NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:30.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Gelombang yang Tercipta

Waktu seolah membeku di jalanan yang sunyi itu. Pertanyaan Jiang Chen menggantung di udara, lebih berat dari batu mana pun. Wajah Hong Mengyao pucat pasi, lalu memerah karena campuran rasa malu, marah, dan kebingungan yang luar biasa.

Ia menatap Jiang Chen, lalu ke arah Zhang Lie yang masih mengerang di tanah dengan lengan yang hancur, lalu kembali ke Jiang Chen. Pria di hadapannya ini... apakah benar-benar sampah yang sama yang dulu selalu mengikutinya dengan tatapan memuja, yang bahkan tidak berani menatap matanya secara langsung?

Tidak. Orang di hadapannya ini memiliki tatapan yang sedingin jurang, memandangnya seolah ia adalah debu yang tidak berarti.

"Kau... kau menggunakan trik licik!" akhirnya Hong Mengyao berhasil mengeluarkan suara, meskipun sedikit bergetar. Ia tidak bisa menerima kenyataan. Ini adalah satu-satunya penjelasan yang bisa ia terima. "Kau pasti melakukan serangan diam-diam!"

Jiang Chen tertawa kecil, tawa yang penuh dengan penghinaan.

"Trik? Serangan diam-diam?" ulangnya dengan nada mengejek. "Terhadap dia?" Ia melirik sekilas ke arah Zhang Lie. "Kau terlalu melebih-lebihkan dia, dan kau terlalu meremehkanku."

Ia melangkah maju satu langkah. Hong Mengyao tanpa sadar mundur satu langkah, sebuah reaksi naluriah yang membuatnya semakin merasa terhina.

"Hong Mengyao," kata Jiang Chen, suaranya kini benar-benar dingin, tanpa jejak emosi masa lalu. "Aku ingin kau mengingat hari ini. Bukan sebagai hari di mana aku mengalahkan pecundang ini, tapi sebagai hari di mana nasib kita benar-benar berpisah. Kau akan tetap berada di kolam kecil Kota Awan Bambu ini, memperebutkan gelar 'jenius' yang menyedihkan. Sementara aku... jalanku ada di antara bintang-bintang."

"Kau..." Hong Mengyao kehabisan kata-kata. Arogansi! Ini adalah arogansi paling murni yang pernah ia lihat! Tapi entah kenapa, saat diucapkan oleh Jiang Chen, kata-kata itu terasa seperti sebuah ramalan, sebuah kebenaran yang tak terbantahkan.

"Bawa tuan kalian dan pergi," kata Jiang Chen kepada para pengikut Zhang Lie yang masih membeku ketakutan. "Dan sampaikan pesan pada keluarga Zhang. Jika mereka ingin membalas dendam, aku akan menunggu di sini. Tapi pastikan mereka mengirim seseorang yang setidaknya layak untuk kupukul."

Ancaman telanjang! Dia tidak hanya mengalahkan Tuan Muda Zhang, dia juga secara terbuka menantang seluruh keluarga Zhang!

Para pengikut itu tersadar dari lamunan mereka. Dengan gemetar, mereka buru-buru mengangkat Zhang Lie yang setengah pingsan karena sakit dan lari terbirit-birit, tidak berani menoleh ke belakang.

Kini, hanya Hong Mengyao yang tersisa, berdiri sendirian di depan gerbang yang rusak, tampak menyedihkan. Keangkuhan yang selalu menyelimutinya kini hancur berkeping-keping.

Jiang Chen bahkan tidak meliriknya lagi. Ia berbalik dan berbicara kepada Qing'er yang masih tertegun. "Qing'er, cari beberapa tukang kayu. Minta mereka membuat gerbang baru yang lebih kokoh. Biayanya, minta pada Paviliun Seribu Ramuan. Katakan pada mereka untuk memotongnya dari bagianku."

Setelah itu, ia berjalan masuk ke dalam kediaman, menutup pintu yang rusak di belakangnya, meninggalkan Hong Mengyao sendirian di jalanan yang mulai dipenuhi bisikan para penonton yang berani keluar dari persembunyian mereka.

Gelombang keterkejutan mulai menyebar.

Di dalam, Qing'er akhirnya sadar. Ia menatap punggung tuan mudanya dengan tatapan yang benar-benar baru. Itu bukan lagi tatapan kasihan atau peduli. Itu adalah tatapan penuh kekaguman, rasa hormat, dan sedikit ketakutan.

"Tuan Muda..." bisiknya.

Jiang Chen berbalik, aura dinginnya lenyap, digantikan oleh ketenangan yang biasa. "Ada apa?"

"Anda... Anda mengalahkan Tuan Muda Zhang Lie..."

"Dia terlalu berisik," jawab Jiang Chen santai, seolah baru saja mengusir seekor lalat. Ia melihat tangannya. 'Pukulan Fondasi Agung' memang efektif. Menggunakan prinsip fisika dan kontrol Qi yang sempurna, ia bisa mengeluarkan kekuatan berkali-kali lipat dari levelnya yang sebenarnya.

"Tapi... keluarga Zhang tidak akan membiarkan ini," kata Qing'er cemas. "Patriark Zhang sangat menyayangi Zhang Lie."

"Aku tahu," kata Jiang Chen. "Itulah mengapa aku perlu menjadi lebih kuat lagi. Pergi dan lakukan apa yang aku perintahkan."

Setelah Qing'er pergi, Jiang Chen kembali ke ruang latihannya. Konfrontasi kecil tadi menegaskan satu hal: kekuatan adalah satu-satunya bahasa yang dimengerti di dunia ini. Level empat Alam Pengumpul Qi mungkin cukup untuk mengejutkan para badut seperti Zhang Lie, tetapi untuk menghadapi seorang patriark keluarga yang mungkin sudah berada di Alam Transformasi Roh, itu masih jauh dari cukup.

"Turnamen Akbar Kota... itu adalah kesempatanku."

Pemenang turnamen tidak hanya akan mendapatkan hadiah yang melimpah, tetapi juga kualifikasi untuk memasuki Sekte Angin Surgawi, sekte terkuat di seluruh wilayah. Hanya dengan memasuki panggung yang lebih besar, ia bisa mendapatkan sumber daya yang lebih baik dan mempercepat laju kultivasinya.

Berita tentang pertarungan di depan kediaman 'berhantu' itu menyebar ke seluruh Kota Awan Bambu lebih cepat dari angin.

"Apa kau dengar? Jiang Chen, si sampah dari keluarga Jiang, mengalahkan Zhang Lie dengan satu pukulan!"

"Mustahil! Zhang Lie itu jenius tingkat empat! Jangan menyebar omong kosong!"

"Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! Kedua lengan Zhang Lie patah! Dia menjerit seperti babi yang disembelih!"

"Ya Tuhan! Apa yang terjadi? Bukankah meridian Jiang Chen hancur?"

"Mungkin dia menyembunyikan kekuatannya selama ini? Betapa liciknya!"

Dalam sekejap, citra Jiang Chen berubah dari sampah yang menyedihkan menjadi seorang jenius licik yang dalam dan tak terduga.

Di kediaman utama keluarga Jiang, di kediaman keluarga Hong, dan terutama di kediaman keluarga Zhang, berita ini menyebabkan gempa bumi besar.

Patriark Zhang, seorang pria paruh baya yang kekar, membanting meja hingga hancur saat mendengar laporan itu. "Satu pukulan?! Kau bilang seorang sampah melumpuhkan putraku dengan satu pukulan?! Selidiki! Selidiki semua yang berhubungan dengan Jiang Chen ini! Aku ingin tahu bagaimana seekor cacing bisa tiba-tiba berubah menjadi naga!"

Seluruh Kota Awan Bambu mulai bergejolak. Dan di pusat badai, Jiang Chen duduk dengan tenang di ruang batunya, dikelilingi oleh tumpukan ramuan baru yang baru saja ia ambil dari paviliun.

Ia akan membuat pil lagi. Kali ini, untuk menempa tubuhnya.

1
ddrhart
akankah mengyao memendam dendam berkepanjangan ???
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍💪
Nanik S
Maaantaaap
yos helmi
💪💪👍👍🤣
Nanik S
Pemimpinya mending Jiang Chen atau Kuang Tian
Nanik S
Apakah misi ini jebakan untuk Jiang Chen
Nanik S
Jiang Chen ..taklukan tekniknya
Nanik S
Teknix penelan Surga
Nanik S
Walau dihukum tapi tetap untung
ddrhart
jadikan hewan tunggangan
Nanik S
Apakah sidang Hukuman
Nanik S
Plaaak . ditampar Anak kecil.. sampai melayang
Nanik S
Shiiiip
Nanik S
Menerobos kembali
Udin Alex
lanjut thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll
Eko
para jenius berkumpul
Eko
ayooooo terobos🤣
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
kotos kotos jooooz Thor lanjut terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!