa ia merasa secemas ini? Padahal ia belum tentu bertemu langsung dengan Azlan.

Lagipula ia hanyalah salah satu dari puluhan pengajar di sini.

Malam harinya setelah shalat Isya berjamaah, seluruh pesantren tampak bersinar lebih terang dari biasanya.

Lampu-lampu hias dipasang di sepanjang jalan menuju rumah utama Kyai.

Zunaira memilih untuk tetap berada di teras asrama putri duduk di kursi kayu tua sambil memegang tasbihnya.

Ia menatap ke arah rumah utama yang berjarak sekitar dua ratus meter dari sana.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...🥕🥕🥕🌟🌟🌟🌟🌟🥕🥕🥕...

...GUYS KARENA INI CERITA ISLAMI PERTAMA AUTHOR JADI KALAU ADA SALAH KATA ATAU PENGETAHUAN YANG KURANG PAS BOLEH KOMEN YA DI PART NYA SUPAYA BISA SALING BELAJAR BERSAMA...

...🥕🥕🥕🌟🌟🌟🌟🌟🥕🥕🥕...

...****************...

...Yeyyy cerita baru nihhh jangan lupa baca yaaaaa!!!...

...JANGAN lupa buat follow akun author biar gak ketinggalan cerita2 lainnya....

...Jangan lupa buat VOTE dan ULASAN BINTANG nya ya readers biar tambah semangat buat update ceritanya....

...Like dan komen juga yaaaaa...

...Follow juga IG author di @Lala_Syalala13 karena di sana ada rekomendasi cerita author lainnya yang gak author upload di sini....

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
harap..harap cemas ..
Kasih Bonda
next Thor semangat
Supryatin 123
😭😭😭😭❤️❤️❤️ semoga samawa Gus Azlan n ustadzah Zu.💪💪💪menjaga rahasia.lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
dag dig dug rasanya hati ini 🤭🤭 lnjut thor 💪💪
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
lanjut thir
tiara
lanjuut thor
Kasih Bonda
next Thor semangat .
Kasih Bonda
next Thor semangat
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪❤️❤️
Rahma Inayah
ni knp nikah nya SDH berapa part blm nikah gregetan ..bacanya ..
Kasih Bonda
next Thor semangat
tiara
duh Naura polosnya bikin gemeeez aja
Kasih Bonda
semangat thor
Lala_Syalala: terima kasih kak dukungannya, semoga bisa terus suka ya sama ceritanya 🙏😊😊🤗
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
jgn sampai rahasia besar kebongkar Krn ke polosan Naura .🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!