NovelToon NovelToon
Vows Of Silence

Vows Of Silence

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Bad Boy / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Hazel Bellvania Cavanaugh adalah definisi kesetiaan yang naif. Ia mencintai James Patrick, seorang atlet sekolah yang karismatik namun manipulatif.
Hubungan mereka aneh—tanpa ciuman, tanpa sentuhan intim, karena James berjanji ingin "menjaga" Hazel hingga pernikahan. Namun, di balik topeng itu, James adalah predator yang memanfaatkan jari-jarinya untuk memuaskan hampir seluruh siswi di SMA mereka.
Kebohongan James terkubur rapat di bawah bayang-bayang geng paling berkuasa di sekolah yang dipimpin oleh Kenneth Karl Graciano. Kenneth yang dingin dan tak tersentuh mengetahui rahasia busuk James, namun ia diam. Bukan karena setia kawan, melainkan karena ia sedang menunggu saat yang tepat untuk meruntuhkan segalanya dan mengambil apa yang menurutnya pantas ia miliki, Hazel Bellvania Cavanaugh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu

Hazel menatap punggung James yang basah oleh keringat setelah latihan basket. Bagi Hazel, James adalah pahlawan.

Enam minggu mereka menjalin kasih, James selalu memperlakukannya seperti porselen rapuh.

"Aku nggak mau merusakmu, Hazel. Kamu terlalu berharga," bisik James suatu sore, mengelus rambut Hazel dengan jari-jarinya yang panjang dan lentur, jari yang sama yang menurut rumor telah menjelajahi setiap inci tubuh gadis-gadis lain di gudang olahraga maupun ruang musik.

Hazel tersenyum, hatinya menghangat. Ia menerima perilaku hyper James ledakan emosi dan obsesi James yang berlebihan sebagai bentuk cinta yang luar biasa.

Ia percaya pada narasi James, bahwa jari-jarinya hanya mencari pelepasan sementara agar ia bisa tetap suci saat bersama Hazel nanti. Sebuah logika bengkok yang ditelan Hazel mentah-mentah.

Di kantin sekolah, suasana mendadak senyap saat lima orang berjalan masuk. Mereka adalah penguasa absolut: James, Marius, Aiden, Zacky, dan di tengah mereka—Kenneth Karl Graciano.

Kenneth tidak banyak bicara. Kekuasaannya tidak berasal dari suara keras, melainkan dari aura intimidasi yang membuat kepala sekolah sekalipun tertunduk. Saat James tertawa lebar sambil merangkul Hazel, Kenneth duduk di kursi seberang.

Ia tidak memesan makanan. Matanya yang tajam dan sedingin es tertuju lurus pada Hazel. Tatapan itu tidak mengandung gairah kasar seperti James, melainkan sesuatu yang jauh lebih dalam dan berbahaya.

Kenneth tahu kebenaran yang tidak diketahui Hazel: bahwa James tidak hanya menggunakan jarinya. Junior James telah berkelana jauh lebih dalam daripada yang Hazel bayangkan.

"James," suara Kenneth rendah, memutus tawa sombong sahabatnya.

"Ya, Ken?" James menoleh, sedikit gentar.

Kenneth tidak menjawab. Ia hanya terus menatap Hazel yang tampak begitu murni di antara serigala-serigala itu. Ia menyesap minumannya pelan, seolah sedang menghitung mundur waktu hingga bom waktu di hubungan Hazel dan James meledak.

Angin musim dingin berhembus tajam dari arah pegunungan The Remarkables, membawa hawa es yang menusuk kulit. Hazel merapatkan jaket bulunya saat berjalan di tepian Danau Wakatipu bersama James.

Air danau yang jernih dan tenang terlihat sangat kontras dengan gejolak yang mulai timbul di sekolah mereka.

"Kamu melamun lagi, Hazel," James menarik tangan Hazel, menggenggamnya erat. Jari-jarinya yang panjang yang selalu dipuja-puji siswi sekolah terasa hangat.

"Aku hanya berpikir... kenapa Kenneth selalu menatapku seperti itu di kelas sejarah tadi?" tanya Hazel ragu.

James terkekeh, nada suaranya terdengar hyper dan penuh percaya diri yang berlebihan.

"Ken memang seperti itu. Dia punya segalanya, uang, kekuasaan, nama Graciano. Dia merasa memiliki dunia, jadi dia merasa bebas menatap siapa pun. Jangan dipikirkan, oke? Dia sahabatku, dia tidak akan macam-macam."

Hazel mengangguk, mencoba percaya. Namun, ia tidak tahu bahwa setiap kali James sedang sibuk di kursi belakang mobilnya bersama gadis-gadis dari tim pemandu sorak, Kenneth sering kali melihat dari kejauhan dengan tatapan jijik yang disembunyikan rapat.

Malam itu, di sebuah rumah mewah di pinggiran perbukitan Queenstown, geng mereka berkumpul. Musik berdentum rendah. Marius dan Aiden sedang asyik dengan ponsel mereka, sementara Zacky menuangkan minuman.

James masuk dengan seringai lebar. "Hazel benar-benar mudah dijinakkan. Dia pikir aku seorang santo karena tidak pernah menyentuh bibirnya."

Marius tertawa sinis. "Sampai kapan kau mau bermain sandiwara jari itu, James? Semua orang tahu junior-mu sudah berkelana ke mana-mana. Jika Hazel tahu kau tidur dengan adiknya Zacky minggu lalu, tamat riwayatmu."

Zacky hanya mengedipkan sebelah mata, tidak peduli adiknya menjadi korban James, selama koneksi mereka tetap kuat.

"Dia tidak akan tahu," sahut James sombong. "Dia mencintaiku karena aku berbeda dari pria lain. Aku menjaganya, ingat?"

"Cukup."

Satu kata itu mematikan suasana. Kenneth Karl Graciano berdiri di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke gunung es. Ia membalikkan badan, matanya yang kelam menatap James dengan intensitas yang membuat James tercekik kata-katanya sendiri.

"Simpan bualanmu untuk gadis-gadis itu, James. Tapi jangan di hadapanku," ucap Kenneth dingin.

"Ken, ayolah, aku hanya bersenang-senang—"

Kenneth berjalan mendekat, melewati James seolah pria itu hanya udara kosong. Ia berhenti tepat di depan foto grup mereka di mana Hazel tersenyum di pojok frame.

"Enam minggu," gumam Kenneth hampir tak terdengar. "Waktu yang cukup lama untuk sebuah kebohongan bertahan di atas es yang mulai retak."

Di New Zealand, reputasi adalah segalanya di kalangan elit. James memanfaatkan keindahan alam dan privasi tempat-tempat tersembunyi untuk melakukan aksi binalnya, sementara Hazel terjebak dalam delusi romantis di bawah langit selatan yang berbintang. Ia tidak menyadari bahwa Kenneth bukan sekadar memperhatikan, tapi sedang menghitung sisa waktu James.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰🥰

1
Triana Oktafiani
Selalu menarik cerita2mu 👍
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
😍
terimakasih
ceritanya bagus
ros 🍂: Ma'aciww 😍
total 1 replies
falea sezi
lanjut
falea sezi
kapok kau kenzo
falea sezi
suka deh g bertele tele sat set
falea sezi
aneh wong kakak mu yg ngemis cinta ampe gila kok Arthur di salahkan hadehhh ampe bales dendam ke adeknya abis ini qm pasti nyesel kenn
falea sezi
bodohnya qm hazel
falea sezi
jahat nya kennet
falea sezi
q ksih hadiah deh
falea sezi
tolol harusnya biarin aja tau hadeh
Rahmawaty24
Semangat kk ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!