"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 16
Glek"!!
Susah payah clara menelan ludahnya sendiri.
Ya benar setalah drama mabuk malam itu,paginya Clara membersihkan diri dan mengganti pakaian yang di berikan Gerry.
"Bodoh,bagaimana bisa aku meninggalkan kedua benda keramat ini disini". Gumam Clara sambil menundukkan kepalanya meremas kedua benda yang saat ini berada di genggaman nya.
"La-lalu dimana bajuku".
"Masih di Loundry,". Jawab Devan dengan wajah yang begitu menyebalkan dan mata Clara.
"Jadi kamu"!
"Yaa"!! Sahut Devan sambil mengerling nakal ke arah Clara.
"Dasar otak mesum"! Pekiknya sambil berjalan menuju kamar mandi dengan pipi yang sudah bersemu merah.
"Bisa bisanya dia mencuci bra dan celana dalam ku ,jadi secara tidak langsung dia sudah memegang benda keramat milik ku"!!
"Aaaaaarg"!! Pekik Clara berteriak di dalam hati.
Devan yang melihat ekspresi Clara hanya terkekeh sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
15 menit berlalu kini Clara sudah merasa begitu segar dan sangat seksi,apalagi saat memakai Hem milik Devan yang panjangnya sampai paha putihnya.
Sebenarnya Clara bisa saja memakai kaos santai milik Devan ,hanya saja celana Devan semuanya terlalu besar pada pinggang Clara.
Ting. Tong.
Terdengar bunyi bell apartemen berbunyi,Devan yang saat itu sedang sibuk dengan tab ditanganya, langsung beranjak dari duduknya dan membuka pintu.
"Selamat malam boss". Sapa Jo sambil menenteng Sebuh totelbag di tanganya.
"Hemmm"!! Sahut Devan sambil berjalan masuk kembali dan di ikuti jo yang mengekor masuk di belakangnya.
"Ini pesanan anda ,boss"! Jo pun meletakan totelbag di atas meja di depan sofa.
"Jo siapkan pernikahanku dengan Clara Minggu depan".
"Apa "!!
" Apa telingamu bermasalah".
"Ti-tidak boss,baik boss ,siap dilaksanakan". Jawab Jo akhirnya.
"Kalau begitu saya permisi boss"! Kata Jo yang sudah tidak ada titah lagi dari paduka raja di hadapannya itu.
Baru saja satu langkah ,terdengar pintu kamar Devan di buka dari dalam ,dan itu mampu membuat rasa penasaran Jo muncul, Jo mengehentikan langkahnya dan menoleh ke arah pintu, bersama dengan itu Clara muncul dengan penampilan yang sungguh menyejukkan mata.
Rambut yang masih basah,paha putih terekspos sempurna,dada yang berisi membuat Jo dan Devan serempak menelan ludahnya kasar.
"Tutup matamu,Jo"!! Pekik Devan saat melihat Jo ikut menatap ke arah gadis cantiknya.
'ba-baik boss," secepat kilat Jo menutup mata namun tetap menghadap ke arah Clara.
"Cepat pulang".
"Si-siap'!! Bergegas Jo kembalikan melajukan langkahnya menuju pintu dan keluar dari apartemen tersebut.
"Dasar gadis ceroboh". Umpat Devan kesal.
"Ya tuhan ,aku tidak yakin jika boss maniak ku itu akan tahan melihat paha ayam yang begitu menggoda". Oceh Jo sambil terus berjalan menuju lif.
"Memang begitu seksi dan cantik,pantas saja dia ugal ugalan ingin menikahi nona Clara,Devan ,Devan". Lagi lagi Jo hanya bisa ngomel sendiri tidak jelas merutuki boss nya itu.
Didalam apartemen..
"Apa kamu sengaja ingin memperlihatkan pahamu kepada Jo" suara Devan begitu mengerikan di indra pendengaran Clara .
"A-apa"!
Devan terus melangkah sambil menatap ke arah Clara yang saat ini juga sedang memundurkan langkahnya.
Hingga tubuhnya terhenti pada tembok yang ada di belakangnya.
"Ma-mau ngapain"!.
Cup"!!
Satu ciuman mendarat tepat pada bibir Clara,melumat lembut bibir tersebut.
Dengan tangan Devan yang sudah mendarat tepat pada paha putih Clara .
Dugh"!!
"Aaaaaau"!! Teriak Devan tanpa suara saat burung nya terhantam lutut Clara dengan sempurna.
Clara dengan cepat mendorong tubuh Devan yang saat ini sedikit meringkuk dengan tangan yang sudah mendekap burung kesayangannya.
"Kau,berani sekali"! Kata Devan lirih sambil merasakan ngilu di bagian bawah sana.
"Kenapa pakai acara menggerayangi ku, mau aku potong ya tanganmu"! Jawab Clara tak kalah nyolot.
"Dasar psikopat mesum,lihat paha mulus saja tanganya sudah gatal tidak mau diam"! Oceh Clara sambil berjalan tanpa dosa menuju sofa di ruang tv tersebut.
"Kau benar benar,awas jika aku sudah menikahimu,akan habis kau di ranjang ku, Clara". Gumam Devan yang belum belum sudah menaruh dendam kepada gadis tengil tersebut,ya dendam di atas ranjang tepatnya.
*****
Masih di dalam apartemen.
Devan berjalan dan duduk di sofa berhadapan dengan Clara,meraih ponselnya yang teronggok di atas meja dan memainkan benda pipih tersebut.
Tring.
Satu pesan masuk dari m-banking di ponsel Clara.
Dengan cepat Clara pun membuka ponsel yang sedari tadi berada di genggaman nya.
Mata Clara membulat sempurna saat melihat nominal yang tertera pada layar ponsel tersebut.
"50 juta"!.Gumam Clara sambil terus menatap benda pipih yang berada di tanganya.
"Cepat bayar hutang hutang pamanmu, tapi ingat jangan coba coba kabur dariku,bahkan di lubang semut pun kau bersembunyi aku akan menemukan mu"! Kata Devan mengingatkan sekaligus mengancam gadis cantik di hadapannya yang masih terdiam membisu.
Glek"!!
Clara hanya bisa menelan ludahnya kasar entah harus bahagia atau bersedih saat ini,di lihat dari raut wajahnya sepertinya laki laki dewasa dihadapanya tidak main main dengan ucapanya.
"Aku akan membersihkan diri dulu,segera hubungi bibi mu"! Kata Devan sambil beranjak dari duduk nya dan masuk kedalam kamar begitu saja.
Drrrt. Drrrt.
"Hallo ,Clara"! Sapa seorang wanita paruh baya dari seberang telpon.
"Bik, bagaimana keadaan paman"!? Tanya Clara yang khawatir dengan keadaan paman Santo yang berada di dalam penjara.
"Masih di penjara,cal"! Jawab bik Titin dengan suara lirih,begitu terdengar jelas jika wanita diseberang telpon tersebut sedang menahan tangis.
"Bibik tenang ya.clara sudah mendapatkan uang nya untuk melunasi hutang paman Santo,setalah ini Clara akan mengirimnya kepada bibik,besok bibik cepat lunasi hutang hutang tersebut supaya paman bisa cepat keluar dari penjara". Jelas Clara panjang kali lebar.
"Cla,, dari mana kamu mendaratkan uang sebanyak itu ". Tanya bik Titin yang begitu takut jika keponakan yang sudah dianggap nya anak sendiri sampai terjerumus kedalam hal hal yang berbau maksiat, hanya Demin membatu melunasi hutang hutang nya takutnya Clara sampai menjual diri , seperti apa yang sering dia lihat di sinetron acara tv ikan terbang tersebut.
"Bik Titin tenang saja,Clara tidak aneh aneh,dan ini juga uang halal,kapan kapan Clara ceritakan pada bibik,yang penting paman bisa keluar dulu dari penjara". Jelas Clara dan itu Mampu membuat bik Titin sedikit lega.
"Baiklah cla,entah bagaimana bibik harus berterima kasih kepadamu ,cla"! Akhirnya tangis bik Titin pun pecah detik itu juga.
"Sudah bik,besok hubungi Clara jika paman sudah pulang ". Kata Clara akhinya sebelum benar benar mematikan sambungan telpon tersebut.
Tring.
Satu pesan masuk pada ponsel bik Titin,sebuah notif pesan dari m-banking yang membuatnya bertambah syok dengan nominal yang Clara kirimkan.
"40, juta"! Gumam bik Titin dengan tangisan yang semakin menjadi,membuat Ryo dan Naila ikut panik melihat keadaan sang ibu.
Kembali ke apartemen.
Ceklek"!!
terlihat Devan keluar dari kamar nya.
Glek"!
"Tampan dan seksi sekali tuhan, benarkah dia akan menjadi suami ku,ya Alloh ingin rasanya aku menghambur pada pelukannya "! Gumam Clara dalam hati dengan mata yang sudah melotot sempurna saat melihat penampilan Devan yang hanya mengunakan celana kain pendek dan singlet,terlihat kulit putih yang begitu terawat,bulu bulu yang tumbuh pada lutut dan paha laki laki tersebut ,membuat Clara salah tingkah menatapnya.
"Sungguh sangat menggoda imanku"! Gumam Clara lagi lagi hanya bisa menunduk dan meremas ponsel yang berada di genggaman nya.
"Istirahat lah,ini sudah malam"! Kata Devan sambil berjalan menuju sofa dan mendudukan bokongnya di sana.
"Emmmm"! Jawab Clara sambil beranjak dari duduknya.
"Tunggu"! Kata Devan dan mampu membuat Clara menghentikan langkahnya seketika.
"Persiapkan dirimu ,satu Minggu lagi kita akan menikah".
Duaar"!!
Seperti tersambar petir di malam yang gelap saat mendengar ucapan laki laki dewasa tersebut.
"Apa,me- menikah"! Tanya Clara mengulangi ucapan Devan barusan.
"Yaa,, bukanya kamu sudah menerima dan setuju".
"Tapi kenapa secepat itu"! Lagi lagi Clara mengajukan banding.
Devan tidak menjawab hanya melirik kearah celananya ,dan lirikan tersebut mampu membuat bulu kudu Clara merinding seketika ,bergegas Clara pun masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.
Devan hanya terkekeh melihat raut wajah Clara saat sedang gugup dan takut .
"Dasar psikopat mesum,bagaiman bisa dia terang terang melirik burung di dalam celananya, ckck, jadi apa aku jika benar benar menjadi istrinya".
"Aaaarg"!! Pekik Clara frustasi sambil mengacak ngacak rambut panjangnya.