Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pondok kayu penuh misteri
Di seluruh tempat di dunia lain ini, pondok kayu itulah konon yang paling menyeramkan. Di sana konon hanya di huni oleh para penyembah Sang Bethari Panggodo Pangrencono dan para anomali yang sulit di jelaskan.
Bahkan hantu hantu yang menghuni dunia lain ini juga akan kabur apabila melihat pondok kayu itu.
Sebuah pondok kayu pinggir danau yang membawa misteri tidak terbatas, yang di penuhi dengan berbagai anomali yang tidak bisa di jelaskan sama sekali.
Tarjo lebih bisa menjelaskan fenomena hantu dari pada fenomen para anomali yang menghuni pondok kayu itu.
"Sialan!" Kutuk Tarjo dengan keras, "aku harus bagaimana ini?" Tarjo terlihat sedih, ketika dia menoleh kebelakang dia melihat sebuah gong melayang ke arahnya.
"Tidak! Jangan jangan mendekat!" Saat ini Tarjo sadar dia tak punya banyak pilihan. Dia di hadapkan dua pilihan mematikan, bersembunyi ke dalam pondok kayu anomali, atau diam di tempat ini di bunuh oleh para hantu yang mengejar dirinya.
Tarjo mencoba melihat kembali hantu hantu yang melayang ke arahnya, dengan cepat dia mengambil keputusan. Dia langsung masuk ke dalam pondok kayu yang sangat misterius itu.
"Hah! Hah!" Tarjo langsung merosot ke lantai kayu di dalam pondok itu.. dia langsung menutup pintunya.
Pondok kayu ini memiliki interior yang sangat elegan dengan lantai kayu dan hiasan yang tersusun dengan rapi. Begitu juga dengan dindingnya.
Tarjo menelan ludahnya dengan ngeri terlebih ketika ia melihat lampu lampu minyak yang menggantung di tempat ini.
Tarjo mencoba menyentuh lantai kayu yang ada di bawahnya, dia yakin lantai kayu ini terbuat dari kayu jati kuno.
"Benar apa yang di katakan oleh Sukmo, di dalam pondok kayu ini tampak sangat rapi, bagus dan elegan." Ucap Tarjo sembari memandangi interior pondok kayu ini.
Tarjo sendiri baru kali ini memasuki pondok kayu misterius ini... walaupun begitu bukan berarti belum ada yang pernah masuk ke dalam sini.
Tahanan tahanan sebelum dirinya sudah ada yang pernah masuk ke dalam tempat ini, dan menceritakan beberapa cerita misterius yang ada di dalamnya sebelum mereka mati di tempat ini.
Kemudian Tarjo mengamati lampu lampu minyak yang menghiasi langit langit pondok ini.
"Lampu minyak abadi... kata Pakde No minyak lampu ini tak akan pernah habis dan akan menyala ketika malam tiba." Ucapnya dengan lirih.
Tarjo memang sudah cukup lama mengamati pondok kayu ini dari kejauhan, memang benar lampu minyak ini akan menyala dengan sendirinya kalau malam tiba.
Saat ini belum memasuki waktu malam, jelas minyak lampu ini belum menyala.
Tarjo kemudian berdiri, ketika ia ingin melangkah pergi dari tempat ini, tiba tiba pintu di belakangnya terdengar seperti ada yang menggedor.
Sangat keras sekali.
"Si... siapa?!" Tanya Tarjo dengan panik.. Tarjo mundur beberapa langkah kebelakang memastikan dia berada di jarak yang aman.
Tiba tiba gedoran yang ada di pintu menghilang begitu saja.
Jantung Tarjo berdebar dengan sangat kencang.
Tiba tiba gedoran itu muncul lagi, membuat keringat di dahi Tarjo seketika itu juga menetes. Karena itu adalah pintu kayu kelas ada beberapa celah di sana.
Tarjo menelan ludah dan berjalan mendekati ke arah celah sembari kemudian mengintip siapa yang menggedor gedor pintu.
Tarjo melihat tak ada siapapun di sana. Seketika itu juga Tarjo terhuyung huyung kebelakang.
Tarjo benar benar ketakutan, pintu itu tergedor dengan sendirinya padahal tak ada siapapun di luar sana yang menggedornya.
"Ba.. bagaimana bisa?!" Tanya Tarjo. Mustahil bahwa pada saat ini Tarjo kabur dari pondok kayu anomali ini. Pasalnya ketika dia kabur ia harus membuka pintu.
Tarjo yang ketakutan memilih untuk berlari ke dalam pondok kayu ini.
"Sialan aku lupa! Kata mbah Min, di dalam sini terdapat lukisan kosong! Konon lukisan itu akan menggambar seseorang yang akan mati!" Ucap Tarjo dengan panik.
Siapa sangka ketika Tarjo hendak berbalik matanya tertuju pada sebuah bingkar raksasa di dinding kayu dengan kertas polos tanpa gambar.
Tarjo segera menutup wajah dengan kedua tangannya, "jangan gambar aku, jangan gambar aku!" Tarjo benar benar berharap bukan gambar dirinya yang muncul di kertas tersebut.
Tarjo mencoba mengintip melalui sela sela jemari tangannya, siapa sangka ia melihat gambar sesosok Genderuwo berbulu hitam lebat lengkap dengan mata yang merah melotot.
"Haaa!" Tarjo berteriak ketakutan, namun berangsur angsur dia kembali mendapatkan ketenangannya..
"Itu bukan dirimu! Kamu harus tenang!" Ucap Tarjo sambil menarik nafas panjang.
Siapa sangka ketika Tarjo mencoba untuk tenang sebuah suara langkah kaki terdengar dari lorong sebelah.
Tarjo menoleh... ia melihat sesosok hitam berbulu sedang di seret memasuki belokan lorong.
Ugh! Buru buru Tarjo terhuyung huyung kebelakang. Sosok itu sama persis seperti yang ada pada lukisan.
Namun siapa yang menyeretnya? Tidak ada yang tahu, sebab yang menyeretnya sudah masuk ke dalam belokan lorong terlebih dahulu.
"A.. aku sepertinya memilih keputusan yang sangat buruk!" Ucap Tarjo yang pada saat ini merosot ke lantai kayu yang ada di pondok ini.
"Sialan! Aku harus bagaimana ini?" Tanya Tarjo sembari mengesot kebelakang dan memandangi lorong tempat di mana Genderuwo itu di seret menghilang.
"Ak.. aku harus kabur!" Tanpa basa basi lagi Tarjo langsung berlari menuju ke arah belakang, mencoba untuk mencari pintu keluar dari pondok kayu ini.
Dia ingin keluar!
Dia memilih untuk menghadapi hantu mengerikan di luar sana dari pada harus mati di dalam pondok kayu ini.
"Loh? Di mana jalan keluarnya?" Tanya Tarjo yang ketakutan karena ia tersesat di sebuah lorong yang kanan kirinya di penuhi dengan pintu pintu kamar.
Tarjo benar benar tak tahu, padahal dia seharusnya sudah menemukan jalan keluar, tapi mengapa ia ada di tempat ini?
Tarjo mencoba untuk tenang dia kemudian membuka salah satu pintu kayu yang berada di tempat ini.
Pintu itu berderit lirih, dengan cepat Tarjo bisa melihat apa yang ada di balik pintu itu.
Sebuah kamar bagus dan rapi dengan lukisan raksasa di tembok belakang dipan tempat tidur.
"Tunggu! Itu bukan lukisan! Itu pemandangan asli!" Ucap Tarjo. Tarjo yakin sekali itu bukanlah lukisan, tak ada lukisan yang mengeluarkan hembusan angin.
"Tunggu! Bagaimana mungkin ada pegunungan di balik kamar ini?" Tarjo berjalan masuk mencoba memastikan lukisan tersebut.
Namun langkahnya berhenti ketika ekor matanya menangkap seorang wanita cantik yang duduk dengan pandangan kosong di pojok kamar.
Tarjo menelan ludahnya, ia berpikir bahwa dia adalah salah satu penyembah Sang Bethari Panggodo Pangrencono yang konon katanya sangat ganas dan haus darah.
"Ma.. maafkan aku mbah!" Ucap Tarjo yang buru buru berbalik keluar dan menutup pintu kamar itu.
***
karena kemarin ada yang bertanya kenapa novel Bukan Boneka biasa tidak di lanjut.. itu karena ada masalah kontrak, judul novel dan opening (bab awal) novel itu terlalu mirip dengan novel saya yang lainnya yaitu Bukan Penjual Boneka biasa... saya benar benar minta maaf karena tak bisa melanjutkannya...
sebagai gantinya saya membuat novel ini, insyaAllah bakalan konsisten karena sudah ada 37 bab terjadwal. dan tidak akan terjadi pelanggaran kontrak lagi karena opening dan judul novel ini beda sama novel sebelah... sekian terimakasih... selamat membaca..
jangan lupa mampir ke cerita author yang satunya judulnya Mustika terkutuk...
berikut sinopsisnya...
Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!