Anela adalah janda muda beranak satu yang telah belajar bangkit setelah pernikahan pertamanya hancur karena pengkhianatan. Hidup mandirinya membawanya menjadi wanita dewasa yang kuat, anggun, dan memikat—dengan aura sensual alami yang membuatnya mudah menarik perhatian pria.
Rico adalah pembasket terkenal, tampan, kaya, dan dominan dalam cara yang tenang namun penuh karisma. Pertemuan mereka dimulai dari satu malam yang penuh ketegangan hasrat dan rasa penasaran yang sulit dijelaskan.
Apa yang awalnya hanya percikan gairah berubah menjadi hubungan yang semakin dalam—dipenuhi tarikan emosional, ketegangan hasrat, dan keinginan untuk memiliki satu sama lain di tengah dunia mereka yang berbeda. Namun cinta mereka harus menghadapi masa lalu, tekanan karir, dan kenyataan bahwa cinta panas tidak selalu mudah untuk dipertahankan.
Semakin mereka mendekat, semakin kuat pula rasa ingin memiliki… dan semakin berbahaya cinta yang mereka sembunyikan dari dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina Sani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALAM PANAS LAGI
Pintu kamar masih tertutup rapat. Nafas mereka yang berat baru saja mulai menenangkan diri, tapi ketegangan antara mereka tak kunjung surut.
Anela menatap Rico dengan mata yang masih berbinar-binar. Perlahan, ia menyentuh bahu pria itu, menahan tangannya.
“Kamu nggak mau pulang malam ini, kan?” bisiknya, nada suaranya lembut tapi menggoda.
Rico menatapnya, sedikit tersenyum, seolah membaca semua keinginan yang tersimpan di balik kata-kata itu.
“Kalau kamu mau…” jawabnya rendah, suaranya hampir seperti dengusan.
Anela menggigit bibirnya, kemudian merapatkan diri ke punggung Rico. Ia memeluknya dari belakang, merasakan detak jantungnya sendiri menyesuaikan ritme Rico.
“Tapi kita harus hati-hati,” ucap Anela, suaranya nyaris berbisik. “Ziyo lagi tidur di ruang tamu. Jangan sampai ia bangun.”
Rico memeluknya lebih erat, menyalurkan rasa aman dan kehangatan. Mereka bergerak pelan, saling menempel, tetapi tetap memperhatikan jarak dan gerakan yang lembut agar tidak membuat anaknya terbangun.
Anela menunduk, membisikkan di telinga Rico, “Aku pengen kamu tetap di sini… dan aku pengen satu ronde lagi, pelan-pelan… dari belakang.” pinta Anela dengan suara serak nan sexy.
Rico menatapnya, senyumnya tipis tapi penuh pengertian. Ia menepuk lembut pinggang Anela, memberi isyarat bahwa ia mengerti keinginannya.
Rico mengarahkan pinggul Anela agar berlutut. Dia memposisikan diri dari arah belakang, memainkannya sebentar, menggeseknya naik turun perlahan, dan kemudian menancap dengan satu gerakan. Cairan kenikmatan dari percintaan mereka 5 menit yang lalu masih mengalir membasahi milik Anela. Membuatnya sangat mudah dimasuki. Rico menyukai bagian Anela yang ini, memasukinya selalu terasa mudah, seakan-akan dia selalu siap dan selalu menginginkan Rico juga sama seperti dirinya pad Anela. Mereka mulai bergerak pelan, maju mundur, sesekali Rico menghentak, mereka bergerak dalam ritme yang kompak saling mengisi kekosongan pada milik masing-masing, seakan menari bersama dalam keheningan kamar, menjaga desahan agar tidak terlalu keras.
"bangun sayang" bisik Anela untuk bangun dari posisi semula, bokongnya tetap melekat pada Rico, nemun dadanya kini terekspose pnuh. Memang itu tujuan Rico, ia ingin memainkannya, ia tau itu adalah area favorit Anela untuk di mainkan, itu akan membuat Anela makin terangsang, Rico ingin memberikan kenikmatan yang tidak biasa kepada Anela.
Saat Rico menangkup dan memainkan ujung bukit kembarnya sambil terus bergerak menancap bagian bawah Anela, Anela mengerang "Sayang...ergh....".
"Iya Anela....nikmat sayang?" bisik Rico menggoda.
"Iya...nikmat Rico....punyamu bener-bener nakal"
"kamu juga nakal sayang... aku udah gak kuat, mau keluar sayang...."
"enghh,....iya Ric, keluar...yang banyak di dalamku"
Rico tak menyangka Anela-nya akan berkata seperti itu. rico sangat menyukainya, dan memompa Anela lebih cepat. Dan.....
"Aaaah aaah aaah Anela, aku keluar"
"Ahhhhhh iya sayang aku juga aaaaanghhhh".
Gairah yang begitu panas, membuat mereka lupa kalau di ruang tamu masih ada Ziyo, yang semoga masih tidur dengan pulas.
Rico mengeluarkan semua cairan kenikmatannya pada Anela, tanpa batas pengaman, karena Anela memang sudah minum pil pengaman. Anela selalu tau cara membuatnya senang. Rico pernah mengatakan, pengaman yang di jual bebas memang kadang membuatnya kurnag nyaman karena ukuran nya kurang pas untuk dipakai pada miliknya. Dan Anela berinisiatif meminum pil pengaman sejak mereka mulai aktif bercinta secara reguler.
--------